Tabungan Berjangka, Disiplin Menabung Sekaligus Untung

Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka adalah produk perbankan berupa simpanan dana yang harus disetorkan secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Perlu diketahui bahwa dalam jangka waktu tersebut, dana yang telah ditabungkan tersebut tidak dapat diambil. Jika nasabah terpaksa menarik dana, maka akan dikenai penalti.

Biasanya, tabungan berjangka digunakan oleh mereka yang ingin lebih berdisiplin menabung. Sebab, nasabah harus menyetorkan sejumlah dana secara rutin selama jangka waktu yang sudah disepakati. Pilihan jangka waktu tabungan berjangka pada umumnya adalah 1-20 tahun.

Perbedaan Tabungan Berjangka dan Tabungan Biasa

Menyusun Anggaran Keuangan

Tabungan biasa tidak “mengikat” nasabah untuk wajib menyetorkan dana secara rutin. Plus, tidak ada aturan frekuensi untuk rutin menyetorkan dana. Nasabah bebas mau menyetorkan dana kapan saja dan berapa saja.

Sementara itu, tabungan berjangka memang mirip dengan deposito. Yang mana dana nasabah tidak dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu. Akan tetapi, setoran dana pada tabungan berjangka hanya dilakukan di awal pembukaan rekening saja.

Selain itu, suku bunga tabungan berjangka lebih tinggi daripada tabungan biasa, namun lebih rendah daripada deposito. Secara rata-rata, suku bunga tabungan berjangka berkisar di antara 2-6 persen per tahun.

Cara Membuka Rekening Tabungan Berjangka

Cara Membuka Rekening

Untuk membuka rekening tabungan berjangka, calon nasabah yang diterima adalah warga negara Indonesia atau asing berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun. Kemudian, calon nasabah juga perlu menyiapkan setoran awal yang jumlahnya ditentukan oleh masing-masing bank.

Adapun tahapan pembukaan rekening tabungan berjangka secara umum dijelaskan pada poin-poin berikut.

  • Siapkan persyaratan administratif, yaitu kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor), NPWP, dan Kartu Keluarga.
  • Siapkan setoran awal sesuai ketentuan bank.
  • Datang ke kantor cabang bank terdekat. Ambil nomor antrean dan jelaskan bahwa tujuan Anda adalah membuka rekening tabungan berjangka.
  • Petugas bank akan membantu Anda membuka rekening dan menjelaskan setoran per bulan beserta ilustrasi pendapatan.
  • Isi formulir yang diberikan petugas bank dan tanda tangani.
  • Petugas bank akan memberikan buku tabungan berjangka untuk Anda. 
  • Jika setuju, setoran per bulan rekening tabungan berjangka dapat ditarik secara otomatis (autodebet) dari tabungan biasa Anda.

Berikut beberapa contoh produk tabungan berjangka di Indonesia beserta persyaratan umur, pilihan jangka waktu, dan minimal setoran bulanan.

Produk Tabungan Berjangka Suku Bunga per Tahun (floating) Umur  Jangka Waktu  Setoran Bulanan Minimal
Tahapan Berjangka BCA 2,75% – 3,75% 12-60 tahun 1-20 tahun Rp500.000
Tabungan Cita2Ku Danamon 4,75% 17 tahun 1-15 tahun Rp500.000 atau Rp200.000 (apabila pilih jangka waktu di bawah 2 tahun)
Jenius Dream Saver 5,00% 17-65 tahun 2 tahun Rp1
BNI Tapenas 4,00% 17-65 tahun 2-18 tahun Rp100.000
Tabungan Rencana Mandiri 3,00% 18-70 tahun 1-20 tahun Rp100.000
Taka Bunga OCBC NISP 4,75% 17-74 tahun 6 bulan-10 tahun Rp2.000.000
Tabungan MyPlan Maybank Indonesia 2,00%-3,00% 17-55 tahun Rp100.000
PermataProteksi Masa Depan 3,00% 18-60 tahun 1-18 tahun Rp100.000
Tabungan Mapan CIMB Niaga 6,75% 18-60 tahun 2-20 tahun Rp100.000

Untung dan Rugi Tabungan Berjangka

Untung dan Rugi Tabungan Berjangka

1. Setoran awal cukup ringan

Dibandingkan deposito, setoran awal dan bulanan tabungan berjangka dinilai cukup ringan. Sebagai informasi, deposito menerapkan setoran dana minimal Rp8 juta. Memang setoran tersebut hanya dilakukan sekali saja dalam jangka waktu yang sudah disepakati.

Sementara itu, sebagian besar tabungan berjangka memperbolehkan setoran awal dan bulanan minimal Rp100 ribu saja per bulan. Jadi, bagi Anda yang memang ingin membiasakan diri menabung dapat dengan mudah memulainya melalui tabungan berjangka.

2. Suku bunga di atas tabungan biasa

Tabungan biasa memiliki rata-rata suku bunga tidak sampai 2 persen, bahkan 1 persen. Itu pun belum dipotong biaya administrasi bulanan. Di lain sisi, suku bunga tabungan berjangka terbilang lebih tinggi.

Rata-rata tabungan berjangka memiliki suku bunga sekitar 3 persen. Memang ada juga yang hanya 2 persen. Namun, ada pula bank yang berani memberikan kisaran bunga 6-7 persen per tahun.

3. Berdisiplin dalam menabung

Dengan jangka waktu yang mengikat, tabungan berjangka pun mengajarkan nasabah untuk disiplin menabung. Terkesan seperti “dipaksa”, namun efek yang ditimbulkan adalah positif bagi nasabah dalam menepati komitmen.

4. Dilengkapi asuransi

Memang tidak semuanya, namun sebagian besar produk tabungan berjangka sudah dilengkapi dengan asuransi jiwa. Dengan demikian, Anda tidak hanya mendapatkan pengembalian dana di akhir masa tabungan, tetapi juga terproteksi di sepanjang masa menabung.

5. Dana dijamin oleh LPS

Karena tabungan berjangka masih bagian dari kategori simpanan, maka dana Anda dijamin bebas risiko oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

6. Tidak dapat dijadikan jaminan

Hanya saja, tabungan berjangka tidak dapat dijadikan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman bank. Hal ini berbeda dengan sertifikat deposito yang dikategorikan sebagai aset sehingga bisa dijaminkan.

Tips Memilih Tabungan Berjangka Terbaik

5 Langkah Mengurus Buku Tabungan yang Hilang

Agar semakin untung, ada baiknya Anda benar-benar perhatikan secara detail berbagai syarat dan ketentuan suatu produk tabungan berjangka. Sebab bisa saja bunganya tinggi, tetapi ternyata cukup banyak “biaya tersembunyi” yang terlewatkan.

Nah, bagi Anda yang berencana membuka tabungan berjangka, perhatikan poin-poin berikut.

  • Pilih tabungan berjangka dengan jangka waktu sesuai tujuan Anda. Contoh, apabila memang ditujukan untuk liburan, maka pilih produk yang menawarkan jangka waktu satu tahun atau dua tahun.
  • Pastikan tabungan berjangka dilengkapi oleh asuransi jiwa. Dengan demikian, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan selama tabungan berjangka masih berjalan, Anda tidak perlu khawatir dana hangus. Malah ahli waris bisa mendapatkan uang pertanggungan melebihi nilai tabungan berjangka Anda.
  • Pilih tabungan berjangka yang menerapkan bebas biaya administrasi sehingga jumlah dana yang disetorkan tidak terpotong.
  • Pilih tabungan berjangka dengan fitur bebas biaya gagal autodebet beberapa kali. Karena Anda tidak tahu, bisa saja autodebet gagal karena sistem atau saldo tabungan utama ternyata tidak mencukupi. Jadi, Anda tidak merugi karena dikenakan denda atau tabungan berjangka ditutup oleh pihak bank.

Dari penjelasan di atas, kini Anda sudah memiliki gambaran mengenai tabungan berjangka, bukan?  Dengan pilihan bunga yang cukup tinggi dibandingkan tabungan biasa, tabungan ini layaklah menjadi opsi.