Macam-Macam Zakat dan Pengertiannya

Pengertian Zakat dan Jenisnya

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang keempat yang mana bermakna sebagai pembersihan atau penyucian harta. 

Umat Muslim secara umum memandangnya sebagai ibadah sosial dalam menunjukkan kepedulian kepada fakir miskin dan kaum dhuafa yang membutuhkan pertolongan finansial.

Berbeda dengan makna pajak dan sumbangan sukarela, zakat adalah kewajiban bagi seluruh muslim di belahan dunia. Setiap orang wajib membayar zakat sekali setahun sebesar 2,5 persen dari harta dan kekayaannya yang sudah melampaui takaran minimal dan sudah dimiliki selama satu tahun atau disebut nisab.

Secara umum ada dua zakat yang wajib ditunaikan, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Tetapi, jika berbicara zakat mal atau zakat harta bisa dibagi lagi ke dalam zakat penghasilan dan zakat profesi.

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah
kitabisa.com

Zakat Fitrah dikenal juga dengan zakat badan atau zakat individual. Dalam sejarahnya, zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua Nabi hijrah, bersamaan dengan kewajiban puasa pada bulan Ramadan.

Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap individu dan tidak berkaitan dengan apakah seseorang sudah baligh atau belum. Artinya, orang tua pun berkewajiban untuk membayarkan zakat fitrah atas anak-anaknya yang masih bayi sekalipun.

Zakat fitrah dapat dibayarkan dalam berupa makanan atau uang kepada orang yang membutuhkan pada malam sebelum Idul Fitri atau setidaknya sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan. 

Besarnya zakat fitrah adalah satu sha’ atau setara dengan 2,5 kilogram beras atau 3,5 liter beras. Akan tetapi agar lebih mudah, pembayarannya bisa digenapkan menjadi 3 kilogram beras. Beras yang diberikan merupakan beras yang setara dengan kualitas beras yang dikonsumsi Anda dan keluarga sehari-hari atau lebih baik dari itu. 

Bisa juga diganti dengan uang yang setara dengan harga 3 kg beras. Sebagai contoh, jika harga beras 1 kg adalah Rp15.000, maka Anda dan tiap orang di keluarga harus membayar Rp45 ribu.

Pembayaran zakat fitrah tidak perlu repot karena Anda bisa berikan langsung kepada fakir miskin yang ditemui di jalan atau diantarkan ke rumah mereka. Anda juga bisa menitipkannya kepada amil zakat terdekat dengan masjid.

Namun kemudahan yang ditawarkan saat ini bahkan lebih memudahkan lagi, misalnya:

  • Pembayaran zakat secara online melalui situs marketplace.
  • Pembayaran melalui rekening pengelola lembaga amil zakat resmi, terutama yang ditunjuk oleh pemerintah setempat. 

Zakat Mal

Zakat Mal
zakat.or.id

Secara sederhana, zakat mal adalah zakat harta benda yang berkenaan dengan uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Syarat harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harus sudah mencapai nisab, yaitu umur kepemilikan selama satu tahun dan tidak memiliki utang.

Jika harta Anda belum mencapai nisab, dengan kata lain harta tersebut belum Anda miliki selama setahun, maka berarti tidak wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Nisab adalah batasan apakah harta tersebut wajib dibayarkan zakatnya atau belum.

Nisab zakat berbeda-beda satu sama lain tergantung sumber kekayaannya, misalnya:

  • Nisab atas perak adalah 200 dirham atau sekitar 595 gram.
  • Nisab atas emas adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram
  • Nisab atas hasil perdagangan adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram emas.
  • Nisab atas hasil pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kilogram beras.

Pembayaran zakat mal tidak harus menunggu bulan Ramadan. Zakat mal bisa dibayarkan kapan saja jika harta Anda sudah mencapai nisab dan sudah melebihi masa kepemilikan minimal selama satu tahun.

Zakat Penghasilan

zakat penghasilan
dream.co.id

Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dikeluarkan dari penghasilan atau profesi yang dijalankan. Seperti zakat yang menjalani profesi sebagai seorang dokter, tentara, pilot, insinyur, guru, dan lain sebagainya.

Sebagian besar ulama bersepakat bahwa nisab zakat profesi disetarakan dengan zakat pertanian dengan perhitungan senilai 520 kilogram beras. Zakat penghasilan bisa dikeluarkan setiap bukan, akan tetapi lebih baik dikeluarkan setiap bulan saat menerima penghasilan tersebut seperti hasil panen pertanian. 

Besaran zakatnya masih sama, yakni 2,5 persen dari pendapatan bersih yang sudah mencapai nisab. Sebagai contoh, jika harga beras sekitar Rp9.000 per kilogram, maka dihitung:

520 kg x Rp9.000 = Rp4,68 juta

Dari perhitungan tersebut, jika penghasilan Anda di atas Rp4,68 juta, maka Anda wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Misalnya, gaji Anda Rp5 juta. Maka perhitungan pengeluaran zakatnya adalah:

2,5% x Rp5 juta = Rp125 ribu

Maka zakat yang wajib dikeluarkan setiap bulannya adalah sebesar Rp125.000 per bulan.

Itulah bermacam-macam zakat yang perlu Anda ketahui. Ternyata bukan hanya zakat fitrah saja yang dibayarkan di tiap bulan Ramadan, melainkan sepanjang waktu sebagaimana zakat dapat dikeluarkan asalkan sudah mencapai nisab. 

Sebagaimana zakat fitrah bersifat wajib dan besarannya sudah ditentukan oleh pemerintah, maka Anda bisa membuat anggaran sejak beberapa bulan sebelum bulan Ramadan. Perihal golongan orang yang berhak menerima zakat pun sudah ada ketentuannya sehingga Anda tidak perlu bingung.

Namun khususnya membahas soal zakat mal dan zakat penghasilan, sewajarnya kedua zakat ini dibayarkan jika sudah mencapai nisab masing-masing dan sebaiknya tidak memberatkan Anda sendiri sebagaimana sifatnya yang tidak wajib.

Tags:
Dzulfikar

Financial Content Writer yang mengemas informasi, tips, dan kiat keuangan dengan bahasa yang lebih mudah dicerna.