10 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menyesal di Usia 40 Tahun ke Atas

Usia Kepala 4

Menginjak usia 40 tahun, Rio bisa dibilang masih belum mapan. Dia masih tinggal di rumah orang tuanya, belum menikah. Kendaraan di rumah hanya satu, beroda dua. Itu pun sudah sekali ganti pelat alias umurnya lebih dari 5 tahun.

Kariernya mentok di bagian staf. Jangankan manajer. Kursi kepala bagian jauh dari jangkauan. Investasi? Rekening tabungan saja kembang-kempis.

[Baca: Kenapa Sih Musti Nunda Investasi Kalau Bisa dari Sekarang? Nih Manfaat Investasi Sejak Muda]

Padahal dulu Rio termasuk punya karier cemerlang. Tempat kerjanya bonafide. Fasilitas dan tunjangan ada macam-macam.

Namun, dia gak ahli dalam soal keuangan. Gaji besarnya sering lewat begitu saja tiap bulan. Kebiasaannya berhura-hura tanpa mikir panjang yang menjadi penyebab.

Tak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya untuk berinvestasi. Apalagi mencadangkan dana untuk kebutuhan darurat. Malah, dia apply kartu kredit banyak-banyak.

[Baca: Punya Kartu Kredit Banyak Bisa Bikin Kamu Lebih Hemat. Gak Percaya?]

Akhirnya, kondisi finansialnya ambruk digencet utang kartu kredit. Apalagi dia sempat sakit ginjal parah sehingga tabungan terkuras, meski sudah ada asuransi dari kantornya.

usia kepala 4
Bangun pagi biar rezeki gak dipatok ayam

Posisi limbung itu turut mempengaruhi kinerjanya. Dia dipecat. Jadilah dia kerja di tempat lain, dengan gaji lebih sedikit.

Sejatinya sebelum menginjak usia 40 tahun, Rio sering diberi sederet nasihat oleh orang-orang terdekatnya, termasuk orang tuanya. Tapi, nasihat itu gak digubris. Padahal nasihat itu sederhana saja, seperti tertulis di bawah ini:

1. Bangun pagi teratur

Bangun pagi itu sederhana, tapi manfaatnya luar biasa. Tapi jika malamnya suka begadang, tentu susah bangun pagi. Padahal, dengan bangun pagi, waktu kita dalam satu hari lebih banyak yang bisa dimanfaatkan untuk hal positif, seperti membaca berita. Siapa tahu ada inspirasi buat kerja dari berita pagi itu.

2. Olahraga rutin

Jadi member di gym beken gak berguna kalau hanya numpang nampang. Berolahraga rutin bisa mencegah dompet jebol gara-gara sakit parah. Dan, olahraga gak harus di tempat mahal. Joging 10-20 menit di dekat rumah juga sudah cukup.

usia kepala 4
Gimana bisa menikmati hari tua kalau kesehatan aja gak kamu perhatiin?

3. Makan sehat

Makanan sehat juga berkontribusi pada raga yang sehat. Kalau tiap hari makan junkfood, jangan heran kalau perut menjadi seperti tong sampah. Kotor, bau, dan penuh penyakit. Apalagi makan sehat di rumah lebih hemat ketimbang beli junkfood terus-terusan.

[Baca: Lebih Baik Masak Makanan Sendiri di Rumah atau Beli? Mana yang Lebih Hemat?]

4. Recehan juga penting

Menabung gak kenal nominal uang. Recehan pun sangat penting untuk ditabung, bukan malah dibuang sembarangan. Duit Rp 1 juta tanpa Rp 100 gak bisa disebut Rp 1 juta lho. Intinya, selalu alokasikan dana berapa pun untuk ditabung tiap bulan, bukan dibelanjakan semuanya.

[Baca: Jangan Remehkan Uang Receh. Ini 5 Alasan Kamu Gak Boleh Ngeremehin Uang Receh]

5. Menunda-nunda

Kalau pekerjaan bisa diselesaikan sekarang, kenapa mesti ditunda? Iya kalau habis ditunda bisa langsung selesai. Kalau lupa? Begitu juga soal tagihan utang. Kalau sudah ada dana, lebih baik segera lunasi. Ketimbang hidup memikul utang.

6. Baca buku

Menurut berita di JakartaPost, tingkat literasi Indonesia berada di posisi ke-2 terbawah dari 61 negara yang disurvei. Tingkat literasi mengindikasikan kemajuan suatu negara. Jadi, orang yang gak sadar akan pentingnya membaca kemungkinan besar tak bisa maju. Mau masuk golongan itu?

usia kepala 4
Tambah wawasan dengan buku, bukan dengan timeline medsos

7. Tenang

Bersikap tenang kadang susah dipraktikkan. Padahal, sikap ini bisa membuat kita bertindak dengan pikiran jernih, gak terburu nafsu. Dalam belanja, misalnya, gak buru-buru gesek kartu kredit ketika lihat diskon.

[Baca: Yuk Ngirit, Pantau Terus 12 Website Diskon di Indonesia Ini!]

8. Gaul sehat

Bergaul itu penting, apalagi gaul yang bermanfaat. Maksudnya adalah gaul yang bukan asal kumpul, makan, minum, sudah. Dalam bergaul, kita juga mesti memikirkan jaringan, terutama buat karier. Siapa tahu dari pergaulan itu muncul kesempatan proyek kerja yang cihui?

9. Pilih teman

Siapa bilang gak boleh pilih-pilih teman? Justru itu harus, biar kita gak terjebak dalam arus pertemanan yang suram. Pilih mana, berteman dengan pengusaha sukses atau pecandu narkoba yang suka morotin temannya?

10. Catat semua

Orang yang rajin mencatat akan menemukan manfaat kebiasaannya itu di kemudian hari. Dari nyatat kegiatan sehari-hari di diary, bisa jadi buku best seller. Nyatat pengeluaran apa lagi. Pasti pengaturan finansial bisa terjaga tetap seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.

usia kepala 4
Cermat dalam hal keuangan adalah kunci masa depan yang nyaman

“Coba dulu saya ikuti nasihatnya.” Kata-kata itu yang terlintas di pikiran Rio sekarang. Buat kita yang masih jauh dari usia 40 tahun, belum terlambat buat menjalankan nasihat itu.

[Baca: Masih di Usia Kepala 2, Simak Deh 10 Nasihat Keuangan untuk Kamu]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →