21 Cara Mengatur Keuangan dan Tips Pilihan Berinvestasi

cara mengatur keuangan

Cara mengatur keuangan yang mendasar adalah dengan menyisihkan 20 persen dari total gaji bersihmu untuk disimpan. Utamakan sisanya untuk membiayai pengeluaran. Kalau tidak, risikonya adalah kamu akan menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Selain itu, sebaiknya kita tidak cuma memperhitungkan setiap pemasukan dan pengeluaran tiap bulan, tapi juga belajar bagaimana agar keduanya berjalan seimbang. Itu berarti kita harus terbiasa untuk berdisiplin dalam membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Yuk, langsung aja kita cari tahu bagaimana cara mengatur keuangan agar kondisi finansialmu di masa depan nanti bisa terhindari dari defisit.

Cara mengatur keuangan dengan baik dan benar

Jadi bagaimana cara untuk mengelola keuangan yang baik dan benar, kita cari tahu satu demi satu pada ulasan berikut ini.

1. Mencatat pendapatan dan pengeluaran

Sering kali kita tak peduli dengan pengeluaran. Pergi ke mana saja gaji sebulan kita? Melacak pendapatan dan pengeluaran bisa dilakukan dengan membuat pembukuan sederhana.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, sehabis gajian selalu bikin pos-pos pengeluaran. Daftar pengeluaran ini harus dipatuhi agar tidak kelimpungan menjelang akhir bulan.

Dalam satu bulan, buat list apa saja pengeluaran rutin bulananmu. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan biaya tempat tinggal. Jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk pembayaran rutin, seperti angsuran kredit.

Jika sudah dikelompokkan, kita bisa melihat pengeluaran per kategori setiap minggu hingga setiap bulannya. Dengan begitu, kita bisa melihat pos pengeluaran yang melebihi budget.

2. Rajin menabung sebagai perwujudan cara mengatur keuangan

Kebiasaan menabung memang perlu dipupuk sejak dini. Tapi, tak ada kata terlambat untuk kamu yang tidak terbiasa melakukannya. Lebih baik, sisihkan 20 persen dari total gaji bersihmu untuk menabung. Tabungan penting dimiliki untuk dana cadangan atau dana masa depan.

Namun, yang harus dicatat, bunga yang diberikan bank untuk tabungan terbilang kecil. Misalnya, kamu harus punya tabungan minimal sebesar Rp25 juta.

Itu berarti selama kamu menabung ke angka Rp25 juta, nilainya tergerus setiap bulannya untuk bayar biaya administrasi.

3. Cara mengatur keuangan dengan berinvestasi

Berpikir panjang, dan ke depan. Menginvestasikan danamu itu termasuk contoh berpikir panjang. Artinya dengan berinvestasi, kamu sedang menyiapkan masa depanmu.

Selain menabung uang, upayakan untuk berinvestasi di saham, emas, obligasi, atau reksa dana. Dengan berinvestasi di saham, kamu bisa dapat return hingga 20 persen setahun. Jauh lebih besar daripada investasi di deposito.

4. Bijak memanfaatkan kartu kredit

Menggunakan kartu kredit sama saja berutang yang dikenakan bunga. Kalau dibiarkan terus, gak menutup kemungkinan bisa gagal bayar nanti yang ujung-ujungnya terlilit utang.

Kalau digunakan dengan bijak, kartu kredit justru memudahkan hidup. Belanja bulanan dan beli tiket bakal lebih mudah. Tak jarang kartu kredit yang menawarkan promo, point rewards, dan cash back.

Menyeleksi kebutuhan yang bakal dibelanjakan dengan kartu kredit penting dilakukan. Misalnya, kamu pengin beli smartphone karena smartphone yang sekarang sudah gak bisa buat WhatsApp lagi.

Agar gak terlalu membebani bujet pengeluaran, lebih baik pembelian smartphone dilakukan dengan cicilan kartu kredit. Biar hemat, pilihlah merchant yang menawarkan cicilan bunga 0 persen. Terus hindari pembayaran minimum agar bunganya tetap 0 persen.

Intinya, gunakan kartu kredit buat hal-hal yang benar-benar dibutuhkan kalau pengin jadi orang kaya. Bukan pakai kartu kredit untuk tujuan konsumtif semata.

5. Cara mengatur keuangan dengan memanfaatkan internet

Sudah nggak zaman mengantre di bank cuma untuk transfer, membayar tagihan ini itu, atau membayar online shop. Kini waktunya untuk memanfaatkan e-banking.

Apalagi, kalau kita mau membandingkan dan mengajukan produk perbankan kayak kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan motor, kartu kredit, dan lainnya.

Dengan internet, kamu sudah tak perlu keliling bank cuma untuk mencari informasi. Kemudahan era digital ini pun menjadi bagian dari cara mengatur keuangan untuk membuat masa depan cerah.

6. Rajin cek tagihan

Terbiasa mengecek tagihan yang menjadi pengeluaran rutin wajib dibayarkan tepat waktu, sangat penting dilakukan.

Mulai dari struk belanja, sampai tagihan kartu kredit. Hal ini penting dilakukan agar kita tidak menemukan biaya siluman di situ.

Jangan ragu untuk selalu mengecek dan mengawasi tagihan-tagihan tersebut. Selain itu, biasakan untuk selalu membayar tagihan-tagihan tersebut tepat waktu untuk menghindari denda yang justru akan menambah jumlah tagihan yang harus dibayarkan.

7. Bayar utang tepat waktu

Jika kamu punya utang atau cicilan yang harus dibayar setiap bulan, jangan pernah menundanya. Menunda membayar utang hingga lewat jatuh tempo hanya akan membuatmu dikenakan bunga tambahan. Akibatnya, beban utang pun akan semakin berat.

Bagi kamu yang punya beberapa utang di institusi keuangan yang berbeda, kamu perlu pintar-pintar mengaturnya. Buatlah daftar nominal cicilan dan besaran bunganya. Setelah itu, pilih utang dengan bunga tertinggi untuk dilunasi terlebih dahulu.

Sebelum berutang, kamu juga bisa memilih cicilan dengan bunga nol persen agar beban bulananmu menjadi lebih ringan. Jika perlu, kamu bisa kok menegosiasikan bunga dan tenor pinjaman. Kamu bisa datang langsung ke bank untuk membahasnya.

8. Selalu pasang target

Ada prinsip dalam hidup, yaitu let it flow. Prinsip ini tak ada salahnya. Tapi, memasang target dalam hidup bakal jauh lebih baik. Misalnya, saat menginjak usia 30 tahun harus sudah punya rumah. Usia 35 tahun harus punya usaha sendiri.

Hanya saja, jangan cuma pasang target kosong. Pegang teguh target itu, dan berusaha memenuhinya.

Tanya Lifepal - Untuk Pertanyaan Keuanganmu
Bagaimana cara mengelola uang pesangon untuk korban PHK karena Covid-19?Dijawab : Eko Endarto, CFP, RFA

9. Ketahui antara kebutuhan dan keinginan

Cara mengatur keuangan pribadi yang bisa dilakukan ialah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Pertama, kebutuhan primer yang terdiri dari sandang, pangan dan papan. Pemenuhan terhadap kebutuhan primer ini menjadi bagai yang paling utama dalam kehidupan karena merupakan kebutuhan yang bersifat darurat atau kebutuhan dasar.

Kedua, kebutuhan sekunder yang terdiri dari semua kegiatan tidak vital atau tidak seperti kebutuhan primer yang menjadi kebutuhan dasar tetapi tetap dibutuhkan untuk menghilangkan rintangan dan kesukaran. Misalnya, televisi, meja, kursi, handphone, dan lainnya.

Ketiga, kebutuhan tersier yang mencakup kegiatan lebih jauh dari hanya kenyamanan saja. Kebutuhan tersier ini lebih mengarah kepada kemewahan atau kebutuhan yang dapat melengkapi hidup dan menghiasi hidup.

Sementara keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang atau jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang. Keinginan tidak bersifat mengikat dan tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuhi. Keinginan lebih bersifat tambahan, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi.

Nah, nafsu dan keinginan bisa muncul kapan saja. Apalagi, kalau lagi jalan-jalan ke mal. Melihat papan diskon besar, kamu langsung ingin membeli seluruh barang-barang tersebut.

Memang susah menahan diri, tapi daripada kelaparan di akhir bulan, lebih baik tahan dulu belanja yang tak perlu. Ingat, diskon bisa terjadi setiap saat. So, sabar saja!

10. Manfaatkan diskon dan promo

Semua bisnis berlomba-lomba memberikan promo yang dapat menarik pelanggan. Sebagai konsumen, kamu harus lebih pintar dan bijak memanfaatkan kesempatan tersebut.

Nah, memanfaatkan setiap diskon yang diberikan oleh berbagai tipe produk menjadi cara mengatur keuangan yang harus dilakukan.

Untuk mengetahui produk apakah yang sedang dalam program diskon, kamu dapat melihatnya lewat beberapa aplikasi seperti groupon, dealoka, atau aplikasi sejenis lainnya yang diunduh di ponselmu.

11. Lebih baik makan di rumah

Mungkin kita punya preferensi dengan selera makan atau jenis makanan tertentu yang suka kita beli di restoran langganan. 

Namun pastinya kamu harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli makanan kesukaanmu ini. Anggaplah untuk sekali makan, kamu mengeluarkan uang Rp35 ribu untuk makanan dan Rp15 ribu untuk minuman, jadi totalnya Rp50 ribu untuk sekali makan.

Nah boleh-boleh saja kalau kamu mau makan di luar sesekali, tapi jangan lupa dengan bujet bulananmu. Lebih hemat jika kamu bisa simpan bujet makan di luar untuk membeli sembako dan memasak sendiri untuk makanmu hingga 2-3 hari ke depan.

12. Simpan uang kembalian

Selesai kamu membayar belanjaan atau ongkos naik angkutan umum, biasanya ada uang kembalian. Hanya karena jumlahnya yang gak seberapa, kerap kali kamu singkirkan begitu saja. Hilangkan kebiasaan buruk ini mulai dari sekarang.

Kumpulkan semua uang koin yang kamu dapatkan dan masukkan ke celengan. Gak perlu dihitung setiap hari, namun yang penting kamu selalu tambahkan tiap kali ada kesempatan. 

13. Selalu lakukan perbandingan harga

Pastikan untuk selalu membandingkan harga saat ingin membeli barang. Entah itu barang elektronik, smartphone, atau tiket pesawat.

Tidak ada alasan untuk malas. Pasalnya, kamu sudah bisa melakukan itu semua dengan bantuan teknologi internet, kan?

14. Lebih banyak jalan kaki daripada naik transportasi umum

Memanfaatkan angkutan umum untuk bepergian adalah kebiasaan yang positif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas sekaligus mengurangi polusi udara, tapi tidak ada salahnya juga untuk lebih banyak jalan kaki.

Selain lebih sehat, kamu bisa menghemat pengeluaran daripada memilih naik angkot atau ojek, terutama jika tempat yang kamu mau tuju masih terbilang dekat.

15. Cari penghasilan tambahan

Meski sudah memiliki pendapatan tetap, sebaiknya kamu mencari penghasilan tambahan untuk mengatasi tingginya biaya hidup.

Untuk mencari penghasilan tambahan, biasanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan, mulai dari mencari pekerjaan tambahan, membuka bisnis, berjualan online, maupun berinvestasi.

Di era digital seperti saat ini, mencari peluang untuk kita yang telah bekerja penuh waktu untuk juga mengambil pekerjaan tambahan secara online.

Adapun beberapa pilihan penghasilan tambahan secara online yang bisa dicari seperti desain grafis online, penulis artikel, hingga menjual foto di situs penyedia foto. Atau pilihan lainnya, bisa coba peluang bisnis modal kecil yang bisa mendongkrak pendapatan kita setiap bulannya!

16. Antisipasi dengan dana darurat

Mengantisipasi kejadian yang belum terjadi harus dilakukan. Misalnya, menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

Memiliki dana darurat akan membantu seseorang menghadapi kondisi tak terduga seperti setelah di-PHK, biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah banjir atau kebakaran, biaya perawatan pasca kecelakaan, dan kondisi lain. Idealnya, dana ini sebaiknya disiapkan sebesar 3 – 6 kali gaji setiap bulan untuk mereka yang berstatus single.

Sebagai gambaran, gaji yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp10 juta. Itu berarti dana darurat yang perlu dimiliki berdasarkan rumus di atas mulai dari Rp30 juta – Rp60 juta.

Sementara itu, besaran dana darurat untuk mereka yang sudah berkeluarga minimal dihitung berdasarkan jumlah anggota dalam keluarga yang dipenuhi kebutuhannya.

Jumlah anggota keluarga tiga orang (kamu, pasangan, dan anak) berarti dana daruratnya minimal Rp90 juta. Angka minimal ini dihitung dengan rumus: dana darurat single x jumlah anggota keluarga (termasuk kamu).

Dana darurat ini masih harus ditambah dengan pesangon dan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan seandainya kamu kehilangan pekerjaan alias di-PHK.

17. Bekali diri dengan asuransi sebagai cara mengatur keuangan

Banyak cara untuk menjaga kesehatan dan memproteksinya, salah satunya dengan membeli produk asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu akan mendapat perlindungan finansial jika terjadi risiko kesehatan.

Selain asuransi kesehatan, merawat diri dengan perlindungan jiwa alias asuransi jiwa juga harus dilakukan. Beberapa polis asuransi jiwa saat ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Di mana manfaat atau jaminan kematian dapat dibayarkan saat tertanggung masih hidup.

Misalnya, ketika suami yang berusia 45 tahun membeli asuransi tersebut. Maka dapat mengajukan klaim asuransi untuk biaya perawatan suami ketika sakit.

Nantinya pihak asuransi akan mengurangi manfaat kematian dengan jumlah uang yang sudah cair untuk biaya pengobatan. Saldo sisanya akan dibayarkan apabila suami meninggal dunia.

Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengganti aliran pendapatan bagi pasangan yang masih hidup, memberi jaminan untuk ahli waris, mengganti nilai aset, memaksimalkan pensiun, dana kuliah untuk anak dan cucu, dan manfaat lain.

18. Sisihkan uang untuk iuran BPJS Kesehatan dan selalu bayar tepat waktu

Sedikit berbeda dengan asuransi kesehatan swasta yang bebas dipilih sesuai kebutuhan, perlindungan asuransi sosial dari pemerintah dengan BPJS Kesehatan bersifat wajib. 

Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilanmu untuk melunasi premi asuransi kesehatan BPJS tepat waktu. Manfaatnya pun luar biasa karena pertanggungannya sangat luas jika dibandingkan asuransi kesehatan swasta yang lebih terbatas.

Premi asuransi BPJS Kesehatan terbagi menjadi tiga sesuai kelas-kelasnya, yaitu:

  • Kelas 1: Rp150 ribu
  • Kelas 2: Rp100 ribu
  • Kelas 3: Rp80 ribu

Buat kamu yang sudah menjadi nasabah BPJS Kesehatan, jangan lupa untuk selalu bayar tepat waktu ya. Jika kamu lupa sudah atau belum, jangan sungkan untuk cek tagihan BPJS Kesehatan kamu secepatnya.

19. Siapkan dana pensiun dari sekarang

Dana pensiun kerap disepelekan mereka yang masih aktif di usia produktif. Rata-rata mereka berpikir bahwa uang yang diperoleh hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

Padahal, mempersiapkan dana atau tabungan pensiun akan membuatmu aman saat menjadi tua dan sudah tidak produktif lagi bekerja.

Untuk mempersiapkannya, kamu dapat menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk setoran dana pensiun.

20. Minta saran konsultan keuangan

Agar bisa mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya, kamu bisa minta saran ke konsultan keuangan. Sebagai seorang ahli, mereka akan memberikan saran yang sesuai kondisi keuanganmu.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan orang terdekat yang tahu betul kondisi dan kebiasaanmu mengelola uang. Dengan begitu, saran yang mereka berikan akan tepat sasaran.

21. Siapkan bujet untuk pengeluaran tidak terduga

Menyumbang uang seperti uang duka, gift atau kado perpisahan, hingga memberi angpau pernikahan memang sah-sah saja dilakukan. Tapi, jangan sampai membuat kantong jebol karena keseringan memberi sumbangan.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa mengalokasikan sama seperti pos pengeluaran lain. Dalam pos pengeluaran tidak terduga ini memang seharusnya dilakukan persiapan bujet setiap bulan agar pengeluaran tidak terduga ini menjadi masalah keuangan.

Setiap mendapatkan gaji bulanan, sebaiknya dalam postur anggaran untuk ini disiapkan 5 sampai 10 persen dari total penghasilan.

Jumlah itu sebaiknya dipisahkan secara konsisten setiap bulan. Mungkin terlihat sepele dan tidak penting, tetapi pos anggaran ini akan sangat berguna jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan demi keberlangsungan kelola keuangan pribadi yang sehat.

Untungnya, menyiapkan bujet ini adalah ketika dibutuhkan akan sangat berguna, dan ketika tidak digunakan bisa menjadi tambahan untuk dana darurat atau tabungan.

Jika bingung mempersiapkan alokasi anggaran ini, sebaiknya terapkan skema alokasi gaji dengan perhitungan 50:30:20.

50 persen pendapatan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keperluan yang tidak mendesak, dan 20 persen itu untuk tabungan. Dari alokasi 20 persen inilah bujet pengeluaran tidak terduga bisa disiapkan.

Kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengatur keuangan

Meski sudah melakukan beberapa tips di atas, tapi gak semua orang bisa berhasil menjalankannya. Ada banyak kesalahan yang biasa terjadi dalam mengelola keuangan. Kamu perlu pahami dan lebih baik lagi dihindari yang seperti ini deh ya.

1. Hanya mengandalkan gaji

Saat sudah bekerja dan memiliki penghasilan pokok, kita sering kali merasa cukup hanya hidup dari gaji tersebut. Padahal, banyak kebutuhan mendesak yang terkadang muncul tiba-tiba.

Belum lagi selalu ada kemungkinan kehilangan pekerjaan, baik karena faktor eksternal maupun internal. Oleh sebab itu, kamu perlu memiliki penghasilan sampingan yang bisa jadi second income. Bisa berupa usaha ataupun investasi.

2. Berpikir menabung itu cukup

Menabung hanyalah cara untuk menyimpan uang untuk digunakan sewaktu-waktu ketika ada kebutuhan penting. Menabung tidak bisa memberikan imbal hasil yang besar.

Oleh sebab itu, menabung saja tidak cukup. Kamu juga perlu berinvestasi agar mendapatkan keuntungan yang maksimal sekaligus bisa menjadi passive income.

3. Hanya memiliki satu rekening

Kamu perlu memisahkan rekening tabungan dengan rekening untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab memiliki satu rekening saja akan membuat kamu terdorong untuk menggunakannya karena merasa masih banyak uang yang tersisa. Menabung pun bisa jadi sia-sia.

4. Menabung di akhir bulan

Menabung harus dilakukan di awal bulan saat kamu baru menerima gaji. Pasalnya, jika menunda-nunda hingga akhir bulan, uang yang kamu pegang sudah berkurang banyak karena terpakai untuk belanja dan membeli berbagai kebutuhan lainnya. Akhirnya, kamu pun tidak jadi menabung karena sisa uang yang ada tinggal sedikit.

5. Mengabaikan pengeluaran kecil

Ingat kan peribahasa sedikit sedikit lama lama menjadi bukit? Itulah yang akan terjadi jika kamu mengabaikan pengeluaran kecil seperti parkir, jajan, membayar tol, dan lain-lain.

Pengeluaran kecil-kecil seperti itu terkadang bisa jadi pemborosan karena tidak terasa berat. Jadi, ada baiknya kamu mencatat semua pengeluaran secara rinci untuk menghindari kebocoran semacam itu.

6. Tidak punya asuransi dan dana darurat

Perlindungan asuransi dan simpanan dana darurat adalah dua hal penting yang seharusnya kamu miliki. Pasalnya, tanpa memiliki keduanya, keuangan kamu bisa terganggu ketika ada kejadian di luar rencana. Beban keuangan pun akan semakin berat karena kamu tidak memiliki dana cadangan untuk menanggungnya.

7. Memilih pembayaran minimum untuk kartu kredit

Bagi kamu yang memiliki kartu kredit, jangan pernah memilih pembayaran minimum. Akibatnya, ada bunga yang harus kamu bayarkan dan bisa mengganggu pos pengeluaran lainnya.

8. Tidak mempersiapkan waktu pensiun sebaik-baiknya

Umur yang masih muda membuat kita abai terhadap hari tua. Akibatnya kita sering kali menunda-nunda untuk mempersiapkan waktu pensiun.

Padahal, semakin tua umur maka produktivitas pun akan semakin berkurang. Jika kita tidak mempersiapkan dana pensiun atau sumber pemasukan pasif untuk masa depan, hari tua pun akan berat.

Pilihan investasi buat memaksimalkan pemasukan

cara mengatur keuangan yang sehat

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, kini waktunya buat kamu memilih jenis investasi apa yang cocok. Penting buat kamu pilih jenis yang paling aman dan kasih banyak keuntungan, misalnya dengan produk investasi asuransi unit link.

Dengan memiliki asuransi unit link, kamu mendapatkan manfaat proteksi dan sekaligus investasi. Jadi, tidak perlu repot memilih dan mengelola dua produk secara terpisah. 

Namun, unit link baru bisa dicairkan setelah melewati jangka waktu yang panjang. Pasalnya, imbal hasil yang didapat tidak instan dan butuh waktu buat mengembangkan aset. Karena itu, produk ini cocok buat orang yang memiliki preferensi investasi jangka menengah dan panjang.

Selain asuransi unit link, kamu bisa berinvestasi di instrumen yang lain. Kini perkembangan produk-produk fintech seperti P2P lending dan crowdfunding sudah bervariasi. Berikut beberapa jenis instrumen investasi yang dapat kamu pilih.

1. Nabung emas online

Jenis investasi pertama adalah nabung emas. Setiap tahunnya harga emas terus aja mengalami kenaikan, kondisi ini tentunya menjadi peluang besar buat kamu yang mau berinvestasi. Apalagi emas merupakan investasi yang likuid dengan rata-rata pertumbuhan 10% per tahun.

Sekarang investasi emas semakin mudah, kamu bisa berinvestasi melalui perusahaan fintech seperti Pluang dan BrankasLM atau marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Layanan ini akan memudahkan untuk membeli emas sedikit demi sedikit, sehingga kamu bisa memantau potensi keuntungan setiap saat.

2. Reksa dana online

Kalau mau coba investasi di pasar modal yang gak ribet, coba deh investasi reksa dana. Di reksa dana kamu tinggal mempercayakan uang yang dimiliki pada pihak yang berkompeten untuk diinvestasikan pada instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan sebagainya.

Nantinya keuntungan yang didapat akan dibagikan kepada nasabah berdasarkan unit investasinya.

Secara umum reksa dana terbagi menjadi empat jenis, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Setiap jenis tersebut memiliki keunggulan yang berbeda-beda.

Untuk membeli produk investasi satu ini, kamu bisa membelinya secara online melalui layanan Bareksa atau Bibit.

3. P2P lending

Kalau kamu menginginkan jenis investasi yang bisa memberikan return jangka pendek cukup besar, P2P lending bisa jadi yang kamu cari.

Di Indonesia, layanan ini sudah sangat banyak, sebut saja KoinWorks, Amartha, Investree, dan Modalku. Bahkan, hingga Juni 2020, total perusahaan P2P lending yang terdaftar di OJK sudah mencapai 33 perusahaan.

Dikarenakan investasi P2P lending sangat bergantung pada kemampuan debitur mengembalikan uang pinjaman kepada perusahaan, maka kamu harus jeli mencari perusahaan P2P lending yang memiliki rasio pengembalian yang baik.

4. Investasi saham

Saat ini investasi saham tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Dari proses pendaftaran, jual beli, sampai withdraw sudah dilakukan secara online. Apalagi kini informasi seputar saham sudah gampang dicari, mulai dari video edukasi saham di Youtube hingga tools seperti RTI Business.

Untuk berinvestasinya pun tidak memerlukan modal besar sebab perusahaan sekuritas menetapkan minimal deposito mulai dari Rp1 juta.

5. Deposito

Deposito merupakan produk investasi dari perusahaan perbankan yang memiliki return lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa.

Jenis investasi satu ini tergolong cukup aman atau likuid dan memiliki suku bunga yang berkisar antara 3 – 7 persen per tahun. Kalau kamu baru belajar investasi, deposito bisa jadi pilihan yang tepat apalagi kini deposito bisa kamu beli secara online.

6. Equity crowdfunding

Equity crowdfunding adalah penggalangan dana untuk proyek usaha tertentu yang melibatkan masyarakat sebagai investor dengan sektor yang dituju seperti UKM.

Dengan ikut terlibat di jenis investasi ini maka kamu turut menjadi bagian dari pemilik usaha tersebut. Perlu diketahui juga besar kecilnya keuntungan bergantung pada tingkat kesuksesan usaha tersebut dalam meraih laba.

Di Indonesia, sampai Desember 2019 sudah ada tiga platform equity crowdfunding yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Santara, Bizhare, dan CrowdDana.

7. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh negara untuk membiayai kebutuhan pemerintah. Hingga saat ini terdapat empat jenis SBN, yakni

  • Saving Bonds Ritel (SBR)
  • Sukuk Tabungan (ST)
  • Obligasi Negara Ritel (ORI)
  • Sukuk Ritel (SR)

Keuntungan yang bisa kamu dapat dengan berinvestasi di SBN adalah imbal hasil yang dijamin oleh undang-undang dengan besaran sekitar 6 persen per tahun.

Sejak tahun 2017, SBN juga sudah dijual secara online melalui mitra yang ditunjuk Bank Indonesia, seperti perusahaan startup finansial non bank Bareksa, TanamDuit dan Investree.

8. Tabungan berjangka

Tabungan berjangka adalah simpanan yang rutin disetorkan setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Setoran awal tabungan berjangka biasanya lebih murah ketimbang deposito sehingga imbal hasil yang diterima pun lebih sedikit.

Hitung tabungan berjangka dengan kalkulator tabungan Lifepal

Bagaimana cara menghitung berapa rupiah yang harus kamu sisihkan dalam sebulan? Jangan bingung, kamu bisa memanfaatkan kalkulator tabungan dari Lifepal berikut ini. 

Tapi, sebelumnya kamu harus perhitungkan dulu berapa target yang akan kamu raih. Dan dalam jangka waktu berapa lama target tersebut kamu tetapkan. 

Jika kamu membutuhkan saran untuk menyusun anggaran pribadi atau keluarga yang ideal, jangan ragu untuk memanfaatkan konsultasi gratis dari Lifepal.

Pertanyaan seputar cara mengatur keuangan

Ada 8 poin utama yang kamu perlu lakukan saat mengatur keuangan, yaitu:

  • Catat keuangan pribadi
  • Buat anggaran bulanan
  • Atur pengeluaran dengan bijak
  • Buat dana darurat
  • Investasi
  • Miliki asuransi kesehatan dan jiwa
  • Bayar utang atau cicilan
  • Hindari utang konsumtif.
Mengetahui cara mengatur keuangan adalah awal untuk mempersiapkan masa depan gemilang. Karena tanpa strategi yang baik, uang yang dimiliki akan habis tanpa tersisa.
Salah satu rumus mengatur keuangan yang baik dan benar adalah menerapkan skema alokasi gaji dengan perhitungan 50:30:20.

  • 50 persen pendapatan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keperluan tidak mendesak, dan 20 persen itu untuk tabungan.
  • Dari alokasi 20 persen inilah bujet pengeluaran tidak terduga bisa disiapkan. Yang jelas jangan boros dan harus disiplin ya jika mau pengelolaan keuangan ini berhasil.

  • Dimulai dengan menentukan tujuan
  • Ketahui total penghasilan bulanan
  • Hitung total pengeluaran bulanan
  • Buat anggaran realistis
  • Cek kembali tujuan dan pengeluaran.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →