17 Cara Mengatur Keuangan [Plus Cara Memaksimalkannya]

cara mengatur keuangan

Gaji sebulan cuma numpang lewat, karena hampir separuh penghasilan habis untuk bayar utang. Kalau kondisi tersebut sering terulang, berarti ada yang salah dengan cara mengatur keuangan pribadi kita. 

Salah satu hal yang membuat cara mengatur keuangan amburadul adalah kebiasaan kita sendiri. 

Mengatur keuangan bukan saja memperhitungkan setiap pemasukan dan pengeluaran, tapi juga belajar bagaimana cara agar keduanya berjalan seimbang. Itu berarti kita harus terbiasa disiplin membedakan antara nafsu dan kebutuhan.

Tenang, tak ada kata terlambat. Kalau memang pengin memperbaiki kondisi keuangan, sekarang lah saatnya.

Beberapa kebiasaan mengatur keuangan pribadi ini wajib kamu terapkan agar gaji tak hanya numpang lewat.

  • Melacak pendapatan dan pengeluaran jadi cara mengatur keuangan
  • Siapkan bujet pengeluaran tak terduga
  • Cek tagihan
  • Manfaatkan internet
  • Rajin menabung
  • Bijak memanfaatkan kartu kredit
  • Manfaatkan diskon dan promo
  • Selalu membandingkan
  • Tahan diri dengan bedakan antara kebutuhan dan keinginan
  • Selalu pasang target
  • Cari penghasilan tambahan
  • Antisipasi dengan dana cadangan
  • Bekali diri dengan asuransi
  • Siapkan dana pensiun
  • Berinvestasi
  • Bayar utang secara rutin
  • Minta saran konsultan keuangan

1. Melacak pendapatan dan pengeluaran jadi cara mengatur keuangan

Sering kali kita tak peduli dengan pengeluaran kita. Pergi ke mana saja gaji sebulan kita? Melacak pendapatan dan pengeluaran bisa dilakukan dengan membuat pembukuan sederhana. 

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah, sehabis gajian selalu bikin pos-pos pengeluaran. Daftar pengeluaran ini harus dipatuhi agar tidak kelimpungan menjelang akhir bulan.

Dalam satu bulan, buat list apa saja pengeluaran rutin bulananmu. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal. Kemudian, pembayaran rutin bulanan seperti asuransi dan angsuran.

Jika sudah dikelompokkan, kita bisa melihat pengeluaran per kategori setiap minggu hingga setiap bulannya. Dengan begitu, kita bisa melihat pos pengeluaran yang melebihi budget.

Misalnya, Tia yang masih belum berkeluarga memiliki gaji Rp8 juta, dan ingin menabung sebesar Rp 2 juta setiap bulan, maka kamu dapat menggunakan Rp6 juta lainnya untuk memenuhi biaya hidup.

Pos Pengeluaran

Jumlah
Biaya makan satu bulan

Rp1.200.000

Tagihan air dan listrik

Rp600.000
Belanja kebutuhan sehari-hari

Rp500.000

Biaya gaya hidup

Rp1.000.000
Tabungan dan investasi

Rp 2.000.000

Komunikasi

Rp300.000
Asuransi

Rp500.000

Dana darurat

Rp400.000
Cicilan

Rp 1.000.000

Zakat

Rp200.000
Memberi orangtua

Rp300.000

Total

Rp8.000.000

Kalau sudah di-break down seperti ini pasti lebih mudah bukan mengatur aliran uangmu?

2. Siapkan bujet pengeluaran tak terduga

Berbagai jenis pengeluaran tak terduga kerap menghampiri. Seperti uang duka, gift atau kado perpisahan, hingga memberi angpau pernikahan. Undangan pernikahan kerabat atau teman bisa datang bertubi-tubi dalam sebulan. 

Menyumbang uang memang sah-sah saja dilakukan, tapi tetap harus diingat: jangan sampai kocek jebol gara-gara keseringan memberi sumbangan.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa mengalokasikan sama seperti pos pengeluaran lain. Dalam pos pengeluaran tidak terduga ini memang seharusnya dilakukan persiapan bujet setiap bulan agar pengeluaran tidak terduga ini menjadi masalah keuangan.

Setiap mendapatkan gaji bulanan, sebaiknya dalam postur anggaran untuk ini disiapkan 5 sampai 10 persen dari total penghasilan.

Jumlah itu sebaiknya dipisahkan secara konsisten setiap bulan. Mungkin terlihat sepele dan tidak penting, tetapi pos anggaran ini akan sangat berguna jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan demi keberlangsungan kelola keuangan pribadi yang sehat.

Untungnya, menyiapkan bujet ini adalah ketika dibutuhkan akan sangat berguna, dan ketika tidak digunakan bisa menjadi tambahan untuk dana darurat atau tabungan. 

Jika bingung mempersiapkan alokasi anggaran ini, sebaiknya terapkan skema alokasi gaji dengan perhitungan 50:30:20. 

50 persen pendapatan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keperluan yang tidak mendesak, dan 20 persen itu untuk tabungan.

Nah, dari alokasi 20 persen inilah bujet pengeluaran tidak terduga bisa disiapkan. Yang jelas jangan boros dan harus disiplin ya jika mau pengelolaan keuangan ini berhasil.

3. Cek tagihan

Terbiasa mengecek tagihan yang menjadi pengeluaran rutin wajib dibayarkan tepat waktu, sangat penting dilakukan. 

Mulai dari struk belanja, sampai tagihan kartu kredit. Hal ini penting dilakukan agar kita tidak menemukan biaya siluman di situ.

Jangan ragu untuk selalu mengecek dan mengawasi tagihan-tagihan tersebut. Selain itu, biasakan untuk selalu membayar tagihan-tagihan tersebut tepat waktu untuk menghindari denda yang justru akan menambah jumlah tagihan yang harus dibayarkan. 

4. Manfaatkan internet

Sudah nggak zaman mengantre di bank cuma untuk transfer, membayar tagihan ini itu, atau membayar online shop. Kini waktunya untuk memanfaatkan e-banking.

Apalagi, kalau kita mau membandingkan dan mengajukan produk perbankan kayak kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan motor, kartu kredit, dan lainnya. 

Dengan internet, kamu sudah tak perlu keliling bank cuma untuk mencari informasi. Kemudahan era digital ini pun menjadi bagian dari cara mengatur keuangan untuk membuat masa depan cerah. 

5. Rajin menabung 

Kebiasaan menabung memang perlu dipupuk sejak dini. Tapi, tak ada kata terlambat untuk kamu yang tidak terbiasa melakukannya.

Sisihkan 20 persen dari gajimu untuk menabung dan berinvestasi. Tabungan penting dimiliki untuk dana cadangan atau dana masa depan. 

Namun, yang harus dicatat, bunga yang diberikan bank untuk tabungan terbilang kecil. Misalnya, kamu harus punya tabungan minimal sebesar Rp25 juta. 

Itu berarti selama kamu menabung ke angka Rp25 juta, nilainya tergerus setiap bulannya untuk bayar biaya administrasi.

6. Bijak memanfaatkan kartu kredit

Menggunakan kartu kredit sama saja berutang yang dikenakan bunga. Kalau dibiarkan terus, gak menutup kemungkinan bisa gagal bayar nanti yang ujung-ujungnya terlilit utang.

Kalau digunakan dengan bijak, kartu kredit justru memudahkan hidup. Belanja bulanan dan beli tiket bakal lebih mudah. Tak jarang kartu kredit yang menawarkan promo, point rewards, dan cash back.

Menyeleksi kebutuhan yang bakal dibelanjakan dengan kartu kredit penting dilakukan. Misalnya, kamu pengin beli smartphone karena smartphone yang sekarang sudah gak bisa buat WhatsApp lagi.

Agar gak terlalu membebani bujet pengeluaran, lebih baik pembelian smartphone dilakukan dengan cicilan kartu kredit. Biar hemat, pilihlah merchant yang menawarkan cicilan bunga 0 persen. Terus hindari pembayaran minimum agar bunganya tetap 0 persen.

Intinya, gunakan kartu kredit buat hal-hal yang benar-benar dibutuhkan kalau pengin jadi orang kaya. Bukan pakai kartu kredit untuk tujuan konsumtif semata.

7. Manfaatkan diskon dan promo

Semua bisnis berlomba-lomba memberikan promo yang dapat menarik pelanggan. Sebagai konsumen, kamu harus lebih pintar dan bijak memanfaatkan kesempatan tersebut.

Nah, memanfaatkan setiap diskon yang diberikan oleh berbagai tipe produk menjadi cara mengatur keuangan yang harus dilakukan.

Untuk mengetahui produk apakah yang sedang dalam program diskon, kamu dapat melihatnya lewat beberapa aplikasi seperti groupon, dealoka, atau aplikasi sejenis lainnya yang diunduh di ponselmu.

8. Selalu membandingkan

Pastikan untuk selalu membandingkan harga saat ingin membeli barang. Entah itu barang elektronik, smartphone, atau tiket pesawat. 

Tidak ada alasan untuk malas. Pasalnya, kamu sudah bisa melakukan itu semua dengan bantuan teknologi internet kan

9. Tahan diri dengan bedakan antara kebutuhan dan keinginan

Cara mengatur keuangan pribadi yang bisa dilakukan ialah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Pertama, kebutuhan primer yang terdiri dari sandang, pangan dan papan. Pemenuhan terhadap kebutuhan primer ini menjadi bagai yang paling utama dalam kehidupan karena merupakan kebutuhan yang bersifat darurat atau kebutuhan dasar.

Kedua, kebutuhan sekunder yang terdiri dari semua kegiatan tidak vital atau tidak seperti kebutuhan primer yang menjadi kebutuhan dasar tetapi tetap dibutuhkan untuk menghilangkan rintangan dan kesukaran. Misalnya, televisi, meja, kursi, handphone, dan lainnya.

Ketiga, kebutuhan tersier yang mencakup kegiatan lebih jauh dari hanya kenyamanan saja. Kebutuhan tersier ini lebih mengarah kepada kemewahan atau kebutuhan yang dapat melengkapi hidup dan menghiasi hidup.

Sementara keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang atau jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang. Keinginan tidak bersifat mengikat dan tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuhi. Keinginan lebih bersifat tambahan, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi.

Nah, nafsu dan keinginan bisa muncul kapan saja. Apalagi, kalau lagi jalan-jalan ke mal. Melihat papan diskon besar, kamu langsung ingin membeli seluruh barang-barang tersebut. 

Memang susah menahan diri, tapi daripada kelaparan di akhir bulan, lebih baik tahan dulu belanja yang tak perlu. Ingat, diskon bisa terjadi setiap saat. So, sabar saja!

10. Selalu pasang target

Ada prinsip dalam hidup, yaitu let it flow. Prinsip ini tak ada salahnya. Tapi, memasang target dalam hidup bakal jauh lebih baik. Misalnya, saat menginjak usia 30 tahun harus sudah punya rumah. Usia 35 tahun harus punya usaha sendiri.

Hanya saja, jangan cuma pasang target kosong. Pegang teguh target itu, dan berusaha memenuhinya.

11. Cari penghasilan tambahan

Meski sudah memiliki pendapatan tetap, sebaiknya kamu mencari penghasilan tambahan untuk mengatasi tingginya biaya hidup. 

Untuk mencari penghasilan tambahan, biasanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan, mulai dari mencari pekerjaan tambahan, membuka bisnis, berjualan online, maupun berinvestasi.

Di era digital seperti saat ini, mencari peluang untuk kita yang telah bekerja penuh waktu untuk juga mengambil pekerjaan tambahan secara online

Adapun beberapa pilihan penghasilan tambahan secara online yang bisa dicari seperti desain grafis online, penulis artikel, hingga menjual foto di situs penyedia foto. Atau pilihan lainnya, bisa coba peluang bisnis modal kecil yang bisa mendongkrak pendapatan kita setiap bulannya! 

12. Antisipasi dengan dana cadangan

Mengantisipasi kejadian yang belum terjadi harus dilakukan. Misalnya, menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

Dana darurat akan membantu seseorang menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya hidup selama mencari pekerjaan baru setelah di-PHK, biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah banjir atau kebakaran, biaya perawatan pascakecelakaan, dan kondisi lain.

Idealnya, menurut financial advisor, dana ini sebaiknya disiapkan sebesar 3 – 6 kali gaji setiap bulan untuk mereka yang berstatus single.

Sebagai gambaran, gaji yang kamu terima tiap bulannya sebesar Rp 10 juta. Itu berarti dana darurat yang perlu dimiliki berdasarkan rumus di atas mulai dari Rp 30 juta – Rp 60 juta. 

Sementara itu, besaran dana darurat untuk mereka yang sudah berkeluarga minimal dihitung berdasarkan jumlah anggota dalam keluarga yang dipenuhi kebutuhannya. 

Jumlah anggota keluarga tiga orang (kamu, pasangan, dan anak) berarti dana daruratnya minimal Rp90 juta. Angka minimal ini dihitung dengan rumus: dana darurat single x jumlah anggota keluarga (termasuk kamu).

Dana darurat ini pun masih ditambah dengan pesangon dan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan seandainya kamu kehilangan pekerjaan alias di-PHK.

13. Bekali diri dengan asuransi

Terbiasa untuk merawat itu bagus. Tidak hanya barang yang harus dirawat biar awet, merawat diri sendiri juga penting.

Pasalnya, sakit itu mahal harganya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, agar mendapat perlindungan finansial jika terjadi risiko kesehatan, lebih tepat untuk kamu mengambil asuransi kesehatan

Selain asuransi kesehatan, merawat diri dengan perlindungan jiwa alias asuransi jiwa juga harus dilakukan.

Beberapa polis asuransi jiwa saat ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Di mana manfaat atau jaminan kematian dapat dibayarkan saat tertanggung masih hidup. 

Misalnya, ketika suami yang berusia 45 tahun membeli asuransi tersebut. Maka dapat mengajukan klaim asuransi untuk biaya perawatan suami ketika sakit. 

Nantinya pihak asuransi akan mengurangi manfaat kematian dengan jumlah uang yang sudah cair untuk biaya pengobatan. Saldo sisanya akan dibayarkan apabila suami meninggal dunia. 

Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengganti aliran pendapatan bagi pasangan yang masih hidup, memberi jaminan untuk ahli waris, mengganti nilai aset, memaksimalkan pensiun, dana kuliah untuk anak dan cucu, dan manfaat lain.

14. Siapkan dana pensiun

Dana pensiun kerap disepelekan mereka yang masih aktif di usia produktif. Rata-rata mereka berpikir bahwa uang yang diperoleh hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini. 

Padahal, mempersiapkan dana atau tabungan pensiun akan membuatmu aman saat menjadi tua dan sudah tidak produktif lagi bekerja. 

Untuk mempersiapkannya, kamu dapat menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk setoran dana pensiun.

15. Berinvestasi

Berpikir panjang, dan ke depan. Menginvestasikan danamu itu termasuk contoh berpikir panjang. Artinya, dengan berinvestasi, kamu sedang menyiapkan masa depanmu.

Selain menabung uang, berinvestasi lah di saham, emas, obligasi, atau reksa dana. Dengan berinvestasi di saham, kamu bisa dapat return hingga 20 persen setahun. Jauh lebih besar daripada investasi di deposito.

16. Bayar utang secara rutin

Jika kamu punya utang atau cicilan yang harus dibayar setiap bulan, jangan pernah menundanya. Menunda membayar utang hingga lewat jatuh tempo hanya akan membuatmu dikenakan bunga tambahan.

Akibatnya, beban hutang pun akan semakin berat. 

Bagi kamu yang punya beberapa utang di institusi keuangan yang berbeda, kamu perlu pintar-pintar mengaturnya. Buatlah daftar nominal cicilan dan besaran bunganya.

Setelah itu, pilih utang dengan bunga tertinggi untuk dilunasi terlebih dahulu. 

Sebelum berutang, kamu juga bisa memilih cicilan dengan bunga nol persen agar beban bulananmu menjadi lebih ringan.

Kamu juga bisa kok menegosiasikan bunga dan tenor pinjaman. Kamu bisa datang langsung ke bank untuk membahasnya. 

17. Minta saran konsultan keuangan

Agar bisa mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya, kamu bisa minta saran ke konsultan keuangan. Sebagai seorang ahli, mereka akan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan orang terdekat yang tahu betul kondisi dan kebiasaanmu dalam mengelola uang. Dengan begitu, saran yang mereka berikan akan tepat sasaran.

Kesalahan umum dalam mengatur keuangan

Ada banyak kesalahan yang biasa terjadi dalam mengelola keuangan. Kamu bisa cari tahu lewat daftar ini. 

  • Hanya mengandalkan gaji
  • Berpikir menabung itu cukup
  • Hanya memiliki satu rekening
  • Menabung di akhir bulan
  • Mengabaikan pengeluaran kecil
  • Tidak punya asuransi dan dana darurat
  • Memilih pembayaran minimum untuk kartu kredit
  • Tidak mempersiapkan waktu pensiun sebaik-baiknya

1. Hanya mengandalkan gaji

Saat sudah bekerja dan memiliki penghasilan pokok, kita sering kali merasa cukup hanya hidup dari gaji tersebut. Padahal, banyak kebutuhan mendesak yang terkadang muncul tiba-tiba.

Belum lagi selalu ada kemungkinan kehilangan pekerjaan, baik karena faktor eksternal maupun internal. Oleh sebab itu, kamu perlu memiliki penghasilan sampingan yang bisa jadi second income. Bisa berupa usaha ataupun investasi. 

2. Berpikir menabung itu cukup

Menabung hanyalah cara untuk menyimpan uang untuk digunakan sewaktu-waktu ketika ada kebutuhan penting. Menabung tidak bisa memberikan imbal hasil yang besar.

Oleh sebab itu, menabung saja tidak cukup. Kamu juga perlu berinvestasi agar mendapatkan keuntungan yang maksimal sekaligus bisa menjadi passive income.

3. Hanya memiliki satu rekening

Kamu perlu memisahkan rekening tabungan dengan rekening untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab memiliki satu rekening saja akan membuat kamu terdorong untuk menggunakannya karena merasa masih banyak uang yang tersisa. Menabung pun bisa jadi sia-sia. 

4. Menabung di akhir bulan

Menabung harus dilakukan di awal bulan saat kamu baru menerima gaji. Pasalnya, jika menunda-nunda hingga akhir bulan, uang yang kamu pegang sudah berkurang banyak karena terpakai untuk belanja dan membeli berbagai kebutuhan lainnya. Akhirnya, kamu pun tidak jadi menabung karena sisa uang yang ada tinggal sedikit. 

5. Mengabaikan pengeluaran kecil

Ingat kan peribahasa sedikit sedikit lama lama menjadi bukit? Itulah yang akan terjadi jika kamu mengabaikan pengeluaran kecil seperti parkir, jajan, membayar tol, dan lain-lain.

Pengeluaran kecil-kecil seperti itu terkadang bisa jadi pemborosan karena tidak terasa berat. Jadi, ada baiknya kamu mencatat semua pengeluaran secara rinci untuk menghindari kebocoran semacam itu. 

6. Tidak punya asuransi dan dana darurat

Asuransi dan dana darurat adalah dua hal penting yang seharusnya kamu miliki. Pasalnya, tanpa memiliki keduanya, keuangan kamu bisa terganggu ketika ada kejadian di luar rencana. Beban keuangan pun akan semakin berat karena kamu tidak memiliki dana cadangan untuk menanggungnya. 

7. Memilih pembayaran minimum untuk kartu kredit

Bagi kamu yang memiliki kartu kredit, jangan pernah memilih pembayaran minimum. Akibatnya, ada bunga yang harus kamu bayarkan dan bisa mengganggu pos pengeluaran lainnya. 

8. Tidak mempersiapkan waktu pensiun sebaik-baiknya

Umur yang masih muda membuat kita abai terhadap hari tua. Akibatnya kita sering kali menunda-nunda untuk mempersiapkan waktu pensiun.

Padahal, semakin tua umur maka produktivitas pun akan semakin berkurang. Jika kita tidak mempersiapkan dana pensiun atau sumber pemasukan pasif untuk masa depan, hari tua pun akan berat. 

Pilihan investasi buat memaksimalkan nilai uang

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, kini waktunya buat kamu memilih jenis investasi apa yang cocok. Penting buat kamu pilih jenis yang paling aman dan kasih banyak keuntungan, misalnya dengan berinvestasi online.

Dengan semakin berkembangnya produk-produk fintech seperti P2P lending dan crowdfunding. Berikut jenis investasi yang dapat kamu pilih.

1. Nabung emas online

Jenis investasi pertama adalah nabung emas. Setiap tahunnya harga emas terus aja mengalami kenaikan, kondisi ini tentunya menjadi peluang besar buat kamu yang mau berinvestasi. Apalagi emas merupakan investasi yang likuid dengan rata-rata pertumbuhan 10% per tahun. 

Sekarang investasi emas semakin mudah, kamu bisa berinvestasi melalui perusahaan fintech seperti Pluang dan BrankasLM atau marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak.  Layanan ini akan memudahkan untuk membeli emas sedikit demi sedikit, sehingga kamu bisa memantau potensi keuntungan setiap saat.

2. Reksa dana online

Kalau mau coba investasi di pasar modal yang gak ribet, coba deh investasi reksa dana. Di reksa dana kamu tinggal mempercayakan uang yang dimiliki pada pihak yang berkompeten untuk diinvestasikan pada instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan sebagainya.

Nantinya keuntungan yang didapat akan dibagikan kepada nasabah berdasarkan unit investasinya.

Secara umum reksa dana terbagi menjadi empat jenis, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Setiap jenis tersebut memiliki keunggulan yang berbeda-beda.

Untuk membeli produk investasi satu ini, kamu bisa membelinya secara online melalui layanan Bareksa atau Bibit.

3. P2P lending

Kalau kamu menginginkan jenis investasi yang bisa memberikan return jangka pendek cukup besar, P2P lending bisa jadi yang kamu cari.

Di Indonesia, layanan ini sudah sangat banyak, sebut saja KoinWorks, Amartha, Investree, dan Modalku. Bahkan, hingga Juni 2020, total perusahaan P2P lending yang terdaftar di OJK sudah mencapai 33 perusahaan. 

Dikarenakan investasi P2P lending sangat bergantung pada kemampuan debitur mengembalikan uang pinjaman kepada perusahaan, maka kamu harus jeli mencari perusahaan P2P lending yang memiliki rasio pengembalian yang baik.

3. Investasi saham

Saat ini investasi saham tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Dari proses pendaftaran, jual beli, sampai withdraw sudah dilakukan secara online. Apalagi kini informasi seputar saham sudah gampang dicari, mulai dari video edukasi saham di Youtube hingga tools seperti RTI Business.

Untuk berinvestasinya pun tidak memerlukan modal besar sebab perusahaan sekuritas menetapkan minimal deposito mulai dari Rp1 juta.

4. Deposito

Deposito merupakan produk investasi dari perusahaan perbankan yang memiliki return lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa.

Jenis investasi satu ini tergolong cukup aman atau likuid dan memiliki suku bunga yang berkisar antara 5 – persen per tahun. Kalau kamu baru belajar investasi, deposito bisa jadi pilihan yang tepat apalagi kini deposito bisa kamu beli secara online.

5. Equity crowdfunding

Equity crowdfunding adalah penggalangan dana untuk proyek usaha tertentu yang melibatkan masyarakat sebagai investor dengan sektor yang dituju seperti UKM.

Dengan ikut terlibat di jenis investasi ini maka kamu turut menjadi bagian dari pemilik usaha tersebut. Perlu diketahui juga besar kecilnya keuntungan bergantung pada tingkat kesuksesan usaha tersebut dalam meraih laba.

Di Indonesia, sampai Desember 2019 sudah ada tiga platform equity crowdfunding yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Santara, Bizhare dan CrowdDana. 

6. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh negara untuk membiayai kebutuhan pemerintah. Hingga saat ini terdapat empat jenis SBN, yakni

Keuntungan yang bisa kamu dapat dengan berinvestasi di SBN adalah imbal hasil yang dijamin oleh undang-undang dengan besaran sekitar 6 persen per tahun.

Sejak tahun 2017, SBN juga sudah dijual secara online melalui mitra yang ditunjuk Bank Indonesia, seperti perusahaan startup finansial non bank Bareksa, TanamDuit dan Investree. 

7. Tabungan berjangka

Tabungan berjangka adalah simpanan yang rutin disetorkan setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Setoran awal tabungan berjangka biasanya lebih murah ketimbang deposito sehingga imbal hasil yang diterima pun lebih sedikit.

8. Reksa dana dengan memanfaatkan robo advisor

Robo advisor adalah robot yang diprogram untuk mempelajari profil risiko investor sampai bisa memberikan rekomendasi reksa dana. Adanya Robo advisor dapat menggeser peran financial planner atau manajer investasi.

Di Indonesia, robo advisor telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan, seperti Bibit dan Ajaib. Keduanya mengembangkan perangkat yang mampu membantu pengguna membangun portofolio reksa dana.

Nah, itulah informasi seputar cara mengatur keuangan yang bisa kamu ikuti. Kira-kira kebiasaan mana saja yang sudah kamu terapkan dalam cara mengatur keuangan pribadi?

Kalau belum, tidak ada kata terlambat kok. Kamu bisa mulai melakukannya saat ini juga.

Kalau tertarik mulai berinvestasi, jangan lupa pilih jenis investasi yang aman, mudah, dan cocok untuk kondisi keuangan kamu ya.