Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah

cara mengatur keuangan

Gaji sebulan cuma numpang lewat, karena hampir separuh penghasilan habis untuk bayar utang. Kalau kondisi tersebut sering terulang, berarti ada yang salah dengan cara mengatur keuangan pribadi kita. 

Salah satu hal yang membuat cara mengatur keuangan amburadul adalah kebiasaan kita sendiri. 

Mengatur keuangan bukan saja memperhitungkan setiap pemasukan dan pengeluaran, tapi juga belajar bagaimana cara agar keduanya berjalan seimbang. Yaitu, dengan terbiasa disiplin membedakan antara nafsu serta kebutuhan .

Tenang, tak ada kata terlambat. Kalau memang pengin memperbaiki kondisi keuangan, sekarang lah saatnya.

Beberapa kebiasaan mengatur keuangan pribadi ini wajib kamu terapkan agar gaji tak hanya numpang lewat. Yuk, simak cara mengatur keuangan pribadi di sini!

1. Melacak pendapatan dan pengeluaran

cara mengatur keuangan pribadi

Seringkali kita tak peduli dengan pengeluaran kita. Pergi ke mana saja gaji sebulan kita? Melacak pendapatan dan pengeluaran bisa dilakukan dengan membuat pembukuan sederhana. 

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah, sehabis gajian selalu bikin pos-pos pengeluaran. Daftar pengeluaran ini harus dipatuhi agar tidak kelimpungan menjelang akhir bulan.

Dalam satu bulan, buat list apa saja pengeluaran rutin bulananmu. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal. Kemudian, pembayaran rutin bulanan seperti asuransi dan angsuran.

Jika sudah dikelompokkan, kita bisa melihat pengeluaran per kategori setiap minggu hingga setiap bulannya. Dengan begitu, kita bisa melihat pos pengeluaran yang melebihi budget.

Misalnya, Tia yang masih belum berkeluarga memiliki gaji Rp8 juta, dan ingin menabung sebesar Rp 2 juta setiap bulan, maka kamu dapat menggunakan Rp6 juta lainnya untuk memenuhi biaya hidup.

Pos Pengeluaran Jumlah
Biaya makan satu bulan Rp 1.200.000
Tagihan air dan listrik Rp    600.000
Belanja kebutuhan sehari-hari Rp    500.000
Biaya gaya hidup Rp 1.000.000
Tabungan dan investasi Rp 2.000.000
Komunikasi Rp     300.000
Asuransi Rp     500.000
Dana darurat Rp     400.000
Cicilan Rp 1.000.000
Zakat Rp     200.000
Memberi orangtua Rp     300.000
Total Rp 8.000.000

Kalau sudah di-break down seperti ini pasti lebih mudah bukan mengatur aliran uangmu?

2. Siapkan bujet pengeluaran tak terduga

Berbagai jenis pengeluaran tak terduga kerap menghampiri. Seperti uang duka, gift atau kado perpisahan, hingga memberi angpau pernikahan. Undangan pernikahan kerabat atau teman bisa datang bertubi-tubi dalam sebulan. 

Menyumbang uang memang sah-sah saja dilakukan, tapi tetap harus diingat: jangan sampai kocek jebol gara-gara keseringan memberi sumbangan.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa mengalokasikan sama seperti pos pengeluaran lain. Dalam pos pengeluaran tidak terduga ini memang seharusnya dilakukan persiapan bujet setiap bulan agar pengeluaran tidak terduga ini menjadi masalah keuangan.

Setiap mendapatkan gaji bulanan, sebaiknya dalam postur anggaran untuk ini disiapkan 5 sampai 10 persen dari total penghasilan.

Jumlah itu sebaiknya dipisahkan secara konsisten setiap bulan. Mungkin terlihat sepele dan tidak penting, tetapi pos anggaran ini akan sangat berguna jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan demi keberlangsungan kelola keuangan pribadi yang sehat.

Untungnya, menyiapkan bujet ini adalah ketika dibutuhkan akan sangat berguna, dan ketika tidak digunakan bisa menjadi tambahan untuk dana darurat atau tabungan. 

Jika bingung mempersiapkan alokasi anggaran ini, sebaiknya terapkan skema alokasi gaji dengan perhitungan 50:30:20. 

50 persen pendapatan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keperluan yang tidak mendesak, dan 20 persen itu untuk tabungan.

Nah, dari alokasi 20 persen inilah bujet pengeluaran tidak terduga bisa disiapkan. Yang jelas jangan boros dan harus disiplin ya jika mau pengelolaan keuangan ini berhasil.

3. Cek tagihan

Terbiasa mengecek tagihan yang menjadi pengeluaran rutin wajib dibayarkan tepat waktu, sangat penting dilakukan. 

Mulai dari struk belanja, sampai tagihan kartu kredit. Hal ini penting dilakukan agar kita tidak menemukan biaya siluman di situ.

Jangan ragu untuk selalu mengecek dan mengawasi tagihan-tagihan tersebut. Selain itu, biasakan untuk selalu membayar tagihan-tagihan tersebut tepat waktu untuk menghindari denda yang justru akan menambah jumlah tagihan yang harus dibayarkan. 

4. Manfaatkan internet

Sudah nggak zaman mengantre di bank cuma untuk transfer, membayar tagihan ini itu, atau membayar online shop. Kini waktunya untuk memanfaatkan e-banking.

Apalagi, kalau kita mau membandingkan dan mengajukan produk perbankan kayak kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan motor, kartu kredit, dan lainnya. 

Dengan internet, kamu sudah tak perlu keliling bank cuma untuk mencari informasi. Kemudahan era digital inipun menjadi bagian dari cara mengatur keuangan untuk membuat masa depan cerah. 

5. Rajin menabung 

cara mengatur keuangan pribadi

Kebiasaan menabung memang perlu dipupuk sejak dini. Tapi, tak ada kata terlambat untuk kamu yang tidak terbiasa melakukannya.

Sisihkan 20 persen dari gajimu untuk menabung dan berinvestasi. Tabungan penting dimiliki untuk dana cadangan atau dana masa depan. 

Namun, yang harus dicatat, bunga yang diberikan bank untuktabungan terbilang kecil. Misalnya, kamu harus punya tabungan minimal sebesar Rp 25 juta. 

Itu berarti selama kamu menabung ke angka Rp 25 juta, nilainya tergerus setiap bulannya untuk bayar biaya administrasi.

6. Bijak memanfaatkan kartu kredit

Menggunakan kartu kredit sama saja berutang yang dikenakan bunga. Kalau dibiarkan terus, gak menutup kemungkinan bisa gagal bayar nanti yang ujung-ujungnya terlilit utang.

Kalau digunakan dengan bijak, kartu kredit justru memudahkan hidup. Belanja bulanan dan beli tiket bakal lebih mudah. Tak jarang kartu kredit yang menawarkan promo, point rewards, dan cash back.

Menyeleksi kebutuhan yang bakal dibelanjakan dengan kartu kredit penting dilakukan. Misalnya, kamu pengin beli smartphone karena smartphone yang sekarang sudah gak bisa buat WhatsApp lagi.

Agar gak terlalu membebani bujet pengeluaran, lebih baik pembelian smartphone dilakukan dengan cicilan kartu kredit. Biar hemat, pilihlah merchant yang menawarkan cicilan bunga 0 persen. Terus hindari pembayaran minimum agar bunganya tetap 0 persen.

Intinya, gunakan kartu kredit buat hal-hal yang benar-benar dibutuhkan kalau pengin jadi orang kaya. Bukan pakai kartu kredit untuk tujuan konsumtif semata.

7. Manfaatkan diskon dan promo

cara mengatur keuangan pribadi

Semua bisnis berlomba-lomba memberikan promo yang dapat menarik pelanggan. Sebagai konsumen, kamu harus lebih pintar dan bijak memanfaatkan kesempatan tersebut.

Nah, memanfaatkan setiap diskon yang diberikan oleh berbagai tipe produk menjadi cara mengatur keuangan yang harus dilakukan.

Untuk mengetahui produk apakah yang sedang dalam program diskon, kamu dapat melihatnya lewat beberapa aplikasi seperti groupon, dealoka, atau aplikasi sejenis lainnya yang diunduh di ponselmu.

8. Selalu membandingkan

Pastikan untuk selalu membandingkan harga saat ingin membeli barang. Entah itu barang elektronik, smartphone, atau tiket pesawat. 

Tidak ada alasan untuk malas. Pasalnya, kamu sudah bisa melakukan itu semua dengan bantuan teknologi internet kan

9. Tahan diri dengan bedakan antara kebutuhan dan keinginan 

Cara mengatur keuangan pribadi yang bisa dilakukan ialah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Pertama, kebutuhan primer yang terdiri dari sandang, pangan dan papan. Pemenuhan terhadap kebutuhan primer ini menjadi bagai yang paling utama dalam kehidupan karena merupakan kebutuhan yang bersifat darurat atau kebutuhan dasar.

Kedua, kebutuhan sekunder yang terdiri dari semua kegiatan tidak vital atau tidak seperti kebutuhan primer yang menjadi kebutuhan dasar tetapi tetap dibutuhkan untuk menghilangkan rintangan dan kesukaran. Misalhnya, televisi, meja, kursi, handphone, dan lainnya.

Ketiga, kebutuhan tersier yang mencakup kegiatan lebih jauh dari hanya kenyamanan saja. Kebutuhan tersier ini lebih mengarah kepada kemewahan atau kebutuhan yang dapat melengkapi hidup dan menghiasi hidup.

Sementara keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang atau jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang. Keinginan tidak bersifat mengikat dan tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuhi. Keinginan lebih bersifat tambahan, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi.

Nah, nafsu dan keinginan bisa muncul kapan saja. Apalagi, kalau lagi jalan-jalan ke mal. Melihat papan diskon besar, kamu langsung ingin membeli seluruh barang-barang tersebut. 

Memang susah menahan diri, tapi daripada kelaparan di akhir bulan, lebih baik tahan dulu belanja yang tak perlu. Ingat, diskon bisa terjadi setiap saat. So, sabar saja!

10. Selalu pasang target

cara mengatur keuangan pribadi

Ada prinsip dalam hidup ‘let it flow’. Prinsip ini tak ada salahnya. Tapi, memasang target dalam hidup bakal jauh lebih baik. Misalnya, saat menginjak usia 30 tahun harus sudah punya rumah. Usia 35 tahun harus punya usaha sendiri.

Hanya saja, jangan cuma pasang target kosong. Pegang teguh target itu, dan berusaha memenuhinya.

11. Cari penghasilan tambahan

Meski sudah memiliki pendapatan tetap, sebaiknya kamu mencari penghasilan tambahan untuk mengatasi tingginya biaya hidup. 

Untuk mencari penghasilan tambahan, biasanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan, mulai dari mencari pekerjaan tambahan, membuka bisnis, berjualan online, maupun berinvestasi.

Di era digital seperti saat ini, mencari peluang untuk kita yang telah bekerja penuh waktu untuk juga mengambil pekerjaan tambahan secara online

Adapun beberapa pilihan penghasilan tambahan secara online yang bisa dicari seperti desain grafis online, penulis artikel, hingga menjual foto di situs penyedia foto. Atau pilihan lainnya, bisa coba peluang bisnis modal kecil yang bisa mendongkrak pendapatan kita setiap bulannya! 

12. Antisipasi dengan dana cadangan 

Mengantisipasi kejadian yang belum terjadi harus dilakukan. Misalnya, menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

Dana darurat akan membantu seseorang menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya hidup selama mencari pekerjaan baru setelah di-PHK, biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah banjir atau kebakaran, biaya perawatan pascakecelakaan, dan kondisi lain.

Idealnya, menurut financial advisor, dana ini sebaiknya disiapkan sebesar 3 – 6 kali gaji setiap bulan untuk mereka yang berstatus single.

Sebagai gambaran, gaji yang kamu terima tiap bulannya sebesar Rp 10 juta. Itu berarti dana darurat yang perlu dimiliki berdasarkan rumus di atas mulai dari Rp 30 juta – Rp 60 juta. 

Sementara itu, besaran dana darurat untuk mereka yang sudah berkeluarga minimal dihitung berdasarkan jumlah anggota dalam keluarga yang dipenuhi kebutuhannya. 

Jumlah anggota keluarga tiga orang (kamu, pasangan, dan anak) berarti dana daruratnya minimal Rp 90 juta. Angka minimal ini dihitung dengan rumus: dana darurat single x jumlah anggota keluarga (termasuk kamu).

Dana darurat ini pun masih ditambah dengan pesangon dan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan seandainya kamu kehilangan pekerjaan alias di-PHK.

13. Bekali diri dengan asuransi

Terbiasa untuk merawat itu bagus. Tidak hanya barang yang harus dirawat biar awet, merawat diri sendiri juga penting.

Pasalnya, sakit itu mahal harganya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, agar mendapat perlindungan finansial jika terjadi risiko kesehatan, lebih tepat untuk kamu mengambil asuransi kesehatan

Selain asuransi kesehatan, merawat diri dengan perlindungan jiwa alias asuransi jiwa juga harus dilakukan.

Beberapa polis asuransi jiwa saat ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Di mana manfaat atau jaminan kematian dapat dibayarkan saat tertanggung masih hidup. 

Misalnya, ketika suami yang berusia 45 tahun membeli asuransi tersebut. Maka dapat mengajukan klaim asuransi untuk biaya perawatan suami ketika sakit. 

Nantinya pihak asuransi akan mengurangi manfaat kematian dengan jumlah uang yang sudah cair untuk biaya pengobatan. Saldo sisanya akan dibayarkan apabila suami meninggal dunia. 

Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengganti aliran pendapatan bagi pasangan yang masih hidup, memberi jaminan untuk ahli waris, mengganti nilai aset, memaksimalkan pensiun, dana kuliah untuk anak dan cucu, dan manfaat lain.

14. Siapkan dana pensiun

Dana pensiun kerap disepelekan mereka yang masih aktif di usia produktif. Rata-rata mereka berpikir bahwa uang yang diperoleh hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini. 

Padahal, mempersiapkan dana atau tabungan pensiun akan membuatmu aman saat menjadi tua dan sudah tidak produktif lagi bekerja. 

Untuk mempersiapkannya, kamu dapat menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk setoran dana pensiun.

15. Berinvestasi

Berpikir panjang, dan ke depan. Menginvestasikan danamu itu termasuk contoh berpikir panjang. Artinya, dengan berinvestasi, kamu sedang menyiapkan masa depanmu.

Selain menabung uang, berinvestasi lah di saham, emas, obligasi, atau reksa dana. Dengan berinvestasi di saham, kamu bisa dapat return hingga 20 persen setahun. Jauh lebih besar daripada investasi di deposito.

Nah, kira-kira kebiasaan tersebut di atas yang sudah kamu terapkan dalam cara mengatur keuangan pribadi? Kalau belum, tidak ada kata terlambat kok. Kamu bisa mulai melakukannya saat ini juga. (Editor: Chaerunnisa)