3 Cara Bayar DP Rumah yang Bikin Kamu Jauh dari Kemapanan

dp rumah

Mereka yang membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah atau KPR pasti bakal diminta bayar uang muka alias DP rumah. Nah, udah sewajarnya uang muka tersebut dibayarkan secara tunai. Tapi buat yang duitnya ngepas, tentu tunai bakal terasa berat berat.

Sebetulnya, masih banyak cara lain buat menyiasati bayar DP rumah jika uang masih ngepas. Sayangnya, karena pengetahuan yang minim, gak sedikit yang melakukan kesalahan fatal. Ketika kesalahan itu mereka lakukan, keuangan bisa langsung berantakan.

Bahkan bukan cuma berantakan, hal ini juga bisa bikin kita terlilit utang hingga akhirnya jauh dari kemapanan! Ngeri kan?

Penasaran dengan cara bayar DP rumah yang ngaco dan bikin kamu tekor kemudian hari? Berikut ulasannya.

Dp rumah Rp 0

dp rumah
Bayar biaya admin doang nih?

Sejatinya, DP rumah Rp 0 alias gak bayar emang terlihat menjanjikan. Tapi di balik itu, ada kerugian besar yang bisa diterima oleh para pembeli rumah.

Kerugian itu adalah besarnya pokok utang di KPR. Ya bayangin aja ketika kamu gak bayar DP, otomatis harga rumahnya masih utuh sepenuhnya.

Otomatis, cicilan perbulan jadi berat, dan kalau tanpa disadari udah melebihi 30 persen penghasilan perbulan, maka keuangan yang jadi kacau.

Jadi, masih tertarik dengan rumah dp 0 persen?

Dana Kredit Tanpa Agunan

dp rumah
Menggiurkan sih tapi…

Dana segar dari kredit tanpa agunan (KTA) emang cukup menggiurkan. Bayangin aja, gak sedikit bank yang siap memberikan plafon kredit hingga ratusan juta bagi nasabah.

Meski demikian, ketika dana tersebut kamu gunakan buat membayar DP rumah, maka utang bakal bertambah secara signifikan.

Pengin KTA berbunga di bawah satu persen per bulan sekalipun, utang tetaplah utang. Bayangin aja, di bulan depan dua cicilan harus dibayar sekaligus, yaitu cicilan KTA dan cicilan rumah.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melarang para nasabah membayar DP dengan cara ini. Soalnya, bunga KTA tergolong besar meski tetap ada di bawah KPR.

Dana dari tarik atau gesek tunai kartu kredit

dp rumah
praktis sih tapi biaya lain-lainnya gede

Cara bayar DP rumah yang ini juga dinilai berbahaya. Meskipun prakteknya jauh lebih sederhana dan praktis ketimbang mengajukan KTA ke bank.

Yang punya kartu kredit dengan limit besar tentu bisa tergoda melakukan hal ini, apalagi jika pengembang bisa memfasilitasi pembayaran DP dalam jumlah yang ringan.

Wajar aja sih, proses tarik tunai dengan kartu kredit emang sederhana banget. Bisa dilakukan di ATM berlogo VISA maupun Mastercard. Tapi, biaya lain-lainnya ngeri bos!

Bunga tarik tunai itu sendiri cukup besar, mulai dari 2,25 persen per bulan atau 26,95 persen per tahun. Belum lagi ada biaya administrasi tarik tunai yang jumlahnya kurang lebih empat persen dari jumlah dana yang kamu tarik.

Sama halnya dengan gesek tunai alias gestun. Tindakan ini jelas dilarang oleh Bank Indonesia.

Intinya ya, pengin tarik di ATM atau gesek tunai tetap aja salah.

Itulah tiga cara bayar DP rumah yang salah kaprah. Semoga kamu gak melakukan hal ini di kemudian hari ya guys!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →