5 Investasi Jangka Pendek Buat Pemula yang Bergaji Kecil

investasi jangka pendek yang menguntungkan

Apa sih yang jadi tujuan investasi jangka pendek kamu? Menikah, beli rumah, lanjut kuliah S2 atau S3, atau cuma sebatas ingin menambah pemasukan bulanan aja biar arus kas kamu sehat? 

Bukan rahasia lagi, untuk mengumpulkan biaya guna memenuhi tujuan jangka pendek dalam jangka waktu “cepat,” kita harus membeli produk investasi yang tepat.

Hal itu disebabkan karena “menabung” gak akan menjadi solusi yang tepat. Bayangkan saja, bunga di tabungan itu cuma 0,25 hingga 1 persen saja per tahun, belum lagi akan ada biaya administrasi yang harus kamu bayarkan.

Lain halnya jika kamu berinvestasi. Tapi sebenarnya, apa sih investasi jangka pendek itu? Apa bedanya dengan yang jangka panjang?

Apa yang dimaksud dengan investasi jangka pendek?

Secara garis besar, investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi.

Yang membedakan jangka waktu investasi adalah tujuan dari investasi itu sendiri. Jika investasi jangka panjang bertujuan untuk menambah ketersediaan dana pensiun, aset di masa tua, dan lain sebagainya.

Sementara itu yang jangka pendek ditujukan untuk kebutuhan seperti menikah, beli rumah, lanjut usia, dan lainnya. Jika tujuannya saja beda, maka waktu investasinya tentu saja berbeda. Kira-kira berapa tahun sih investasi jangka pendek itu?

Berapa tahun investasi jangka pendek?

Bicara soal waktunya, investasi ini berlangsung antara satu hingga maksimal tiga tahun saja. Lebih dari itu, tentu saja sudah masuk kategori investasi jangka menengah. 

Kira-kira apa saja sih produk investasi yang bagus, dalam artian bisa menghasilkan cuan besar?

Gak usah khawatir, beberapa produk investasi di bawah ini bisa menyediakan keuntungan mulai dari 5 persen hingga 20 persen per tahun lho!  

Contohnya saja, kamu memulai investasi dengan rutin menyisihkan Rp2 juta per bulan di instrumen yang bisa menghasilkan imbal hasil 20 persen, maka di tahun ketiga uangmu sudah jadi Rp276 juta! Menarik kan?

Coba kalau cuma nabung, tahun ketiga kamu mungkin cuma mendapatkan uang Rp72 juta.   

Gimana, tertarik gak? Sebelum kita membahas apa saja instrumen investasi jangka pendek yang menguntungkan, ada baiknya kita cari tahu dulu seperti apa karakter investasi untuk tenor ini.

Karakteristik investasi jangka pendek yang baik

Memilih investasi jangka pendek gak boleh sembarangan lho. Karena pilihan produk investasinya gak terlalu fleksibel seperti investasi jangka panjang.

Seperti apa sih karakter produk investasi yang pas buat jangka pendek? Mari kita ulas di bawah sini biar makin jelas.

1. Likuid

Dalam investasi jangka pendek, kamu harus memilih instrumen yang likuid atau bisa dikonversikan dalam bentuk uang (aset lancar) dengan cepat. Karena kebutuhan akan hasil investasinya memang gak dalam waktu lama seperti halnya dana pensiun.

2. Risiko rendah

Fluktuasi dari nilai investasi kamu sebaiknya tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, sangat disarankan buatmu untuk memilih investasi minim risiko dengan imbal hasil yang “stabil.” 

Investasi tinggi risiko juga diiringi dengan imbal hasil yang tinggi. Namun apa jadinya jika ketika saat investasi itu ingin kamu cairkan, nilainya justru turun.

Bukannya untung malah buntung.

Setelah mengetahui dua karakteristik penting dari investasi ini, selanjutnya kita akan membahas secara detail mengenai instrumen investasi pilihan yang pas buat jangka pendek. 

Investasi jangka pendek paling menguntungkan

keuntungan investasi jangka pendek

Ada lima pilihan investasi jangka pendek yang biasa sering jadi pilihan. Mudah dan menguntungkan jadi salah satu alasan mengapa investasi ini banyak diminati. Apa saja?

1. Deposito 

Pilihan yang paling aman dan mudah dimengerti tentu saja deposito. 

Nasabah akan diberikan beberapa opsi perihal jangka waktu yang diinginkan, yaitu mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Bahkan jangka waktunya juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). 

Tapi soal pencairannya, nasabah cuma bisa mencairkan investasi ini saat jatuh tempo.

Kalau malas keluar rumah, kamu juga bisa kok membuat deposito online. Apa maksudnya deposito online? 

Sudah tahu kan kalau di Indonesia, ada bank yang membuka layanan digital banking. Bank-bank tersebut punya produk deposito online.

Investasi yang sangat rendah risiko ini, tingkat imbal hasilnya juga gak terlalu besar. Umumnya adalah 5 persenan di tahun 2020 karena mengikuti suku bunga acuan BI. Namun ada pajak yang harus kamu bayar, dan jumlahnya 20 persen. 

2. Tabungan

Tabungan bukan hanya dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan uang saja. Tabungan juga bisa menjadi instrumen investasi jangka pendek yang menguntungkan. Namun keuntungannya tidak besar karena imbal hasil dari bunga yang akan kamu dapatkan dari tabungan juga lebih rendah dibandingkan deposito. 

Tetapi tabungan juga punya nilai plus karena mudah dicairkan. Jadi kamu tidak perlu menunggu hingga jangka waktu tertentu seperti deposito. 

Satu hal yang perlu diingat, tabungan tidak bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang. Sebab dana yang kamu simpan di tabungan akan mengikuti inflasi. 

3. Reksa dana

Reksa dana bisa diartikan sebagai sebuah wadah untuk mengumpulkan dana dari investor. Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh manajer investasi dengan cara diinvestasikan ke sejumlah efek. 

reksa dana kini juga banyak dipilih orang buat investasi jangka pendek. Karena investasi ini mudah dalam hal registrasi, top up dananya, dan gak dikenakan pajak. 

Akan tetapi, tidak semua reksa dana bisa dipilih untuk investasi jangka pendek lantaran beberapa jenis reksa dana punya risiko tinggi. Sebut saja seperti reksa dana saham dan campuran.

Lantas reksa dana apa yang pas buat untuk investasi tenor pendek?

Reksa dana pasar uang

Seluruh portofolio efek dari reksa dana pasar uang adalah instrumen pasar uang. Risikonya jelas sangat rendah, namun imbal hasilnya juga gak terlalu besar yaitu kurang lebih 7 persenan dalam satu tahun. 

Reksa dana pendapatan tetap 

Sebesar 20 persen dari komposisi portofolio efek reksa dana pendapatan tetap diinvestasikan ke instrumen pasar uang. Namun sisanya yang 80 persen ditempatkan ke instrumen surat utang jangka panjang atau obligasi. 

Obligasinya bisa saja obligasi swasta bisa juga pemerintah. Walaupun nilai investasimu akan mengalami fluktuasi, kadar fluktuasinya gak parah kok.

Keuntungannya bisa mencapai 9 hingga 10 persenan per tahun.

4. P2P Lending tenor pendek

Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara. Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di bidang P2P lending.

Berdasarkan jenis peminjamnya, P2P lending dibagi dua yaitu P2P lending konsumtif dan P2P lending produktif. 

Disebut produktif karena peminjam dananya adalah para pengusaha mikro. Sementara itu yang konsumtif adalah P2P lending yang membebaskan peminjamnya menggunakan uang tersebut untuk apapun. 

Dari segi tenor, P2P lending juga beragam. Ada yang setahun, dua tahun, dan bahkan ada hitungan hari saja.

Jika kamu ingin meminjamkan dana di P2P lending konsumtif, pilihlah yang tenornya dalam hitungan hari karena risikonya cukup besar. Namun jika sektor produktif, tidak masalah untuk memilih tenor setahun.

Pastikan juga bahwa situs atau aplikasi P2P lending yang kamu tuju sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendapat pendanaan yang sangat besar dari investor, serta memiliki asuransi kredit.

Imbal hasil dari P2P lending umumnya berkisar antara 15 hingga 20 persen per tahun. Lumayan kan!

5. Surat utang negara

Kenapa surat utang negara bisa menjadi pilihan investasi jangka pendek? Mari kita ambil contoh SBR009 yang ditawarkan pada 27 Januari hingga 13 Februari 2020.

Investasi ini bisa dimulai dengan uang Rp1 juta, dengan kupon mengambang minimal 6,30 persen per tahun. Tentu saja kuponnya bisa naik lho, tapi investasi ini dikenakan pajak 15 persen ya. 

Tenor jatuh tempo SBR009 adalah dua tahun, lebih tepatnya adalah pada Februari 2022. Tapi ada fasilitas early redemption pada Februari dan Maret 2021. Itu artinya investor mendapatkan sebagian dari pelunasan pokok SBR di tahun 2021. 

Lumayan dong imbal hasilnya? Tentu saja lebih besar ketimbang deposito. Udah gitu, dijamin negara pula. Ya iyalah, wong negara itu berutang ke kamu karena butuh uang untuk pembangunan. 

Selain SBR, masih ada ORI dan juga Sukuk. Pilih saja sesuai yang kamu inginkan. 

Kenapa memilih investasi jangka pendek?

Mengapa kamu perlu memilih investasi jangka pendek dibandingkan investasi jangka panjang? Jawabannya adalah tergantung tujuanmu. 

Investasi jangka pendek cocok dipilih bagi kamu yang ingin mencapai tujuan jangka pendek, seperti misalnya mengumpulkan uang muka (DP) pembelian rumah. Nah, jika gajimu setiap bulan belum bisa digunakan untuk membayar DP, kamu bisa memilih salah satu dari lima pilihan di atas untuk mewujudkannya. 

Investasi jangka pendek juga bisa kamu pilih untuk memanfaatkan kelebihan cash flow sementara waktu. Daripada uang tersebut kamu gunakan untuk membeli barang konsumtif yang nilainya cepat turun, lebih baik diinvestasikan. Dengan begitu, kelebihan cash flow itu akan menghasilkan keuntungan yang lumayan. Iya kan? 

Jadi dari lima pilihan investasi jangka pendek di atas, kira-kira ada gak yang bikin kamu tertarik? Atau kamu malah udah menjalankannya?

Satu hal yang penting diketahui terkait investasi adalah, sesuaikan dengan tujuanmu dan jangan asal beli produk. Beda tujuan, beda juga produk investasinya.

Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.