4 Investasi Jangka Panjang Demi Masa Pensiun yang Aman dan Tentram

Salah satu cara untuk mengamankan keuangan agar kehidupanmu di masa tua menjadi nyaman adalah dengan memiliki investasi jangka panjang.

Hal itulah yang dilakukan oleh miliarder Warren Buffet. Pada 1989 Buffet membeli saham Coca-Cola dengan harga per lembar sebesar US$ 40. Kini, harga per lembarnya sudah mencapai US$ 5 juta!

Lewat investasi saham, Buffet sukses meraup pundi-pundi kekayaan yang gak sedikit. Karena itu, penting bagi kamu untuk memiliki instrumen investasi jangka panjang yang dapat menjamin masa tuamu.

Sederhananya, investasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi.

Salah satu tujuan seseorang berinvestasi dalam untuk jangka waktu yang cukup panjang adalah untuk memenuhi kebutuhan di masa pensiun. 

Anggap saja, usia kita sekarang adalah 30 tahun dan kita akan pensiun di usia 55 tahun. Maka, ada masih ada waktu 25 tahun waktu buat kita untuk mengumpulkan dana pensiun kan? 

Jika kamu hanya menabung di bank saja, maka keuntungan yang kamu dapatkan paling hanya 1 persen per tahun, belum lagi ada potongan biaya administrasi dan pajak.  

Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih investasi jangka panjang?

Mengingat kamu akan berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu lebih dari 10 tahun, maka pilihan investasi untukmu terbilang cukup banyak. Bahkan lebih banyak ketimbang yang jangka pendek lho. 

Ada beberapa hal menarik yang harus kamu ketahui dalam memilih investasi jangka panjang. 

1. Investasi jangka panjang fleksibel dalam urusan risiko 

Kamu akan berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka dari itu kamu sangat bebas dalam menentukan pilihan investasimu. Apakah ingin yang tinggi risiko tinggi imbal hasil, atau yang sebaliknya pun bisa. 

Kenapa bisa begitu?

Mari kita ilustrasikan, anggap saja setelah lima tahun kamu berinvestasi, ternyata muncul gejolak ekonomi yang memporak-porandakan investasimu.

Menyikapi hal ini, yang kamu harus lakukan cuma dua yaitu sabar atau beli lagi mumpung harganya murah. Jangan cut loss atau jual rugi

Investasi ini kan untuk 20 tahun bukan? Kalau baru berjalan lima tahun, itu tandanya periodenya masih jauh. 

Bisa jadi 15 tahun ke depan, portofolio investasimu jadi luar biasa. Keuntunganmu bisa di atas 1000 persen, dan kamu kaya raya!

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

2. Walau produk investasimu gak likuid, gak akan jadi masalah

Tidak semua produk investasi itu bersifat likuid alias mudah dikonversikan menjadi uang, atau mudahnya ya cepat dicairkan atau dijual. 

Namun, khusus untuk investasi jangka panjang, membeli produk yang gak terlalu mudah terjual itu gak jadi masalah. Toh, niat ambil imbal hasil investasinya juga gak buru-buru kan? Tentu beda soal dengan jual beli mata uang asing yang dalam hitungan detik pun sudah bisa dapat keuntungan. 

Di masa depan, nilai dari aset investasi yang sudah kamu beli sekarang tentu saja sudah sangat tinggi. 

Jadi, mumpung masih muda, gak ada salahnya kamu menyisihkan penghasilan perbulan dengan membeli beberapa produk investasi di bawah ini.

Berikut adalah deretan investasi jangka panjang yang bisa jadi pilihanmu ke depan. Mari simak ulasannya.

1. Investasi emas

emas tentunya investasi jangka panjang
Emas merupakan salah satu investasi yang aman dan bisa mengalahkan inflasi (Pixabay)

Semua orang tentu sudah mengetahui kalau emas merupakan salah satu jenis investasi yang menjanjikan. Pasalnya, investasi yang satu ini tidak akan tergerus inflasi layaknya investasi mata uang kertas.

Selain itu, harga emas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Karena itulah mengapa investasi emas bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menjamin masa tuamu.

Coba kita hitung ya, jika harga emas di tahun 2010 sebesar Rp 300 ribu sedangkan di tahun 2018 yaitu sebesar Rp 600 ribu, dan di Maret 2020 saat pandemi Virus Corona merebak, harga emas per gram mencapai Rp 900 ribu!

Bayangkan saja kalau kamu membeli emas batangan tahun 2010 seberat 30 gram dengan harga Rp 9 juta (asumsi harga Rp 300 ribu per gram) dan menyimpannya hingga tahun 2020, berarti nilai emas yang kamu simpan saat ini sudah mencapai Rp 27 juta.

Lumayan kan 10 tahun, keuntunganmu menyimpan emas ternyata Rp 18 juta. Coba kalau cuma ditabung di rekening, mana mungkin dapat segitu.  

Terlebih lagi kalau selama investasi kamu mengikuti program konsinyasi emas Pegadaian, udah dipastikan kamu akan mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

2. Investasi properti

Properti juga bagus buat investasi jangka panjang
Di masa depan, harga properti tentunya bakal terus naik lho (Pixabay)

Properti merupakan salah satu jenis investasi yang sudah terbukti keuntungannya di masa depan. Pasalnya, harga tanah itu setiap tahun pasti akan naik, meski kenaikan harganya terbilang lamban. 

Coba deh kamu perhatikan harga rumah di daerah rumahmu, pasti kini harganya sudah lebih tinggi dibanding saat beli.

Salah satu kekurangan dari properti adalah sifatnya yang kurang likuid. Menjual aset properti gak segampang menjual emas, mencari pembelinya pun gak mudah. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Banyak sekali cara untuk bisa memiliki investasi jangka panjang berupa properti. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kredit properti yang disediakan perbankan.

Atau bisa juga menggunakan sistem equity crowdfunding. Misalnya harga propertinya sebesar Rp 1 miliar, tapi kamu cuma punya uang Rp 20 juta. Kamu bisa patungan dengan orang lain untuk membeli properti dan memiliki nilai sebesar 2 persen dari nilai properti itu.

Meski cuma punya 2 persen, kamu akan tetap jadi salah satu pemilik properti ini. Keuntungannya yang bisa kamu dapatkan sifatnya berupa dividen, layaknya dividen saham yang dibagikan tahunan. 

Nah, kalau kamu memiliki rezeki tambahan lagi, kamu bisa tuh membeli beberapa persen lagi. Jadi, semakin banyak persentase kepemilikan propertimu, akan semakin banyak pula keuntungan yang akan kamu dapatkan.

3. Saham

saham tentu boleh banget jadi investasi jangka panjang
Saham tentu asyik banget kalau dibuat investasi. Kebayang dong beli saham blue chip sekarang dan menjualnya 20 tahun yang akan datang. (Pixabay)

Nah ini nih investasi jangka panjang yang jadi favorit banyak orang kaya, termasuk opa Warren Buffett.

Mindset investor saham ketika membeli saham adalah, membeli perusahaan tersebut. Ketika kamu beli saham BCA ya kamu beli Bank BCA, beli saham Indofood ya kamu beli perusahaan Indofoodnya. 

Coba bayangkan deh, dalam waktu 20 tahun perusahaan-perusahaan besar yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentu bakal mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Laba bersihnya akan naik berkali-kali lipat dari biasanya. 

Seiring dengan berjalannya waktu, maka investor pun menggemari saham dari perusahaan itu. Bisa-bisa dalam waktu 20 tahun harga mereka naik ribuan persen!

Gak bohong lho, di tahun 2008, harga saham BCA itu masih Rp 2.700 per lembar, tapi di tahun 2020 harga saham itu sempat menyentuh Rp 34 ribuan. Walau akhirnya sempat terkapar lagi hingga ke level Rp 20 ribuan perlembar.

4. Reksadana saham 

Reksadana saham juga bisa jadi investasi jangka panjang
Jika masih belum berani investasi saham langsung, maka reksadana saham tentu jadi solusinya. (Pixabay)

Karakteristik investasi yang satu ini memang mirip dengan saham yaitu tinggi risiko dan tinggi imbal hasil. Reksadana saham memiliki underlying asset (aset dasar) berupa saham, sementara itu 20 persen aset lain yang ada dalam investasi ini adalah instrumen pasar uang.

Lain dengan saham, membeli reksadana saham tentu gak akan bisa menikmati hak dividen layaknya pemegang saham. Namun tingkat risikonya memang lebih terukur karena adanya instrumen lain di reksadana saham.

Namun hati-hati, baca fund fact sheet terlebih dulu sebelum membeli produk reksadana saham ya. Kita harus tahu saham apa yang masuk dalam underlying asset reksadana saham tersebut, kalau isinya saham gorengan semua ya sudah bubar deh. 

Nah, itu dia empat jenis investasi jangka panjang yang sangat menggiurkan dan dijamin bikin masa tuamu aman sejahtera dan terbebas dari keruwetan menghadapi utang. 

Pokoknya kunci sukses dalam berinvestasi untuk jangka panjang adalah sabar dan konsisten dalam menyisihkan dana investasi secara rutin dalam sebulan. Ketika keuntungannya sudah terlihat, jangan lantas buru-buru dicairkan ya.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Ingat, ini adalah investasi untuk jangka waktu yang gak sebentar. Jika langsung dicairkan ya keuntungannya gak bakalan sebesar ketika kamu tunggu bertahun-tahun

Yuk, mulai investasi dari sekarang.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →