3 Trik untuk Mengambil Keputusan Kredit Motor dengan Bijak

trik kredit motor

“Kebutuhan selalu datang lebih dulu ketimbang kemampuan,” menjadi alasan banyak orang merasa kepepet untuk membeli sesuatu secara kredit. Tak terkecuali Robby, yang sudah waktunya mengganti Honda Tiger-nya yang sudah lawas. Daripada keluar duit terus untuk bengkel, pikirnya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Di tengah macetnya jalanan menuju kantornya pagi ini, dia mendapat selebaran kredit motor. Dalam tabel, ada satu pilihan motor yang paling menarik hatinya, yakni Honda CB 150RR Street Fire yang dibandrol di sekitaran Rp 33 juta.

Motor laki bermesin 150 cc itu memang sudah menjadi impiannya sejak sebulan lalu. Walau gaji tak sampai dua digit, tapi tabungan cukup. Namun sayang, dia sedang banyak keperluan. Cowok 31 tahun akhirnya mantap memilih opsi kredit.

Ya, kredit seolah jadi teman setia bagi mereka yang mengandalkan kiriman gaji bulanan di rekening lantaran berstatus karyawan. Toh, kredit itu bukan aib asalkan tak mengurangi kualitas hidup.

“Bagaimana pun kualitas hidup seseorang itu bisa dilihat dari caranya mengelola keuangan, bukan dari besarannya penghasilan!” Robby meyakini.

Setuju! Meski begitu, biar kualitas hidup tak dirongrong dengan kredit, tentunya mesti memahami aturan mainnya. Kali ini kasusnya adalah beli motor lewat kredit.

Meski sebenarnya mampu beli tunai, tapi dia punya alasan yang mungkin sama dengan khalayak kebanyakan. Bahwa, cicilan motor lebih terasa meringankan ketimbang menyetorkan segepok uang untuk membeli tunai.

Lagi pula pengajuan kredit motor juga enggak susah-susah amat. Selama data-data dan dokumen lengkap, lalu jreng, motor pun sudah bisa dikirim ke rumah. Pokoknya jangan sampai memberi data yang absurd, maka pengajuan kredit sudah bisa di-approve dalam hitungan hari.

Oke, keputusan sudah diambil. Target kredit Robby adalah Honda CBR 150 R Street Fire (Anda mungkin memilih motor lain, tapi intinya sama, yakni kredit). Biar kredit motor tak memberatkan, ada baiknya ikuti aturan main di bawah ini.

Bikin skema kredit sendiri

Sebaiknya, hindari mengikuti skema kredit yang disodorkan dealer atau pihak leasing. Sudah lazim mereka menyediakan brosur yang berisi skema kredit motor dengan opsi jangka waktu setahun sampai empat tahun. Termasuk juga besaran uang mukanya.

trik kredit motor
Jangan lupa untuk hitung-hitung dulu sebelum memutuskan untuk kredit motor (hitung / groupon)

Tak ada salahnya membuat skema kredit sendiri. Langkah ini diperlukan agar bisa mengukur kemampuan finansial diri sendiri.

Tentunya yang pertama adalah membeli motor yang sesuai dengan kemampuan kantong dan fungsional. Buat apa memaksakan diri membeli motor gede alias moge yang banderolnya sampai puluhan juta rupiah.

Dalam menyusun skema kredit, perhatikan dengan seksama:

  • besaran cicilan motor,
  • total pembayaran,
  • serta durasi angsuran.

Tekankan prinsip di mana kredit motor itu seharusnya meringankan dengan sedikit kompensasi. Bukan sebaliknya malah mencekik dan membuat berantakan keuangan bulanan.

Dia sudah melihat beberapa opsi simulasi kredit motor dari sebuah perusahaan pembiayaan. Ternyata ada pilihan uang muka mulai dari Rp 7,5 juta sampai yang paling tinggi Rp 14,5 juta. Terus pilihan tenornya mulai dari tercepat 10 bulan, lalu 16 bulan, hingga yang paling lama sekitar 34 bulan.

Dari situ terlihat cicilan paling mahal Rp 3,17 juta untuk uang muka Rp 7,5 juta dengan waktu cicilan 10 bulan. Pilihan lainnya yang sempat dilirik Robby adalah setor uang muka Rp 14,5 juta dengan cicilan Rp 969 ribu selama 34 bulan. Dua opsi itu tak masalah bagi Robby mengingat salary-nya sudah di kisaran Rp 9 jutaan.

Dia pun bikin skema.

Harga Honda CBR 150R 33.000.000
Gaji 9.000.000
Pengeluaran /bulan 6.000.000
Sisa 3.000.000
Cicilan 969.000
Uang Muka 14.500.000 (Tabungan)
Lama Angsuran 34 bulan
Total bayar 47.460.000

Dari skema tersebut, kelihatan kalau kredit, berarti Robby harus membayar ‘ekstra’ (dengan kata lain bunga) sebanyak Rp. 14.460.000. Ini dibanding dengan harga tunai.

Cukup besar. Maka sebelum memutuskan, Robby mempertimbangkan lagi langkah-langkah selanjutnya.

Kebal iming-iming DP rendah

“DP bisa dinegosiasikan yang penting bisa bawa pulang Honda CB 150RR Street Fire. Proses cepat dan dibantu.” Begitu bunyi mantra marketing motor yang tercetak di brosur. Jangan keburu termakan mantra ini.

trik kredit motor
DP rendah ya cicilan tinggi, jangan tergiur ya (serahkan kunci motor/mortage calculator)

Mungkin awalnya mengambil cicilan motor dengan uang muka yang rendah terasa meringankan. Justru keputusan itu akan membuat durasi waktu cicilan makin panjang yang pada gilirannya membuat uang yang dikeluarkan lebih banyak.

Itulah mengapa mendatangi dealer atau showroom mesti menyiapkan mental. Mental agar tak mudah terbujuk rayu sales atau marketing. Maklum, mereka hanya mengejar target penjualan ketimbang layanan.

Pilih perusahaan pembiayaan sendiri

Konsumen adalah raja. So, manfaatkan status itu dalam bernegosiasi dengan marketing dealer motor.

Ada baiknya sudah memilih perusahaan pembiayaan yang hendak disasar sebelum ke dealer motor. Dengan begitu, urusan ke dealer hanya memastikan motor yang diincar ready stock dan siap dibawa pulang.

Memang, marketing motor bakal merekomendasikan perusahaan leasing yang bekerja sama dengannya. Tapi Anda punya hak untuk mengabaikan rekomendasi itu. Jika hati sudah terpikat dengan sebuah perusahaan leasing, tolaklah tawaran itu dengan halus.

trik kredit motor
Kalau sudah tahu perusahaan pembiayaan mana yang paling oke, kenapa harus ngikutin rekomendasi dealer? (leasing / dealer.com)

Intinya, kredit motor bukan sesuatu yang memberatkan asal bisa mengelolanya dengan cermat. Walau selisih dengan harga tunai cukup besar, namun bagi Robby, kredit motor menjadi solusi dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, dengan motor baru, dia tak perlu pusing lagi menganggarkan biaya perawatan motor lawasnya yang komponennya banyak yang sudah aus sana dan sini.

Terakhir, ada baiknya memilih tanggal pengiriman motor yang sesuai dengan kondisi keuangan. Biasanya tanggal itu jadi penentu jatuh tempo angsuran. Itu lah kiat-kiat dari pengalaman Robby.

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Punya Kredit Motor? Manfaatin Buat Nambah Penghasilan Lewat 3 Cara Ini Deh]

[Baca: Awas, Uang Muka Kredit Motor 0 Persen Bisa Bawa Bencana]

[Baca: Nasabah Kredit Motor Meninggal Dunia, Lantas Bagaimana Nasib Utangnya?]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →