4 Alasan Kenapa Jomblo Lebih Bahagia Sesuai Survei Badan Pusat Statistik

usia kepala 2

Status jomblo sering bikin orang ngerasa malu. Soalnya enggak sedikit para jomblowan dan jomblowati yang di-bully gara-gara itu status. Padahal malah terbukti, jomblo lebih bahagia.

Menurut hasil survei Badan Pusat Statistik tentang Indeks Kebahagiaan 2014, orang yang enggak punya pasangan alias jomblo adalah orang Indonesia yang paling bahagia. Di survei itu, indeks kebahagiaan kaum jomblo 68,77, sementara mereka yang udah punya pasangan cuma 68, 74.

Kalau kalian jombloer di-bully orang yang udah punya pacar, bisa jadi dia lagi ngiri karena kalian lebih bahagia dibanding dia. Gimana enggak bahagia, jadi jomblo punya lebih banyak keuntungan. Salah satunya dalam hal keuangan.

Ini  4 manfaat jadi jomblo dalam hal keuangan:

1. Enggak keluar duit pacaran

kencan di restoran
Pas jalan keluar, cowok suka malu gak sih kalau ceweknya yang bayarin?

Pada zaman serba modern ini, pacaran makin mahal biayanya, terutama buat masbro-masbro sekalian. Kalau udah cinta, pastinya apa aja dilakuin buat nyenengin pacar. Tapi pada zaman ini hampir semuanya diukur pakai materi alias duit.

Pacar ulang tahun, misalnya, dikasi hadiah. Tapi pengeluaran rutinnya ya duit buat pacaran. Apa iya cowok minta dibayarin ceweknya makan ama nonton bioskop? Tengsin, dong.

Belum lagi ongkos transport. Ngisi bensin motor buat apel pacaran habis berapa sebulan? Untung harga Premium turun lagi.

Perayaan hari jadian juga keluar duit. Iya kalau perayaannya tiap tahun. Soalnya banyak juga yang ngerayain hari jadian tiap bulan. Tekor tekor, deh.

2. Enggak keluar duit sekolah

Mak... minta uang maakkk.. buat bayar sekolah maakkkk...
Mak… minta uang maakkk.. buat bayar sekolah maakkkk…

 

Kalau udah punya suami/istri dan anak, artinya pos pengeluaran nambah lagi. Kalau udah punya anak, biasanya orang tua sebisa mungkin menekan pengeluaran pribadi mereka.

Kalau biasanya gonta-ganti gadget tiap ada keluaran terbaru, sekarang gadget yang sama dipakai bertahun-tahun sampai rusak. Terus jika dulunya nonton bioskop seminggu sekali, sekarang jadi sebulan atau bahkan jadi enggak pernah gara-gara sibuk ngurus anak.

Semuanya itu demi satu hal: sekolah anak. Duit sekolah dari tahun ke tahun semakin mahal. Biarpun pemerintah ngegratisin biaya sekolah negeri, tetap saja pengeluaran total untuk sekolah TK-perguruan tinggi nyedot rekening.

Apalagi sekolah negeri yang dinilai berkualitas terbatas jumlahnya. Tapi kalangan jomblo enggak perlu pusing-pusing mikirin duit sekolah anak. Duitnya bisa dipakai buat jajan atau, yang lebih keren, buat modalin usaha.

3. Fokus ke karier

 

Gak ada drama, gak ada kangen-kangenan, gak ada telpon-telponan. Fokus ke kerjaan teruuusss...
Gak ada drama, gak ada kangen-kangenan, gak ada telpon-telponan. Fokus ke kerjaan teruuusss…

 

Kalau jadi jomblo, kita enggak perlu mikir ini-itu soal asmara. Biasanya hambatan dalam asmara, kayak marahan, bisa menghambat pekerjaan juga.

Karena itu, kaum jomblo bisa lebih sukses dalam berkarier karena bisa lebih berkonsentrasi. Jombloer bisa lembur sampai malam tanpa mikirin keluarga di rumahi. Atau kerja pada Sabtu-Minggu soalnya enggak ada pacar yang nanyain.

Ujungnya, karier melesat dan rekening tabungan meningkat. Apalagi duit hasil kerja dipakai buat diri sendiri, enggak dibagi-bagi ke pasangan.

4. Bayar premi asuransi lebih rendah

Kalau sudah berkeluarga, tanggungannya lebih banyak. Otomatis, premi asuransi lebih besar.
Kalau sudah berkeluarga, tanggungannya lebih banyak. Otomatis, premi asuransi lebih besar.

Takut ikut asuransi udah enggak zamannya lagi. Ikut asuransi berarti investasi diri sendiri. Emang sih kita keluar duit, tapi manfaatnya gede kalau nanti terjadi sesuatu di luar dugaan, kayak kecelakaan.

Jomblo yang ikut asuransi bayar premi lebih sedikit daripada mereka yang udah berkeluarga. Premi ini duit yang dibayarkan untuk mendapatkan manfaat asuransi.

Biasanya besarnya premi tergantung pada jumlah anak. Semakin banyak anak, semakin besar preminya. Kalau premi jombloer buat satu orang doang, jadi lebih murah tapi manfaatnya sama.

Itulah empat manfaat menjadi jomblo dari sisi keuangan. Meski diuntungkan dalam hal keuangan, para jombloer tidak lantas bisa meninggalkan kewajiban merencanakan keuangan.

Keuangan ini berguna buat masa depan, terutama buat jombloer yang enggak mau disebut jones atau jomblo ngenes lantaran gagal dapat jodoh melulu. Gaji per bulan bisa disisihkan untuk rencana pacaran atau biaya duit sekolah anak pada masa mendatang.

Banyak penasihat keuangan yang menyarankanagar gaji disisihkan minimal 10 persen buat ditabung. Misalnya gaji kamu Rp 3 juta dan ngekos/ngontrak. Sebanyak Rp 500 ribu bisa ditabung.

Perhitungannya:

Gaji : Rp 3 juta
Kos : Rp 800 ribu
Konsumsi : Rp 1,4 juta
Bea tak terduga: Rp 300 ribu
Tabungan : Rp 500 ribu

Duit konsumsi itu bisa dipakai buat makan sehari-hari, bayar kreditan, dan lain-lain. Khusus buat cowok, gaji yang disisihkan ini bisa jadi modal juga buat cari gebetan. Misalnya buat beli rumah sekaligus menyiapkan asuransi propertinya.

Kalau sudah bisa beli rumah sendiri, artinya perencanaan keuangan kamu sudah cukup matang. Dan, yang lebih penting, itu berarti kamu sudah siap melepas status jomblo.