4 Alternatif Pinjaman Modal Usaha Selain KUR

pinjaman modal usaha

Kredit Usaha Rakyat alias KUR jadi salah satu pinjaman modal usaha mikro yang paling dipilih banyak orang. Namun ada kalanya persyaratan yang diberikan terlalu berat.

Apakah ada alternatif pinjaman lain yang bisa diajukan?

Jawabannya jelas ada. Bahkan ada empat jenis pinjaman sekaligus.

Jadi, ketika gak diterima KUR, jangan langsung patah semangat. Ingat kata pepatah, banyak jalan lain menuju Roma.

Tanpa berlama-lama lagi, inilah empat pinjaman modal usaha yang bisa jadi alternatif selain KUR.

1. Pinjaman modal usaha bernama Kredit UMi

pinjaman modal usaha
Penyaluran Kredit UMi (Kompas)

UMi di sini bukan berarti ibu dalam bahasa Arab ya. Kredit UMi adalah singkatan dari Kredit Ultra Mikro. Seperti namanya, pinjaman modal usaha ini benar-benar ditujukan khusus buat pengusaha sangat kecil.

Kredit UMi juga ditujukan ke para pengusaha yang tidak berada di dalam jangkauan KUR. Bisa jadi yang memang ada di wilayah terpencil atau yang emang dinilai belum layak diberikan KUR.

Menariknya kredit UMi gak cuma diperuntukan sebagai modal usaha, tapi juga buat pembentukan karakter wirausaha di kalangan masyarakat. Apa maksudnya?

Para debitur Kredit UMi bakal diminta mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan pemerintah. Program pelatihan itu tentu aja berkaitan dengan bagaimana mengelola usaha dan segala perintilannya.

Pinjaman modal usaha ini cuma bisa diajukan di lembaga keuangan non bank yang ditunjuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Contohnya adalah:

– PT Pegadaian
– PT Permodalan Nasional Madani
– PT Bahana Arta Ventura

Plafon, bunga dan tenor Kredit UMi

Plafon Kredit UMi maksimal cuma Rp 10 juta. Sesuai dengan judulnya yaitu “ultra mikro,” tentu aja usaha yang dijalankan para debitur jauh lebih kecil ketimbang usaha mikro. Sementara bunganya dipatok dua sampai empat persen per tahun.

Tenor maksimal Kredit UMi juga cuma 48 bulan aja. Kredit UMi juga sifatnya non-agunan. Cuma, kalau kamu mengajukan ke Pegadaian, mereka bakal minta BPKB kamu sebagai jaminan.

2. Pinjaman modal usaha dari koperasi

pinjaman modal usaha
Koperasi (Kompas)

Jangan anggap pinjaman koperasi itu ketinggalan zaman ya. Pinjaman ini sebetulnya menguntungkan banget buat kamu yang punya usaha.

Jenis-jenis koperasi itu sendiri beragam, tapi yang paling populer adalah koperasi simpan pinjam. Nah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat dari pinjaman koperasi ini antara lain:

– Bunga yang gak jauh beda dengan KUR
– Syarat yang lebih ringan
– Bakal dapat sisa hasil usaha yang dibagikan akhir tahun

Buat mendapatkan fasilitas ini kamu harus jadi anggota koperasi dulu ya. Dan pastinya harus bayar iuran rutin juga.

3. Pinjaman modal usaha bernama Kupedes BRI

pinjaman modal usaha
Kupedes ya cuma ada di BRI (Kompas)

Kupedes BRI atau Bank Rakyat Indonesia jadi salah satu jenis pinjaman modal usaha yang juga bisa kamu coba. Singkatan dari Kupedes ini sebenarnya adalah Kredit Usaha Pedesaan, tapi bukan berarti cuma bisa diajukan buat bisnis di kampung ya.

Sejatinya produk ini gak jauh beda sama KUR mikro. Yang jadi pembeda cuma kalau KUR itu dari pemerintah, Kupedes dari BRI.

Plafon maksimal pinjaman ini sampai Rp 100 juta, dan tenornya bisa mencapai 120 bulan.

Menariknya selain bisa buat bisnis, pinjaman ini juga bisa buat keperluan konsumtif. Tapi yang mengajukan haruslah orang yang emang punya usaha.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat adalah:

– Gratis biaya provisi
– Gratis asuransi jiwa
– Gratis konsultasi bisnis
– Angsuran lebih ringan
– Biaya administrasi lebih murah (cuma Rp 10 ribu)
– Ada fasilitas asuransi mikro kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia

Selain itu, debitur juga gak bakal kerepotan buat urusan bayar cicilan. Mereka bisa membayarnya dengan menyetor ke kantor Unit BRI atau ke EDC BRI.

Bunga Kupedes bakal bergantung banget pada berapa jumlah dana yang dipinjam. Selama ini, gak ada aturan baku yang menyebutkan besarannya. Kamu harus minta perhitungan langsung sama tim pemasaran mereka.

4. Pinjaman modal usaha dari situs peer to peer lending

pinjaman modal usaha
Boleh saja meminjam di P2P Lending asal yang diakui OJK (Kompas)

Yang terakhir ini adalah pinjaman yang kamu dapatkan dari sebuah situs peer to peer (p2p) lending. Situs ini sebenarnya adalah marketplace atau wadah yang mempertemukan peminjam dana dan investornya.

Yang minjam dana jelas bakal dapat pinjaman yang pencairannya tergolong cepat. Sementara yang meminjamkan bakal terima returns dari cicilan utang si peminjam yang berbunga.

Intinya, situs p2p lending ini mencoba memberikan kredit ke pengusaha yang belum layak kredit. Dan tentunya ada di luar jangkauan bank penyalur KUR.

Soal bunganya cukup bervariasi, ada yang tujuh persen per tahun, dan ada juga yang lebih. Pinjaman ini gak perlu agunan. Dan buat plafon bisa sampai Rp 200 jutaan.

Kalaupun ada agunan, itu adalah produk invoice financing. Jadi yang kamu jaminkan adalah invoice atau tagihan yang kamu berikan ke klien.

Mengingat situs ini diprakarsai oleh perusahaan rintisan yang karyawannya cuma sedikit, dan berbasis digital, maka sebaiknya pilih situs p2p lending yang diawasi Otoritas Jasa Keamanan (OJK) ya. Jangan asal pilih lho. Bisa-bisa malah kena tipu.

So, tertarik mengajukan pinjaman modal usaha di mana nih? Pilih yang persyaratannya mudah dan bunganya gak berat ya guys. Dan pastinya, sesuaikan juga jumlah pinjaman dengan kebutuhanmu.