Masih 20 Tahunan, Ini 4 Cara Jitu Berinvestasi Biar Kaya di Usia 40-an

Masih 20 Tahunan, Ini 4 Cara Jitu Berinvestasi Biar Kaya di Usia 40-an

Kalau diteliti, banyak lho cara berinvestasi yang cocok dilakukan bagi kamu saat masih di usia 20 tahunan. Tapi kan setiap orang memiliki cara tersendiri gimana menginvestasikan uangnya yang dianggap cocok dengan kondisi keuangannya. 

Satu hal yang perlu diperhatikan bagi kamu dalam berinvestasi adalah “tujuan dari investasi” itu sendiri. Kadang, pertanyaan ini bahkan susah kita pecahkan di saat memutuskan buat berinvestasi. 

Jawaban yang paling sering terlontarkan adalah “buat masa depan,” atau jawaban-jawaban membingungkan. Padahal, investasi itu sendiri bermacam-macam jenisnya maupun instrumennya. Ada yang sifatnya dalam jangka panjang untuk masa depan, bahkan berinvestasi di kurun waktu jangka pendek, atau menengah.

Khusus bagi kamu yang ingin tahu cara berinvestasi biar di usia 40 tahunan sudah tenang dan banyak duit serta aset, mungkin beberapa cara di bawah ini bisa diterapkan mumpung usiamu masih kepala dua dan produktif! Yuk simak ulasannya.

1. Isi portofolio investasi dengan produk yang beragam dan berisiko

Coba deh investasi dengan produk yang beragam dan berisiko
Coba deh investasi dengan produk yang beragam dan berisiko, (Pixabay).

Bosan gak mendengar kata “diversifikasi” ketika membahas hal-hal seputar cara berinvestasi? Hampir semua dari kamu tentu mengetahui bahwa strategi ini sangat berguna untuk mitigasi segala risiko dalam berinvestasi. 

Cara yang satu ini memang selalu digunakan banyak investor sukses. Intinya, janganlah berinvestasi di satu sektor saja karena bagaimanapun juga risiko investasi mu harus “sehat,” dalam artian gak terlalu tinggi dan gak terlalu rendah. 

Janganlah hanya bergantung pada saham saja, karena ada masa-masanya di mana pasar modal jatuh. Di saat itulah, investasi reksa dana pasar uang, emas, deposito, dan obligasi ritel negara bakal sangat diandalkan.

Namun apabila kita terlalu konservatif dengan memilih investasi yang “aman-aman” saja, maka imbal hasil yang didapatkan juga gak akan besar. Baiknya, pilah-pilah investasimu mulai dari sekarang juga. 

Berhubung usia masih kepala dua, gak masalah untuk menempatkan 70 persen investasi mu di pasar modal yang berisiko. Toh kamu juga masih produktif dalam urusan mencari uang. Sementara itu, 30 persennya alokasikan saja ke instrumen investasi rendah risiko.

2. Fokus dulu ke jangka panjang

Mencoba untuk fokus dalam memulai investasi
Mencoba untuk fokus dalam memulai investasi, (Pixabay)

Investasi jangka pendek memang banyak pilihannya, dan berhubung usiamu masih 20 tahunan, terkadang kamu pun bakal tergoda untuk menggunakan keuntungan dari investasi untuk memenuhi keinginanmu. Apakah hal ini salah?

Gak salah sih, tapi coba bayangkan deh jika kamu menginvestasikan kembali imbal hasil investasi jangka pendek ke sektor lain yang bakal menghasilkan keuntungan lebih besar lagi. Di usia 30-an, maka portofolio investasi mu sudah semakin cihuy! Kamu pun bisa mulai membeli aset mahal seperti properti.

Investasi itu memang menderita karena menunda kesenangan. Tapi manfaatnya baru akan kamu rasakan nanti di masa yang akan datang.

3. Menyicil setiap bulan

Gak ada salahnya menyicil
Gak ada salahnya menyicil, (Pixabay).

Berinvestasi secara lump sum atau sekali beli di awal dengan jumlah besar dan mahal, memang seru. Pasalnya, modal yang kamu miliki besar dan ketika ada keuntungan, jumlahnya langsung terasa signifikan.Namun hal tersebut juga bakal berpengaruh pada risikonya. Setiap ada kerugian, tentu saja kerugian yang kamu alami juga besar. Oleh sebab itu, cara seperti ini memang kurang pas buat mereka yang punya modal terbatas.

Sebut saja, di usiamu yang sudah menginjak 25 tahun, memutuskan buat menginvestasikan uang sebesar Rp 130 juta dengan membeli saham. Ternyata uang yang kamu miliki adalah hasil tabungan dari gaji kerja sekaligus dana darurat. 

Berhubung kamu keluar uang sebesar itu, maka sisa uang di tabungan tinggal Rp 10 juta saja. Tetiba dalam hitungan berapa bulan, perusahaan tempat bekerja tutup beroperasi dan gak sanggup membayar pesangon lantaran utang yang menumpuk. Sementara itu, pasar modal juga lagi kacau karena kondisi ekonomi negara tiba-tiba gak kondusif.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Apa jadinya? Mau jual saham juga kamu sedang rugi besar karena modal yang dikeluarkan lumayan gede. 

Itulah sebabnya, mengapa cara berinvestasi dengan sistem lump sum memang punya risiko yang luar biasa besar. Gak ada yang salah kok dalam hal mencicil.

Bila kamu berpikir bahwa keuntungannya kecil, maka ingatlah pada poin kedua, fokus jangka panjang dulu. Sedikit demi sedikit akan menjadi bukit, di masa depan investasimu pun akan menggunung, setuju?

4. Jangan aneh-aneh

Jangan pernah mengambil keputusan yang aneh-aneh
Jangan pernah mengambil keputusan yang aneh-aneh, (Pixabay).

Investasi bodong cukup beragam, dan belakangan ini gak sedikit juga yang bahkan melibatkan para publik figur. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli sebuah produk investasi, maka kenalilah dari mana sumber returnnya. 

Pastikan juga kamu gak membeli produk investasi dari perusahaan yang belum diawasi dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Intinya, jangan mudah percaya langsung dengan return besar. 

Itulah keempat cara berinvestasi sederhana bagi mereka yang masih kepala dua tapi pengin makmur di usia kepala empat. Ingat deh, gak pernah ada jalan pintas untuk menjadi kaya lewat investasi. Jika memang di tengah jalan kamu merasa kesal karena kesenanganmu yang tertunda karena proses ini, ingat lagi deh tujuan dari investasimu. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →