Deretan Investasi Terbaik Penyelamat Masa Depan

investasi masa depan

Kesuksesan nggak cukup diimpikan dalam lamunan, tetapi harus diupayakan sedini mungkin. Selagi muda, kita bisa melakukan berbagai cara investasi masa depan untuk meraih kesuksesan. 

Investasi masa depan membantu seseorang dalam menentukan tujuan hidupnya, sehingga apa yang dilakukannya jelas dan terarah. Beda dengan orang yang nggak mempersiapkan masa depan sama sekali, mungkin kehidupannya pun berjalan tanpa tujuan yang jelas. 

Berinvestasi itu bukan soal uang saja, ya! Tetapi mencakup juga investasi ilmu, kesehatan dan lain-lain. 

Nah, biar enggak menyesal saat tua nanti, ketahui yuk investasi masa depan apa saja yang sebaiknya kamu lakukan saat masih muda. 

Berinvestasi dalam karier menjadi pilihan terbaik 

Tak harus sikut-sikutan dengan teman sekantor buat naik jabatan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meraih karier terbaik kamu. Berinvestasi dalam karier menjadi kunci yang penting agar kariermu semakin meningkat.  

Memangnya gimana caranya investasi dalam karier? Jawabannya adalah, meningkatkan kapasitas diri dengan terus belajar dan belajar. 

Seperti halnya para pemimpin perusahaan sukses di dunia, mereka tak pernah berhenti untuk meng-upgrade pengetahuan dan skill mereka setiap saat. Membaca buku, berdiskusi, dan terjun langsung ke lapangan menjadi rutinitas mereka sehari-hari. 

Kamu pun bisa meng-upgrade diri sendiri dengan mengikuti pelatihan maupun seminar online yang saat ini banyak diselenggarakan. Tak perlu linear dengan pekerjaan kamu saat ini ya. Bidang-bidang lain yang cukup baru seperti digital marketing, data science dan lain-lain boleh juga kamu coba. 

Kebutuhan sumber daya manusia di masa depan membutuhkan orang-orang dengan pemahaman lintas sektor yang baik. Mereka ini lah yang kelak akan membawa kesuksesan bagi perusahaan dengan inovasi dan ide-ide yang brilian.  

Berinvestasi karier berarti berinvestasi dengan ilmu. Inilah yang akan sangat membantu kamu di masa depan. 

Berinvestasi di kesehatan supaya rekening gak kebobolan

Tentu saja nggak ada satu orang pun yang tahu masa depan nantinya seperti apa. Begitu pula dengan kesehatan seseorang. 

Lebih baik bila saat ini kamu sudah memiliki asuransi kesehatan sebagai proteksi diri atas masalah-masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Tetapi yang lebih penting lagi adalah menjaga kesehatan, dan gaya hidup sehat sejak usia muda. 

Cobain deh, aneka program makanan sehat yang bisa kamu ikuti dari para praktisi. Membiasakan pola makan sehat dengan memerhatikan kandungan gizi pasti bakal membantu menjaga kesehatan kamu.  

Pola makan sewaktu muda sangat menentukan risiko kesehatan di masa tua, lho!

Berinvestasi di deposito hingga emas buat menyimpan dana darurat 

Kalau sudah berinvestasi pada karier dan kesehatan, kamu perlu melangkah lebih maju dengan berinvestasi secara finansial. Mulai saja dari produk investasi yang paling mudah untuk cadangan dana darurat kamu. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Seperti namanya, dana darurat memang dana dari alokasi keuangan kita yang hanya boleh dipakai untuk hal-hal yang sifatnya darurat saja. Besaran dana darurat berbeda-beda, namun biasanya dihitung dengan patokan tiga kali gaji, enam kali gaji dan seterusnya. 

Perlu dipahami, dana darurat itu beda lho dengan tabungan. Tabungan adalah simpanan yang secara khusus kita maksudkan untuk tujuan-tujuan tertentu seperti menikah, melanjutkan S2 dan lain sebagainya. 

Kalau dana darurat itu nggak ada tujuan spesifik tapi hanya dikeluarkan saat kamu merasa dalam kondisi darurat finansial. Fungsinya membantu kamu terhindar dari risiko kebangkrutan saat hal-hal buruk terjadi. 

Dalam masa pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Kejadian ini tentu saja di luar prediksi siapapun. Dengan dana darurat, idealnya kamu dapat bertahan beberapa bulan ke depan sampai mendapat pekerjaan baru. 

Dana darurat ini harus bersifat likuid atau mudah dicairkan dalam bentuk cash sehingga kalau dibutuhkan gampang buat diambil. Dana darurat bisa disimpan dalam rekening khusus maupun ditempatkan pada instrumen investasi minim risiko. 

Beberapa instrumen yang bisa kamu pakai untuk menyimpan dana darurat adalah deposito dan emas. Berikut, penjelasan lengkapnya: 

Investasi deposito 

Menempatkan dana darurat pada deposito membantu kamu mengatasi inflasi. Banyak sekali orang yang menyimpan uang dalam jangka waktu lama namun tidak memperhitungkan faktor ini.  

Kenaikan harga secara umum atau inflasi adalah sesuatu yang lumrah dalam sistem ekonomi. Uang Rp10 ribu saat ini mungkin berbeda nilainya lima hingga 10 tahun mendatang karena kenaikan harga-harga secara bersamaan yang terjadi tiap tahun. 

Karena itu, kita perlu mengimbangi nilai simpanan uang yang dimiliki dengan imbal hasil yang didapatkan dari investasi. 

Deposito adalah pilihan yang investasi yang tepat untuk menyimpan dana darurat. Pasalnya, jenis investasi ini paling kecil risikonya, simpel dan dapat ditarik dengan mudah. 

Rata-rata imbal hasil deposito adalah 5-6 persen per tahun. Cukup membantu untuk mengimbangi nilai inflasi yang terjadi setiap tahun.  

Investasi emas

Investasi emas adalah jenis investasi paling mudah dan cukup aman untuk dana darurat. Harga emas cenderung mengalami kenaikan setiap tahun dengan kenaikan rata-rata sekitar 4-5 persen. 

Emas bahkan cenderung mengalami kenaikan signifikan saat sedang terjadi krisis seperti Pandemi COVID-19 saat ini. Permintaan terhadap emas meningkat drastis seiring dengan kekhawatiran investor menyimpan aset di pasar modal. Hasilnya, harga emas pun jadi melambung tinggi. 

Investasi emas bisa dimulai dari nominal yang kecil saja. Ini cocok untuk kamu yang masih mencoba mencicil dana darurat. 

Emas dapat dicairkan dalam bentuk cash sehingga dapat diandalkan setiap saat. Meski harganya cenderung naik setiap tahun, ada masa-masa di mana harga emas cenderung stagnan bahkan turun. Jadi, pelajari dulu sebelum berinvestasi, ya!

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Sisihkan 20 persen penghasilan buat investasi saham, reksa dana, hingga P2P Lending 

Ibaratkan sebuah benteng pertahanan, emas dan deposito sebagai instrumen investasi untuk menaruh dana darurat adalah pertahanan terakhir. Kamu perlu instrumen lain yang lebih agresif menghasilkan keuntungaan. 

Karena itu, berinvestasi di sektor saham, reksa dana hingga P2P Lending amat disarankan agar kamu bisa mendapat penghasilan tambahan. Investasi di ketiga sektor ini cukup menarik dengan potensi keuntungan mencapai 10 hingga 20 persen per tahun. 

Di sinilah kamu mulai belajar lebih berani mengambil risiko dengan mengambil 20% gaji tiap bulan untuk berinvestasi. Tentu, alokasinya bisa berbeda setiap orang tergantung kemampuan finansialnya. 

Apa saja sih investasi dengan potensi imbal hasil tinggi yang bagus untuk masa depan? Berikut daftarnya. 

Investasi saham

Investasi saham punya potensi keuntungan yang paling tinggi dari instrumen lainnya, namun juga paling tinggi risikonya.  Sebagai sarana investasi masa depan, kamu bisa memilih saham-saham LQ45 sebagai investasi jangka panjang. 

Saham berkategori blue chip atau LQ45 biasanya sudah terlalu mahal dan pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Penyebabnya, pangsa pasar perusahaan yang udah mulai jenuh seperti dialami oleh emiten-emiten rokok. 

Saham-saham LQ45 umumnya dipilih karena risiko untuk jatuh terbilang kecil. Kecuali dalam keadaan khusus seperti pandemi, saham – saham tersebut cenderung mengalami kenaikan setiap tahun. Jadi, layak banget untuk dikoleksi. 

Kamu dapat menambah potensi keuntungan dengan membeli emiten saham yang masih punya potensi pertumbuhan tinggi. Misalnya, berinvestasi saham di perusahaan teknologi dan telekomunikasi. 

Investasi reksa dana

Reksa dana sebenarnya bisa jadi pilihan sebelum kamu mulai terjun secara langsung  ke saham. Yup, reksa dana adalah bagian dari produk pasar modal. Bedanya, investasi di reksa dana dilakukan melalui perantara yang disebut sebagai manajer investasi. 

Terdapat empat jenis reksa dana yang dikenal secara luas, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham. 

Perbedaan keempat jenis reksa dana itu terletak pada tujuan alokasi investasinya, profil risiko dan potensi nilai imbal hasil.

Untuk investasi masa depan, kamu dapat memilih reksa dana saham yang potensi pertumbuhannya lebih agresif. Namun, kamu harus siap karena jenis reksa dana ini disarankan untuk disimpan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun. 

Secara umum, investasi reksa dana saham menawarkan risiko yang lebih kecil ketimbang berinvestasi di pasar saham secara langsung. Hal ini dapat dimungkinkan karena manajer investasi menaruh dana nasabah tidak hanya pada satu atau dua emiten saja tetapi juga pada instrumen investasi lain. 

P2P Lending

P2P Lending adalah platform daring yang mempertemukan antara peminjam dana dengan para investor yang mau meminjamkan dananya. Platform ini adalah bagian dari kemajuan financial technology yang memberikan alternatif investasi bagi masyarakat. 

Platform P2P Lending mengklaim mampu memberikan keuntungan hingga 18% per tahun, lho. Meski begitu, kamu perlu waspada karena keuntungan yang didapatkan sangat bergantung pada kemampuan debitur mengembalikan pinjamannya. 

Carilah perusahaan P2P Lending resmi yang punya NPL di bawah 3%. Non Performing Loan atau NPL adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat gagal bayar para debitur kepada layanan P2P lending. Indikator ini penting agar investasi kamu di P2P Lending menjadi lebih aman.   

Tips konsisten investasi masa depan

Agar bisa konsisten berinvestasi untuk masa depan bukan perkara mudah. Dalam perjalanannya, banyak godaan dan tantangan yang menyebabkan kita tidak lagi konsisten berinvestasi. 

Berikut, beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan: 

1. Buat rencana masa depan 

Mulailah dengan menggambarkan rencana masa depan kamu secara jelas. Misalnya, di usia tertentu kamu enggak mau lagi kerja kantoran dan akan membangun bisnis. 

Gambarkan rencana itu secara jelas dan rinci lalu buat ukuran untuk mengetahui sejauh mana kamu mencapai target tersebut. Jadikanlah rencana masa depan mu sebagai alasan kamu berinvestasi. 

Saat mulai malas menyisihkan uang untuk membeli saham atau reksa dana, ingatlah lagi tujuan masa depanmu. 

2. Atur prioritas keuangan tiap bulan

Kesuksesan berinvestasi pada akhirnya bergantung pada kemampuan kamu dalam mengelola uang. Ini bisa dilakukan dari yang paling sederhana yakni merencanakan dan mengelola cash flow bulanan. 

Tetapkanlah rencana pengeluaran sebaik mungkin dengan menempatkan kewajiban utang maupun cicilan di nomor pertama. Alokasikan juga untuk dana darurat, investasi dan shodaqoh.  Jalankan rencana keuangan bulanan itu secara konsisten dan konsekuen. 

3. Hidup dengan sederhana

Membiasakan gaya hidup sederhana akan membantu kamu untuk memprioritaskan apa yang penting dan tidak penting. Mencegah kamu terjebak dalam gaya hidup hedonis yang menghambur-hamburkan uang. 

Dengan menerapkan gaya hidup sederhana, kita menjadi punya lebih banyak perhatian untuk mempersiapkan rencana-rencana masa depan. 

Siapkan sedini mungkin

Investasi masa depan dapat dilakukan melalui berbagai cara, namun yang pasti harus disiapkan sedini mungkin. 

Mulailah berinvestasi selagi muda agar pada saat tua nanti tinggal memetik hasilnya. Selamat berinvestasi agar sejahtera di masa tua nanti! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →