4 Langkah Mangkus Mewujudkan Mimpi Menjadi Bos di Kantor

temanku yang punya utang

Di tempat kerja, mau gak mau kita harus berkompetisi untuk beroleh karier yang cemerlang. Tak hanya dengan rekan kerja, kita juga harus bersaing dengan atasan. Siapa yang gak mau naik jabatan, coba!

Karena itulah terkadang situasi di kantor dipenuhi intrik karena satu sama lain berusaha saling mengalahkan. Tapi tentu saja intrik politik itu gak bagus buat kemajuan perusahaan karena bersifat negatif.

Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 191 tentang Hari Pekerja Indonesia yang diperingati setiap tanggal 20 Februari bisa dijadikan momentum. Dengan menghindari hal-hal negatif di kantor, performa kita akan meningkat dan karier pasti menanjak.

Inilah 4 langkah mangkus alias tepat guna untuk mewujudkan mimpi menjadi bos di kantor tanpa menggunakan intrik:

1. Pasang target

menentukan target kerja
Pasang target kerja biar punya tujuan yang jelas

 

Sebelum memulai apa pun, target harus ditentukan agar kita tahu langkah yang harus diambil. Kalau gak ada target, langkah kita gak akan terarah.

Dalam hal persaingan di tempat kerja, penting untuk diingat bahwa target kita bukanlah mengalahkan si A, si B, atau si C. Tapi target kita hanya satu: bekerja semaksimal mungkin.

Dengan mengerahkan kemampuan maksimal, hasil yang dicapai pasti juga maksimal. Kinerja inilah yang bakal jadi indikator kepantasan kita meraih posisi di atas rekan kerja ataupun menduduki kursi bos.

Kalau sudah bekerja dengan maksimal tapi kinerja masih di bawah rekan kerja, itu artinya kita harus mengintrospeksi kemampuan kita. Instrospeksi ini sangat penting untuk mengidentifikasi kelemahan. Ujungnya adalah kita harus menendang kelemahan ini agar kemampuan bersaing kita meningkat.

2. Fokus pada lingkungan terdekat

fokus kerja ga gubris yang lain
Memfokuskan diri penting agar pekerjaan cepat selesai dengan baik

 

Di tempat kerja, kita pasti memiliki rekan-rekan yang dekat yang sering pergi bareng ke mana-mana, hingga seperti geng. Mereka adalah teman sekaligus pesaing kita.

Kita harus mampu mengambil manfaat seoptimal mungkin dari lingkungan terdekat ini. Caranya adalah menanamkan pengaruh sebesar-besarnya di situ.

Contoh paling sederhana, ketika geng bingung memutuskan mau makan siang di mana, majulah ke depan dan pimpin mereka. “Yok, makan ke warung A. Di sana makanannya enak.”

Dari hal-hal kecil seperti itu di lingkungan terdekat, kita bisa beralih ke hal yang lebih besar di lingkungan yang lebih luas, misalnya rutin mengusulkan dan menanggapi ide dalam rapat. Dengan ikut menjadi penentu suatu keputusan, kita bisa meyakinkan rekan kerja dan bahkan atasan bahwa kita pantas menjadi pemimpin.  Yang penting, pastikan keputusan itu mendatangkan keuntungan, bukannya petaka.

3. Hindari keberpihakan

ajak ngobrol seseorang, backgroundnya orang itu lagi digosipin ama gank di kantor
Ajak bicara semua orang biar akrab tak hanya dengan orang-orang tertentu

Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang gak memihak. Situasi kerja sangat mungkin memunculkan dua kubu yang saling berseberangan. Yang sering muncul: atasan vs bawahan.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Jika ingin menapaki karier yang cemerlang, kita harus sebisa mungkin lepas dari keberpihakan. Sebab, dengan berpihak pada satu kubu, berarti kita dianggap musuh oleh kubu lain. Kita hanya perlu berokus pada pekerjaan.

Dengan tidak memihak, kita malah bisa menjadi penghubung kedua pihak. Jika kita bisa memberikan solusi, bukan tak mungkin kita bakal dilihat sebagai orang yang bisa dipercaya untuk memimpin mereka.

4. Mengerti sebelum minta dimengerti

refleksi diri sendiri di kantor
Refleksi diri bagus untuk perbaikan kualitas diri di masa depan

Banyak orang hanya menuntut ingin dimengerti dan gak mau mengerti orang lain. Misalnya kita protes karena gaji hanya naik sedikit padahal harga-harga kebutuhan bahan pokok meroket. Sebelum protes, lihat dulu hasil kerja kita dan kondisi keuangan perusahaan.

Baca: Kira-Kira Tahun Ini Perlu Naik Gaji Enggak Ya?

Jika kerja malas-malasan, apa mungkin perusahaan menaikkan gaji secara signifikan? Dan jika kondisi keuangan perusahaan lagi loyo, gak mungkin gaji karyawannya akan naik drastis. Kita harus memahami kondisi ini sebelum meminta dipahami.

Ketika pihak lain merasa kita memahami kondisi mereka, hubungan  kita bakal lebih baik. Tak banyak bos yang tahu manfaat ini, sehingga bermusuhan dengan bawahan mereka. Begitu pula sebaliknya.

Itulah empat langkah yang bisa kita tempuh dalam persaingan di tempat kerja agar bisa meujudkan mimpi menjadi bos. Jika tak ingin repot menjejakkan langkah demi langkah sebagai karyawan buat jadi bos, kita bisa pilih cara yang lebih instan: bikin usaha sendiri.

Baca: Bisnis Sekecil Apapun Tetap Berpeluang Dapat Untung

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →