Rela Ngutang Demi Barang Baru? Jauhi 4 Penyebab Gaya Hidup Konsumtif Ini!

Sebenarnya banyak kaum millennial yang tanpa sadar menerapkan gaya hidup konsumtif yang ujung-ujung kebingungan sendiri kenapa gaji selalu habis.

Padahal gaji sudah naik beberapa kali lipat dari pertama kali kerja, tapi tetap aja gaji habis. Boro-boro buat nabung dan investasi, setiap bulan aja kamu masih pinjam sana sini karena kekurangan duit.

Kenapa sih bisa begitu. Jawabannya sederhana. Seiring naiknya penghasilan, biasanya semakin naik juga gaya hidup. Yang biasanya kamu beli baju harga Rp 100 ribu, sekarang jadi beli baju seharga Rp 300 ribu.

Ada gadget keluaran terbaru, langsung latah beli. Padahal gadget-mu juga masih bagus. Kalau seperti itu apalagi namanya kalau bukan konsumtif.

Jadi, tanpa disadari kamu lebih menonjolkan gaya hidup bersenang-senang, penuh kemewahan bahkan cenderung menghamburkan uang tanpa memikirkan masa depan dan hari tua nanti.

Bahkan yang parahnya lagi, gak sedikit orang yang lebih memilih untuk berutang dibanding harus menurunkan gaya hidup konsumtifnya itu.

Misalnya, membeli barang mewah keluaran desainer kenamaan menggunakan kartu kredit yang ujung-ujungnya bikin kamu keteteran sendiri karena harus membayar cicilan setiap bulan yang nominalnya sangat menguras isi dompet.

Sebenarnya gaya hidup konsumtif itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apa aja itu? Ternyata ini empat penyebabnya:

1. Tuntutan gaya hidup

gaya-hidup-konsumtif
Nongkrong di kafe mahal (coffeeshopstartups)

Salah satu faktor yang mempengaruhi orang menerapkan gaya hidup konsumtif adalah karena tuntutan gaya hidup, baik dari lingkungan pekerjaan maupun pertemanan.

Banyak orang yang beranggapan agar dapat diterima di lingkungan kerja atau pertemanan, mereka harus mengikuti apa yang dianggap sebagai “standar” di lingkungan tersebut.

Misalnya, lingkungan kantormu kebanyakan diisi oleh orang-orang kaya yang menggunakan barang branded, atau bisa jadi lingkungan pertemananmu adalah anak-anak yang sering nongkrong di kafe mahal.

Karena khawatir gak bisa “diterima” dalam lingkungan tersebut, kamu pun akhirnya “memaksakan diri” membeli barang mahal dengan ngutang kartu kredit yang nominal cicilannya besar.

Kamu juga sebentar-sebentar harus gesek kartu kredit biar bisa ikut nongkrong dengan teman-teman kantormu.

Ujung-ujungnya, tagihan kartu kreditmu setiap bulan meledak. Bahkan, bisa jadi kamu harus menguras 70 persen dari gaji-mu untuk menutup tagihan kartu kredit.

Parahnya lagi, hal itu terus terjadi setiap bulan. Alhasil, kamu gak punya apapun selain utang padahal udah kerja selama bertahun-tahun. Duh, jangan sampai deh!

2. Pengaruh budaya

Sadar gak sih kamu kalau sebenarnya gaya hidup konsumtif itu udah tertanam di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia?

Ya, buktinya aja nih banyak orang yang hanya gemar mengonsumsi dibanding memproduksi sendiri dengan alasan lebih praktis.

Padahal banyak banget lho peluang yang dapat kamu lakukan untuk menghasilkan banyak uang. Ya, ibarat katanya, kita lebih memilih bekerja dengan orang lain daripada harus menghasilkan sendiri.

3. Terpengaruh media sosial

gaya-hidup-konsumtif
Terpengaruh media sosial (thejakartapost)

Faktor lainnya yang membuat orang mengikuti gaya hidup konsumtif tak lain karena terpengaruh oleh media sosial.

Ya, emang sih bisa dibilang media sosial itu memberikan efek yang sangat besar untuk kehidupan seseorang salah satunya adalah dalam hal berbelanja.

Banyak orang yang tergoda membeli sesuatu karena tergoda dari iklan di media sosial. Padahal kalau dipikir-pikir, kamu gak membutuhkan barang itu.

Alhasil kamu hanya membuang-buang uang untuk membeli barang yang gak berguna. Duh, sayang banget gak sih duitmu itu?

Kalau ditabung atau diinvestasiin pasti udah beranak pinak tuh. Kalau barang kan cuma jadi ‘bangkai’ aja di rumah yang ujung-ujungnya dibuang karena menuh-menuhin tempat.

4. Kemudahan berbelanja

Zaman yang serba canggih seperti sekarang ini memang memberikan banyak kemudahan untuk orang banyak, tak terkecuali dalam berbelanja.

Kini, kamu hanya perlu membuka internet dan membeli apapun yang kamu inginkan tanpa perlu repot-repot jalan ke toko atau ke mall.

Tinggal buka salah satu situs belanja online, bayar via internet atau mobile banking, selesai dan barang siap dikirim.

Nah, kemudahan berbelanja itu menjadi salah satu faktor yang membuat orang tanpa disadari menerapkan gaya hidup konsumtif.

Ya, sebenarnya sih balik lagi ke individu masing-masing. Kalau kamu gak gampang tergoda dan berpikir panjang sebelum membeli barang, isi kantongmu sih dijamin akan aman.

Nah itu dia empat penyebab yang membuat orang menerapkan gaya hidup konsumtif yang tanpa disadari bikin kantong jebol dan bahkan punya banyak utang. Duh, buang deh jauh-jauh kelakukan buruk itu kalau kamu gak mau susah pas tua nanti.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →