Mau Bebas dari Utang? 5 Cara Ini Simpel, tapi Sering Gak Kepikiran

Cara-Bebas-dari-Utang

Keliru jika menganggap utang adalah bencana. Punya utang berarti mengundang bencana, sampai banyak yang mati-matian cari cara bebas dari utang.

Tapi benarkah semua utang itu buruk? Nyatanya, semua negara di dunia ini memiliki utang, termasuk negeri adidaya Amerika dan sekutunya.

Utang itu seperti pisau bermata dua. Dengan satu sisinya, kita bisa peroleh manfaat. Tapi sisi lainnya bisa membuat jari teriris hingga berdarah, bahkan putus.

Banyak perusahaan di dunia yang berhasil maju dan berkembang berkat utang. Bukan utang konsumtif tentunya.

Utang alias kredit usaha itu dijadikan suntikan dana tambahan buat memutar roda bisnis lebih kencang. Tanpa kredit, bisa jadi perusahaan stagnan atau malah mundur.

Buat individu, utang juga kadang amat dibutuhkan. Misalnya buat beli rumah sendiri. Harga rumah makin lama makin tinggi.

Bahkan generasi milenial diprediksi hampir mustahil punya rumah sendiri. Karena itulah kredit perumahan rakyat (KPR) kerap jadi jawaban atas masalah ini. Cukup bayar down payment, rumah bisa dibeli dan dihuni. Tinggal bayar cicilannya per bulan.

Untuk mengatasi utang, yang diperlukan adalah strategi yang mumpuni. Cara bebas dari utang yang paling konvensional adalah menyisihkan penghasilan per bulan.

Tapi cara itu saja bisa jadi kurang. Nyatanya, ada cara bebas dari utang lainnya yang kadang tak terpikirkan. Berikut ini di antaranya:

1. Kosongkan anggaran senang-senang

Semua orang ingin bersenang-senang. Tapi rasanya pasti tidak maksimal ketika masih ada beban utang. Maka, sebaiknya fokus ke pelunasan utang dulu.

Alokasi pengeluaran buat nonton atau pelesir bisa dialihkan ke pos utang. Mungkin tak perlu sepenuhnya dikosongkan. Tapi tergantung seberapa besar dan mendesak utang tersebut ya.

Hati-hati, orang kadang cari alasan untuk bersenang-senang biar gak stres mikir utang. Iya, pas happy-happy gak stres. Tapi setelah itu pasti tambah stres.

2. Sisihkan duit nemu

cara-bebas-dari-utang
THR adalah rezeki nomplok yang amat menggoda. Buat bayar utang aja (moneysmart)

Semua pemasukan di luar rutinitas, misalnya tunjangan hari raya (THR) atau bonus, mending langsung dialokasikan buat membayar utang. Tahan dulu keinginan beli ini-itu.

Bahkan duit hasil nemu di jalan sebaiknya gak dibelanjakan. Kalau merasa ada orang yang kehilangan, ya tentu dikembalikan. Misalnya duit jatuh dari kantong saat orang itu mengambil handphone.

Tapi kalau duit itu tak bertuan, gak ada salahnya dimanfaatkan. Meski hanya Rp 1.000-2.000, tetap saja itu bernilai dan bisa digunakan buat bayar utang. Punya utang Rp 1 juta kalau bayarnya kurang Rp 100 pun belum dianggap lunas lho.

3. Kerja part time

cara-bebas-dari-utang
Kerja part time di kafe lebih mulia ketimbang nyolong duit negara (danur.me)

Cara bebas dari utang yang satu ini butuh tekad dan semangat. Penghasilan tambahan bisa didapatkan dari kerja part time atau paruh waktu.

Coba refleksi, kira-kira apa pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan berdasarkan kemampuan. Misalnya jadi penulis, desainer grafis, atau developer part time.

Bahkan yang simpel seperti jadi pramusaji di kafe atau restoran bisa menjadi jawaban. Lakukan apa pun pekerjaan itu, yang penting halal.

4. Sekolahkan barang

cara-bebas-dari-utang
Sebaiknya sih pilih Pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah. Katanya (akurat.co)

Menyekolahkan alias menggadaikan barang juga bisa dilakukan. Tapi cara ini sebaiknya hanya buat bayar utang yang mendesak, misalnya udah jatuh tempo.

Biar lebih aman, gadaikan barang di Pegadaian. Di jalan-jalan banyak usaha pegadaian partikelir dengan iming-iming syarat mudah dan bunga ringan.

Tapi ada hal yang gak kalah penting, yakni keamanan barang yang digadaikan. Kalau di Pegadaian, barang pasti dijamin keamanannya. Selain itu, barang bisa langsung diambil begitu ditebus.

Bila memutuskan menggadaikan barang di pegadaian partikelir, tanyakan dulu di mana barang disimpan dan apakah ada asuransi/jaminan keamanan serta bagaimana prosedur penebusannya. Bunga ringan saja belum cukup.

5. Stop berutang

Memang, dalam kasus tertentu, bayar utang dari utang lain bisa dilakukan. Misalnya dengan cara refinancing.

Tapi umumnya lebih baik berfokus ke pelunasan utang dulu dengan cara di luar cari utangan baru. Sistem gali lubang tutup lubang bisa jadi berhasil di awal.

Namun tinggal tunggu waktu saja saat kita terperosok di lubang yang kita gali sendiri. Makanya, sebaiknya stop berutang bila masih punya utang menggunung.

Bila punya utang kartu kredit, misalnya, bisa ditutup dulu kartu tersebut untuk menghindari godaan utang. Intinya, jangan merasa masalah utang bisa teratasi dengan utang lain.

Pada zaman sekarang, orang lebih mudah cari utang. Lewat online, tanpa datang ke lokasi pemberi utang, dana bisa langsung cair dan dimanfaatkan.

Hal ini sangat membantu sekaligus berbahaya. Bila punya kebutuhan mendesak, tentu orang sangat terbantu karena dana bantuan bisa segera didapatkan.

Yang jadi masalah adalah orang berutang tanpa memikirkan cara melunasinya. Ingat, sebelum memutuskan cari pinjaman, lihat dulu kemampuan bayar kita.

Sesuaikan jumlah pinjaman dengan kondisi finansial. Percayalah, utang itu berat kalau diambil tanpa rencana pelunasan yang matang.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →