6 Cara Renovasi Rumah Murah Tanpa Perlu Berutang

renovasi rumah

Kerusakan di beberapa sudut rumah kadang memang tak bisa dihindari. Entah karena faktor usia, buruknya kualitas material atau cuaca, semua kondisi itu memaksa kita untuk renovasi rumah.

“Wah lagi nggak ada bujet buat renovasi rumah nih. sudahlah mending didiemin dulu. Ntar kalau ada duit baru dikerjain tukang,” keluh Udin, yang rumahnya sudah reyot karena dihajar terik matahari dan getirnya hujan selama bertahun-tahun. 

Keluhan seperti yang diutarakan Udin sudah sering kita dengar. Padahal nyatanya, rumah sudah butuh sentuhan tangan tukang. Apa iya renovasi rumah mahal?

Buat kamu yang pengin renovasi rumah murah tanpa berutang, banyak lho caranya. Asal kita tahu trik-trik buat mengakali ganasnya kebutuhan ekonomi, renovasi rumah murah bisa dikerjakan tanpa perlu cari utang sana-sini. Bahkan, kita bisa mengerjakannya sendiri kalau mau.

Apa saja yang perlu diperhatikan?

Renovasi rumah murah tanpa berutang

Bicara soal renovasi rumah, tidak melulu soal kerusakan. Renovasi atau remodeling adalah proses merombak, memperbarui, meremajakan, memperbaiki, atau menyempurnakan struktur atau bentuk, atau memberi desain tambahan pada bangunan. 

Renovasi rumah bisa jadi cara buat me-refresh kehidupan penghuninya agar tidak bosan. Pasalnya, merenovasi rumah bisa mengubah tampilan rumah.

Renovasi rumah juga tidak berarti merombak seluruh rumah. Kadang beberapa sentuhan minimalis sudah bisa menyegarkan suasana. Selain itu, merenovasi rumah juga mencakup tugas pemeliharaan, perbaikan, dan servis umum.  

Namun, sebelum memutuskan merenovasi rumah, pastikan dulu beberapa hal ini agar tidak perlu berutang ke sana sini:

1. Tentukan titik renovasi

Tentukan titik renovasi rumah yang diinginkan

Renovasi rumah akan berjalan lancar apabila kamu paham betul desain yang kamu inginkan seperti apa.

Karena itu, jika kamu berencana melakukan renovasi rumah murah, prioritaskan titik-titik yang mengalami kerusakan. Jika atap atau talang air sudah tidak mampu menahan derasnya hujan alias bocor di mana-mana, hal itu perlu diutamakan. 

Cermati tiap sudut rumah dan catat bagian mana saja yang perlu direnovasi. Menentukan titik-titik renovasi ini penting sebagai patokan agar kamu nggak mengeluarkan dana lebih untuk renovasi yang tidak terlalu perlu.

2. Tentukan pos-pos pengeluaran

Siapkan pos-pos buat pengeluaran biaya renovasi

Setelah semua titik sudah dicatat, saatnya buat pos-pos pengeluaran. Yang perlu diingat, renovasi rumah lebih baik dipersiapkan sejak jauh hari. Ini penting agar kamu tidak perlu mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan) atau utang sana-sini.  

Pastikan pemilihan material, proses renovasi dan desain selalu berpatokan pada anggaran, dan bukan sebaliknya.

Misalnya, kamu menargetkan renovasi rumah dengan bujet Rp5 juta. Maka, kamu harus menghihtung betul-betul biaya bahan-bahan bangunan dan tukang yang disesuaikan bujet tersebut.

Berikut ini, simulasi biaya merenovasi rumah dengan bujet Rp5 juta:

Kebutuhan Biaya
Kepala tukang (Rp150 ribu x 7 hari) Rp1.050.000
Asisten tukang (Rp100 ribu x 7 hari) Rp 700.000
5 karung semen (Rp70 ribu x 5) Rp 350.000
2 pick up pasir Rp 300.000
500 batu bata Rp 250.000
5 dus keramik lantai (Rp 65 ribu x 5) Rp 325.000
Cat pelapis anti bocor (Rp 172 ribu x 2 ember) Rp 344.000
Cat dinding (Rp 150 ribu x 4 ember) Rp 600.000
Genting (100 buah) Rp 790.000
Triplek Rp 200.000
Total Rp4.909.000

3. Survei

Melakukan survey sebelum merenovasi rumah

Jika pos-pos pengeluaran sudah ditentukan, bisa dilanjutkan dengan survei di toko bahan bangunan. Sediakan waktu yang cukup agar bisa membandingkan satu sama lain.

Dilarang keras langsung membeli bahan bangunan di tempat pertama yang kamu kunjungi. Soalnya, kamu nggak bakal tahu mana harga terbaik yang bisa kamu dapat. 

Untuk itu, pastikan kamu melakukan perhitungan saat membandingkan harga. Pikirkan biaya pemeliharaan jangka panjang, penghematan energi, dan biaya perbaikan yang dapat meningkat dengan pesat. Perencanaan yang tepat dapat membantumu menghemat anggaran.

4. Faktor keselamatan

Memikirkan keselamatan sangat diperlukan dalam melakukan renovasi

Meski judulnya renovasi on budget, bukan berarti keselamatan anggota keluarga dikesampingkan. Murah sih boleh, tapi kualitas tetap nomor satu. Beberapa material seperti pipa, atap, fondasi, dan rangka atap kudu wajib sesuai standar kualitas.

Cat pelapis dinding luar juga nggak boleh luput dari perhatian. Pilihlah yang berkualitas meski harga agak mahal. 

Pasalnya, cat yang oke bakal lebih awet melindungi rumahmu dari paparan cuaca. Jadi nggak perlu mengecat rumah tiap beberapa tahun. Ini berarti menghemat kan? 

5. Pakai jasa kontraktor atau pemborong?

Menggunakan jasa kontraktor dalam melakukan renovasi rumah

Jika renovasi yang akan dilakukan tergolong besar, kamu bisa memilih memakai jasa pemborong atau kontraktor. Langkah ini akan membuatmu tidak terlalu banyak mengeluarkan dana dan menghemat uang untuk proyek perbaikan atau pemeliharaan jangka panjang.

Hanya saja, untuk melakukannya, tentu saja berkaitan dengan bujet yang kamu miliki. Nah, untuk itu siapkan dana renovasi jauh-jauh hari agar prosesnya lancar.

Untuk pemborong, carilah berdasarkan referensi atau rekomendasi dari teman, tetangga atau keluarga. Sistem yang dipakai biasanya berupa harian atau borongan.

Jika menggunakan jasa pemborong, kamu bisa leluasa berkonsultasi dengan mandor atau tukang bangunan perihal bujet yang kamu miliki. Hanya saja, kamu harus menyediakan bahan bangunan sendiri.

Tapi, jangan khawatir, biasanya mereka akan memberi masukan soal harga-harga material dan alternatifnya jika ada. Jangan lupa mengkroscek semua informasi yang diterima dengan mendatangi toko-toko bangunan. 

Harga material tergantung dari grade dan jenis material yang dipilih. Misalnya, kamu ingin renovasi rumah 2 lantai dengan sistem borongan penuh. Maka, perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai kira-kira sekitar Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. 

Beda halnya bila merenovasi rumah dengan jasa kontraktor, kamu bisa duduk manis tanpa perlu memikirkan jenis material bangunan karena sudah disediakan oleh mereka. 

Tapi, kamu juga tetap harus hati-hati jika bertemu kontraktor nakal. Meski cuma terima bersih, pastikan kamu tahu kualitas material yang digunakan dan harga di pasaran.

6. Dana darurat

Meski telah menyiapkan dana untuk merenovasi rumah, kamu tetap harus memiliki biaya darurat atau biaya lain-lain yang bisa dikeluarkan sewaktu-waktu.

Pasalnya, kebutuhan saat sedang melakukan renovasi rumah, terutama renovasi total, realitanya sering gak terduga.

Dana darurat ini bisa jadi penyelamat seandainya bujet yang sudah diperkirakan sebelumnya meleset. Misalnya, sudah menyiapkan bujet buat beli cat Rp1 juta, tapi ternyata harga cat lagi naik. 

Alhasil, bujet membengkak jadi Rp1,2 juta. Nah, dana darurat bisa dimanfaatkan untuk meng-cover.

Bila merenovasi rumah total

Besarnya dana darurat yang harus disiapkan tergantung kemampuan finansial masing-masing. Namun sebagai acuan, dana darurat yang disarankan adalah 20 persen dari total bujet renovasi rumah.

Tentu menyenangkan saat akhirnya bisa merenovasi rumah menjadi lebih cantik dan nyaman. Tapi untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut tentu dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang, khususnya soal biaya.

Jadi, renovasi rumah murah tanpa utang itu hanya bisa dilakukan kalau kamu menyiapkan bujet yang matang. Persiapan itu pun patut dilakukan jauh-jauh hari.

Kalau cuma sekadar bosan dengan nuansa rumah saat ini, kamu bisa merenovasi rumah secara sederhana dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar. Untuk furnitur misalkan, bisa memanfaatkan limbah kayu atau kayu bekas.  

Yang perlu diingat adalah, jika renovasi rumah itu termasuk merombak denah, maka perlu buat mengurus IMB. Ini wajib hukumnya kalau nggak mau kesandung masalah di kemudian hari. 

Dan, sebelum merenovasi rumah, ada baiknya mengecek kondisi kesehatan keuangan kamu secara online dan gratis di fitur Lifepal cek keuangan! (Editor: Chaerunnisa)