Harga Lebih dari Rp 2 Miliar, Nih 5 Fakta Mobil Listrik Ketua DPR Kita

mobil listrik

Ketua DPR Bambang Soesatyo terkenal punya hobi mengoleksi mobil mewah. Salah satunya adalah Tesla, mobil listrik asal Amerika Serikat.

Tesla milik Bamsoet bertipe Tesla S 60 dan Tesla model X 75 D. Mobil itu cukup sering dipakai Bamsoet buat ngantor.

Mobil itu didistribusikan oleh importir Prestige Image Motorcars. Gak banyak yang mampu beli mobil dari distributor ini. Maklum, Prestige cuma impor mobil-mobil mewah aja yang harganya pasti bikin kamu pusing tujuh keliling.

Penasaran dengan fakta-fakta seputar mobil listrik ini? Yuk simak ulasannya.

1. Harga on the road di Indonesia masih simpang siur

View this post on Instagram

K3TSC di Lapangan Tembak Perbakin Senayan Jakarta (1/7)

A post shared by Bambang Soesatyo (@bambang.soesatyo) on

Informasi seputar harga mobil listrik ini dengan status on the road di Jakarta belum pernah muncul ke publik.

Informasi ini juga belum terlihat pada daftar harta yang diberikan Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bamsoet yang punya kekayaan Rp 18 miliar belum mencatat Tesla karena mobil ini hitungannya baru.

Jadi, kira-kira aja, berapa sih harga mobil listrik ini?

Merujuk situs jual beli mobil luar negeri, Tesla model S 60 dibanderol dengan harga US$ 66 ribu atau setara dengan Rp 951 juta. Sedangkan Model X harganya mulai dari US$ 200 ribu atau setara Rp 2,8 miliar. Kalau dijual di sini, harganya bisa membengkak sampai 100 persen karena dibebankan pajak barang mewah dan pajak-pajak lainnya.

2. Biar kata mahal tapi biaya isi ulang baterai murah meriah

Emang sih, mobil listrik ini harganya luar biasa mahal. Tapi jangan salah, biaya isi ulang baterai mobil ini malah sebaliknya.

Pada Juli 2018 Bamsoet sempat ditanya oleh media soal pengalamannya dalam mengendarai Tesla. Sambil bercanda, Bamsoet malah bilang kalau mobil ini dipakai buat berhemat karena Pertamax naik. Namanya mobil listrik, dia gak pakai bensin.

Sumber tenaganya adalah baterai yang bisa diisi ulang di mana aja selama ada soketnya.

Seberapa hemat sih Tesla itu?

Kabarnya nih, ketika baterai mobil diisi ulang enam jam, maka dia bisa jalan hingga 350 kilometer. Jarak segini sih kalau buat dalam kota  cukup buat seminggu atau lebih.

Sementara buat bisa isi ulang sampai baterainya penuh, kamu cuma butuh pulsa listrik Rp 15 ribu perak! Itu buat yang Model S ya, kalau buat yang Model X kabarnya sih Rp 130 ribuan buat jarak 380 km. Ya sama-sama murah banget intinya sih.

Siapa yang gak pengin punya kendaraan yang biaya bensinnya cuma Rp 15 ribu seminggu?

Selain irit, mobil listrik ini juga ramah lingkungan. Soalnya gak ada tuh emisi gas buang yang keluar dari knalpot.

3. Murah dalam urusan servis dan gak tergantung sama SPBU

View this post on Instagram

Serasa foto model generasi milenial jaman now 🤪

A post shared by Bambang Soesatyo (@bambang.soesatyo) on

Siapa bilang perawatan mobil listrik itu ribet dan mahal? Mobil listrik itu gak butuh tune up dan ganti oli. Palingan tugas utama si pemilik adalah mengganti baterainya aja dengan yang baru jika udah gak layak pakai.

Soal pengisian daya listrik juga bisa dilakukan di rumah. Gak perlu mendatangi SPBU dan mengantre seperti orang isi bensin.

4. Kecepatan mobil listrik ini sadis!

Siapa juga yang bilang kalau mobil listrik itu gak bisa lari? Buktinya, kecepatan maksimum Tesla model X aja bisa mencapai 210 km per jam.

Tenaga maksimum yang bisa disemburkan oleh Tesla seri X adalah 417 Hp. Sementara itu torsi maksimumnya 485 Nm. Bertenaga banget dong. Ini mah udah 11:12 sama supercar.

5. Mobil ini aman banget

View this post on Instagram

Penampakan Generasi Milenial jaman now😆

A post shared by Bambang Soesatyo (@bambang.soesatyo) on

Bicara soal keamanan, Tesla mah terjamin banget. Hasil uji tabraknya aja meraih bintang lima alias poin maksimal. Seluruh bagian mobil ini dilengkapi dengan teknologi impact protection. Gak cuma di samping tapi juga ada di depan dan belakang.

Seperti itulah fakta-fakta mobil listrik Tesla milik Ketua DPR Bambang Soesatyo. Mobil ini emang mahal, tapi sekaligus bikin hemat karena perawatannya tadi.

Mobil listrik bisa jadi pas banget kalau dijual di Indonesia. Tapi tentu aja, adanya mobil tersebut bisa bikin SPBU, produsen oli, dan bengkel mobil jadi rugi. Secara mobil listrik gak butuh BBM dan biaya perawatan juga minim banget.

Gimana pendapatmu sendiri soal mobil listrik ini guys? Share di kolom komentar yuk!

 

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis