5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol

kisah pengusaha ukm yang sukses

Di dunia ini ada dua macam pengusaha. Yang pertama, mereka yang mendapat warisan usaha dari orang tua. Kedua, mereka yang memulai bisnis dari nol tapi berhasil menginspirasi melalui kisah pengusaha UKM yang sukses. 

Pengusaha golongan pertama lebih beruntung karena tinggal melanjutkan usaha yang telah dirintis orang tua. Berbeda dengan pengusaha golongan kedua, yang harus merasakan perjuangan membuka usaha dari bawah.

Untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha sukses, mereka memulai bisnis dari nol melalui usaha kecil-menengah (UKM) dengan optimisme dan semangat pantang menyerah. Perjuangan dimulai dengan mencari modal. Bank yang menyediakan pinjaman untuk merintis usaha pun menjadi salah satu pihak yang turut berkontribusi terhadap kesuksesan mereka.

Di luar pinjaman bank, ada pula yang mencari modal dengan melakukan pekerjaan sampingan. Salah satu pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan banyak uang adalah agen asuransi.

Dapatkan hingga Rp30 juta per bulan dengan menjadi agen asuransi di Lifepal. Cukup daftarkan diri ke Lifepal Agent Academy dan hasilkan banyak uang dari premi-premi yang berhasil dibayarkan nasabah.

Berikut ini 5 kisah pengusaha UKM yang sukses, yang dapat menjadi inspirasi kita semua:

Reza Nurhilman

Reza Nurhilman adalah pemuda di balik populernya “keripik setan” Maicih. Berpikir out of the box, Reza memulai bisnis keripik singkong super pedas ini sendirian pada usia 23 tahun. Dia mendirikan UKM ini dengan menggandeng produsen keripik lokal di Bandung.

Bermodal awal Rp15 juta, Reza memasarkan produknya dari mulut ke mulut dan memanfaatkan situs jejaring sosial Twitter. Dia lalu menerapkan pola keagenan yang disebutnya “jenderal” untuk lebih dapat menjangkau konsumen.

Kesuksesan Maicih bahkan menginspirasi orang lain untuk membuat produk serupa. Ada yang mengambil singkong sebagai bahan baku. Ada pula yang mengambil bahan lain untuk dijadikan keripik, seperti ubi.

Yang menakjubkan, pembuat keripik-keripik pedas itu rata-rata berusia muda, hingga membuat kisah pengusaha UKM yang sukses tersendiri. Mungkin mereka terinspirasi kreatifitas Reza dalam memasarkan Maicih hingga ke luar kota.

Gibran Rakabuming

Nama Gibran Rakabuming melejit setelah ayahnya, Joko Widodo, menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden Indonesia. Jokowi merupakan pebisnis mebel, tapi Gibran tak mau menebeng bisnis itu. Dia malah ngotot mendirikan usaha sendiri di bidang katering dan wedding organizer.

Namun kengototannya berbuah manis. Dia memulai bisnisnya dengan mencari pinjaman dari bank, sebab ayahnya ingin dia mandiri. Dari tujuh proposal permohonan yang dikirim ke bank, hanya satu yang tembus.

Dari modal itulah dia membangun Chili Pari. Mulanya dia hanya melayani pesanan dalam jumlah kecil. Namun kemudian dia mulai menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang.

Saat ayahnya menjabat Wali Kota Solo, dia tak mau melayani order dari pemerintah setempat karena khawatir dianggap bermain mata. Kini, setelah ayahnya hijrah ke Jakarta sebagai presiden, Gibran lebih leluasa menjalankan bisnisnya yang semakin meningkat.

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti adalah pengusaha yang nyentrik dan tegas. Kesuksesannya merintis bisnis dari nol di bidang perikanan dan penerbangan membuatnya dianggap layak menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan di era pemerintahan Joko-Widodo-Jusuf Kalla.

Susi hanya mengantongi ijazah SMP lantaran drop out saat SMA. Dia lebih memilih berbisnis sebagai pedagang pengepul ikan di Pangandaran ketimbang sekolah. Perhiasannya dia jual untuk memodali bisnis itu.

5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol
5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol

Bisnis perikanan Susi kian maju dari tahun ke tahun. Akhirnya, dengan meminjam dari bank, dia membeli sebuah pesawat untuk mempermudah pengangkutan produk lautnya. Kemudian dia menambah satu demi satu pesawat dan mendirikan maskapai Susi Air yang melayani carteran serta rute di pedalaman.

Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino

Mendiang Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino adalah salah satu contoh pengusaha sukses yang sebelumnya pontang-panting ketika merintis bisnis. Sempat menjadi karyawan perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara selama 9 tahun, Bob memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan menjadi pengusaha.

Tapi usahanya tak langsung sukses. Bisnis sewa mobil yang ditekuninya mandek. Dia terlibat kecelakaan ketika menyetir mobil Mercedes-Benz yang dia sewakan, sehingga tak bisa melanjutkan usaha itu.

Tips Lifepal! Jangan lupa proteksi mobil rental kamu dengan asuransi mobil agar keuntunganmu terjaga dari risiko berkendara penyewa.

Bob kemudian menjadi buruh bangunan dengan upah harian. Tapi saat itu dia melihat ceruk bisnis lain: peternakan ayam. Akhirnya, dengan modal pinjaman dari tetangganya yang merupakan purnawirawan militer yang tertarik dengan bisnis peternakan, Bob memulai usaha berdagang telur negeri.

Bob memasarkan sendiri telurnya dari rumah ke rumah para ekspatriat di sekitar tempat tinggalnya di Kemang, Jakarta Selatan. Akhirnya, berkat keuletannya, usahanya sukses dan dia mendirikan Kem-Chicks, supermarket terkenal yang menjual beragam produk pertanian dan peternakan.

Sunny Kamengmau

Sunny Kamengmau adalah pria asal Nusa Tenggara Timur yang sukses menciptakan dan memasarkan tas merek Robita. Tas ini sangat populer di Jepang, bahkan di kalangan sosialita kelas atas di sana.

Sunny tak pernah lulus SMA. Bermodal nekat, dia pergi ke Bali untuk menjadi tukang sapu di sebuah hotel. Karena kinerjanya bagus, dia lalu diangkat menjadi satpam.

Selama bekerja di hotel itu, dia tekun belajar bahasa Inggris dan Jepang. Bahkan gaji pertamanya dia sisihkan sebagian untuk membeli kamus bahasa asing itu.

Pekerjaannya di hotel itu kemudian mempertemukannya dengan pengusaha asal Jepang yang memintanya memasok tas kulit ke Negeri Matahari Terbit itu. Namun usahanya tidak ujug-ujug sukses. Bahkan dia sempat nyaris kehilangan semua penjahit tas karena usahanya tak maju-maju.

Pelan tapi pasti, dia memperkokoh usahanya hingga mampu merekrut 100 karyawan. Tasnya amat digemari kalangan jetset di Jepang. Tak hanya di Jepang, Sunny pun menargetkan menguasai pasar tas berkualitas di Indonesia.

5 tips untukmu yang memulai bisnis dari nol

Memulai bisnis dari nol memang tidak akan mudah. Bisa jadi, kamu akan mengalami beberapa kali kegagalan hingga akhirnya usaha yang kamu jalani disukai banyak orang.

Biar gak salah langkah, yuk simak tips buat kamu yang ingin mencoba peruntungan di dunia bisnis berikut. 

Tentukan model bisnis dan produk atau jasa yang akan ditawarkan

Tentukan produk atau jasa apa yang akan kamu tawarkan pada publik. Salah satu caranya kamu bisa memperhatikan lingkungan tempat kamu akan membuka bisnis. Apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di sekitar itulah peluang bisnis.

Apabila problem atau kebutuhan masyarakat udah kamu ketahui, berusahalah berpikir out of the box. Bisnis seperti apa yang sekiranya akan menghasilkan untung, disukai banyak orang, dan gak perlu mengeluarkan modal yang terlalu banyak. 

5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol
5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol

Perlu diingat bahwa sebagai pemula, jangan dulu mengambil risiko terlalu tinggi. Fokus dulu pada satu bisnis lalu tekuni. Gak ada salahnya memulai bisnis pada bidang yang kamu sukai dan kuasai.

Bisnis atau produk atau jasa udah ditetapkan. Setelah itu kamu coba pejamkan mata dan pikirkan kembali, adakah target pasar dari bisnis atau produk atau jasa yang kamu tawarkan?

Bila kamu gak bisa menyebutkan minimal 5 pembeli produk atau jasamu, ada baiknya ganti ide bisnis, deh, bisnismu gak menarik.

Ide bisnis udah ada, target pasar udah jelas, kini kamu harus memperhatikan siapa kompetitormu. Mempelajari kompetitor menjadi suatu keharusan sebelum membuka bisnis. Seperti apa kompetitormu dan seperti apa kamu nanti menjalankan bisnismu.  

Lakukan riset apakah bisnis yang kamu pilih membawa keuntungan

Studi yang dilakukan University of Virginia menemukan bahwa 78 persen kegagalan bisnis terjadi lantaran si pemilik bisnis gak punya perencanaan bisnis yang baik. Untuk itu, kamu perlu melakukan riset terlebih dahulu tentang model bisnis dan produk atau jasa yang akan kamu tawarkan pada masyarakat nanti.

Kumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan bisnis yang akan kamu jalankan nanti. Misalnya kamu akan buka gerai kopi. Kunjungi sebanyak-banyaknya toko kopi. Cermati dan cari tahu berapa karyawan yang dibutuhkan untuk satu gerai kafe, berapa lama mereka akan menyiapkan pesanan, berapa lama pelanggan duduk di dalam kafe atau hal apa yang bikin pelanggan betah berlama-lama duduk.

Cermati dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya untuk meminimalisir kerugian. Namun, perlu diingat bahwa gak semua ide bisa kamu copy paste, ya.

Selain itu, buat juga estimasi modal, keuntungan kotor, dan keuntungan bersih. Berapa banyak modal yang kamu perlukan di tahun pertama bisnis beroperasi. Buat juga estimasi berapa pemasukan yang mungkin kamu hasilkan di tahun pertama tersebut. 

Ingat, yang mungkin akan kamu hasilkan bukan yang kamu impikan apalagi inginkan, ya.

Bandingkan kedua estimasi tersebut dan cermati apakah kamu udah bisa mengambil keuntungan bersih di tahun pertama? Sebisa mungkin semua data yang kamu kumpulkan, buat, dan cermati jujur dan gak ada yang angan-angan atau impian, ya.

Sudah yakin? Saatnya persiapkan banyak hal

Pertama, tentukan nama dari bisnismu. Tipsnya, cari nama yang gak panjang, singkat tapi unik dan mudah diingat banyak orang. Pikirkan nama yang unik yang hanya memiliki dua suku kata. 

Lalu, tentukan visi dan misi bisnis. Hal ini penting biar bisnis yang berjalan gak buta alias memiliki tujuan yang jelas dan detail.

Alangkah lebih bagusnya kalau nama bisnis tersebut memiliki makna yang dalam atau makna yang unik juga. Bisa jadi salah satu langkah promosi saat launching, deh.

Lalu, tentukan akan seperti apa konsep bisnismu. Seperti apa desain logonya atau adakah tagline khusus yang mudah diingat. Jangan lupa buat juga website atau akun di beberapa media sosial sebagai salah satu strategi marketing.

5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol
5 Kisah Pengusaha UKM yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol

Untuk modal awal lebih baik dari dana pribadi atau pinjam bank?

Small Business Administration menemukan fakta bahwa 57% bisnis berasal dari dana pribadi sebagai modal awal bisnis. Apabila kamu memiliki tabungan yang cukup banyak, gak ada salahnya untuk memulai bisnis dari dana pribadimu. Dengan modal bisnis yang berasal dari dana pribadi, kamu bisa menjadi pemegang kekuasaan penuh terhadap perusahaanmu sendiri.

Tapi, perlu diingat adakah sisa dari tabunganmu setelah digunakan sebagai modal bisnis? Jangan seluruh tabungan dijadikan modal bisnis, sisihkan beberapa untukmu bertahan hidup selama kurang lebih 6 hingga 12 bulan.

Pastikan keluarga telah terlindungi secara finansial dengan asuransi jiwa. Proteksi finansial dari asuransi jiwa akan memberi keluarga dan ahli waris pertanggungan berupa santunan tunai andai tertanggung kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau meninggal dunia.

Namun, kalau memang tabunganmu gak memungkinkan untuk menutupi modal awal, kamu bisa mengajukan pinjaman kepada bank. Menurut data Bank Indonesia, bank-bank persero selalu menempati posisi pertama dalam menyalurkan kredit.

Baik memulai bisnis dengan modal pribadi atau meminjam dari bank, keduanya sah-sah saja selama kamu tetap bisa mengatur kas keluar-masuk uang. Kelola dan catat setiap pemasukan dan pengeluaran sekecil apapun. Gimana kalo masih gak cukup modalnya?

Yang terpenting adalah jangan sampai kamu menggesek kartu kredit saat semua tabungan dan penghasilanmu untuk modal bisnis. Atau, bahkan jangan sampai kamu mengajukan kredit hanya untuk modal bisnismu.

Solusi lainnya adalah kamu bisa mengajak orang lain sebagai partner bisnismu. Kamu hanya perlu memastikan dan saling terbuka tentang modal yang dibutuhkan. Catat semuanya agar jelas hitam di atas putih.

Jangan lupa manfaatkan teknologi dan media sosial

Teknologi semakin canggih, kamu akan merugi bila gak memanfaatkannya dengan benar. Strategi pemasaran gak melulu sebar brosur atau dari mulut ke mulut saja. Kamu bisa memasarkan bisnismu di media sosial.

Mau suatu produk ataupun jasa, kamu bisa mempromosikannya di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, bahkan TikTok. Jadi, jangan lupa untuk membuat akun official di setiap media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran.

Jangan cuma buat aja, rutin mem-posting juga penting dilakukan setiap harinya. Untuk itu rekrut satu sampai dua orang yang memiliki keahlian khusus di bidang digital marketing.

Sepele, tapi nyatanya penting untuk kamu ketahui

Selain tips, kamu juga perlu mengetahui beberapa hal yang sebenarnya sangat receh dan sepele tapi bila kamu lakukan berkali-kali bisa jadi ini menjadi salah satu alasan mengapa bisnismu gak berjalan sesuai rencana.

Jangan kerjakan semua hal sendirian. Bagi tugas itu penting sekalipun kepada bawahan, percayakan saja bahwa mereka mampu melakukan pekerjaan tersebut karena mereka adalah orang-orang yang tepat di bidangnya.

Untuk itu, penting untuk cermat dalam merekrut dan memilih karyawan. Jangan sampai kamu menempatkan seorang waitres sebagai digital marketing. Sekalipun mereka mengaku mampu belajar hal baru, demi bisnis yang berjalan lancar kamu gak salah untuk merekrut orang yang tepat untuk posisinya.

Namun, bila bisnismu masih belum berjalan lancar, katakan pada drimu, “gak apa-apa ini baru permulaan saja. gak ada bisnis yang langsung berjalan mulus. yuk kita cari solusinya” atau “yuk kita cari ide bisnis yang lain”. Intinya tetap rendah diri dan jangan menyerah.

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang mulai berbisnis? Lihat pertanyaan populer seputar bisnis di Tanya Lifepal.

Pertanyaan seputar memulai bisnis dari nol