Jarang Orang Tahu! Ini 5 Pengusaha Sukses Indonesia di Zaman Penjajahan

H.M. Sulchan [TEMPO/E.H. Kartanegara]

Kira-kira di zaman Belanda dulu, ada gak sih pengusaha sukses Indonesia? Pertanyaan tersebut mungkin terbersit di benakmu yang penasaran sama kehidupan masyarakat Indonesia di era sebelum kemerdekaan.

Ternyata oh ternyata, cukup banyak lho orang asli Indonesia yang jadi pengusaha sukses di masa-masa tersebut. Zaman penjajahan ternyata gak jadi penghalang buat mereka jadi orang-orang kaya di tanah kelahiran sendiri.

Siapa aja pengusaha sukses Indonesia di zaman sebelum kemerdekaan Indonesia? Yuk, simak kisah lima orang yang berhasil membuka lapangan kerja buat banyak orang Indonesia berikut ini.

1. Nitisemito

pengusaha zaman belanda
(Viva/Ist.Dody Handoko)

MoneySmart sempat bahas mengenai sosok Nitisemito dan pelajaran bisnis yang bisa kamu petik darinya. Yap! Nitisemito adalah salah satu pengusaha sukses Indonesia yang bahkan jadi pelopor industri kretek.

Kebanyakan orang di zaman Nitisemito lebih terbiasa menginang. Nah, keahlian istri Nitisemito bernama Nasilah jadi terobosan baru buat kebiasaan tersebut. Mereka membuat rokok kretek yang kemudian dipasarkan di wilayah Jawa sampai dengan Sumatera, dan bahkan timur Indonesia.

Produk rokok kretek tersebut diberi nama Tjap Bulatan Tiga. Lewat produk tersebut, Nitisemito berhasil mendirikan pabrik yang bisa menampung ribuan pekerja pribumi. Keren kan?

2. Samanhudi

pengusaha sukses pribumi
(Wikipedia)

Selain dikenal sebagai pahlawan pergerakan nasional, Kyai Haji Samanhudi juga merupakan salah satu “pahlawan bisnis” di zaman penjajahan.

Pria kelahiran Solo tahun 1868 ini adalah saudagar batik asal Solo. Di usia 20 tahun, Samanhudi berhasil punya perusahaan batik sendiri.

Dari usahanya tersebut, Samanhudi berhasil mengumpulkan total 800 gulden atau sekitar Rp 6 jutaan. Dulu tentu angka yang cukup fantastis, bukan?

Setelah menunaikan ibadah haji di tahun 1904, Samanhudi merasa ada ketimpangan antara pebisnis Tiongkok dan pribumi di zaman kolonial. Oleh sebab itu, Samanhudi pun mendirikan SDI atau Sarekat Dagang Islam yang kemudian jadi salah satu “embrio” gerakan kemerdekaan Indonesia.

3. Oei Tiong Ham

pengusaha sukses indonesia
(Merdeka)

Dari namanya, kamu pasti langsung tahu bahwa Oei Tiong Ham bukanlah orang pribumi di zaman Belanda. Namun, pria keturunan Tionghoa tersebut lahir di Semarang, Jawa Tengah. Ibunya pun merupakan peranakan Jawa.

Jadi, bisa dibilang Oei Tiong Ham bukanlah “Cabang Atas Peranakan” yang saat itu jadi elite Tionghoa di Hindia Belanda. Oei Tiong Ham pun sangat fasih berbahasa Melayu.

Di zamannya, Oei Tiong Ham berhasil jadi salah satu orang terkaya. Gak cuma di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. Oei Tiong Ham jadi orang pertama yang terjun ke bisnis ekspor hasil bumi dan opium. Saat meninggal, pria kelahiran tahun 1866 tersebut mewariskan harta 200 juta Gulden Belanda.

Di tahun 1961, pemerintah Indonesia menyita dan mengambil alih aset Oei Tiong Ham yang kemudian dijadikan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia.

4. Tasripin

Tasripin adalah pengusaha kulit asal Jawa Tengah yang salah satu warisannya, yakni sebuah masjid, jadi bangunan bersejarah kota Semarang.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Di zaman Belanda, Tasripin memiliki usaha keluarga di bidang pembuatan sepatu kulit yang kemudian diekspor ke Belanda.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses Indonesia di zaman Belanda, Tasripin juga seorang tuan tanah di daerahnya. Tanah di Jalan MT. Haryono Semarang kebanyakan dimiliki oleh Tasripin.

Di atas salah satu tanah di jalan tersebut, Tasripin membangun sebuah masjid yang berdiri sampai saat ini. Masjid yang diberi nama Masjid At-Taqwa di Jalan MT. Haryono ini sering disebut pula dengan nama Masjid Tasripin, sesuai dengan nama pemilik semula.

5. HM. Sulchan

Sulchan adalah salah satu pengusaha sukses Indonesia yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia. Pria asal Demak tersebut lahir tahun 1910.

Sulchan sendiri berasal dari keluarga yang cukup miskin. Namun demikian, jiwa bisnis HM. Sulchan udah terasah sejak kecil. Saat masih kecil, HM. Sulchan udah mulai berjualan air bersih menggunakan perahu di daerahnya. Kemudian, dia pun gak segan berjualan kacang goreng di sekolah.

Saat dewasa, HM. Sulchan jadi “kacung” buat pabrik beras orang Jepang. Dari situlah, HM. Sulchan mulai meniti karier sebagai pengusaha. Akhirnya, dia berhasil punya perusahaan sendiri setelah Indonesia merdeka. Namun, perjuangannya buat sukses sebelum kemerdekaan layak dapat apresiasi.

Sulchan dewasa punya perusahaan bernama PT Cejamp, NV HMS & Co, CV Kapok serta Hotel Sky Garden Gombel, Semarang. Hotel Sky Garden sendiri masih ada sampai sekarang walau udah gak beroperasi lagi.

Kisah-kisah pengusaha sukses Indonesia ini tentu jadi pemacu buat kita yang pengin sukses di zaman sekarang. Sebab, mereka aja bisa sukses meski keadaan cukup sulit di masa itu. Tentu kita pun harusnya bisa lebih sukses lagi, kan?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →