Deretan Perusahaan Terbesar di Dunia dan Kekayaannya

perusahaan terbesar di dunia

Perusahaan terbesar di dunia gak selalu di sektor migas, lho! Contohnya saja Disney yang resmi memiliki 21st Century Fox sejak 2019.

Alih-alih memproduksi banyak film buat dapat keuntungan, perusahaan dengan logo Mickey Mouse yang ikonik ini justru “belanja” perusahaan. Disney dikabarkan menggelontorkan US$71 miliar atau setara Rp100.652 triliun (11/5/2021).

Usut punya usut, ternyata ada banyak perusahaan lain yang memiliki aset lebih jumbo. Kisah Disney dan 21th Century Fox di atas masih mending lah. Kenapa tergolong besar? Sebab perusahaan-perusahaan tersebut punya kapitalisasi pasar paling tinggi di dunia.

Daftar 12 perusahaan terbesar di dunia

Pengin tahu apa aja perusahaan-perusahaannya? Meski perusahaan asuransi gak masuk dalam daftar ini, tapi ada sederet perusahaan asuransi terbesar di dunia yang perlu kamu ketahui.

Bersumber dari Statista, berikut ini deretan perusahaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada 2021.

Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco) – Arab Saudi

Perusahaan migas asal Arab Saudi ini pantas menjawa jawara jajaran perusahaan terbesar dunia. Tak tanggung-tanggung, kapitalisasi pasar yang dimiliki Aramco mencapai 1.684,8 miliar dolar AS atau setara Rp23.797 triliun. Akhir 2019 lalu, Saudi Aramco melakukan IPO atau penawaran umum perdana saham dengan menjual 3 miliar saham seharga 32 riyal atau 8,53 dolar AS per lembar. 

Microsoft (MSFT) – salah satu perusahaan terbesar di dunia asal AS

Perusahaan terbesar di dunia berikutnya adalah Microsoft. Perusahaan yang bisnis utamanya menciptakan operating system dan sejumlah software ini punya kapitalisasi pasar yang mencapai 1.359 miliar dolar AS atau sekitar Rp19.200 triliun.

Perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen tahun 1975 ini berkembang pesat sejak sahamnya ditawarkan buat umum alias IPO pada 13 Maret 1986. Saat itu saham Microsoft yang berkode MSFT dihargai 21 dolar AS per lembar. Kini sahamnya dihargai 252,46 dolar AS per lembar.

Microsoft diketahui menyediakan sejumlah layanan. Mulai dari Azure, Bing, Linkedin, MSDN, Office 365, OneDrive, Outlook.com, TechNet, Wallet, Windows Store, Windows Update, hingga Xbox Live.

Apple (AAPL) – Amerika Serikat

Apakah kamu punya produk iPhone atau Macbook? Kalau iya, saat ini kamu sedang memegang produk dari salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Apple mencatatkan pendapatan hingga 273,9 miliar dolar AS sepanjang 2020 lalu. Laba bersih yang dilaporkan juga mencapai 58,4 miliar dolar AS. Sementara market cap Apple bisa dibilang jumbo, yakni 1.285,5 miliar dolar AS atau setara Rp 18.158 triliun.

Amazon (AMZN) – Amerika Serikat 

Berkat Amazon, Jeff Bezos sebagai pemilik bisa menjadi orang terkaya di dunia nomor satu. Asal tahu aja nih, Amazon masuk dalam jajaran perusahaan terbesar di dunia.

Pendapatan sepanjang 2020 lalu sebesar 321 miliar dolar AS, dengan laba bersih 13,2 miliar dolar AS. Tapi kapitalisasi pasar Amazon terbilang super jumbo, yakni 1.233,4 miliar dolar AS atau setara Rp 17.424 triliun. 

Bezos sendiri diketahui masih memiliki sekitar 16 persen dari seluruh saham Amazon. Amazon mulai resmi IPO pada tahun 1997. Saat itu harga saham perdananya sekitar 18 dolar AS per lembar atau sekitar Rp 255 ribu. Saat ini harga saham perusahaan yang berkode AMZN ini mencapai 3.291,61 dolar AS atau Rp 46 jutaan per lembar.

Selain layanan ecommerce, Amazon sendiri diketahui menawarkan sejumlah layanan atau produk lainnya. Mulai dari Amazon Alexa, Amazon Echo, Amazon Fire TV, Amazon Kindle, Amazon Music, Amazon Prime, Amazon Video, AWS, hingga ComiXology.

Alphabet (GOOGLE) – Amerika Serikat

Selanjutnya adalah Alphabet yang tercatat sebagai perusahaan terbesar di dunia. Alphabet yang merupakan induk dari Google dan beberapa bisnis dari Google lainnya memiliki kapitalisasi pasar gabungan sebesar 919,3 miliar dolar AS atau setara Rp 12.986 triliun.

Perusahaan ini dibentuk pada 2 Oktober 2015 sebagai induk bisnis. Grup bisnis yang dipimpin Larry Page dan Sergey Brin ini menaungi Google, Calico, Capital G, Chronicle, DeepMind, Google Fiber, YouTube, GV, Jigsaw, Loon, Sidewalk Labs, Verily, Waymo, dan X.

Google sendiri sebagai bagian dari Alphabet telah tumbuh secara signifikan sejak tahun 2004. Saat itu harga perdana saham Google sekitar 85 dolar AS atau Rp 1,2 juta. Kini saham Google berada di angka 2.351,93 dolar AS atau Rp 33,2 juta per lembar.

Facebook (FB) – Amerika Serikat

Facebook jadi perusahaan AS kelima yang masuk dalam deretan perusahaan terbesar dunia. Facebook Inc bergerak di bidang layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, AS. Terus berkembang sejak pertama kali didirikan pada 2004 lalu, kini Facebook memiliki kapitalisasi pasar mencapai 583,7 miliar dolar AS atau Rp 8.248 triliun.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama rekan-rekan mahasiswanya di Universitas Harvard. Tahun 2012, Facebook melakukan IPO dengan harga awal saham 38 dolar AS per lembar. Kini harganya sudah tumbuh ke level 319 dolar AS per lembar. 

Alibaba (9988) – perusahaan terbesar di dunia asal China

Tahun 2020 lalu, Alibaba mencatatkan nilai kapitalisasi pasar 545,4 miliar dolar AS atau setara Rp 7.707 triliun. Angka ini menjadikannya duduk di peringkat ketujuh perusahaan terbesar dunia sekaligus menjadi yang terbesar di China (dari sisi kapitalisasi pasar). 

Perusahaan yang didirikan oleh konglomerat Jack Ma ini bergerak di bidang e-commerce, ritel, internet, dan kecerdasan buatan. Tahun 2014 lalu, Alibaba melakukan IPO dengan meraup dana publik hingga 25 miliar dolar AS.

Tencent Holdings (0700) – China

Tencent Holdings Ltd atau lebih akrab disebut Tencent adalah perusahaan teknologi asal China. Tahun 2020 lalu nilai market cap Tencent menyentuh 509,7 miliar dolar AS atau setara Rp 7.202 triliun. Tencent juga fokus sebagai vendor permainan video terbesar dunia. Kamu pengguna WeChat? Nah, aplikasi komunikasi ini adalah produk dari Tencent. 

Berkshire Hathaway (BRK.A) – Amerika Serikat

Lalu ada Berkshire Hathaway yang menjadi perusahaan terbesar di dunia. Perusahaan yang dijalankan Warren Buffett ini melaporkan pendapatan sebesar 260,5 miliar dolar AS sepanjang 2020 lalu. Laba bersihnya juga terbilang tinggi, 22,2 miliar dolar AS. Kapitalisasi pasar Berkshire Hathaway sebesar 455,4 miliar dolar AS atau setara Rp 6.435 triliun

Perusahaan yang didirikan Oliver Chace tahun 1939 ini awalnya merupakan perusahaan tekstil. Pada 1964, Warren Buffett membeli saham Berkshire Hathaway.

Harga perdana saham ini diketahui sekitar 19 dolar AS atau Rp 269 ribu per lembar. Kini harganya 437 ribu dolar AS (Mei 2021) atau sekitar Rp 6,17 miliar per lembar. Harga yang sangat mahal tentunya.

Johnson & Johnson (JNJ) – Amerika Serikat 

Produsen obat, alat medis, dan barang konsumsi asal AS ini mencatatkan kapitalisasi pasar mencapai 395,3 miliar dolar AS atau setara Rp 5.586 triliun. Johnson & Johnson merupakan perusahaan raksasa yang memiliki 250 anak usaha di 57 negara. Harga saham JNJ saat ini berada di level 168,5 dolar AS per lembarnya.

Visa (V) – Amerika Serikat

Visa Inc merupakan perusahaan jasa keuangan internasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Visa memfasilitasi transfer dana elektronik dari seluruh dunia melalui kartu kredit atau kartu debit berlogo VISA. Tahun 2020 lalu, Visa mencatatkan kapitalisasi pasar 383,9 miliar dolar AS atau setara Rp 5.425 triliun.

Walmart (WMT) – perusahaan terbesar di dunia asal AS di sektor ritel

Dari sisi market cap atau kapitalisasi pasar, Walmart berada di posisi ke-12 dengan nilai 344,4 miliar dolar AS atau setara Rp 4.866 triliun. Tapi dari sisi pendapatan, sebenarnya Walmart berada di puncak klasemen. Sepanjang 2020 lalu, Walmart mencatatkan pendapatan 542 miliar dolar, laba bersih 17,9 miliar dolar AS,

Berdiri sejak 1962, Walmart tumbuh menjadi perusahaan ritel terbesar dunia. Perusahaan ini pun bertransformasi dari toko ritel ofline ke platform digital. 

Itu tadi 12 perusahaan terbesar di dunia yang punya nilai fantastis dari sisi pendapatan. Saking mahalnya, pendapatan Indonesia belum cukup buat membeli salah salah satu perusahaan tersebut. Ke depan gak menutup kemungkinan nilainya bakal makin mahal seiring perkembangan bisnisnya.

Indonesia juga punya deretan perusahaan terbesar. Meski belum sebesar Alibaba, ada beberapa perusahaan yang gak pernah surut keuntunganny!

Pengin tahu ulasan lebih lanjut tentang bisnis? Atau kamu punya pertanyaan mengenai topik ini? Kunjungi laman tim ahli di Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar perusahaan terbesar dunia