5 Strategi Pemasaran dengan Medsos Agar Bisnis Laris Manis Tahun Depan

Sebagai pemilik usaha atau karyawan di bidang marketing, memahami strategi pemasaran lewat media sosial (medsos) adalah hal yang wajib dilakukan. Karena seiring dengan berjalannya waktu, dunia medsos semakin berkembang.

Dulu, Facebook mungkin cuma dipakai untuk jadi ajang eksis dan pertemanan. Namun saat ini, medsos yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg itu pun jadi sarana untuk meluncurkan strategi pemasaran.

Begitu pula dengan jejaring sosial lain seperti Twitter yang dulu dipakai update status saja, atau Instagram untuk mengunggah foto.

Melansir dari situs Inc-Asean, ada beberapa upaya yang wajib dilakukan para praktisi digital marketing atau pemilik usaha dalam memanfaatkan media sosial di tahun 2019. Tujuannya ya biar strategi pemasaran produk mereka efektif.

Pengin tahu lebih lanjut? Simak yuk pembahasannya.

1. CEO disarankan main medsos

Memanfaatkan media sosial
Memanfaatkan media sosial

Mereka yang menjabat sebagai CEO atau pimpinan perusahaan pasti identik dengan kesibukannya. Terkadang, mereka juga jarang banget terlihat ada di kantor karena harus meeting ke sana dan ke sini. Saking sibuknya, mereka sampai punya asisten pribadi.

Kehidupan para CEO juga seringkali tertutup. Setiap karyawan yang mau berinteraksi dengannya terkadang jadi sungkan. Karena memandang para CEO sebagai bos besar.

Kebiasaan seperti ini mungkin harus diubah. Dan sikap tertutup sudah gak lagi baik untuk kelangsungan usaha.

Di tahun 2019, para CEO disarankan untuk memiliki akun medsos pribadi agar bisa mendekatkan diri langsung pada konsumen dan netizen. Mereka mungkin sibuk dalam berbisnis, namun bersosialisasi di medsos tentu bisa jadi salah satu upaya melancarkan strategi pemasaran.

2. Buat konten dari postingan followers

jenis-pekerjaan
Sosial media (thenewsminute)

Dalam meluncurkan strategi promosi di Instagram, membuat postingan konten secara rutin tentu sangat melelahkan. Karena seorang pembuat konten harus berpikir sekreatif mungkin, dan apapun yang sifatnya repost pasti gak bagus alias basi.

Kenapa gak diposting saja konten-konten yang ada di akun followersmu? Sebut saja foto atau video yang mereka unggah.

Selama hal itu berkaitan dengan kampanye medsos brandmu, maka sah-sah saja melakukan hal ini. Asalkan, dalam caption foto atau video yang direpost kamu juga mencantumkan nama followersmu di sana.

Cara ini jelas cukup efektif dalam mendekatkan brand dan followers atau pelanggannya. Followersmu juga bangga karena postingannya diposting oleh sebuah brand besar.

3. Manfaatkan LinkedIn untuk melancarkan strategi pemasaran B2B

linkedin
Minta rekomendasi (linkedin)

LinkedIn juga merupakan medsos akan tetapi, penggunaan LinkedIn jelas beda sama Facebook atau Instagram.

Selain jadi ajang profesional mencari lowongan kerja, LinkedIn juga bisa dimanfaatkan sebuah brand untuk mencari partner atau pelanggan yang berasal dari korporat. Dalam hal ini, LinkedIn juga punya fitur yang bernama Dynamic Ads. Mungkin kamu bisa pelajari fitur tersebut.

4. Jangan sepelekan Instagram Story

Instagram Story

Instagram Story mungkin bakal hilang dalam waktu 24 jam, tapi fitur ini tentu sangat berguna untuk menampilkan update-update terbaru soal promo dan sebagainya. Dan tentunya, followers brandmu juga bakal kepo jika ada story yang kamu unggah.

Ketimbang mengunggah promo-promo yang sifatnya hanya “sementara” di feeds, alangkah lebih baik untuk mengunggahnya di Story dan memasukkannya ke highlight. Postingan promo di feeds justru akan membuat blunder para followersmu.

Bisa jadi, mereka mengira promo-promo yang ada di feeds masih berlaku. Padahal promo itu sudah expired beberapa bulan yang lalu.

5. Jangan sepelekan social listening

kerja sampingan online
Social media evaluator

Social listening terkadang disalah artikan dengan social media monitoring. Sejatinya, aktivitas ini memang hampir mirip satu sama lain karena tujuannya adalah untuk menunjang strategi pemasaran di medsos, akan tetapi praktiknya beda.

Social listening, gak cuma sekedar memantau interaksi di medsos brandmu melainkan juga membalas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan netizen. Dengan metode ini, kamu bisa menganalisa pertanyaan-pertanyaan apa yang seringkali ditanyakan para followers atau hal apa yang memang mereka inginkan.

Ketimbang pusing-pusing setiap hari mikirin mau buat postingan apa, lebih baik luangkan beberapa jam untuk melakukan hal ini. Soal postingan konten, kamu bisa siasati seperti yang ada di poin kedua.

Seperti itulah strategi pemasaran online lewat medsos yang bisa kamu terapkan tahun 2019. Tertarik untuk mencoba salah satu cara ini? Atau mau tetap pakai cara lama saja? (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →