Duit Abis Terus di Tengah Bulan? Ini 5 Tanda Bahwa Hidupmu Boros

Hampir setiap orang memiliki kecenderungan hidup boros yang bahkan gak disadari. Orang-orang seperti ini, biasanya terkejut, ketika di pertengahan bulan, duit habis entah ke mana.

Padahal, mereka merasa udah ngerem pengeluaran, tapi kenapa duit tetap habis. Akhirnya malah jadi uring-uringan sendiri.

Sayangnya, banyak yang gak menyadari kalau sebenarnya mereka itu boros. Nah, kalau kamu adalah salah satunya, yuk sadari 5 hal yang menunjukkan kalau kamu itu sebenarnya boros.

Kalau udah tahu, kamu bisa menentukan bagaimana harus bersikap, sehingga bisa melakukan langkah-langkah perubahan untuk hidup lebih hemat.

1. Sering berpikir, “Uang ke mana ya?”

hidup-boros
Bingung uang selalu habis (hackernoon)

Tanda pertama yang membuktikan hidup kamu sebenarnya boros yaitu sering berpikir “duit ke mana ya, kok habis terus?”

Pasalnya, orang boros tidak akan pernah tahu untuk apa saja uangnya dikeluarkan. Hal itu tentu saja berbeda dengan orang hemat, yang selalu mencatat uang keluar dan uang masuk.

Jadi, kalau kamu sering bertanya kepada diri sendiri dan melupakan uang dikeluarkan untuk apa aja, berarti you’re spending too much.

2. Gak punya tabungan

Udah kerja lebih dari lima tahun, tapi tetap gak punya tabungan? Alasannya ya apalagi kalau bukan karena boros.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengakui dengan alasan gajinya kecil. Padahal, tabungan itu sangat penting lho, gak perlu besar, sedikit pun tidak masalah asal konsisten.

Karena itu, setiap habis gajian disarankan agar kamu menyisihkan sedikit uangmu untuk ditabung. Ingat, kalau ada keperluan mendesak kamu gak harus pusing memikirkan dapat uang dari mana.

Coba deh buang kebiasaan burukmu yang cukup menguras isi kantong.

Misalnya, setiap hari kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu untuk membeli segelas kopi hangat di kedai kopi. Kalau dihitung, berarti dalam satu bulan kamu harus mengeluarkan uang Rp 50 ribu x 22 hari kerja yaitu Rp 1,1 juta.

Kamu bisa menggantinya dengan membeli bubuk kopi di coffee shop dan menyeduhnya sendiri di kantor atau rumah. Sisa uangnya jadi bisa kamu tabung kan?

3. Lebih sering menggunakan kartu kredit daripada debit

hidup boros
Lebih sering menggunakan kartu kredit daripada debit (freespaceusa)

Kartu kredit itu bukanlah uang tambahan, melainkan utang. Jadi, kalau kamu menggunakan kartu kredit, itu berarti kamu sedang meminjam uang.

Jika digunakan dengan bijak, kartu kredit memang sangat membantu. Tapi jika digunakan untuk membeli sesuatu yang gak berguna, yang ada kamu ‘bunuh diri’.

Pasalnya, kebiasaan menggunakan kartu kredit justru mengantarkan kamu ke lubang utang. Memang terlihat kecil, tapi jika menumpuk maka utang pun akan menjadi besar.

Misalnya saja jika kamu selalu menggunakan kartu kredit untuk ngopi maupun nonton bioskop. Bisa dikatakan, pengeluaranmu terlalu banyak alias kamu menjalani gaya hidup boros.

4. Gak punya bujet

Salah satu cara agar pengeluaranmu gak keteteran adalah dengan membujetkan alias menganggarkan segala keperluan. Kalau gak, siap-siap aja kamu akan nyemplung ke lubang utang.

Tiba-tiba duit kamu sudah habis, tapi lupa kalau keperluan mandi belum dibeli. Langganan wifi belum kebayar, ternyata uang di rekeningmu udah tipis. Nah, kalau udah begini sih itu tandanya hidupmu itu boros banget.

Daripada pusing terus setiap bulan, coba deh mulai sekarang kamu membuat bujet alias mempos-poskan duit. Semua harus diposkan, mulai dari tabungan, kebutuhan bulanan, uang transportasi, uang makan hingga bujet untuk jalan-jalan.

Gak perlu membuat sistem budgeting yang mendetail. Yang penting, kamu tahu berapa jumlah uang yang harus kamu keluarkan setiap bulannya.

Jika kamu sudah membuat bujet, kamu juga harus komit dan konsisten. Kalau masih bandel menggunakan uang di pos lain untuk kebutuhan dadakan yang ga terlalu penting, ya sama aja bohong.

5. Beli barang yang gak dibutuhkan

hidup-boros
Doyan belanja (urbanmatter)

Kalau kamu sering membeli barang yang sebenarnya udah ada di rumah, itu berarti kamu termasuk orang yang boros.

Misalnya, kamu sudah punya celana panjang hitam di rumah yang bahkan baru dibeli bulan lalu. Tapi tanpa pertimbangan masak-masak, kamu membeli celana serupa di bulan yang sama.

Saat kamu gak ingat kalau kamu sudah mempunyai barang tersebut di rumah, itu tandanya kamu terbiasa membeli barang yang gak penting.

Beda kasus kalau barang tersebut udah rusak atau gak layak lagi dipakai. Beli baru sih sah-sah aja. Tapi kalau barang yang di rumah masih bagus, tapi malah beli lagi, itu tandanya pemborosan.

Nah, itu dia lima tanda yang menunjukkan kalau sebenarnya kamu itu boros. Hayo siapa yang sering mengalami hal-hal di atas?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →