8 Alasan Kamu Harus Coba Jadi Barista Starbucks

barista starbucks

Kalau kamu pengin ngerasain kerja paruh waktu ala luar negeri, kerja part time jadi barista Starbucks bisa jadi jawabannya. Pasalnya, gerai kopi asal Amerika Serikat ini merupakan salah satu outlet yang membuka lowongan kerja resmi buat mahasiswa.

Jadi, kamu bisa kuliah sembari menikmati pengalaman kerja jadi barista Starbucks tapi bukan sebagai intern alias anak magang.

Cukup banyak lho yang bercita-cita pengin kerja di Starbucks. Kok bisa? Padahal di sana tugas mereka adalah sebagai waiter atau waitress yang sajikan kopi buat pelanggan, bikin kopi alias barista, hingga bersih-bersih.

Ternyata, kerja part time di Starbucks memberi keseruan dan daya tarik tersendiri. Apa saja?

Kenapa harus Starbucks? Berapa sih gajinya?

barista starbucks
barista starbucks

Sebelum kita bahas spesifik tentang kerjaan part time, ada baiknya kita kupas tuntas dulu kenapa sih harus Starbucks dan bukan yang lainnya? Nah, ini jawabannya. 

Jadi, si tempat ngopi yang terkenal seantero jagad ini sudah punya tempat tersendiri di hati karyawannya. Bagaimana tidak? Ternyata dari manajemen Starbucks sangat peduli sama mereka.

Starbucks gak main-main memperlakukan karyawannya. Ini lima prinsip yang Starbucks pegang dalam menjalankan bisnisnya dari buku “The Starbucks Experience”.

  •  Make it your own

Starbucks tergolong perusahaan yang berorientasi pada kepuasan karyawan. Mereka diberi kebebasan menjalankan bisnis sesuai dengan cara mereka sendiri, pastinya dengan harapan konsumen mendapatkan pelayanan terbaik dan datang kembali.

  • Everything matters

Kamu akan menjadi orang yang perhatian bahkan kepada hal-hal yang kecil. Di Starbucks, karyawan dilatih untuk memperhatikan detail-detail terkecil yang penting bagi konsumen, seperti kebersihan kedai, kenyamanan atmosfer, penyajian kopi yang selalu konsisten dengan cita rasanya, hingga penyediaan tisu daur ulang.

  • Surprise and delight

Kepuasan pelanggan adalah nomor satu, terdengar sangat umum, bukan? Begitu pula dengan Starbucks yang memaksimalkan kemampuan karyawan untuk memberikan kepuasaan yang membekas di hati para pelanggannya.

  • Embrace resistance

Kritik dan saran memang seharusnya diterima untuk kebaikan. Itulah yang selalu dilakukan karyawan Starbucks yang selalu menerima komplain dari para konsumennya baik positif maupun negatif.

  • Leave your mark

Starbucks tercatat sebagai perusahaan yang peduli akan lingkungan dan masalah sosial dengan menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR).  

Itulah beberapa alasan kenapa harus Starbucks. Soal besaran gaji, sayangnya belum ada informasi yang jelas. Tapi, beberapa sumber menyebutkan gaji berkisar antara Rp2,98 juta sampai Rp8 juta.

Begitu pula dengan posisi part time, informasinya masih simpang siur, namun dari berbagai review, gaji part time Starbucks ada di kisaran Rp150 ribu – Rp200 ribu per sembilan jam. Jadi, jumlahnya bisa dihitung sendiri kalau kamu bekerja 4 jam per harinya.

Syarat menjadi barista Starbucks

Barista akan berhadapan langsung dengan pelanggan dan menjadi wajah gerai kopi yang pertama kali pembeli temui. Tak hanya membuat kopi, kamu juga harus mahir berkomunikasi dan memberi kesan yang baik bagi pembeli.

Selain itu, kamu dituntut menjadi orang yang cekatan dan rapi di samping selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Mau jadi barista di Starbucks? Pastikan dulu kamu orang yang antusias, memiliki kemampuan interpersonal yang kuat, mampu bekerja dalam tim dan mampu bekerja dalam sistem shift. Jika kamu mau menjadi full time barista, ini syaratnya:

  • Mempunyai pengalaman dalam bidang makanan dan minuman, hospitality, dan industri ritel 
  • Diutamakan dari jurusan perhotelan, pariwisata, dan ilmu sosial
  • Lulusan sarjana atau pendidikan tinggi lainnya.

Berbeda dengan full time, ini syarat untuk menjadi part time barista di Starbucks:

  • Bersedia bekerja minimal empat hari dalam seminggu
  • Minimal mahasiswa semester empat, diutamakan dari jurusan perhotelan, pariwisata, dan ilmu sosial.

Tertarik untuk mencobanya, kamu bisa kunjungi http://www.career-sbuxindonesia.com untuk mendaftar dan mengisi formulirnya. Oh iya, sebelum kamu mendaftar, baca dulu yuk keuntungan yang bakal kamu dapatin di bawah ini.

1. Jam kerja mulai dari empat jam sehari

Kenapa mahasiswa bisa bekerja di Starbucks? Salah satu alasannya, peraturan jam kerja mulai dari empat jam sehari. Jadi, mahasiswa tetap bisa kuliah sambil melakukan pekerjaan di gerai kopi tersebut.

Biasanya gerai Starbucks buka dari pagi sampai jam 11 malam. Empat jam tentu bukan masalah dong buat mahasiswa?

2. Jadwal fleksibel biar gak bentrok dengan jadwal kuliah

Kerja di Starbucks pun kasih kelonggaran buat para mahasiswa. Pasalnya, mereka bisa request jadwal agar gak bentrok dengan jadwal kuliah.

Mereka yang bekerja pun punya jatah dua hari off setiap minggu. Bahkan, kamu bisa minta pas weekend. Namun ya harus kira-kira juga, gak bisa setiap minggu kamu ambil pas weekend mengingat yang lain juga pasti pengin libur pas akhir pekan.

3. Minum kopi gratis

Yap! Masa kerja di Starbucks tapi gak pernah minum kopinya? Gak asyik dong. Nah, buat kamu yang kerja di gerai tersebut pasti bakal dapat jatah kopi gratis, kok.

Aturannya adalah empat jam kerja maka dapat satu minuman. Jadi, kalau kamu ambil delapan jam kerja dapat dua gelas. Asyik!

Lumayan kan hemat uang sampai Rp50 ribu kalau kamu beli Starbucks sebagai pelanggan. Dalam 30 hari, kamu bisa berhemat sampai Rp100 ribuan. Bisa buat beli paket data Internet tuh.

Gak cuma itu, biasanya pastry yang gak habis dan mau expired juga bakal dikasih buat para karyawan lho.

4. Dapat banyak pengalaman dan skill

Yang pasti, kamu bakal dapat banyak pengalaman sekaligus skill di sana. Kamu bakal diajarin cara menyajikan kopi alias jadi barista. Kemudian, biasanya para karyawan pun bakal berganti-gantian jadi kasir dan staf pastry.

Jadi, kamu gak bakal bosan karena kamu bisa belajar ilmu lainnya selain bikin dan jual minuman.

Plus, gak lupa pengalaman buat sajikan minuman ke pelanggan dan bersih-bersih jadi pengalaman yang luar biasa. Mungkin kamu di rumah gak pernah ngelakuin itu, tetapi di sana kamu jadi belajar deh. Selain itu, kamu pun belajar jadi orang yang ramah dan bisa mengendalikan emosi.

5. Kesempatan menggunakan mesin Masterna Espresso

Mesin ini ada di setiap gerai di Starbucks dan tergolong mahal harganya. Gak mungkin juga kan kamu membeli mesin itu? Nah, jika bekerja Starbucks, kamu bisa memakainya untuk meracik kopi pesanan pelanggan.

6. Bertemu dengan orang baru

Pembeli yang datang dan pergi memastikan bahwa kamu akan bertemu orang-orang yang baru. Dengan sapaan dan sambutan hangat, kamu pasti akan terlihat akrab dan ramah.

Kamu juga bisa lho mengobrol dengan pembeli, misalnya saat kamu mau membersihkan meja dan sekadar mengambil sampah cup. Ketika kamu mampu bangun keakraban biasanya akan datang kesempatan lain seperti terjalinnya pertemanan baru.

Dengan hadirnya teman baru, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi. Siapa tahu orang yang sudah kamu akrabi adalah seorang pengusaha dan kamu malah ditawari peluang berbisnis. Wah, untung banget, ya.

7. Dapat gelar coffee master

Kalau kamu berkomitmen buat belajar tentang kopi dan Starbucks, bisa jadi kamu bakal dapat gelar “coffee master”. Tentu gelar ini bisa jadi bekal kamu bila kamu pengin meneruskan passion kamu di dunia kopi.

Kalau dapat gelar “coffee master” di Starbucks, maka nanti kamu bakal berganti pakai black apron.

8. Gaji kerja part time di Starbucks lumayan

Seperti yang udah disampaikan di atas, belum ada informasi terbuka soal hal ini. Namun, kabarnya, untuk kerja full time Starbucks memberikan besaran gaji di atas UMR daerah. Nah, kerja part time pun bakal dapat gaji yang lumayan, tergantung lama shift kamu.

Buat kamu para mahasiswa yang pengin nambah pemasukan buat uang kuliah, bisa banget deh coba kerja paruh waktu di sana.

Jadi, tertarik gak? Yuk, cobain ikuti seleksinya. Pasalnya, gak mudah lho buat dapetin kerja part time di Starbucks. Jadi, kalau kamu bisa jadi salah satu staf mereka, bakal jadi pengalaman luar biasa banget. Kamu pun bisa bangga! (Editor: Chaerunnisa)