6 Cara Sopan Menolak Telemarketing dan Mencegah Mereka Telepon Kembali

Telemarketer kartu kredit (Shutterstock).

Telemarketer kartu kredit (Shutterstock).

Kamu pernah gak mendapatkan telepon dari nomor asing? Saat diangkat ternyata menawarkan produk-produk keuangan. Itulah yang dinamakan telemarketing. Sebagian besar dari kamu pasti buru-buru deh cari cara menolak telemarketing tersebut. 

Tergantung juga sih, kalau telemarketer itu bisa menawarkan produknya dengan baik, santun, dan tahu etika mungkin kita bakal senang mendengarkan penawaran dari dia. Tapi kalau sudah yang tahap mengganggu, telepon di jam kerja atau telepon dengan nada memaksa, mau gak mau ya kita tolak. 

Cara menolak telemarketing pun harus dengan sopan ya, karena mereka kan juga cuma menjalankan tugas pekerjaannya saja. Berikut ini beberapa tips cara menolak telepon dari telemarketer dengan sopan. 

1. Bilang sedang bekerja 

Seorang pria tengah memainkan ponsel (Shutterstock).
Seorang pria tengah memainkan ponsel (Shutterstock).

Cara menolak telemarketing yang pertama adalah katakan kalau kamu sedang bekerja. Pasalnya di dalam aturan OJK telemarketing sangat dilarang untuk mengganggu konsumen. Jadi kalau kamu bilang sedang bekerja, si telemarketer pasti juga akan mengerti kok dan langsung menutup sambungan teleponnya. 

2. Bilang sedang di jalan

Seorang pria menerima telpon di jalan (Shutterstock)
Seorang pria menerima telpon di jalan (Shutterstock)

Nah selain sedang bekerja, kamu juga bisa bilang sedang berada di jalan. Para telemarketer sudah paham kalau telepon sambil mengendarai kendaraan adalah tindakan yang berbahaya bagi keselamatan pengendara. Secara sadar sambil berkata maaf, si telemarketing bakal berhenti meneleponmu. 

Tapi kalau mereka masih kekeh langsung matikan saja teleponnya tanpa banyak basa-basi. 

3. Katakan dengan sopan ketidaktertarikan kamu 

Seorang wanita tengah menerima telpon saat sedang bekerja (Shutterstock).
Seorang wanita tengah menerima telpon saat sedang bekerja (Shutterstock).

Cara terbaik kedua adalah dengan secara terang-terangan mengatakan ketidaktertarikan kamu terhadap produk yang ditawarkan. Katakan dengan sopan, “Maaf, tetapi saya tidak tertarik dengan produk/layanan yang ditawarkan.” 

Kalau bisa katakan hal tersebut secepat mungkin, jangan sesudah mereka selesai menjelaskan produknya. Takutnya kamu dikira memberikan harapan ke telemarketer kalau kamu tertarik dengan produk mereka. 

4. Bilang sedang sakit 

Seorang wanita sedang sakit dan menerima telepon (Shutterstock).
Seorang wanita sedang sakit dan menerima telepon (Shutterstock).

Cara menolak telemarketing selanjutnya adalah dengan mengatakan kalau kamu sedang tidak enak badan. Meskipun itu sebuah kebohongan, tapi mereka bakal memakluminya kok, dan mematikan teleponnya. 

5. Bilang sudah punya produk yang mereka tawarkan 

Seorang wanita sedang menerima panggilan saat di jalan (Shutterstock).
Seorang wanita sedang menerima panggilan saat di jalan (Shutterstock).

Kamu juga bisa menolak dengan alasan sudah memiliki produk tersebut. Misalnya, si telemarketer menawarkan produk kartu kredit, bilang saja kalau kamu sudah memilikinya, dan tidak berminat untuk menambah kartu kredit. 

6. Tidak usah mengangkat teleponnya 

Seorang wanita sedang sakit (Shutterstock).
Seorang wanita sedang sakit (Shutterstock).

Meskipun berbagai cara menolak telemarketing sudah kamu lakukan tapi mereka masih ngotot telpon kamu berkali-kali, diamkan saja teleponnya, tidak usah diangkat. Lama-lama mereka juga bakal sadar diri kok

Itulah enam cara menolak telemarketing dengan sopan. Intinya, jangan menggunakan kata-kata kasar dan ingat, mereka juga hanya menjalankan pekerjaannya. 

Beberapa hal yang membuat telemarketer meneleponmu kembali meski telah ditolak 

Tapi terkadang, meski sudah kita tolak berkali-kali, masih banyak telemarketer yang getol banget buat telepon kamu di lain waktu. Hal itu terjadi biasanya karena mereka membaca gerak-gerikmu saat telepon, misalnya, 

  • Kamu mengangkat telepon mereka terlalu cepat
  • Kamu mengatakan ketertarikanmu terhadap produk, meskipun di akhir pembicaraan kamu menolak
  • Kamu merespon mereka dengan emosi. Ternyata merespon dengan emosi justru membuat telemarketer penasaran dan mencoba untuk meneleponmu lagi kemudian hari
  • Kamu memutuskan telepon di tengah penjelasan telemarketer. Mereka bakal meneleponmu balik dan menjelaskannya dari awal

Nah biar kamu gak ditelepon lagi di kemudian harinya, selain menggunakan cara menolak telemarketing di atas, kamu juga bisa meminta mereka untuk menghapus nomormu dari daftar potensial yang mereka miliki. Karena setiap telemarketing pasti punya daftar nomor-nomor calon konsumen potensial untuk di prospek tentang produk mereka. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis