6 Kebiasaan Jelek Orangtua yang Bisa Bikin Anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Boros

pribadi yang boros

Children see, children do. Yup, idiom ini ada benarnya loh. Anak-anak adalah perekam dan peniru yang ulung.

Sebagai orangtua, kita harus lebih berhati-hati dalam berkata-kata dan bersikap. Kalau kata dan perilaku baik yang ditiru sih bagus ya, tapi bayangkan jika kata dan perilaku jelek yang ditiru?

Sayang anak bukan berarti kita hanya memberikan apa yang mereka butuhkan secara jasmani seperti baju, sepatu, makanan, mainan dan pendidikan formal. Tapi lebih dari itu bapak-bapak, ibu-ibu.

Terlebih lagi soal keuangan. Gak mau dong anak-anak kita tumbuh jadi pribadi yang gak peduli dengan keuangan mereka.

Sadar gak sih sebenarnya banyak perilaku jelek dalam keuangan kita yang bisa memicu anak tumbuh jadi pribadi yang boros dan ceroboh dalam keuangan? Apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut:

[Baca: Begini Nih Cara Mendidik Anak dalam Hal Keuangan]

1.Gak pernah mengajarkan atau berdiskusi dengan anak soal keuangan

Keuangan bukan melulu hal yang ribet atau terlalu sulit untuk dipahami anak-anak kok. Tugas orangtua adalah menyisihkan waktu untuk bersama-sama dengan anak memberi pendidikan keuangan sesuai dengan usianya.

Kreativitas dan kesabaran orangtua emang sangat dituntut dalam hal ini. Bisa lewat praktek langsung semisal ngajak anak berbelanja ke pasar dan melihat transaksi jual-beli di sana.

pribadi yang boros

Ayo adik-adik ikut bunda ke pasar jangan ke mall melulu dong!

Nah, bisa dibayangkan gak kalau orangtua bersikap acuh tak acuh karena menganggap berbincang soal keuangan itu terlalu berat buat anak. Ya si anak bisa tumbuh jadi pribadi yang acuh tak acuh juga soal keuangannya nanti.

2.Meniru gaya hidup orang lain

Banyak orang yang ingin hidup dengan standar hidup yang dimiliki orang lain, mencontoh tetangga yang penghasilannya lebih besar semisal. Menghambur-hamburkan uang supaya dilihat setara dengan orang lain.

Apa iya kalau tetangga beli mobil baru lalu kita tanpa pikir panjang ikutan membeli mobil baru? Kebiasaan meniru seperti ini tanpa sadar akan ditiru oleh anak loh.

Mereka akan berpikir gaya hidup membeli tanpa pertimbangan dan hanya ikut-ikutan saja itu gak berbahaya buat keuangan. Ujung-ujungnya bisa terjerat utang sana-sini karena menghalalkan segala cara untuk bisa memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain.

3.Selalu memenuhi permintaan anak

Saat me time dengan anak, pergi ke mal atau ke tempat wisata misalnya. Banyak orangtua yang gak mau pusing dengan rengekan atau anak yang merajuk saat minta dibelikan sesuatu.

Entah itu makanan, minuman atau bahkan mainan. Berapa pun harganya dan masalah apakah yang diminta anak itu baik atau tidak untuk anak, tetap dibelikan.

pribadi yang boros

Senang rasa hatiku dapetin semua yang kuinginkan asyiiik!

Sadarkah kita kalau dengan membiasakan hal seperti ini akan bikin anak menjadi pribadi yang manja dan merasa segala yang mereka minta pasti diberikan. Saat dewasa, dia akan melakukan hal yang sama, membeli semua hal yang diinginkan. Mereka gak akan bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

[Baca: Ini Alasan kenapa Pendidikan Keuangan Anak Penting Diajarkan Sedini Mungkin]

4.Terbiasa membeli barang bermerek

Membeli barang yang bermerek itu gak salah sih. Karena barang-barang bermerek memiliki kualitas yang prima, sehingga sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Tapi saat membeli barang bermerek ini menjadi sebuah keharusan di setiap aktivitas belanja, akan bisa jadi bumerang untuk anak.

Barang bermerek memiliki nilai yang tinggi, bayangkan jika anak terbiasa dengan barang bermerek, padahal banyak barang yang gak bermerek tapi memiliki kualitas yang cukup baik. Anak akan jadi pribadi yang boros karena semua barang yang dimiliki wajib bermerek. Gak peduli walau harus menumpuk utang kartu kredit dan menguras tabungan mungkin.

5.Gak pernah menabung

Salah satu pendidikan keuangan yang paling mendasar dan wajib diperkenalkan kepada anak adalah menabung. Setiap oangtua wajib loh mengajarkan anak menabung. Gak hanya menyediakan celengan atau membuka rekening bank untuk anak ya.

Tapi kalau orangtua sendiri ternyata gak pernah menabung, teladan apa yang bisa didapatkan oleh sang anak? Mungkin mengajarkan anak untuk menyisihkan sebagian dari uang jajannya untuk ditabung kelihatan remeh atau sepele. Tapi tahu gak sih, jika dilakukan secara konsisten, dampaknya besar loh untuk di masa mendatang.

6. Mempertahankan gaya hidup konsumtif

Seringkali membeli barang-barang hanya karena alasan ‘ih lucu’ atau ‘wah lagi diskon tuh!’ Padahal udah jelas-jelas barang tersebut gak dibutuhkan, bahkan gak sedikit yang gak digunakan sampai rusak dan dibuang di tempat sampah.

pribadi yang boros

Sikat sana, sikat sini, kalap deh lihat SALE di mana-mana!

Gaya belanja barang-barang hanya untuk memuaskan nafsu sekejap yang tiba-tiba datang itu biasa disebut konsumtif. Anak yang melihat orangtua membeli ini itu namun gak digunakan bakal merekam dalam ingatannya dan meniru saat mereka punya uang.

Dalam benak mereka, membeli barang apapun yang diinginkan itu sah-sah aja, gak harus lihat kondisi kantong. Secara gak sadar orangtua yang punya gaya hidup konsumtif mengajarkan anaknya tentang pengeluaran yang mubazir.

[Baca; Yuk Bijak Memilih Beri Uang Jajan Anak atau Bawa Bekal ke Sekolah]

Menjadi orangtua itu memang sebuah tugas yang maha berat. Dari mana anak bisa mendapat teladan tentang manajemen keuangan yang baik kalau bukan dari orangtua mereka sendiri?

Anak-anak akan menyerap pengetahuan jauh lebih baik saat orangtua terlibat dan melalui kejadian nyata di lapangan. Jadi, ayah, bunda dan untuk para calon orangtua, pastikan si buah hati mendapat teladan terbaik ya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →