6 Tips Perencanaan Keuangan yang Sebetulnya Tak Perlu Kamu Ikuti

Bicara soal perencanaan keuangan, banyak tips yang mungkin sudah sering kamu dengar. Sebagian besar mungkin sudah ada yang kamu hafal di luar kepala.

Sebagai contoh, beberapa tips mengatakan kalau kamu harus sisihkan 20 persen untuk Down Payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kemudian, ada pula yang menganjurkan agar kamu bisa memiliki tabunga bersama pasangan. Lalu, tips perencanaan keuangan dengan sisihkan 10 persen gaji pun sudah biasa banget kamu dengar.

Sebetulnya, dari semua tips tersebut, gak semuanya perlu diikuti. Ada beberapa tips perencanaan keuangan yang bisa saja kamu langgar. Contohnya sebagai berikut:

1. Sisihkan 20 persen untuk DP rumah

Memilih hunian. Ilustrasi

Kamu pasti pernah dengar atau membaca tips kalau pengin KPR rumah, maka perlu sisihkan 20 persen gaji untuk membayar down payment (DP). Aturan ini memang bisa jadi kamu jalankan namun juga belum tentu cocok dilakukan.

Sebab, harga properti terus melambung tinggi maka kamu perlu bikin target maksimal lima tahun untuk mengumpulkan DP. Lebih dari itu, kamu harus membuat persentase lebih tinggi atau mencari rumah dengan harga yang memang cocok dengan gaji.

Salah satu alasannya adalah harga rumah yang terus melambung tinggi. Jadi, kamu perlu memasukkan persentase kenaikan harga rumah per tahun saat sisihkan dana untuk DP tersebut.

2. Punya tabungan bersama dengan pasangan

Memiliki tabungan bersama pasangan. Ilustrasi

Saat jelang menikah nanti, sering kali kamu dengar bahwa pasangan harus punya tabungan bersama. Namun, perencanaan keuangan seperti ini gak selalu harus diikuti, kok.

Maksudnya gak semua dana harus kamu satukan dalam satu akun bersama. Kamu dan pasangan bisa tetap punya tabungan masing-masing. Kemudian, kalian bisa menyisihkan sebagian penghasilan dalam satu tabungan lain.

Kenapa? Yang terpenting adalah komunikasi jujur antara pasangan soal uang. Jadi, kamu gak harus satukan dulu semua uang buat bisa jujur, kan?

3. Penggunaan kartu kredit

Bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Ilustrasi

Memang tak bisa dipungkiri kalau kartu kredit bisa menjadi sumber jeratan buat kamu tenggelam dalam utang. Itu bisa saja terjadi kalau kamu gak bijaksana menggunakannya.

Bijak menggunakan kartu kredit bukan berarti kamu sama sekali gak bisa pakai kartu tersebut. Untuk apa kamu bikin kartu kredit kalau gak digunakan atau cuma digunakan saat mendesak saja?

Pasalnya, kartu kredit memiliki banyak keuntungan. Beberapa di antaranya adalah program diskon atau cashback yang bisa meringankan pengeluaran kamu. Contoh, ada program diskon atau cashback buat belanja di supermarket, isi bensin, dan sebagainya. Lumayan, kan?

Selain itu, penggunaan kartu kredit pun bisa memudahkan kamu untuk tracking pengeluaran selama sebulan. Sebab kamu bisa lihat tagihan dan apa saja pengeluaran di bulan itu.

4. Selesaikan KPR atau kredit lain secepat mungkin

Pasangan membeli rumah. Ilustrasi

Bagi beberapa orang, punya utang itu bikin gerah. Rasa-rasanya bikin hati gak tenang. Jadilah, ada yang ingin menyelesaikan KPR atau kredit lain secepat mungkin.

Namun, ternyata melunasi kredit lebih cepat dari tenor yang sudah disepakati bisa jadi merugikan. Salah satu alasannya adalah biaya penalti yang dikenakan pada pelunasan yang dipercepat.

Biasanya KPR menerapkan biaya penalti mulai dari 1 persen atau lebih dari sisa pokok utang. Sementara KTA (Kredit Tanpa Agunan) lebih besar lagi yaitu 1 persen dari sisa pokok utang kamu.

5. Sisihkan 10 persen gaji buat tabungan

Menabung. Ilustrasi

Tips perencanaan keuangan ini juga sudah umum banget deh. Bagus memang jika menyisihkan 10 persen gaji buat ditabung atau investasi. Namun, tahukah kamu kalau ternyata 10 persen gaji belum tentu cukup buat hidup di masa tua.

Jadi, beberapa ahli keuangan sekarang malah menyarankan buat menyisihkan gaji buat ditabung dan investasi sebanyak mungkin. Gak ada patokan berapa persen buat disisihkan. Angka 10 persen itu adalah angka minimal.

Contohnya, jika gaji kamu Rp 10 juta dan hanya disisihkan Rp 1 juta, sayang banget, kan? Dalam setahun kamu hanya punya Rp 12 juta padahal gaji sudah di angka Rp 10 juta. Kalau memang kamu bisa sisihkan sampai 50 persen seperti prinsip orang Tionghoa, kenapa gak?

Ingat, biaya hidup sebenarnya tidak besar, kok. Yang bikin gaji kamu habis biasanya lebih ke gaya hidup.

6. Harus punya gelar pendidikan tinggi buat dapat kerja bagus

Berpendidikan tinggi diperlukan demi mendapatkan pekerjaan baik. Ilustrasi

Ini dia satu lagi tips yang udah out of date. Menyisihkan uang buat raih pendidikan setinggi-tingginya memang gak salah. Namun, punya prinsip punya gelar pendidikan tinggi buat dapat pekerjaan yang bagus gak selalu benar, kok.

Zaman dulu biaya pendidikan jauh lebih rendah daripada gaji kamu. Namun, kini kenyataan tersebut udah berubah sebaliknya. Biaya pendidikan tinggi banget, sementara gaji cukup rendah.

Kamu menggelontorkan dana berpuluh-puluh juta bahkan ratusan juta buat dapat gaji Rp 4 jutaan di awal bekerja. Investasi yang cukup berisiko, kan?

Bukan berarti pendidikan tinggi gak perlu, namun, kamu harus pintar-pintar memprediksi mana yang memang bakal bisa bikin kamu punya pekerjaan yang bagus di masa depan.

Biar gak rugi-rugi banget, dana pendidikan bisa ditabung dengan cara investasi. Dengan demikian, uang dalam tabungan tersebut gak tergerus inflasi.

Yang pasti, pastikan kamu punya skill cukup kuat agarr bisa diterima perusahaan bergengsi. Jangan cuma andalkan title saja melainkan belajarlah sungguh-sungguh di universitas tempat kamu menuntut ilmu.

Sudah siap untuk menerapkan tips perencanaan keuangan yang disebutkan di artikel ini? Yuk, sekarang lebih bijak lagi menerapkan berbagai tips keuangan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →