8 Ide Bisnis Kecil-Kecilan yang Bisa Dilakukan di Desa

bisnis kecil kecilan

Meski banyak yang merantau, kampung halaman tetap bisa bikin kamu makmur lewat bisnis kecil kecilan lho. Ada berbagai usaha yang menguntungkan di desa yang bisa kamu tekuni. Apalagi sekarang teknologi informasi udah berkembang, internet pun bisa masuk ke wilayah pedesaan.

Coba deh perhatikan, gak sedikit kisah-kisah sukses yang menceritakan tentang keberhasilan seseorang ketika membuka usaha di kampung atau desa.

Potensi usaha yang menguntungkan di desa

So, khusus buat kamu yang bercita-cita membangun usaha di kampung halaman, mungkin ada baiknya buat melirik ide usaha potensial di desa ini. Yuk mari kita cari tahu apa aja bisnisnya.

1. Jualan sayur

Dengan berjualan sayur saat di kampung bisa banget lho

Ada banyak peluang usaha rumahan di desa. Selain toko sembako, kamu juga bisa buka toko sayur di rumahmu lho. Kamu tinggal belanja di pasar aja pas subuh, dan jual lagi hasil belanjaanmu kepada tetangga.

Modal usaha ini tentunya bisa aja di bawah Rp1 juta kalau emang sayur yang dibeli gak banyak. Kamu tinggal gelar lesehan aja, gak perlu beli rak atau etalase. Selain modalnya tidak besar, jualan sayur adalah jenis bisnis yang laku setiap hari lho. Pasalnya semua orang butuh memasak setiap hari, jadi mereka tentu akan berbelanja bahan makanan setiap hari juga, kan?

Tapi wajib diingat nih, kalau emang akses ke pasar dari perkampungan itu cukup jauh, mungkin kamu bisa dapat cuan banyak. Tapi kalau aksesnya deket banget, pikir-pikir deh pengin jualan sayur. Warga setempat tentunya lebih milih belanja langsung di pasar.

2. Konter pulsa

Jualan pulsa di kampung juga bisa kamu lakukan lho
Jualan pulsa di kampung juga bisa kamu lakukan lho, (TEMPO/Subekti).

Walaupun di ibu kota toko-toko ini udah mulai berkurang, tapi di perkampungan masih cukup laris kok. Apalagi masih banyak orang yang belum punya rekening bank. Usaha konter pulsa ini juga sangat cocok jadi peluang usaha di desa berkembang yakni desa yang mulai terbuka dengan peluang ekonomi baru seperti halnya di kota. 

Di desa berkembang, warganya mulai terhubung dengan teknologi komunikasi sehingga akhirnya banyak orang yang butuh membeli pulsa. Nah, cocok banget kan dengan usaha konter pulsa ini.

Gak repot kok buat membangun konter pulsa. Dirikan aja di depan teras rumahmu di desa. Dengan catatan, rumahmu harus sering dilalui orang ya.

Biar gak bingung, kira-kira segini modal awal buat mendirikan kios atau konter tersebut.

  • Etalase kaca ukuran kecil: Rp200 ribu
  • Kartu perdana 1 pack: Rp200 ribu
  • Deposit Pulsa: Rp600 ribu

Total: Rp1 juta

Seandainya bisnis ini makin laris seiring dengan berjalannya waktu, kamu bisa sediakan pulsa listrik atau jasa reparasi ponsel. Tapi PR pertama ya jalanin dulu tuh bisnis konter pulsanya.

3. Warung makan

Buka warung makan juga bisa kamu lakukan lho saat di kampung

Di mana pun juga, warung makan pasti jadi bisnis kecil kecilan yang laris. Itu karena semua orang butuh makan setiap hari, dan gak semua orang sempat buat masak di rumah.

Kalaupun masak, mereka bisa aja beli nasi putih di warungmu. Atau mungkin beli lauk-pauk tertentu yang jadi menu andalan di warungmu. Jadi ini juga termasuk bisnis yang laku setiap hari.

Gak mahal buat mendirikan warung makan kecil di desa. Andalkan aja rumahmu sendiri, lalu masaklah menu beragam dengan porsi yang banyak. Dan jangan lupa, sediakan nasi uduk dan nasi biasa biar pilihannya makin banyak.

Biar gak bingung, inilah perkiraan modal awal buat bikin warung makan di desa.

  • Peralatan masak: Rp1,5 juta
  • Peralatan makan: Rp1 juta
  • Meja dan kursi plastik: Rp1 juta
  • Bahan baku masak harian: Rp500 ribu
  • Biaya lain-lain: Rp500 ribu

Total: Rp4,5 juta

Eh ya, satu lagi nih. Pastinya asyik juga tuh kalau di warung makanmu ada jajanan-jajanan pasar seperti gemblong, klepon, donat kentang, dan sebagainya. Bocah-bocah pasti bakal ramai beli jajanan saat pagi-pagi pengin ke sekolah.

4. Ternak ayam kampung

Kalau ternak kambing atau sapi masih kemahalan, gimana kalau ternak ayam aja? Tentu biayanya masih terjangkau.

Ayamnya ayam kampung ya, jangan ayam negeri. Telur ayam kampung aja diburu kok. So selain bisa jual daging, kamu juga bisa jualan telur. Berikut rincian modal bisnis ternak ayam kampung.

  • Kandang ayam: Rp2,5 juta
  • Peralatan ternak: Rp2 juta
  • DOC ayam: Rp7 ribu x 100 ekor: Rp700 ribu
  • Pakan dan minum ayam: Rp3 juta
  • Obat dan vitamin: Rp2 juta

Total: Rp10.200.000

Oh iya DOC itu maksudnya apa sih? Itu artinya day old chicken alias anak ayam alias pitik.

5. Pangkas rambut

Membuka pangkas rambut juga bisa kamu lakukan lho saat berada di kampung
Membuka pangkas rambut juga bisa kamu lakukan lho saat berada di kampung, (TEMPO/Dian Triyuli Handoko).

Bisnis pangkas rambut bisa jadi salah satu ide bisnis kecil kecilan di desa loh. Asalkan gak ada pesaing dengan usaha yang beroperasi di wilayah dekat rumahmu.

Ingat film si Doel Anak Sekolahan? Tahu sama adeknya si Doel yang namanya Atun kan? Atun mendirikan bisnis salon yang bernama Salon Zaitun. Kebanyakan yang jadi pelanggan Salon Zaitun ya tetangga-tetangga sendiri.

Salon emang sedikit lebih mahal, pasalnya kamu gak cuma nyukurin rambut orang melainkan juga keramasin mereka. Pastinya kamu harus belanja obat-obat perawatan rambut plus modal kursi keramas.

Biar kata kamu berbisnis tempat pangkas rambut, sebisa mungkin gak usah niru pangkas-pangkas rambut pinggir jalan Asli Garut ya. Coba buat tempat pangkas rambut indoor dan bersih. Pasti laris kok. Berikut rincian modal awalnya.

  • Mesin cukur 2 buah: Rp700 ribu
  • Sisir rambut 2 buah: Rp20 ribu
  • Gunting potong rambut: Rp100 ribu
  • Gunting sasak: Rp150 ribu
  • Pisau cukur: Rp30 ribu
  • Silet isi ulang 20 kotak: Rp45 ribu
  • Handuk kecil satu set: Rp180 ribu
  • Kap penutup badan dua buah: Rp90 ribu
  • Botol Semprot barbershop: Rp30 ribu
  • Jepit buaya kecil satu pack (isi 10): Rp10 ribu
  • Jepit buaya besar satu pack (isi 10): Rp15 ribu
  • Mangkok sabun / foam dua buah: Rp10 ribu
  • Sikat bulu: Rp25 ribu
  • Kursi pangkas dua buah: Rp2 juta
  • Cermin besar 2 buah: Rp2 juta
  • Cermin kecil: Rp50 ribu

Total:  Rp5.455.000

6. Toko sembako

Membuka toko sembako bisa kamu jalani nih saat berada di kampung

Toko sembako alias sembilan bahan pokok emang jadi tempat belanja andalan bagi para warga desa. Selain itu, toko ini juga bisa dibuka di rumah sendiri.

Gak usah gede-gede tokonya, yang penting semuanya lengkap. Itu udah cukup buatmu buat menjalankan bisnis kecil kecilan ini.

Meski tokomu bukan toko ritel baju yang mana harus ada display barang dan sebagainya, tapi kebersihan tetap harus dijaga. Kalau tokonya berantakan, yang ada orang males belanja di sana. Betul gak?

Tertarik mendirikan toko sembako di desa? Berikut modal awalnya.

  • Etalase toko: Rp1 juta
  • Timbangan, kalkulator, kotak uang, dan sebagainya: Rp900 ribu
  • Pembelian barang-barang sembako secara lengkap perbulan: Rp5 juta

Modal awal: Rp6,9 juta

7. Pom bensin mini

Membuka pom bensin mini bisa kamu lakukan juga saat di kampung

Terkadang, akses kendaraan ke pom bensin terdekat mungkin terasa jauh. Apalagi jika desamu cukup jauh dari pusat kota. Nah buat mensiasati masalah ini, kamu bisa membuka usaha di daerah sepi dengan mendirikan pom bensin mini lewat kemitraan alias franchise.

Pom bensin mini tentu lebih aman ketimbang jual bensin eceran di botol. Jelas aja, pom bensin ini punya booth yang di dalamnya diisi dengan tabung anti pecah. Otomatis, bensinnya gak bakal tumpah atau tercecer.

Bila tertarik, kamu bisa menjalin franchise dengan Galaxy Pertamini. Paket usaha termurah yang mereka tawarkan adalah Rp9 juta. Dengan modal sebesar itu kamu bakal dapat:

  • Booth Ukuran 68 x 68 x 215 cm
  • Drum Kapasitas BBM 210 L (drum)
  • Selang 3,5 meter
  • Alat ukur 1 buah
  • Listrik 30 Watt

Semakin jauh lokasi pom bensinnya dari lokasi stasiun pengisian bahan bakar, tentu semakin untung. Jelas aja karena orang bakal beli bensin di pom bensin mini punyamu. So, pom bensin ini jelas bisa dilirik sebagai contoh usaha yang menjanjikan di masa depan.

8. Bisnis tempat nongkrong sederhana

Desa sekarang tidak seperti dulu lagi yang sepi dan ketinggalan zaman. Bahkan aktivitas ekonomi desa kini tak jauh berbeda dari kota lho. Ada banyak toko-toko besar yang berdiri dan rumah makan franchise yang mulai masuk, pokoknya gak kalah ramai deh dari kota!

Mata pencaharian masyarakat desa pun sekarang makin beragam, begitu juga dengan gaya hidup mereka. Kumpul-kumpul bersama teman tidak hanya bisa dilakukan di pos ronda, masyarakat desa mulai suka nongkrong di warung atau kafe sederhana. 

Nah, peluang usaha unik di desa ini bisa kamu manfaatkan. Mulailah dengan membuka angkringan sederhana yang dilengkapi dengan WiFi. Kamu bisa menyediakan kopi panas, kopi jahe, teh jahe dan aneka jenis minuman hangat maupun dingin, juga camilan ringan. Dijamin angkringan kamu bakal laris.

Dari bisnis kecil kecilan jadi bisnis raksasa

Bisnis kecil bisa saja menjadi besar kalau kamu menjalankannya tekun

Itulah delapan bisnis kecil-kecilan yang bisa kamu coba di kampung halaman. Walaupun judulnya adalah bisnis kecil-kecilan, tapi seiring dengan berjalannya waktu bisa jadi besar dan jadi usaha yang menguntungkan di desa lho.

Coba kamu ingat-ingat gimana kisah perjalanan bisnis Bob Sadino. Dulu dia cuma jualan telur ayam negeri, tapi akhirnya bisa punya Kemchick.

Sejatinya, terlepas dari di desa atau di kota, kalau emang malas ya pasti gak berhasil. Wong yang rajin aja bisa gagal kok, apalagi yang malas-malasan atau setengah-setengah dalam menjalankan bisnis.

Pokoknya selalu ingat sama pesan om Bob Sadino dalam mengelola bisnis kecil kecilan ya. Usahakan buat berbisnis di sektor yang kamu kuasai dulu.

[Baca: 9 Nasihat Bob Sadino Biar Bisnis Modal Kecil Untung Besar]