Ada 7 Jenis Penghasilan, Kamu Sudah Punya yang Mana Aja?

Seorang pria sedang membuka dompet yang berisi uang (Shutterstock).

Jenis penghasilan itu bermacam-macam. Ada yang diterima setiap bulan, tahunan, mingguan, atau bahkan harian. Dilihat dari sifatnya, penghasilan bisa dikategorikan menjadi dua yaitu penghasilan aktif dan pasif. Aktif tentu yang didapat dari kerja, sementara itu pasif adalah yang didapat tanpa kita bekerja.

Tapi kalau dilihat dari “sumbernya,” penghasilan itu sendiri jenisnya ada tujuh. Gak semua orang di dunia ini sanggup memiliki kedelapan penghasilan itu. Mau tahu apa saja jenis penghasilan yang dimaksud? Cek di bawah sini yuk.

1. Gaji atau upah

Gaji (Shutterstock).
Gaji (Shutterstock).

Jenis penghasilan ini didapat oleh mereka yang bekerja oleh suatu instansi atau perusahaan. Penghasilan ini juga bisa dikategorikan sebagai penghasilan aktif.

Intinya, mereka yang menerima penghasilan ini adalah yang berstatus karyawan. Apakah kamu salah satu di antaranya?

2. Laba 

Laba (Shutterstock).
Laba (Shutterstock).

Buat kamu yang punya bisnis, penghasilan inilah yang bakal kamu dapatkan. Intinya, laba adalah suatu penghasilan yang didapatkan ketika kamu “membeli atau menciptakan” suatu produk atau layanan, dan menjualnya ke orang lain.

Dalam kasus ini, tentu saja kamu akan membeli dalam harga murah dan menjualnya di harga yang lebih tinggi. Bukan sebaliknya ya.

Laba itu sendiri ada dua, ada laba kotor dan laba bersih. Laba kotor adalah total penjualan tanpa dikurangi oleh biaya operasional, sedangkan laba bersih adalah keuntungan bersih yang kamu terima dalam bisnismu.

3. Imbal hasil bunga

Bunga Tabungan terus merangkak naik (Shutterstock).
Bunga Tabungan terus merangkak naik (Shutterstock).

Penghasilan yang satu ini kerap disebut dengan sebutan “yield.” Imbal hasil bunga didapat lewat sebuah investasi di deposito, reksadana, surat berharga, dan lainnya. Jelas sekali, ini adalah penghasilan yang masuk dalam kategori penghasilan pasif. 

4. Imbal hasil dividen

Dividen (Shutterstock).
Dividen (Shutterstock).

Kalau yang satu ini, hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah berinvestasi di pasar modal. Lebih tepatnya adalah saham. Dividen adalah hasil atas penanaman modal yang diperuntukkan bagi para investor saham jangka panjang. Imbal hasil tersebut, berasal dari laba perusahaan yang bersangkutan, di mana dari laba itu, sebagian disebar kepada para pemegang sahamnya. 

Jumlah dividen yang diterima pemegang saham cukup bervariatif. Namun tentunya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dipegang.

5. Capital gain

Capital gain (Shutterstock).
Capital gain (Shutterstock).

Sejatinya, ini bukanlah sebuah penghasilan melainkan sebuah keuntungan yang didapat lewat investor dari selisih harga jual dan harga beli sebuah aset. Keuntungan ini dinikmati oleh para investor saham atau properti. 

Tanpa adanya penjualan aset yang dilakukan investor, maka capital gain gak akan menjadi sebuah penghasilan. Capital gain juga bisa berbalik arah jadi capital loss karena banyak faktor. Hal ini seringkali terjadi di pasar modal.

6. Penghasilan royalti

Seorang pria mendapat uang royalti (Shutterstock).
Seorang pria mendapat uang royalti (Shutterstock).

Jenis penghasilan ini seringkali diterima oleh para seniman atau penulis buku. Intinya, para seniman atau penulis akan mendapatkan bayaran royalti jika karyanya berhasil terjual dalam jumlah tertentu.

Royalti sendiri masuk dalam kategori penghasilan aktif. Mengingat masuk dalam kategori aktif, maka penghasilan ini pun dibebani pajak.

7. Penghasilan sewa

Rumah disewakan (Shutterstock)
Rumah disewakan (Shutterstock)

Penghasilan ini didapat lewat menyewakan aset ke pihak lain, sebut saja seperti kendaraan, rumah, ruko, tanah, dan lain sebagainya.  Intinya, aset itu tetap jadi milik kita dan tidak berpindah tangan. Namun keberadaan aset ini justru dimanfaatkan untuk mencari penghasilan lain. Sifat dari penghasilan ini adalah pasif. 

Itulah tujuh jenis penghasilan yang harus kamu ketahui. Kira-kira di usiamu saat ini, kamu sudah punya penghasilan yang mana saja? Gak sedikit kok yang masih mengandalkan penghasilan nomor satu untuk hidup. Namun mau sampai kapan penghasilanmu segitu-gitu saja.

Ingat lho, dengan adanya inflasi, penghasilan bulanan kita bisa jadi gak ada artinya di masa depan. Oleh karena itu sangat wajib tentunya untuk memiliki penghasilan pasif lewat investasi, biar masa depanmu makin tenang. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis