7 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Beli Rumah Pertama Kali

beli rumah pertama kali

Semua orang termasuk kamu pasti mau bingits ya punya rumah. Selain merupakan kebutuhan primer, rumah yang nyaman dan layak ditinggali juga bisa jadi investasi. Namun, sayangnya uang yang harus dikeluarkan untuk bisa memiliki sebuah rumah gak main-main jumlahnya.

Perbankan melihat permasalahan tersebut dan menawarkan solusi kepemilikan rumah dengan sistem kredit. Akhirnya mulai banyak orang yang berbondong-bondong mengajukan kredit kepemilikan rumah.

Antusiasme yang tinggi dari mereka yang sudah kebelet punya rumah pun seringkali berakhir dengan penyesalan dan kekecewaan. Gak sedikit juga dari mereka yang langsung menjual kembali rumah yang baru saja dibeli.

Kenapa bisa gitu ya? Hal itu terjadi karena masih banyak orang yang melakukan beberapa kesalahan saat beli rumah pertama kali. Berikut 7 kesalahan tersebut:

1. Kurang edukasi diri sendiri

Segala sesuatu yang berhubungan dengan properti pasti kompleks, butuh proses yang gak sebentar, dana besar dan berisiko. Nah, ada baiknya sebelum berniat membeli properti seperti rumah misalnya, persenjatai diri dulu dengan pengetahuan yang tepat dan cukup.

beli rumah pertama kali

Hari gini musti jangan gaptek dong, tinggal klik sana klik sini bisa makin pinter loh! (credit image : Viva) 

Hari gini informasi apapun yang kita butuhkan banyak tersedia kok, tinggal klik aja! Tapi ingat, teliti sumber informasinya juga ya, pastikan situsnya terpercaya dan up to date.

Jangan hanya berhenti di situ dong! Rajin-rajin ngobrol sama teman-teman yang sudah punya pengalaman beli rumah juga berguna loh! Sesekali coba daftar di seminar properti supaya dapetin informasi yang lebih akurat lagi.

2. Kurang memahami kondisi keuangan

Memiliki niat membeli rumah pastinya idaman semua orang. Antusiasme memiliki rumah idaman sering bikin orang lupa dengan kondisi keuangan. Yang terjadi selanjutnya adalah tepok jidat karena memilih unit rumah yang melebihi kemampuan finansial.

Gak salah kok punya keinginan membeli rumah yang bagus, modern dan layak. Tapi, lebih baik cek dulu rekening kamu. Lalu pikirkan juga kebutuhan-kebutuhan yang lain. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Intinya sadar diri deh, punya budget Rp 100 juta ya jangan beli rumah yang Rp 650 juta. Gak sedikit loh yang maksain beli rumah mahal dan berujung dengan utang-piutang. Mau punya rumah kok malah nelongso bro!

beli rumah pertama kali

Uang bukan segalanya, tapi segala sesuatu di dunia butuh uang bro! Cek lagi kondisi keuangan sebelum ambil keputusan (credit image : Teropongbisnis) 

3. Gak memperhitungkan cicilan

Saat survei tipe rumah yang akan dibeli secara kredit, ada satu hal yang paling krusial. Hal itu adalah harus mengetahui secara pasti, berapa alokasi anggaran kamu untuk beli rumah. Bikin kalkulasi kasar tentang pengeluaran setiap bulan ditambah biaya cicilan rumah.

Dari kalkulasi itu kamu bisa melihat, dengan penambahan cicilan rumah setiap bulan tersebut akan menambah beban pengeluaran atau gak. Membeli rumah dengan sistem kredit membutuhkan kesabaran karena sifatnya jangka panjang.

Selain itu, pastikan kamu memilih unit rumah dengan nominal cicilan per bulan yang kamu sanggupi. Setiap kredit pemilikan rumah pasti menyediakan pilihan plafon kredit yang bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pembeli.

Terkadang orang yang berencana membeli rumah, merasa sanggup karena menggabungkan antara pendapatan, bonus dan kenaikan gaji setiap tahun. Padahal bonus dan kenaikan gaji merupakan sesuatu yang sifatnya belum pasti.

beli rumah pertama kali

Beli rumah lewat sistem kredit harus itung-itung cicilannya dulu, pastinya gak segampang cicilan panci ya! (credit image : Amazonaws) 

4. Lupa memasukkan biaya ekstra

Saat sudah niat beli rumah, kamu gak boleh mengeluh saat ternyata bakalan banyak biaya tak terduga. Selain cicilan rumah setiap bulan, ada biaya ekstra lain yang harus disiapkan saat membeli rumah.

Biaya-biaya tersebut antara lain, biaya appraisal, asuransi jiwa, notaris dan pajak properti. Biaya-biaya ekstra ini sering dilupakan oleh para calon pembeli rumah.

Oh iya, nominal biaya estra tersebut disesuaikan dengan lokasi rumah ya. So, siap-siap deh dengan kemungkinan pengeluaran yang membengkak setelah akad jual beli rumah selesai.

beli rumah pertama kali

Jangan tepok jidat ya dengan biaya ekstra, salah satunya jasa Notaris biar aset kamu legal (credit image : Rumahku) 

5. Terlalu mudah percaya promosi

Salah satu trik yang digunakan oleh para pengembang properti adalah membuat brosur promosi yang semenarik mungkin. Belum lagi dengan iming-iming hadiah, uang muka dan cicilan ringan.

Gak sedikit dari janji-janji surga tersebut yang pada kenyataannya berbeda bahkan ada yang fiktif. Kejelian dan kehati-hatian kamu sebagai calon pembeli harus lebih ditingkatkan ya. Kalau gak, ujung-ujungnya bakal kecewa berat.

beli rumah pertama kali

Brosur emang dibuat semenarik mungkin, tapi jangan terbuai sampai mabuk kepayang ya! (credit image : Pixeldesign) 

Tanya Lifepal - Untuk Pertanyaan Keuanganmu
Bagaimana cara mengelola uang pesangon untuk korban PHK karena Covid-19?Dijawab : Eko Endarto, CFP, RFA

6. Gak melibatkan profesional

Kebanyakan orang merasa sudah paham dan mengerti unit rumah yang akan dibeli seutuhnya. Namun, setelah unit rumah selesai dibangun atau ditempati banyak ketidakpuasan dan masalah di sana-sini.

Gak ada salahnya dan gak rugi mengeluarkan sedikit uang untuk menggunakan jasa profesional yang mengerti tentang properti. Mereka adalah orang-orang yang bisa memberi saran tentang lingkungan rumah, struktur bangunan, lokasi strategis, bebas banjir hingga ke nilai jual rumah di kemudian hari.

beli rumah pertama kali

Kalau emang bisa minta bantuan mbak-mbak yang manis dan ahli dalam soal rumah kenapa gak?  (credit image : Kabarbisnis) 

7. Terburu-buru mengambil keputusan

Beli rumah gak kayak beli baju ya, bisa dibiarkan gak terpakai di lemari kalau gak suka. Itulah kenapa kamu gak boleh terburu-buru baik dalam memilih developer, bank atau agen properti.

Pilih perbankan yang kira-kira bisa memberi pembiayaan dengan cicilan yang sesuai kemampuan kamu. Lalu lanjutkan dengan menemukan developer atau agen properti yang kompeten dan dapat dipercaya.

Jangan malas memeriksa profil dan track record agen properti yang akan kamu pilih. Pastikan mereka profesional dan dapat membantu kamu mendapatkan rumah yang sesuai mimpi kamu sekaligus pas dengan kantong.

beli rumah pertama kali

Jangan ambil risiko, pilih yang pasti-pasti aja deh, beli rumah kok coba-coba! (credit image : Tempo)

Dengan pemahaman yang tepat dan mendalam plus persiapan materi yang cukup, mewujudkan rumah impian bukan hal yang mustahil.

Belajar deh dari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di atas agar impian punya rumah gak berakhir dengan kekecewaan mendalam.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Uang Muka KPR Terlalu Berat Coba Manfaatkan Program BPJS Perumahan]

[Baca: Beli Rumah Nggak Cuma Lewat KPR Yuk Kenalan Sama Program Tabungan Perumahan Rakyat]

[Baca: Apa Itu KPR Refinancing Sebenarnya Kenalan Dulu Mungkin Bisa Jadi Cara Jitu Mengakali Cicilan Rumah]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →