Ini 7 Nasihat Keuangan Ibu-ibu Zaman Dulu yang Gak Boleh Diremehin

Saat orangtua memberitahukan agar kamu lebih irit. Seringkali kita gak menyepelakan. Padahal nasihat keuangan yang diberikan ibu-ibu zaman dulu ternyata bisa membuatmu terbebas dari utang lho.

Pernah gak sih kamu bertanya-tanya, bagaimana cara ibu-ibu kita mengatur keuangan keluarga hingga semua keperluan terpenuhi?

Terlebih lagi kita tahu kalau saat itu hanya ayah lah yang mencari nafkah. Tapi ibu bisa mengelola keuangan dengan baik sampai semua anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Padahal mereka bukanlah pakar perencanaan keuangan. Tapi pengalaman hidup yang dimiliki membuatnya dapat mengatur keuangan dengan tepat.

Nah, berikut ini adalah tujuh nasihat keuangan ala ibu-ibu zaman dulu yang gak bisa diremehin. Yuk kita simak selengkapnya di bawah ini:

1. Membeli karena butuh bukan yang diinginkan

nasihat keuangan
Membeli karena butuh bukan yang diinginkan (satuharapan)

Saat ini kamu mungkin akan tergoda dengan diskon gede-gedean online shop. Apalagi saat melihat barang yang kamu ingin sedang di sale. Rasanya pasti mau cepat-cepat dibeli.

Tapi hal itu gak berlaku untuk ibu-ibu kita lho. Mereka bahkan akan lebih memilih untuk beli cabe satu kilo dibanding beli baju baru.

Mereka bisa memilah mana yang harus dibeli karena keinginan semata sama yang benar-benar dibutuhkan. Mereka rela menahan keinginannya asal semua kebutuhan anak-anaknya terpenuhi.

2. Membuat anggaran keuangan

nasihat keuangan
Membuat anggaran keuangan (accelainfinia)

Walaupun tidak secara rinci, tapi para ibu-ibu zaman dulu sudah memiliki pos-pos pengeluaran. Misalnya buat bayar listrik, air, belanja dan sekolah anak.

Kalau ada sisa, biasanya dialokasikan untuk membeli emas atau ikut arisan. Ya, itung-itung nabung.

Karena itu pentingnya kamu membuat anggaran keuangan untuk semua kebutuhan. Agar uangmu gak terbuang sia-sia.

Kalau perlu, masukkan juga anggaran jajan dan ngopi kamu. Mungkin kedengarannya ribet dan gak menarik. Tapi biar keuanganmu lebih teratur, itulah yang harus kamu lakukan.

Coba juga untuk mengumpulkan tagihan di bulan lalu. Setelah itu ambil selembar kertas dan mulailah menghitung. Dari situ kamu bisa melihat, apa aja pengeluaran yang gak perlu sehingga bisa diminimalisir di bulan ke depannya.

Ingat, hidup itu harus realistis. Jadi jangan berkhayal tiba-tiba ada seorang miliarder yang memberikan kamu segepok uang.

Jadi kalau kamu gak bisa mengatur keuangan dengan tepat, maka yang terjadi adalah kamu  akan selalu kekurangan uang.

[Baca: 8 Tips Menjadi Lebih Baik dalam Mengelola Keuangan di 2018]

3. Menyisihkan uang untuk ditabung

nasihat keuangan
Menyisihkan uang untuk ditabung (mamikos)

Pernah gak kamu menyadari, ibumu selalu menyuruhmu untuk menabung atau menyisihkan sedikit uang dari penghasilanmu?

Bahkan dengan segala kebutuhan yang harus dikeluarkan, sang ibu selalu bisa menyimpan uang meski sedikit.

Jadi kalau ada apa-apa, seperti anak sakit. Mereka gak perlu pusing mencari pinjaman kesana-kemari.

Karena itu disarankan agar kamu selalu menyisihkan uangmu untuk dana darurat. Dengan begitu, dijamin kamu akan terbebas dari utang lho.

4. Berhemat sekarang dan belanjakan nanti

nasihat keuangan
Berhemat sekarang dan belanjakan nanti (future-trans)

Kesabaran ibu-ibu zaman dulu memang patut diacungi jempol. Gimana gak, mereka dengan sabar mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk membeli peralatan dapur.

Dari sini kamu bisa memetik pelajaran lho, gak perlu terbawa nafsu untuk membeli barang bahkan sampai harus ngutang-ngutang.

Bersabar dan menabung sedikit demi sedikit. Walaupun harus menunggu, tapi kamu gak perlu dibebani dengan tagihan utang yang bikin pusing.

[Baca: 7 Cara Menghemat Uang dalam Keseharian yang Sering Disepelekan]

5. Ingat sesama

nasihat keuangan
Ingat sesama (detik)

Saat akan mempos-poskan pengeluaran untuk keperluan sehari-hari. Sisihkanlah beberapa persen dari penghasilanmu untuk kebutuhan sosial atau sedekah. Setelah itu baru tabung untuk kebutuhanmu.

Hal itu sebenarnya mengajarkanmu untuk selalu bersyukur dan ingat sesama. Jadi saat kamu sudah sukses nanti, kamu gak akan sombong. Pasalnya sombong merupakan salah satu pemicu atau penyebab kebangkrutan.

6. Berpikir matang sebelum membuat keputusan finansial yang besar

nasihat keuangan
Berpikir matang sebelum membuat keputusan finansial yang besar (iheart)

Saat kamu sedang merencanakan sesuatu yang besar terutama untuk urusan finansial. Sebelum akhirnya memberikan keputusan, sebaiknya pikirkan secara matang.

Kalau perlu buatlah diagram sebab akibat atau konsekuensi yang kemungkinan bisa terjadi dari keputusan yang kamu buat itu.

Misalnya, kamu akan membuat usaha baru, tulislah di selembar kerta konsekuensi atau kemungkinan terburuk yang akan kamu hadapi. Kemudian pertimbangkan baik-baik.

Jangan sampai kamu membuat keputusan karena perasaan emosi sesaat yang berujung membuatmu mengalami kegagalan.

7. Punya uang sendiri

nasihat keuangan
Punya uang sendiri (tashiara)

Nasihat keuangan yang kini selalu disampaikan oleh ibu kita adalah wanita itu harus mandiri atau punya uang sendiri. Jadi gak bergantung sama suami.

Pasalnya, kebanyakan para wanita zaman dulu saat menikah lalu menjadi ibu rumah tangga dan sang suami menjadi satu-satunya pencari nafkah di keluarga.

Karena itulah, biasanya ayah lebih leluasa untuk membuat keputusan finansial yang menyangkut dirinya seperti membeli motor baru atau hewan peliharaan.

Kondisi tersebut tentu saja berbeda dengan ibu yang lebih menahan diri untuk membeli barang yang mereka inginkan untuk diri sendiri.

Tapi dari pengalaman para ibu zaman dulu, kita jadi bisa belajar bagaimana pentingnya memiliki penghasilan sendiri.

Nah, itu dia tujuh nasihat keuangan dari ibu-ibu zaman dulu yang gak boleh kamu remehin. Walaupun bukan pakar keuangan, tapi terbukti mereka bisa mengatur keuangan dengan baik meski hanya mendapat pemasukan dari sang suami.

[Baca: Ini Cara Mengatur Keuangan yang Simpel tapi Kerap Terlupakan]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →