30 Ide Bisnis Online dan Rumahan [Modal dari Rp 100 Ribu]

ide bisnis laundry kiloan

Mau punya usaha, kira-kira ide bisnis online dan rumahan seperti apa ya yang bisa dilakukan? Ada gak ya bisnis yang modalnya gak besar?

Memiliki bisnis sendiri merupakan impian banyak orang. Punya pemasukan tambahan sekaligus bisa menggaji karyawan, impian banget tuh!

Namun, tak sedikit pula impian membangun bisnis yang kandas di tengah jalan. Kendalanya beragam, dari ide bisnis yang mentok sampai modal yang sulit didapat. 

Tapi tenang saja. Tidak ada kata terlambat untuk memulai usaha. Saat kamu sudah memiliki pekerjaan tetap, misalnya di sebuah perusahaan, maka memulai bisnis bisa membuatmu memiliki pemasukan tambahan.

Menariknya, pemasukan dari bisnis sampingan ini tak jarang justru lebih besar dari gaji bulanan. Asal ditekuni, keuntungan yang besar bisa diraih. 

Dalam ulasan kali ini, Lifepal mau bahas ide-ide bisnis seperti apa yang bisa kamu wujudkan, mulai dari ide bisnis online, kreatif, rumahan, hingga bisnis dengan modal yang tejangkau.

Deretan 30 ide bisnis online rumahan yang modalnya mulai dari Rp 100 ribuan

ide bisnis jual pakaian online

Ide bisnis itu sebenarnya banyak jumlahnya. Agar fokus pada ide-ide tertentu, berikut ini daftar ide bisnis online rumahan dengan modal kecil hingga besar.

  • Reseller online pakaian
  • Bisnis kuliner
  • Warung makan
  • Kerajinan tangan
  • Batik
  • Jamu
  • Laundry baju
  • Bisnis aplikasi edukasi anak
  • Konsultan media sosial
  • Event organizer
  • Warung pulsa
  • Penyewaan perlengkapan bayi
  • Penyewaan kostum
  • Penyewaan perlengkapan fotografi
  • Kursus privat
  • Jasa pembuatan konten media sosial
  • Admin media sosial
  • Blogger
  • Fotografer dan videografer
  • Buka warung kopi
  • Bisnis makanan tradisional di perantauan
  • Bisnis camilan
  • Jasa pengecatan atau air brush
  • Kreasi produk daur ulang
  • Barbershop
  • Make up artist
  • Penyewaan alat camping
  • Membangun peternakan
  • Jasa cuci sepatu
  • Jasa bersih-bersih rumah

1. Reseller online pakaian (modal: Rp 5 juta – 10 juta)

Berjualan secara online menjadi salah satu jenis usaha yang paling banyak pelakunya. Barang yang dijual bervariasi, bisa pakaian, makanan, atau produk lainnya. Namun, kali ini mari kita ambil contoh pakaian. 

Pakaian menjadi salah satu kebutuhan primer sehingga sampai kapan pun orang pasti akan butuh pakaian.

Tak perlu produksi sendiri kalau mau bisnis pakaian. Kita bisa ambil dari pemasok lalu dijual lagi. Namun, harus pandai tawar-menawar biar bisa kulakan dengan harga terjangkau.

Kamu juga bisa menjual produk tertentu secara spesifik. Misalnya, mau fokus jualan kaos, celana jeans, atau fokus ke busana muslimah seperti jilbab.

Bicara soal busana Muslim, pasar di dalam negeri masih bagus karena Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Islam. Ide bisnis menjual hijab bisa menjadi pilihan yang menguntungkan nih buat kamu.

2. Bisnis kuliner (modal: Rp 5 juta – 20 juta)

Sama seperti pakaian, makanan juga menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Risiko gagalnya barangkali akan lebih kecil dibanding bisnis lain. Modal bisnis kuliner bervariasi tergantung lokasi berjualan, jenis makanan, dan segmen pasar, apalagi bisnis makanan juga bisa menjadi bisnis rumahan. 

Misalnya, kamu bisa menjual makanan kecil buatan kamu sendiri, seperti donat, cireng, atau bahkan kue kering. Lalu pasarkan makanan tersebut secara online untuk menggaet lebih banyak konsumen. 

3. Warung makan (modal: Rp 30 juta – 40 juta)

Ide bisnis bikin warung makan sebenarnya bagian dari bisnis kuliner juga. Namun, modalnya lebih besar karena ada biaya sewa tempat buat warung, kecuali punya tempat sendiri. Selama orang butuh makan buat hidup, bisnis warung makan gak akan pernah redup.

Membuka warung makan di deket kawasan kampus atau tempat keramaian lainnya pasti memberi peluang yang menjanjikan. Tentunya masakan juga harus enak biar pelanggan datang terus.

Contohnya buka warung makan dengan modal Rp 30 juta. Kalau pasang target pendapatan minimal Rp 300 ribu sehari, dalam tiga bulan udah balik modal.

4. Kerajinan tangan (modal: Rp 10 juta – 20 juta)

Buka bisnis kerajinan tangan dengan bahan murni dari dalam negeri. Kalau bisa bikin sendiri dan mempekerjakan pegawai, itu bagus. Namun, kalau gak bisa, kita bisa datengin produk dari sentra usaha kecil dan menengah di daerah.

Di Sumedang dan Sleman, ada desa penghasil kerajinan bambu. Kalau mau bisnis kerajinan tanah liat, bisa kulakan di Kasongan, Bantul, Yogyakarta.

Kita harus tahu seluk-beluk kerajinan yang mau ditekuni sebagai bisnis biar bisa memasarkan dengan baik, syukur-syukur sampai ke negeri tetangga.

5. Batik (modal: Rp 10 juta – 20 juta)

Batik Indonesia sudah diakui UNESCO. Wajar aja kalau punya nama baik di dunia internasional. Kalau mau bisnis batik berkualitas, misalnya batik tulis, otomatis modalnya juga besar. Masuk di akal kalau harga jualnya mahal.

Gak perlu produksi batik sendiri, kita bisa bekerja sama dengan kelompok-kelompok pembatik Solo, Pekalongan, dan Yogyakarta untuk memproduksi batik.

Kalau mau, bisa lebih fokus ke pasar luar negeri lewat toko online. Contohnya aja kulakan batik tulis di Solo dengan harga Rp 200 ribu.

6. Jamu (modal: Rp 5 juta – 10 juta)

Siapa bilang jualan jamu harus muter-muter jalan kaki sambil gendong botol jamu? Jamu Indonesia punya pasar di luar negeri, khususnya buat warga Indonesia yang tinggal di mancanegara entah karena kuliah, kerja, atau yang lain. 

Bagi banyak masyarakat di Indonesia, jamu masih menjadi minuman favorit. Namun, kalau buka bisnis ini kita mesti tahu bahan-bahan jamu.

7. Laundry baju (modal: Rp 3 jutaan – 16 jutaan)

Terakhir, ide bisnis yang cocok dijalankan di rumah adalah penatu atau sering dikenal sebagai laundry baju. Beberapa peralatan yang wajib ada dalam usaha ini adalah mesin cuci dan alat pendukung lainnya.

Jika mau pasarnya lebih luas lagi, kamu bisa menambahkan berbagai produk seperti mencuci helm serta sepatu. Sebab udah banyak jenis usaha seperti ini yang berkembang karena variasi layanannya yang beraneka ragam.

Biaya per barang yang bisa kamu dihargai mulai dari Rp 10 ribuan – Rp 75 ribuan, tergantung jenis dan besar kecilnya cucian.

8. Bisnis aplikasi edukasi anak (modal: Rp 20 juta – 500 juta) 

Anak-anak juga menjanjikan segmen pasar yang kuat. Nah, bisnis aplikasi belajar bisa menjadi ide bisnis yang patut dijajal.

Namun, berbeda dengan ide bisnis sebelumnya, bisnis jenis ini memerlukan modal yang cukup besar serta SDM yang tak murah.

Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa mendapat mitra usaha yang bisa meminjamkan modal. Modal usaha juga bisa didapat dari bank dengan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi.

9. Konsultan media sosial (modal: Rp 5 juta – 50 juta)

Konsultan media sosial merupakan bentuk bisnis yang cukup baru saat ini. Tugasnya adalah membantu pebisnis lain untuk merencanakan branding produk mereka, menyusun strategi pemasaran, dan membantu meningkatkan penjualan melalui konten-konten di media sosial. 

Pebisnis baru ini pasti butuh bantuan agar untuk membangun branding produk mereka. Nah, ini kesempatan bagi kamu yang memang berniat membuka jasa konsultasi media sosial.

11. Event organizer (modal: Rp 5 juta – 30 juta)

Bisnis yang satu ini punya pangsa pasar yang sangat luas, mulai dari instansi pemerintah, kantor swasta, sekolah, hingga perorangan atau keluarga.

Kalau kamu suka terlibat dalam perencanaan acara, apalagi gemar memperhatikan hal-hal detail, ide bisnis ini dipastikan kamu cocok menjajal lini bisnis yang satu ini. 

Peluang bisnis event organizer (EO) mengharuskan kamu punya kemampuan dan keterampilan untuk menyusun sebuah acara, mulai dari konsep, rencana anggaran, teknis pelaksanaan acara, bintang tamu, undangan, sampai katering. 

Kita ambil contoh, ada sebuah kantor swasta yang ingin mengadakan acara outbond untuk seluruh karyawannya di Puncak.

Sebagai EO, kamu punya tugas untuk menyusun konsep acara, mencarikan lokasi yang pas, menyiapkan kostum peserta, memastikan ketersediaan konsumsi selama acara, menyediakan transportasi peserta dari kantor menuju Puncak, hingga memilih pemandu untuk acara outbond-nya sendiri.

Terdengar ribet? Bisa iya, bisa tidak. Tentu bakal ribet kalau dikerjakan sendirian. Namun, kalau digarap bersama tim, pekerjaan menjadi EO akan jauh lebih mudah.

Itulah mengapa untuk membangun EO kamu butuh tim yang solid, kreatif, mau kerja keras, dan tentunya bisa bekerja di bawah tekanan deadline

Nah, gambaran di atas memberikan gambaran bahwa ide bisnis EO ini butuh modal yang tak murah. Apalagi untuk menggaji tim dan pihak lain yang terlibat. Namun, jangan khawatir, namanya bisnis kan bisa dibangun pelan-pelan. 

Untuk tahap awal, kamu bisa melibatkan diri di EO milik orang lain dulu. Baru kalau sudah paham konsepnya, cobalah mengelola acara-acara kecil, seperti acara ulang tahun anggota keluarga atau acara syukuran sebuah kantor.

Pelan tapi pasti, kamu akan bertemu dengan orang-orang kreatif yang dirasa cocok untuk diajak bergabung sebagai tim. Seiring waktu pula, kamu punya jejaring untuk memasarkan jasamu.

Kalau sudah begitu, bisa tuh kamu masuk ke project yang lebih besar seperti menangani acara pernikahan, event music, atau acara resmi perusahaan kelas internasional.

11. Warung paket data (modal: Rp 500.000 – Rp 2 juta)

Hampir semua orang saat ini sudah terhubung dengan ponsel di genggaman. Dalam satu dekade terakhir, perkembangan teknologi informasi berkembang begitu pesat. Wajar aja kalau ponsel telah menjadi kebutuhan. 

Nah, karena ponselnya saja sudah menjadi kebutuhan masyarakat, paket data sebagai “bahan bakar”-nya juga ikut menjadi kebutuhan utama, bukan? Hal ini tentu membuat berjualan pulsa menjadi sebuah peluang bisnis yang patut dicoba. 

Modalnya pun tidak banyak. Pastinya kamu harus punya ponsel sendiri untuk menjalankan semua transaksi. Spesifikasi ponselnya pun tak perlu yang canggih ataupun mahal.

Sebenarnya, untuk melakukan transkasi, ponsel dengan spesifikasi minimal yang punya kemampuan mengirim SMS dan telpon sudah cukup.

Namun, lebih baik kamu menyiapkan ponsel yang setidaknya bisa mengirim pesat WhatsApp dan membuka media sosial. Lumayan kan bisa sekalian marketing via medsos?

Selain modal ponsel, kamu cukup memilih dealer paket data. Dari dealer paket data inilah, kamu bisa “membeli” pulsa untuk dikirim ke pelanggan. Nah, untuk memilih dealer paket data ini, bisa dilakukan dengan pencarian di internet. 

Yang perlu kamu ketahui, bisnis pulsa rata-rata menghasilkan margin keuntungan yang tidak terlalu tinggi. Biasanya marginnya Rp 1.000 – Rp 2.000 setiap transaksi. Namun, bila kamu punya pelanggan yang cukup banyak, maka untungnya juga lumayan loh.

11. Penyewaan perlengkapan bayi (modal: Rp 2 juta – Rp 20 juta)

Ide bisnis ini mulai booming akhir-akhir ini. Bisnis ini bermula dari kesadaran para orang tua bahwa perlengkapan bayi sebenarnya tidak akan digunakan dalam jangka waktu panjang. Kecuali bila memang diniatkan untuk disimpan dan dilungsurkan untuk anak kedua, ketiga, dan seterusnya. 

Coba bayangkan, saat kelahiran anak pertama biasanya orang tua akan membeli banyak kebutuhan bayi, bukan? Misalnya aja stroller, balance bike, keranjang bayi, bouncer, bahkan mainan untuk bayi.

Padahal, perlengkapan bayi ini hanya akan digunakan sesuai usia penggunaannya. Contohnya aja bouncer yang biasanya digunakan bayi usia 3 – 6 bulan saja. Selebihnya, bouncer tidak terpakai lagi. 

Atau keranjang bayi yang barangkali tidak rutin digunakan oleh si bayi karena orang tua lebih senang menidurkannya di kasur. Dinamika dalam merawat bayi ini bermacam-macam dan kadang-kadang di luar rancana. 

Belajar dari hal tersebut, muncul ide bisnis penyewaan perlengkapan bayi. Orang tua bisa dengan mudah menyewakan berbagai perlengkapan bayi dalam jangka waktu tertentu dan dengan biaya sewa yang disepakati. Dengan begitu, maka orang tua bisa lebih irit karena tak perlu membeli perlengkapan bayi dengan harga mahal. 

Untuk memulai bisnis ini, tentu modalnya tidak sedikit. Tapi semuanya bisa dimulai dari nol. Cobalah menyewakan beberapa produk terlebih dulu.

Kalau sudah dapat keuntungan sedikit demi sedikit, coba beli perlengkapan lain yang demand-nya cukup tinggi. Begitu seterusnya, sampai kamu bisa membangun sebuah lini bisnis penyewaan perlengkapan bayi.

13. Penyewaan kostum (modal: Rp 2 juta – Rp 20 juta)

Masa kecil kamu pasti pernah diwarnai dengan peringatan Hari Kartini dengan mengenakan busana tradisional. Atau pernahkah kamu ikut festival yang mengharuskanmu mengenakan kostum sesuai dengan profesi impian. Atau kamu suka dengan budaya Jepang dan gemar menghadiri festival costplay.

Nah, semua peristiwa di atas butuh kostum khusus yang barangkali tidak kita miliki. Bisa saja sih, kita membeli kostum yang kita inginkan atau membuatnya di penjahit. Namun, tentu butuh biaya yang lebih besar. 

Dari situlah, ide penyewaan kostum ini kemudian muncul. Dengan kreatitivitas dan ketekunan, kamu bisa menyiapkan beragam kostum untuk kemudian disewakan.

Untuk permulaan, coba saja gunakan modalmu untuk membeli perlengkapan busana tradisional. Coba fokus dulu untuk menyasar pangsa pasar anak-anak. 

Kalau sudah punya pelanggan tetap, cobalah melakukan ekspansi bisnis dengan menambah jenis kostum yang disewakan. Lalu mulailah membangun sebuah brand agar masyarakat di kotamu lebih mengenal jasa yang kamu tawarkan.

Kalau sudah begitu, kamu bisa sekalian menawarkan jasa lainnya, seperti make up agar pemakai kostum kamu sekalian bisa tampil menawan.

14. Penyewaan perlengkapan fotografi (modal: Rp 20 juta – Rp 100 juta)

Seni fotografi semakin banyak digemari semua khalayak, dari anak muda sampai orang dewasa. Kemajuan teknologi, termasuk dengan adanya kamera berkualitas tinggi di setiap ponsel kita, maka setiap orang menjadi gemar memotret setiap momen menarik di sekitar mereka. 

Keberadaan media sosial semisal Instagram juga membuat orang semakin gemar menangkap gambar yang indah melalui ponsel atau kamera untuk kemudian diunggah di akun media sosialnya. 

Kendati fotografi ala ponsel bisa dilakukan semua orang, tapi fotografi dengan kamera DSLR, kamera mirrorless, atau jenis kamera profesional lain masih punya tempat untuk penggemarnya. 

Hobi ‘fotografi serius’ ini pun butuh ongkos yang tak murah. Untuk membeli sebuah kamera DSLR atau mirrorless berkualitas saja, kita harus mengeluarkan biaya di atas Rp 5 juta. Belum lagi kamera dengan kualitas top yang harganya bisa belasan bahkan puluhan juta rupiah. 

Nah, mahalnya harga peralatan fotografi inilah membuka peluang bagimu untuk membuka bisnis penyewaan perlengkapan fotografi. Prinsipnya sama dengan bisnis penyewaan lainnya.

Cobalah dengan menyewakan produk dengan jumlah skala kecil. Misalnya, kamu punya 3 kamera DSLR. Mulai aja berbisnis dengan tiga kamera itu. Coba tawarkan di media sosial dan raih pelanggan. 

Dari keuntungan yang ada, sedikit demi sedikit kumpulkan untung untuk membeli perlengkapan lain yang lebih banyak. Bangunlah bisnis dengan modal ketekunan.

15. Kursus privat (modal: Rp 0 – Rp 10 juta)

Kamu punya ketrampilan mengajar? Jual aja keterampilanmu itu untuk menghasilkan uang. Maksudnya begini. Kamu bisa mencoba menawarkan jasa kursus privat atas pengetahuan yang kamu kuasai. Misalnya, kamu berbakat memainkan alat musik maka tawarkan jasa untuk memberi kursus musik. 

Atau, kamu jago dalam bahasa asing maka tawarkan kursus bahasa asing itu. Untuk menekan modal, kamu bisa gunakan rumahmu sendiri untuk lokasi kursus. 

Bagaimana memulainya, coba tawarkan jasamu di media sosial atau coba cari tetanggamu yang membutuhkan kursus tersebut. Patok tarif sesuai dengan kualitas yang kamu miliki. Untuk tahap awal, jangan terlalu tinggi ya. Misalnya, untuk kursus musik kamu bisa mematok Rp 150 ribu untuk sekali pertemuan 2 jam.

16. Jasa pembuatan konten media sosial (modal: Rp 500 ribu – Rp 10 juta)

Media sosial menjadi sarana ampuh bagi sebuah individu untuk memasarkan potensinya. Misalnya, si A yang sedang meniti karir sebagai seorang desainer pakaian.

Karena itu, dia perlu sebuah branding atas diri dan karya-karya yang dihasilkannya. Lewat mana? Media sosial adalah sarana yang tepat.

Di sinilah peran penyusun konten media sosial ini muncul. Si A sebagai seniman tentunya butuh jasa seorang penyusun konten media sosial untuk membangun personal branding-nya.

Melalui jasa seorang kreator konten media sosial, si A akan mendapat konten media sosial yang merepresentasikan karya-karyanya dengan baik. Dengan begitu, personal branding terhadap si A bisa dibangun. 

Peran seorang kreator konten medsos tak hanya itu saja. Bisa saja sebuah perusahaan butuh panduan untuk memasarkan produknya di media sosial.

Nah, di sini jasa seorang kreator konten medsos kembali diperlukan. Seorang kreator konten medsos ini akan membantu si pengusaha memasarkan produk-produknya melalui media sosial. 

Modalnya bagaimana? Untuk tahap awal, kamu harus menyiapkan portofolio atas kemampuanmu sebagai seorang kreator konten media sosial.

Buat sebuah portofolio yang meyakinkan calon pelanggan untuk memakai jasamu. Patok tarif yang tidak terlalu tinggi untuk tahap awal usaha.

17. Admin media sosial (modal: Rp 0 – Rp 10 juta)

Ide bisnis ini barangkali belum banyak dilakoni orang-orang. Padahal, lumayan menghasilkan loh. Jadi begini, saat ini ada banyak sekali pedagang yang menawarkan produknya lewat media sosial.

Misalnya, si A punya merek fashion “Annisa” yang menjual berbagai produk busana muslim. Si A lantas membuat sebuah akun media sosial bernama “Annisa” untuk memasarkan produknya. 

Masalah yang kerap terjadi , tidak banyak penjual punya pemahaman dan kreativitas dalam memasarkan produk di media sosial. Padahal, butuh pemahaman mengenai timing unggahan foto, pemakaian tagar, penciptaan julukan konsumen, hingga kreativitas dalam memilih foto yang menarik untuk diunggah. 

Di sinilah peran seorang admin medsos digunakan. Kamu bisa menawarkan jasamu kepada si A untuk mengelola secara penuh akun media sosial merek “Annisa” untuk jangka waktu tertentu. Dalam kurun waktu tertentu tersebut, kamu patok target khusus, misalnya penambahan follower  atau penjualan dari medsos . 

Jasa seorang admin medsos tak hanya bisa digunakan oleh pengusaha kecil saja. Perusahaan besar pun butuh seorang admin medsos secara profesional. Biasanya, pengelolaan medsos sebuah perusahaan besar berada di bawah public relations perusahaan. 

18. Blogger (modal: Rp 0 – Rp 5 juta)

Kamu suka menulis? Cocok deh bisa jadi blogger. Blogger awalnya bisa sekadar hobi baku kamu yang suka menulis. Namun, jangan salah, blogging juga bisa menghasilkan uang juga loh. Gimana caranya?

Kita mengenai yang namanya Google Ads, sebuah mekanisme yang ditawarkan Google agar ada iklan dipasang di laman blog . Dari sana, cuan akan mengalir kepada si pemilik blog. Pemilik blog akan dibayar per klik iklan di laman blog tersebut. 

Di Indonesia, upah dari iklan melalui Google Ads berkisar antara USD 0,01 – USD 5 per klik, tergantung berbagai faktor, termasuk kepadatan lalu lintas kunjungan ke blog kita.

19. Fotografer dan videografer (modal: Rp 5 juta – Rp 20 juta)

Selain bisa terjun sebagai fotografer dan videografer dengan status karyawan di sebuah perusahaan, khususnya perusahaan media, dua pekerjaan tersebut bisa dijalani secara freelance.

Meskipun pekerjaan lepas, seorang fotografer dan videografer freelance juga harus profesional menjalankan tugasnya. 

Kalau kamu punya ketrampilan memotret dan mengambil video, kamu cocok menjalani ide bisnis ini. Modalnya, tentu kamera DSLR, mirrorless, atau kamera profesional lainnya.

Apa saja tugasnya? Seorang fotografer dan videografer tentu bertugas mengabadikan momen spesial klien melalui foto dan video.

Pernah datang ke sebuah resepsi pernikahan terus kamu foto-foto di atas pelaminan? Nah, mas-mas atau mbak-mbak yang dengan sukarela mengambil foto untukmu adalah fotografer yang dipekerjakan event organizer pernikahan. 

Ya, kurang lebih seperti itulah gambaran pekerjaan seorang fotografer dan videografer. Namun, tak melulu ngurusin pernikahan saja kok. Seorang fotografer dan videografer juga bisa bekerja untuk media asing dan memasok gambar-gambar terkait peristiwa tertentu.

Misalnya, ada bencana alam di sebuah daerah di Pulau Sumatra. Kebetulan kantor berita asing kesulitan mendapatkan foto dari lokasi. Nah, kamu bisa menawarkan hasil karyamu dengan tarif yang disepakati.

20. Buka warung kopi (modal: Rp 2 juta – Rp 20 juta)

Ide bisnis yang satu ini mungkin sudah dijalankan banyak orang. Walaupun terkesan “ide pasaran”, banyak sekali warung kopi yang tetap bertahan dalam waktu yang lama. 

Kamu tak perlu muluk-muluk membuat kafe atau kedai kopi yang mewah dan besar. Dengan memanfaatkan garasi rumah atau halaman rumahmu, kamu bisa lho membuka warung kopi kecil-kecilan.

Modalnya, mesin kopi dan meja kursi untuk menerima pelanggan. Bagi yang punya semangat wirausaha tinggi, bisnis warung kopi ini sangat cocok untuk melatih mentalmu.

Kenapa? Di sini kamu bisa belajar mengenai mengatus arus kas, belajar melayani konsumen secara langsung, dan belajar manajemen krisis saat menemui kendala. 

Keuntungannya bisa bervariasi, tapi dengan ketekunan tentu bisnismu bisa semakin besar. Jangan lupa buat akun di media sosial dengan nama brand warung kopimu agar semakin banyak pelanggan yang mampir.

21. Bisnis makanan tradisional (modal: Rp 500 ribu – Rp 2 juta)

Kamu anak rantau dan jago masak? Cocok nih buat menjalani bisnis ini. Kenapa? Ide bisnis ini biasanya dilakoni anak rantau.

Contohnya, kamu adalah mahasiswa perantauan yang sedang menempuh kuliah di Jakarta. Kebetulan, kamu asli Makassar, Sulawesi Selatan. Kebetulan lagi, kamu punya kemampuan membuat kuliner khas Makassar seperti es pisang ijo atau es palu butung. 

Pas sekali! Kamu bisa jajal bisnis kuliner dengan membuat jajanan khas Makassar. Dijual ke mana? Untuk mengurangi risiko, kamu bisa terapkan sistem preorder, maksudnya kamu hanya akan memproduksi apabila ada pesanan masuk.

Dengan begitu, kamu tidak akan rugi bila terlanjur memasak dalam jumlah banyak. Lagi-lagi, pemasaran lewat media sosial menjadi jurus ampuh untuk menggaet pasar.

22. Bisnis camilan (modal: Rp 200 ribu – Rp 2 juta)

Berjualan camilan cocok dijadikan bisnis sampingan bagi kamu yang sedang kuliah atau sudah bekerja. Bagaimana konsep bisnis camilan ini?

Sistemnya, kami coba tawarkan di media sosial produk yang bisa kamu beli di produsen atau penjual partai besar. Dari pesanan yang masuk, kamu bisa perkirakan jenis camilan mana yang bisa kamu beli untuk tahap pertama berjualan. 

Setelah itu, kamu kemas ulang deh camilan-camilan itu untuk kemudian kamu jual ke pelanggan. Nah, produk yang tidak terjual, kamu juga kemas ulang dan kamu tawarkan melalui media sosial.

Atau bisa juga kamu bawa produknya ke tempat kerja atau kampus. Kamu pajang deh tuh produk-produk camilan di atas meja kantor atau kelas di kampus. Niscaya, teman-teman kamu akan tertarik dan membelinya.

23. Jasa pengecatan atau air brush (modal: Rp 5 juta – Rp 20 juta)

Ide usaha ini cocok buat kamu yang punya ketrampilan melukis atau menggambar, atau setidaknya punya jiwa seni tinggilah. Mengecat dengan air brush memanfaatkan tekanan udara untuk mengkreasikan karya seni di atas permukaan benda, seperti motor, mobil, helm, baju, atau peralatan rumah tangga sekalipun. 

Tidak banyak loh orang yang menseriusi bidang ini dan memasarkannya secara profesional. Bila kamu benar-benar serius dan bisa menggaet pasar secara luas, dijamin kamu akan untung besar. Apalagi, peminat pengecatan sepeda motor dan mobil pun cukup banyak.

24. Kreasi produk daur ulang (Modal: Rp 100.000 – Rp 2 juta)

Menghasilkan uang sekaligus menjaga lingkungan? Dobel dong untungnya. Nah, bagi kamu yang ingin ikut berkontribusi menjaga lingkungan dari pencemaran sampah yang tak bisa terurai, maka ide bisnis ini patut dicoba. Ya, bisnis produk daur ulang. 

Kamu bisa berkreasi dengan limbah plastik, kaca, atau jenis limbah lain yang tidak bisa terurai. Kamu bisa bekerja sama dengan pengumpul sampah dan membeli produk limbah ini dengan harga murah. Lalu, kamu bersihkan dan kamu kreasikan menjadi produk-produk unik yang berguna. Produ apa? Misalnya, tas, dompet, kantong laptop, atau produk lain yang bisa dikreasikan dari limbah. 

Produk daur ulang seperti ini cenderung menghasilkan margin yang cukup tinggi karena nilai tambah yang kamu ciptakan. Misalnya, modal untuk membeli limbah plastik bungkus sabun cuci hanya Rp 5.000 untuk sekarung besar. Saat sudah disulap menjadi sebuah tas belanja cantik, harga jualnya bisa Rp 50.000 per buah. Kenaikan nilai jualnya sangat drastis bukan?

25. Barbershop (modal: Rp 10 juta – Rp 100 juta)

Jangan khawatir, kamu tak harus punya ketrampilan memangkas rambut untuk mendirikan bisnis barbershop. Kamu bisa menggandeng partner lain yang bisa menyediakan pemangkas rambut andal. Yang harus dipikirkan adalah pemilihan lokasi, desain kedai potong rambut yang akan kamu bangun, dan juga branding. 

Saat ini, sudah cukup banyak barbershop dengan konsep milenial di kota-kota besar. Nah, kembali lagi ke kamu, mau membangun bisnis barbershop dengan pangsa pasar yang mana? Kelas menengah ke atas atau menengah ke bawah? Modal yang harus kamu sediakan juga harus menyesuaikan dengan konsep yang sedang kamu bangun. 

26. Make up artist (modal: Rp 5 juta – Rp 50 juta)

Bagi kamu yang punya hobi dandan atau mendadani orang lain, bisnis make up artist (MUA) ini patut dicoba. Bila awalnya memang coba-coba saja, kamu bisa memulai menyeriusi bisnis ini. Minimal, buatlah akun di media sosial agar orang lain bisa menjangkau jasamu. 

Coba kamu pikirkan juga berapa tarif yang akan kamu patok kepada pelangganmu nanti. Jasa MUA memang semakin laris manis saat ini. Tak melulu untuk make up pernikahan saja, jasa seorang MUA juga digunakan untuk pelanggan yang akan menghadiri acara resmi atau bahkan arisan.

27. Penyewaan alat camping (modal: Rp 20 juta – Rp 100 juta)

Peluang bisnis ini sebenarnya sudah menjamur di banyak kota besar, khususnya di kota yang dekat dengan gunung atau lokasi camping favorit. Tapi, coba buat inovasi misalnya, menyediakan alat camping yang ramah anak.

Misalnya dengan menyediakan tenda bagi anak-anak, matras dengan motif dan ukuran anak-anak, sleeping bag ukuran anak, dan peralatan lain dengan konsep ramah anak. 

Terobosan baru ini bisa kamu terapkan di usaha penyewaan alat camping kamu. Dengan pangsa pasar yang lebih spesifik, maka kamu berpeluang mendapat pelanggan setia yang akan menggunakan jasamu. 

Namun modal bisnis ini lumayan besar karena kamu harus menyediakan berbagai keperluan camping yang tak murah.

28. Membangun peternakan (modal: Rp 5 juta – Rp 200 juta)

Jangan salah, beternak menawarkan sebuah keuntungan yang besar bila digarap dengan serius. Misalnya, beternak lele atau bebek. Namun syaratnya cukup banyak, terutama harus memiliki lahan khusus untuk peternakan. 

Bagi kamu yang masih punya keluarga di desa, coba jadikan mereka mitra. Kamu sediakan modalnya, sementara lahannya memanfaatkan yang sudah ada di kampung halaman. Hitung-hitungan bagi hasil, bisa dibicarakan sebelum bisnis dimulai. 

Kamu harus mencari pemasok bibit yang bagus dan bisa dipercaya. Ilmu tentang ternak hewan pun harus dipelajari lebih dulu. Misalnya, ternak bebek. Kamu harus pandai juga mencari pangsa pasar, misalnya restoran yang menyajikan masakan dengan bahan dasar bebek di kota-kota besar.

Atau bila kamu punya modal lebih, restorannya kamu bangun juga secara mandiri. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikan sendiri pasokan yang dikirim ke restoran milikmu. Memang, modalnya tidak sedikit, namun keuntungannya sangatlah besar.

29. Jasa cuci sepatu (modal: Rp 5 juta – Rp 50 juta)

Bisnis cuci sepatu terbilang cukup baru di Indonesia. Namun, pertumbuhan jumlah pelaku bisnis ini cukup pesat. Kendati begitu, pangsa pasarnya masih sangat luas saat ini. 

Untuk membangun bisnis ini, kamu perlu mempelajari dulu trik dan tips mencuci sepatu. Atau kamu bisa menggandeng mitra lain yang punya keahlian dalam hal ini untuk bergabung menjalankan bisnismu. Bicarakan skema bagi hasil dengannya. 

Soal lokasi, jangan khawatir. Bila lokasimu kurang strategis dijangkau masyarakat luas, maka kamu bisa gunakan konsep antar jemput. Pasarkan jasa cucui sepatu lewat media sosial, kemudian kamu atau pegawaimu yang bertugas mengantar-jemput sepatu pelanggan.

30. Jasa bersih-bersih rumah (modal: Rp 15 juta – Rp 50 juta)

Kalau membaca jenis usaha yang satu ini, mungkin kita akan teringat sebuah jasa serupa yang ditawarkan oleh salah satu platform digital terbesar di Indonesia. Tapi jangan khawatir, pangsa pasar yang tersedia masih sangat luas. Untuk menyiasati kompetisi, kamu bisa menawarkan layanan bersih-bersih yang lebih spesifik. 

Misalnya, layanan untuk bersihin kasur dan perabot dengan alat penyedot debu khusus. Jenis layanan anti-tungau ini mulai hits saat ini. Hanya saja memang modalnya harus besar karena alat sedot debu model ini cukup mahal harganya. 

Atau sediakan paket membersihkan dapur dan seisinya. Bisa juga, tawarkan paket bersihkan halaman rumah. Nah, coba juga fokus di wilayah-wilayah yang belum banyak terjamah layanan sejenis. Misalnya kalau di ibukota, coba sentuh wilayah pinggiran Jakarta dengan memanfaatkan tenaga lokal. 

Jangan lupa buat akun di media sosial untuk menawarkan jasamu. Coba juga gandeng influencer untuk endorse layanan yang kamu tawarkan. Untuk tahap awal, fokus pada menggaet konsumen baru.

Bangun citra yang baik sehingga pelanggan baru ini akan mengunggah pelayanan yang kamu sediakan di media sosial mereka. Model marketing seperti ini dirasakan jauh lebih efektif. 

Tips gampang menemukan ide bisnis

cari ide bisnis

Sebelum memulai segala sesuatu, tentu dibutuhkan niat yang kuat. Termasuk perkara membangun bisnis ini. Perlu keseriusan untuk memulainya dari nol. Baru kalau sudah ada niat, kita bicara soal ide. Ide bisnis bisa didapat dari mana saja. Berikut beberapa tips-nya. 

1. Manfaatkan situasi 

Pandai-pandailah membaca situasi atau melihat apa yang sedang ‘booming’ saat ini. Jenis bisnis bisa diambil dari apa yang sedang dibutuhkan orang saat ini. Misalnya, di tengah pandemi Covid-19 saat ini banyak orang membutuhkan masker kain. Maka berbinis sebagai reseller masker bisa menjadi opsi. Tak perlu produksi sendiri, cukup membeli dari produsen dan kita jual kembali. Simple bukan?

Atau contoh lain, kita baru saja pindah ke sebuah perumahan kelas menengah. Ternyata, dalam satu kompleks perumahan belum ada satu pun pedagang kelontong. Nah, kita bisa ambil kesempatan ini untuk membuka sebuah warung kelontong kecil-kecilan. Lumayan loh untungnya.

2. Rajin-rajin mengamati media sosial

Media sosial tak melulu untuk bergunjing. Ada kalanya, media sosial memberi kita petunjuk atas ide bisnis yang akan kita jalankan. Tak jarang, melalui media sosial kita bisa memantau produk apa yang sedang banyak digemari masyarakat. Tak jarang punya, melalui media sosial kita bisa menemukan mitra bisnis yang bisa kita ajak memulai usaha. 

Ide bisnis juga bisa didapat dari platform jual beli online, misalnya Shopee, Bukalapak, Tokopedia, atau Olx. Dari sana, kamu bisa tahu produk-produk apa yang peminatnya cukup banyak. 

3. Amati, tiru, dan modifikasi

Tak perlu malu untuk meniru ide bisnis orang lain. Toh ada jutaan orang yang menjalankan jenis usaha yang sama dan sama-sama memberikan hasil.

Tapi perlu kreativitas untuk meniru ide bisnis orang lain. Makanya kita butuh tiga hal, amati-tiru-modifikasi. Tak sekadar meniru, namun kita perlu menambahkan fitur-fitur lain yang tidak dimiliki bisnis yang kita tiru. 

Misalnya, kita akan membuka bisnis salon. Sebelum memulainya, kita perlu melihat peluang yang ada. Barangkali, bila salon yang dibuka nanti seperti pada umumnya, tidak akan ada yang menonjol.

Nah, saat ini pasar merespons positif segala sesuatu yang menawarkan produk syariah. Kemudian kita balut salon yang akan dibuat dengan salon syariah, khusus untuk muslimah misalnya. Sasaran pasar yang lebih spesifik juga ikut menentukan sukses tidaknya bisnis kita nanti. 

Itu tadi informasi 3o ide bisnis yang bisa kamu pilih. Semoga dari ide bisnis di atas, ada yang nyantol di pikiranmu dan menggerakkanmu segera memulai usahamu untuk menjadi seorang pebisnis ulung.

Yang perlu kamu ingat, sebelum menjalankan sebuah bisnis, perhitungkan berbagai risiko yang mungkin dihadapi di depan.