Perhatikan 8 Tips Membeli Rumah Berikut Ini Biar Gak Menyesal Belakangan

tips membeli rumah

Mengetahui tips membeli rumah sangatlah disarankan, apalagi jika ini untuk beli rumah pertama kamu. Karena rumah bukanlah barang yang murah layaknya baju, kamu kudu jeli dan teliti agar gak menyesal nantinya. 

Selain itu, proses pembeliannya juga melalui beberapa proses yang panjang dan harus mempertimbangkan berbagai macam aspek, mulai dari finansial sampai lingkungan. 

Meski mahal, sebenarnya rumah adalah kebutuhan yang pokok. Jika memiliki rumah, kita merasa nyaman dan aman untuk beristirahat maupun berkumpul sama keluarga. 

Nah sebelum mewujudkan impian tersebut, mari perhatikan tips membeli rumah berikut ini. 

Baca juga: Milenial, Ini Tips Jitu Membeli Rumah untuk Kamu yang Berkantong Pas-pasan

1. Persiapkan bujet dan riset harga rumah

tips membeli rumah
Persiapkan bujet. (Shutterstock)

Tips membeli rumah yang pertama adalah mempersiapkan bujetnya terlebih dahulu. Cara mengumpulkannya tentu saja bisa dengan cara menabung sedini mungkin, atau menjual aset-aset yang dimiliki untuk menutupi biaya kekurangannya. 

Tapi perlu diingat, bujet untuk beli rumah sangatlah besar, gak kayak bujet beli motor atau membeli mobil. Setiap tahunnya harga rumah selalu naik, maka usahakan jangan menunda-nunda untuk memiliki hunian. 

Kemudian, pastikan uang untuk membeli rumah tidak mengorbankan pos-pos kebutuhan lainnya, misalnya tabungan pendidikan anak atau tabungan dana darurat. 

Mengenai besaran bujetnya, itu tergantung dari tipe rumah dan lokasi rumah yang bakal kamu beli.

Untuk mengetahui berapa kisaran harga rumah yang kamu inginkan, kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan di internet. Cari tahu, kira-kira yang tipe dan lokasinya sesuai yang kamu inginkan berapa harganya. 

Cara ini bukan sekadar untuk mengetahui harga pasaran, tetapi juga membantu kamu terhindar dari tindak penipuan. 

Baca juga: Lagi Nyicil Rumah? Ayo Terapkan 4 Jurus Ini Biar Bebas dari Kata Bokek

2. Pikirkan matang-matang, mau beli baru lewat developer, beli bekas cari sendiri, atau membeli tanah lalu membangunnya dari awal?  

tips membeli rumah
Mau beli baru atau bekas? (Shutterstock)

Setelah bujet dirasa cukup, kamu tinggal pilih deh, membeli baru lewat developer, beli bekas cari sendiri, atau membangun baru dari awal. Ketiga opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pikirkan matang-matang sebelum menentukan.

1. Beli rumah lewat developer 

Beberapa keuntungan bisa kamu dapatkan bila membeli rumah lewat developer. Pertama, kamu gak perlu susah payah cari tanah dan membangun rumah dari nol. Semua rumah yang ditawarkan biasanya sudah jadi dan siap huni, termasuk juga pemasangan instalasi-instalasinya seperti listrik dan saluran air. 

Biasanya, rumah yang dibangun oleh developer sudah terjamin akan kualitas dan legalitasnya. Kamu gak perlu repot-repot lagi untuk mengurusnya. 

Tapi sayangnya, kini mulai marak developer nakal yang kerjaannya doyan tipu sana-sini. Modusnya beragam, dari menjual rumah di tanah yang masih jadi sengketa, sampai modus di mana developer melarikan uang pembeli tanpa menepati janji untuk membangun rumah yang sudah disepakati di awal. Jadi pastikan kalau developer yang kamu pilih memiliki reputasi baik, lihat dari rekam jejak mereka dalam memasarkan rumah. 

2. Beli bekas cari sendiri

Beli bekas cari sendiri juga marak dilakukan oleh mereka yang ingin memiliki hunian idaman. Kelebihannya, harganya mungkin tidak semahal beli rumah baru di developer. Kemudian, kamu juga bebas mengeksplor lokasi mana saja yang diinginkan. 

Tapi kekurangannya, kualitas bangunannya mungkin tidak sebagus bangunan baru. Otomatis untuk memperbaharuinya, kamu kudu keluar duit banyak untuk merenovasi. 

3. Membangun dari awal 

Keuntungan bangun dari awal, kamu bisa memulai membangun sesuai keinginan jika bujet telah tercukupi. Misalnya bujet habis, kamu bisa menunda pembangunan hingga uang kembali terkumpul. 

Bisa membangun sesuai dengan desain yang diinginkan adalah kelebihan membangun rumah dari awal. Lebih bagusnya lagi bisa memilih material sendiri, sesuai bujet tentunya. 

Namun sepertinya, membangun rumah dari awal bakalan menyita lebih banyak pengeluaran deh. Pertama, kamu harus membeli tanahnya, kedua, jika menggunakan arsitek, kamu harus membayar jasa mereka. Terakhir, membayar jasa mandor dan tukang yang bersedia mewujudkan rumah impianmu. 

Baca juga: Sama-Sama Penting, Tapi Simak Dulu Alasan Ini Sebelum Beli Rumah atau Mobil

3. Perhatikan lokasinya dan fasilitas sekitarnya 

Tips membeli rumah selanjutnya adalah memperhatikan lokasi rumah yang ingin kamu beli. Preferensi setiap orang tentu berbeda-beda, ada yang ingin tinggal di pusat kota, atau jauh dari kota, ada pula yang justru sebaliknya. Yang jelas, pastikan dulu kalau lokasi yang kamu pilih sudah tepat untuk keluargamu kelak dan ramah anak. 

Lebih baik, tinggal di hunian yang ramah lingkungan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan lalu lalang kendaraan besar. Karena hunian yang ramah lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup kita. 

Kemudian, pastikan kalau lokasi rumahmu nantinya dekat dengan berbagai fasilitas publik, seperti pusat perbelanjaan, supermarket, sekolahan, sarana olahraga, dan pasar tentunya. 

4. Pastikan lokasi rumahnya bebas dari banjir dan berdiri di tanah yang stabil

Zaman sekarang, sulit sekali buat mengetahui apakah lokasi rumah yang hendak kamu beli itu bebas dari banjir. Kamu akan semakin sulit mengetahuinya ketika melakukan survei lokasi di musim kemarau. 

Jangan mudah percaya dengan janji manis dari developer maupun pemilik rumah sebelumnya. Karena, amat lazim untuk seseorang menutup-nutupi kenyataan dengan tujuan supaya rumahnya lekas terjual.

Cara terbaik untuk mencari tahu adalah dengan menanyakan kepada penduduk setempat, apakah lokasi tersebut biasa dilanda banjir ketika hujan datang. Kamu patut curiga apabila lokasi rumah tersebut berada tak jauh dari sungai bertanggul tinggi maupun danau. 

Selain itu, carilah informasi mengenai lokasi rumah yang kamu incar melalui berbagai pemberitaan media massa di internet. Jangan lupa, lakukan riset di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Sebab, masyarakat seringkali membagikan foto maupun video berbagai peristiwa, termasuk banjir, melalui media sosial. 

5. Perhatikan akses transportasi umum 

tips membeli rumah
Alangkah baiknya dekat dengan akses transportasi umum. (Shutterstock)

Akses transportasi umum juga wajib kamu pikirkan sebelum membeli rumah. Pastikan kalau rumah kamu nantinya bisa dijangkau dengan mudah oleh berbagai moda transportasi, entah itu mobil angkutan umum maupun sarana kereta api. 

Akses transportasi umum wajib dipertimbangan untuk mendukung mobilitas sehari-hari, misalnya bekerja, mengantarkan anak sekolah, pergi ke pasar, dan lain-lain. 

6. Pilih ukuran sesuai dengan kebutuhan 

Tips membeli rumah berikutnya adalah pilihlah tipe dan ukuran rumah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Jika tujuannya hanya untuk keluarga inti saja, lebih baik beli rumah tipe standar dengan satu kamar mandi dan dua kamar tidur. 

Tapi, kalau kamu mau membeli untuk sekeluarga besar termasuk orang tua, kamu bisa membeli rumah yang agak besar, misalnya dengan empat kamar tidur dan dua kamar mandi. 

7. Tips membeli rumah bekas, perhatikan kondisi rumah tersebut, jangan asal beli yang murah saja

Kalau kamu beli bekas, usahakan untuk melihat rumah tersebut secara langsung. Jangan buru-buru memberikan DP ketika baru melihat foto-fotonya saja. Cek keseluruhan kondisi rumah sampai ke saluran-saluran sanitasinya. Jangan sampai kamu asal beli saja gara-gara harganya murah, tapi kondisinya sangat buruk. 

Jika kondisinya masih baik dan hanya memerlukan renovasi ringan, mungkin tidak masalah. Tapi kalau sudah memprihatinkan, mending gak usah, karena biaya renovasinya juga bakal membutuhkan banyak biaya lagi. 

8. Menentukan metode pembeliannya, mau cash atau KPR?

tips membeli rumah
Plang KPR bersubsidi di sebuah rumah bersubsidi pemerintah. (Shutterstock)

Jika memiliki uang yang cukup banyak, sangat dianjurkan untuk membeli rumah dengan cara cash. Karena dengan cash, kamu gak harus menanggung bunga yang sedemikian besar layaknya dengan metode KPR. Prosedur beli rumah cash dari developer atau dari pihak lain juga gak seribet KPR kok. 

Sayangnya, gak semua orang bisa beli rumah secara cash, karena dibutuhkan banyak uang untuk bisa membeli cash. Sementara yang bergaji pas-pasan bisa mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diajukan oleh bank. 

Yang harus diperhatikan saat membeli rumah KPR adalah pastikan kalau kamu memenuhi segala persyaratan dan prosedurnya. 

Prosedur mengajukan KPR ke bank

Ada beberapa tahapan yang harus kamu lalui dan penuhi agar permohonan kredit rumah kamu disetujui oleh pihak bank. 

  1. Lengkapi syarat data diri (KTP, KK, NPWP, Slip Gaji, Surat Keterangan Bekerja, Rekening Koran), dokumen rumah yang hendak dibeli (fotokopi sertifikat tanah, IMB, tanda jadi dari developer)
  2. Menunggu proses BI checking 
  3. Jika disetujui lanjut ke tahapan kalkulasi penawaran bank. Dalam tahap ini, bank akan memberikan penawaran pinjaman, sekaligus dengan bunganya. Masing-masing bank biasanya memberikan bunga yang berbeda-beda. 
  4. Kredit kemudian disetujui oleh bank
  5. Yang terakhir adalah tahapan tanda tangan akad kredit. Proses ini harus melibatkan notaris agar sah dan memiliki kekuatan hukum tetap. 

Untung rugi beli rumah KPR 

Tips membeli rumah dengan KPR adalah kamu harus memperhatikan dulu untung ruginya, biar gak menyesal belakang. 

Keuntungan utama KPR adalah kamu gak harus menyiapkan uang dalam jumlah besar dahulu untuk memiliki hunian. Karena, cukup dengan bayar DP saja, rumah sudah bisa kamu tinggali. 

Besaran DP sendiri saat ini berkisar antara 15-20 persen dari harga jual rumah. Jadi, kalau rumah yang ingin kamu beli harganya Rp 500 juta, kamu cukup menyiapkan Rp 75 juta sebagai DP alias uang muka. 

Tapi kerugiannya, harga rumah bisa menjadi lebih mahal. Hal ini karena setiap bulannya kamu harus membayar bunga KPR floating yang besarannya bisa berubah-ubah mengikuti tingkat suku bunga bank. 

Pada umumnya, di beberapa tahun pertama, bank akan memberlakukan bunga flat alias tetap pada angsuran rumah. Bunga flat ini besaran dan periodenya bervariasi antara satu bank dan bank lainnya. Ada yang hanya di satu tahun pertama saja, namun ada pula yang memberikan bunga flat di lima tahun pertama. Selepas itu, besaran bunga akan mengikuti perubahan tingkat suku bunga (floating).

Beda halnya jika kamu membeli rumah baru subsidi dari pemerintah. Bunga yang diberikan adalah flat alias tidak berubah selama masa cicilan. Periode cicilan berkisar antara 10 hingga 25 tahun.

9. Cek legalitas rumah yang ingin dibeli

Tips membeli rumah yang paling utama adalah memperhatikan legalitas rumah yang ingin kamu beli. Mau beli baru atau bekas, surat-suratnya harus lengkap. Jangan sampai saat udah deal, ternyata suratnya gak ada sebagian, sama aja kayak rumah bodong dong. 

Memangnya, apa aja sih legalitas yang harus dimiliki oleh pemilik hunian? 

1. Sertifikat Hak Milik (SHM) 

SHM adalah sertifikat yang harus dimiliki oleh para pemilik hunian. Ibarat kata, tanpa adanya SHM, rumah tersebut sama saja hunian ilegal. 

SHM membuktikan kepemilikan sepenuhnya atas tanah atau lahan oleh si pemegangnya. Masa berlakunya seumur hidup dan bisa dipindahtangankan. 

Tapi kamu juga jangan langsung percaya begitu saja dengan SHM yang ditunjukkan. Perlu pembuktian lebih lanjut mengenai keasliannya yang bisa kamu cek ke kantor pertanahan setempat. 

2. Akta Jual Beli (AJB) 

AJB tidak menunjukkan kepemilikan atas tanah, tapi, AJB menunjukkan bukti terjadinya transaksi jual-beli dan pemindahan hak atas properti. 

Bila kamu membeli dari developer, sebaiknya segera membuat AJB bila bangunan sudah siap dihuni. AJB harus ditandatangani oleh pembeli dan penjual di hadapan notaris. Tanpa kehadiran notaris, AJB tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat. 

3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 

Nah ini juga penting, apapun propertinya harus memiliki IMB untuk membuktikan bahwa bangunan tersebut tidak menyalahi aturan pemerintah. IMB memuat data tentang luas bangunan sampai denahnya. 

Untuk perumahan, biasanya pihak pengembang membuat IMB sekaligus untuk satu komplek, bukan untuk pribadi pemilik rumah. 

Kalau rumah kamu tidak memiliki IMB, sangat rawan penggusuran oleh pemerintah.

4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Kamu juga harus memastikan kalau rumah yang bakal kamu beli itu taat dengan aturan pemerintah, salah satunya dibuktikan dengan surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Demikian informasi mengenai tips membeli rumah yang harus diperhatikan. Ingat, membeli rumah bukan kayak beli baju, yang kalau gak pas bisa ditukar kapan saja. Jadi, kamu harus teliti dan memperhatikan hal-hal di atas sebelum membeli rumah. (Editor: Ruben Setiawan)