13 Cara Hidup Hemat Ini Bikin Anak Kos Sejahtera Terus

cara mengatur keuangan anak kos

Cara mengatur keuangan anak kos menjadi tantangan tersendiri bagi para anak kos. Pasalnya, menerapkan cara mengatur keuangan bagi anak kos yang tepat akan membuat sejahtera meski akhir bulan.

Hidup ngekos memang menghadirkan cerita tersendiri. Jika dulu saat tinggal sama orangtua, kamu bisa minta uang kapan aja, sekarang uang saku sudah dijatah. Padahal, hidup ngekos berarti harus memenuhi sendiri mulai dari tempat tinggal, makan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kondisi itu membuatmu mau gak mau harus tahu cara hidup hemat, meski sebenarnya orangtua gak bakal marah kalau uang saku habis di tengah bulan. 

Karena itu, cara mengatur keuangan anak kos bisa membuatmu belajar hidup hemat dan gak merepotkan orangtua lagi. Ini juga bisa jadi bekal kamu di masa mendatang.

1. Buat daftar pengeluaran untuk sebulan

cara mengatur keuangan anak kos
cara mengatur keuangan anak kos

Yang pertama, buat daftar pengeluaran yang gak melebihi uang saku dari orangtua. Dengan belajar hal ini, kamu berlatih buat terbiasa atur keuangan kamu di masa mendatang.

Gimana cara memulainya? Kamu bisa bikin daftar pengeluaran mulai dari yang terpenting sampai rekreasi.

Segera sisihkan uang untuk hal terpenting, seperti bayar kos, uang kuliah, listrik, dan belanja bulanan.

2. Jatah uang yang kamu pegang per hari

Nah, buat makan per hari, kamu bisa jatah uang saku yang disimpan dalam amplop. Jangan lupa juga sisihkan uang transportasi yang kamu butuhkan per hari.

Dengan cara ini, kamu bakal meminimalisasi keinginan buat belanja yang gak penting. Ini karena uang yang kamu pegang pas-pasan hanya buat hari itu.

3. Cari tempat makan level mahasiswa

Cara hidup hemat yang satu ini wajib banget dicoba. Sering kali kamu kehabisan uang di tengah bulan sebenarnya bukan karena belanja. Saat kamu cek lagi barang-barang di kosan, kamu lihat gak ada yang baru. Jadi ke mana uangnya?

Setelah diintrospeksi, ternyata kamu malah sering makan atau sekadar nongkrong di tempat mahal.

Udah mahasiswa, ngekos pula, pun kamu dikasih uang jajan pas-pasan, eh malah makan di tempat yang gak sesuai. Gimana uang saku gak cepat habis?

Nah, mulai sekarang, lebih baik hemat-hemat uang saku sejak awal bulan. Anggap awal bulan itu layaknya akhir bulan.

Pilih tempat makan yang murah yang emang buat mahasiswa. Intinya, jangan sampai kamu di akhir bulan harus makan mi instan setiap hari.

4. Kumpulkan uang receh

Uang receh emang gak gitu berharga kalau di awal bulan. Akan tetapi, di akhir bulan uang itu ibarat harta karun.

Namun kali ini, tujuan kamu mengumpulkan uang receh kalau bisa bukan karena kepepet. Sebenarnya mengumpulkan uang receh itu adalah bagian dari menabung.

Kamu belum bisa menabung dalam jumlah besar, jadi mulai deh dari nominal-nominal terkecil. Uang Rp 1.000 gak gitu bermanfaat, namun kalau dikumpulkan pasti jadi nominal besar.

Jadi, mulai sekarang kalau dapat kembalian receh dari minimarket atau swalayan, segera tabung. Jangan dibiarkan tercecer ya.

5. Kurangi beli air mineral botol saat ke luar kosan

Satu botol air mineral 600 mL harus kamu tebus dengan Rp4.000. Itu cuma sekali minum kalau lagi haus, lho. Beberapa jam lagi, kamu bakal haus lagi.

Coba kamu kalikan Rp4.000 selama 30 hari, sudah Rp120 ribu saja. Dengan Rp120 ribu, kamu udah dapat 5 galon Aqua.  Padahal dalam sebulan, kamu paling menghabiskan 2 galon Aqua.

Mulai sekarang kamu mending bawa tumbler sendiri. Kalau pun air minum yang kamu bawa habis saat masih di luar, kamu masih bisa isi ulang gratis ke warteg terdekat pas makan siang. Lumayan banget kan cara hidup hemat ini?

6. Hindari kegiatan kurang penting

Selain makan, kegiatan kurang penting juga turut bikin uang saku kamu terkikis pelan-pelan tapi pasti.

Contohnya aja, nonton bioskop setiap minggu, ikut nongkrong di mall bareng teman-teman, atau jalan-jalan.

Rekreasi boleh aja, tapi ada baiknya gak sering-sering. Gak cuma menghabiskan uang saku, waktu kamu juga bakal terbuang gitu aja.

Alternatif lainnya, kamu dan teman-teman kamu gak usah hang-out, tapi main di kos aja biar hemat. Tetap bisa bareng teman, uang aman.

7. Belajar buat nabung

Sudah sukses nabung uang receh, yuk sekarang kamu belajar level menabung selanjutnya. Kalau sebelumnya kamu nabung dari sisa uang saku, sekarang coba deh buat prioritaskan uang saku sebelum dipakai.

Prinsip “prioritaskan, bukan sisihkan” ini bakal jadi bekal sampai kamu kerja dan punya gaji sendiri nantinya.

8. Jika memungkinkan, belajar investasi

Siapa bilang investasi cuma cocok buat yang udah kerja? Justru saat masih jadi mahasiswa, kamu bisa belajar sedini mungkin.

Banyak pilihan investasi yang cocok buat kamu para mahasiswa. Salah satunya reksadana yang bisa kamu mulai dengan uang Rp100 ribu saja.

9. Belajar buat cari penghasilan sampingan

Kalau yang ini bukan cara hidup hemat, tapi cara dapat duit pas jadi mahasiswa. Kalau kamu emang punya waktu luang, kenapa gak manfaatkan buat cari penghasilan sampingan aja? Lumayan, kan, buat nambah uang saku dari orangtua.

Zaman makin canggih, kamu bisa manfaatkan teknologi buat dapat uang. Misalnya, kamu bisa coba jadi penulis online, buka online shop, atau jadi dropshipper.

Meski dapat uang tambahan dari kerja, kamu harus tetap ingat ya buat hemat. Sebanyak apapun uang yang kamu dapatkan tapi kalau kamu boros, tetap aja di akhir bulan harus luntang-lantung.

Ingat prinsip ini: bukan seberapa banyak uang saku yang kamu dapatkan, tetapi bagaimana kamu bisa mengelolanya dengan baik.

10. Hemat pemakaian pulsa

Sebagai pengguna smartphone, tentu kamu butuh internet. Untuk menghemat, belilah kuota terbesar yang disediakan oleh provider pilihanmu. Selain lebih hemat, pemakaiannya pun dapat lebih lama. 

Namun, harus diingat, jatah internet yang kamu pakai saat ini adalah jatah untuk sebulan ke depan. Karena itu, jangan terlalu sering dipakai untuk mengunduh atau menonton sesuatu yang tidak penting. 

Ini juga berlaku untuk pemakaian pulsa biasa. Untuk menelepon, kamu bisa memanfaatkan layanan Whatsapp atau aplikasi sama yang lainnya. Tapi kalau butuh menelepon memakai pulsa, sebaiknya jangan terlalu sering ya!

11. Hanya sediakan uang pas di dompet

Cara hemat uang lainnya yang bisa dilakukan adalah hanya menyediakan uang pas di dompet.  Dengan membawa uang seperlunya, secara otomatis kamu pun hanya akan membeli hal yang diperlukan. Cara ini bisa membantumu batasi pengeluaran secara efektif. 

Contohnya, saat ingin makan di kantin, uang di dalam dompet masih ada satu lembar lima puluh ribuan. Besar kemungkinan, kamu jadi lebih bebas memilih menu makanan tanpa terlalu memperhatikan total biaya yang dikeluarkan. 

Lain halnya jika kamu hanya membawa dompet dengan isi Rp10 ribu. Kamu tentu akan menyesuaikan menu makanan yang enak, mengenyangkan sesuai bujet.

12. Selalu cuci pakaian sendiri

Kunci dari cara menghemat uang anak kos adalah tidak malas. Salah satu contohnya, malas mencuci pakaian sendiri. 

Meski kini telah banyak jasa laundry hingga cuci kiloan yang harganya terjangkau, yaitu mulai dari Rp5-Rp7 ribu per kg, jika dihitung dengan cermat, tetap saja akan jauh lebih hemat mencuci pakaian sendiri.

Misalnya, jika pakaian kotormu dalam seminggu mencapai 4 kg, jika menggunakan jasa laundry, berarti kamu perlu mengeluarkan uang sekitar Rp6 ribu x 4 kg = Rp24 ribu. 

Dalam sebulan, uang yang diperlukan sebesar Rp24 ribu x 4 = Rp96 ribu. Sedangkan, jika mencuci pakaian sendiri, biaya detergen dan pengharum pakaian hanya sebesar Rp16-Rp20 ribu untuk dipakai satu hingga dua bulan. Berarti, bisa memangkas biaya laundry hingga 90%! 

Tapi, lain halnya jika waktu yang terpakai untuk mencuci dialokasikan untuk melakukan kegiatan produktif seperti pekerjaan sampingan, menggunakan jasa laundry bisa lebih efisien karena membuatmu punya lebih banyak waktu dan energi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

13. Belanja bulanan sekaligus

Belanja rutin bulanan dilakukan secara kecil-kecil alias mencicil memang terasa ringan. Tapi, tidak demikian pada akhirnya. Justru yang ada bisa membuat anggaran belanja rutin kamu malah membengkak tanpa disadari. Untuk itu, hindari bolak-balik berbelanja kebutuhan bulanan. Pasalnya, justru akan membuat kamu boros.

Lakukan kegiatan belanja bulanan sekaligus, dimana kamu membeli semua kebutuhan selama sebulan penuh hanya satu kali saja, misalnya peralatan mandi, makanan tahan lama, camilan, dan sebagainya.

Ini akan membantu kamu untuk lebih mudah dalam mengelola pengeluaran. Sebab kamu tidak akan berulang kali pergi ke supermarket dan berulang kali pula tergoda untuk belanja barang-barang lainnya yang mungkin sebenarnya tidak kamu butuhkan, istilahnya adalah lapar mata.

Jangan lupa membuat catatan belanja terlebih dahulu sebelum ke supermarket. Sehingga kamu bisa lebih mudah dan cepat dalam berbelanja. Hal ini juga bisa membantu kamu berhemat, sebab hanya barang-barang yang ada di daftar saja yang wajib dan akan dibeli nantinya.

Untuk menghindari pembengkakan uang belanja, wajib bagi kamu agar hanya membawa sejumlah uang belanja yang cukup atau pas dengan harga barang-barang yang akan kamu beli. Atau setidaknya lebih sedikit saja dari perhitungan pencatatan kamu untuk berjaga-jaga apabila harga-harga tersebut jauh berbeda dari perkiraan.

Pilih belanja online

Tidak perlu terburu-buru belanja barang yang tidak terlalu mendesak atau kebutuhan primer. Untuk membantu kamu berhemat, pilihlah harga terbaik untuk memenuhi kebutuhan kamu, seperti mencari diskon, penawaran khusus, dan lainnya.

Belanja online bisa kamu pertimbangkan untuk mewujudkannya. Pasalnya, saat ini ada banyak situs belanja online yang menawarkan berbagai barang dengan harga yang bersaing (kompetitif), bahkan lebih murah dari seharusnya. Sehingga kamu bisa memiliki kesempatan yang luas untuk mendapatkan harga terbaik di pasaran.

Yuk, lakukan cara hidup hemat ini, biar bulan depan kamu gak harus makan mi instan setiap di akhir bulan! (Editor: Chaerunnisa)