Jangan Ditiru! Ini 4 Kebiasaan Buruk Pemilik Mobil Mahal di Indonesia

Mobil mewah (Instagram)

Sah-sah saja kok memiliki mobil super di Indonesia, asalkan ada bujetnya. Bukan hanya bujet untuk membeli dan ngerawat, tentunya juga dalam urusan biaya lain-lain yang terkait kepemilikan mobil.

Sayangnya, gak sedikit dari masyarakat Indonesia pemilik mobil super sadar hal itu.

Atau bisa jadi mereka sadar dan paham. Tapi, berhubung keuangan lagi gak bersahabat, mereka justru gak melakukan kewajibannya.

Lain halnya dengan para pemilik mobil mahal yang memang tergabung dalam sebuah komunitas tertentu. Ketika mereka memang berada di bawah satu payung organisasi, kegiatan mereka pun terlihat lebih positif, dan bisa dibilang mereka jauh banget dari kebiasaan jelek ini.

Penasaran sama kebiasaan-kebiasaan jelek nan unik dari para pemilik mobil super di Indonesia? Yuk simak ceritanya di bawah ini.

1. Nunggak pajak

Mobil super Lamborghini (Pixabay)

Kebiasaan ini gak jarang dilakukan pemilik mobil super di Indonesia. Artis terkenal seperti Raffi Ahmad yang mengoleksi mobil mahal pun turut melakukannya.

Cukup ngebingungin sih sebenarnya kalau mereka nunggak pajak. Semestinya dengan kemampuannya beli mobil seharga miliaran rupiah, pajak tahunan yang cuma ratusan juta mah bukan apa-apa.

Sebagai pemilik mobil mewah, mereka tentunya sering menggunakan jalan di Jakarta bukan? Masa iya sih, pajak tahunan aja ogah buat bayar.

Kalau memang gak sanggup bayar pajaknya, ya ngapain beli mobil super gitu lho. Mending dijual saja terus duitnya dipakai buat yang lain deh.

2. Menggunakan nama orang lain di STNK

Mobil super Lamborghini (Pixabay)

Belum lama ini, sempat tersiar kabar lucu di media bahwa kepolisian melakukan razia dan menemukan pemilik Lamborghini ternyata tinggal di gang sempit area Jakarta Utara. Dan dia juga nunggak pajak sampai Rp 170 juta!

Usut punya usut, ternyata mobil super itu adalah majikannya. Jadi, sang pemilik mobil ini menggunakan nama karyawannya.

Sejatinya dengan melakukan ini, otomatis ketika dia beli mobil ya gak bakal terkena pajak progresif kepemilikan mobil. Atau dia juga gak perlu melaporkan kepemilikan mobil ini di laporan pajak tahunan.

Tapi coba deh dipikir lagi, ujung-ujungnya hal seperti ini jelas ngerugiin orang lain bukan? Bayangin saja, yang nunggak pajak siapa tapi yang keciduk razia siapa.

3. Ngebut di jalan raya pas jalanan kosong

Mobil mewah Porche (Pixabay)

Gak sedikit tentunya kabar mengenai tabrakan mobil super di Indonesia. Hotman Paris sempat mengalami musibah itu.

Semua tentu tahu bahwa mobil-mobil tersebut memang punya tenaga dan torsi yang sangat berlimpah. Otomatis ketika ditancap gasnya, mobil itu bakal melesat secepat kilat.

Ketika melihat jalanan kosong, hasrat mau ngebut pun bakal muncul. Kondisi itulah yang akhirnya bisa berbahaya.

Selain membahayakan diri sendiri dan mobil senilai miliaran rupiah, tentu saja hal itu bisa membahayakan para pengemudi serta masyarakat sekitar.

Kalau mau ngebut-ngebut, mending sewa sirkuit Sentul saja deh!

4. Gak tahu tujuan beli untuk apa

Mobil mewah Ferrari (Pixabay)

Ketika uang di rekening berlimpah dan seseorang berniat membeli mobil super, tentu gak jadi masalah. Tapi ketika dia sendiri gak tahu tujuan belinya untuk apa, maka yang ada mobil itu merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan memilih mobil super merek A, seharusnya dia sudah tahu seperti apa performa, biaya perawatan, dan fitur-fitur mobil tersebut. Ketika asal beli, maka poin satu, dua, dan tiga yang di atas berpotensi untuk terjadi.

Intinya, mobil ini gak murah ya dan tentunya bukan mainan. Kalau mau mainan ya beli saja miniaturnya.

Itulah empat kebiasaan jelek sekaligus lucu dari para pemilik mobil super di Indonesia.

Buat kamu yang memang ingin memiliki mobil ini, sebaiknya kamu sendiri paham akan kegunaan, biaya, hingga fiturnya. Dan alangkah lebih baik bergabung dengan pemilik mobil serupa, agar kamu juga bisa mendalami hal-hal terkait mobil supermu ini dengan baik.