Biar Makin Paham Investasi Emas, Ketahui Dulu 5 Fakta Ini

Investasi Emas

Investasi emas lagi menggeliat setelah banyak orang membeli logam mulia tersebut. Apalagi, momentum beli emas ini pas-pasan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Melemahnya rupiah emang menjadi alasan utama orang-orang melirik investasi emas. Di samping aman, harga emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lain semisal saham yang harganya fluktuatif.

Buat yang mau investasi jangka panjang, memilih investasi emas benar-benar udah jadi pilihan yang tepat.

Nah, sebelum berinvestasi emas, gak ada salahnya nih buat menyimak fakta-fakta seputar emas. Apa aja fakta-faktanya? Yuk disimak.

1. Emas pernah jadi acuan mata uang

 

 

Sebelum adanya investasi emas seperti sekarang, emas pernah menjadi acuan hampir seluruh mata uang di dunia pada abad ke-19. Dolar Amerika Serikat yang lagi perkasa saat ini dulunya juga mengacu pada emas buat menentukan harga jual belinya.

Namun, Perjanjian Bretton Woods dibatalkan sepihak oleh Amerika Serikat tahun 1970-an. Pasalnya, banyak negara yang simpan banyak dolar mengalami inflasi tinggi.

Negara-negara tersebut mau gak mau menukarkan dolar yang mereka simpan dengan emas. Amerika Serikat pun kewalahan menghadapi permintaan tersebut. Soalnya cadangan emasnya gak bisa memenuhi banyaknya permintaan penukaran dolar ke emas.

2. Bank sentral menyimpan emas sebagai cadangan devisa

 

 

 

Walaupun emas udah gak lagi menjadi acuan mata uang, rupanya beberapa bank sentral di dunia masih menyimpan emas sebagai cadangan devisa.

Seperti yang dikabarkan CNBC Indonesia, ada 10 negara yang menyimpan emas dalam jumlah besar sebagai cadangan devisanya, mulai dari:

  • Amerika Serikat: 8.133,5 ton (74,9 persen dari total cadangan devisa)
  • Jerman: 3.373,6 ton (68,9 persen dari total cadangan devisa)
  • Italia: 2.451,8 ton (67,3 persen dari total cadangan devisa)
  • Prancis: 2.435,9 ton (64,9 persen dari total cadangan devisa)
  • China: 1.842,6 ton (2,3 persen dari total cadangan devisa)
  • Rusia: 1.801,2 ton (17,3 persen dari total cadangan devisa)
  • Swiss : 1.040 ton (5,3 persen dari total cadangan devisa)
  • Jepang: 765,22 ton (2,5 persen dari total cadangan devisa)
  • Belanda: 612,45 ton (66,3% dari total cadangan devisa)
  • India: 557,79 ton (5,7 persen dari total cadangan devisa)

Indonesia juga menyimpan cadangan devisa emas lho. Namun, jumlahnya masih kalah banyak dengan negara-negara di atas, yaitu sekitar 80,56 ton (2,5 persen dari total cadangan devisa).

Terus kenapa bank sentral masih memegang emas, padahal Dolar dan mata uang lainnya udah gak mengacu ke emas?

Ini karena emas masih bernilai sebagai alat tukar yang dipakai di mana pun di seluruh dunia. Ditambah lagi investasi emas bisa menjadi penolong saat terjadinya peningkatan inflasi.

3. Emas adalah aset tertua di dunia

 

Dibandingkan instrumen investasi yang lain, emas punya usia jauh lebih tua. Lebih tua dari keberadaan saham, obligasi, bahkan mata uang yang beredar di dunia. Malahan hingga kini emas masih dipercaya sebagai pilihan investasi

Namun, jangan diartikan investasi emas jauh lebih baik ketimbang investasi saham, obligasi, ataupun deposito ya. Gimana pun juga setiap instrumen investasi punya untung rugi sendiri.

Cuma kalau pengin punya investasi yang bisa diwariskan turun-temurun yang gak terlampau dipengaruhi krisis, emas bisa jadi pilihan yang tepat. Coba aja tengok waktu krisis 1997-1998. Nilai emas bukannya ikut amblas seperti Rupiah, melainkan malah melonjak naik.

4. Pasokan emas terbatas

 

Permintaan yang meningkat, sedangkan suplai sedikit tentu aja bikin harga barang permintaan menjadi mahal. Begitu juga dengan harga emas. Kalau produksinya kecil, sedangkan permintaannya tinggi, berdampak pada meningginya harga emas.

Asal tahu aja nih. Seperti yang diberitakan Kompas, produksi emas mulai menurun sejak tahun 2017. Padahal, di sisi lain permintaan emas sedang naik-naiknya.

Tentu aja situasi ini bikin harga emas beranjak mahal. Dan harganya bisa makin mahal gara-gara kondisi politik internasional semisal meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Dan pastinya hal ini menguntungkan banget buat yang investasi emas.

5. Meski lebih stabil, harga emas juga fluktuatif

 

 

Banyak orang kepincut investasi emas karena alasan kalau harga emas itu stabil. Nyatanya, harga emas itu juga fluktuatif lho.

Makanya Logam Mulia Antam tiap harinya menerbitkan harga emas. Kalau harga emas hari ini kamu bandingkan dengan harga emas kemarin, kadang-kadang ada perbedaan. Di sinilah bisa disimpulkan kalau harga emas itu fluktuatif.

Apalagi kalau menukar emas dengan mata uang yang berbeda-beda. Kamu bakal menemukan fakta bahwa nilai emas itu berbeda-beda antara mata uang yang satu dan yang lain.

Sekalipun harganya fluktuatif, harga emas menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Buat lebih jelasnya kamu bisa lihat grafiknya di Gold Price.

Nah, itu tadi lima fakta dari investasi emas. Selain fakta-fakta tadi, satu hal yang kamu perlu tahu adalah investasi emas sekarang lebih praktis dan murah. Cukup bermodalkan Rp 50 ribu, kamu udah bisa investasi.

Dengan adanya aplikasi-aplikasi investasi emas, makin memudahkan kamu buat investasi. Jadi, tunggu apa lagi nih. Ayo mulai investasi sekarang sebelum ketinggalan nikmati untung nanti!

Asuransi Diskon 25% – Lihat 500+ Pilihan!