Mau Dapat Rp1 Juta Seminggu? Ini 6 Triknya

Beli saham dan reksadana

Semua udah tahu investasi di pasar modal risikonya cukup tinggi. Tapi dengan beli saham yang tepat, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp1 juta per minggu.

Serius tuh? Iya, serius banget!

Dalam artikel ini, kita bakal mengupas cara atau trik membeli saham yang bikin kamu lebih untung.

Lifepal telah berbincang dengan salah satu analis saham senior dari TRUST Securities, Reza Priyambada. Dia ini nih yang bocorin gimana caranya.

Penasaran? Yuk simak ulasannya di bawah ini:

1. Siapkan modal awal Rp25 juta

Siapkan modal awal (Pixabay)

Langkah pertama yang harus dilakukan buat beli saham adalah menyiapkan dana awal. Buat mendapatkan returns sebesar Rp1 jutaan, maka seenggaknya kamu harus berani menyediakan dana sebesar Rp25 juta.

Hitung-hitungannya, keuntungan bermain saham atau reksadana saham bisa mencapai dua persen per hari, atau juga yang sampai lima persen dari total modal.

Jadi, kira-kira ada gak tuh dana segar Rp25 juta? Jangan minjem ke bank lho. Kalau emang belum ada, ya nabung dulu aja. Gak usah buru-buru juga.

2. Jangan beli yang terlarang

Jangan membeli yang terlarang (Pixabay)

 

Kata Reza, untuk sekarang usahakan gak beli saham dari perusahaan konstruksi dulu. Sebut aja seperti Wijaya Karya (WIKA).

Lho kenapa harus dijauhi? Bukannya di awal 2018 sektor-sektor seperti ini lagi tumbuh, ya?

Menurut Reza, pertumbuhan saham perusahaan konstruksi sedang gak bagus di bulan Agustus dan September 2018. Soalnya ada sentimen negatif di internal masing-masing perusahaan karena masalah pendanaan proyek yang masih abu-abu alias belum jelas..

3. Coba lirik saham secondliner

Lirik saham secondliner (Pixabay)

Saham-saham secondliner juga asyik dipilih buat saat ini. Sebut aja seperti BRI Syariah (BRIS) atau Buyung Putra Sembada (HOKI).

Kenapa beli saham ini direkomendasikan? Soalnya, walaupun masih fluktuatif, penurunan harganya masih cukup terkontrol. Selain itu, harga saham mereka juga biasanya gak mahal-mahal banget jadi cocok buat investor pemula.

4. Saham perusahaan minyak juga bisa dilirik

Perusahaan minyak (Pixabay)

Momentum kenaikan minyak seperti saat ini bisa kamu manfaatkan buat beli saham dari perusahaan seperti ELSA (El Nusa), ENRG (Energi Mega Persada), atau MEDC (Medco).

Harga saham di perusahaan minyak itu biasanya bakal lebih rendah, jadi lembar yang bisa didapat juga lebih banyak.

Meski gitu penurunan nilai saham-saham ini juga lumayan besar. Jadi, sebagai investor kamu harus tetap waspada. Kalau bisa pantau terus deh pergerakannya.

5.  Reksadana Saham

Saham reksadana

Buat yang emang belum berani beli saham, reksadana saham bisa jadi solusi. Tapi, reksadana saham yang mana dulu nih?

Prinsip membeli reksadana saham gak jauh beda dengan saham. Jangan beli asal-asalan, dan sebisa mungkin beli saat harga NAB per UPnya lagi turun.

Reksadana yang satu ini juga punya returns yang mirip-mirip saham. walaupun Indeks Harga Saham Gabungan lagi anjlok, harga reksadana saham gak bakal ikut-ikutan

Sampai saat ini, reksadana Simas Saham Unggulan adalah salah satu produk reksadana saham yang paling dijagokan. Reksadana ini selalu menempati posisi pertama sebagai salah satu reksadana saham dengan returns terbaik.

Selain produk tersebut, kamu juga bisa memilih Sucorinvest Maxi Fund yang dikeluarkan oleh Sucorinvest Asset Management.

6. Tarik uang kalau returns udah empat persen

Strategi terakhir yang harus kamu jalankan ketika beli saham adalah menarik seluruh dana ketika returns-nya udah lima persenan.

Mengapa? Karena empat persen dari Rp25 juta itu sendiri adalah Rp1 jutaan.

Kok harus ditarik langsung? Kenapa gak dibiarkan aja?

Jawabannya, kalau emang kamu pengin untung Rp1 jutaan seminggu, ya caranya seperti itu. Kalau dibiarkan aja, maka ada dua kemungkinan yang bakal terjadi. Pertama adalah returns investasi bisa jadi makin bertambah. Dan yang kedua sebaliknya.

Ingat lho, produk yang kamu beli saat ini adalah saham. Saham jelas fluktuatif banget, dalam hitungan jam aja bisa berubah signifikan.

Seperti itulah cara beli saham dan reksadana buat mendulang keuntungan Rp1 juta sepekan. Kira-kira apakah kamu tertarik buat mencoba?

Pastikan dulu kamu udah bikin rekening dana nasabah biar bisa beli saham. Jangan lupa juga buat memilih perusahaan sekuritas yang biaya transaksi sahamnya gak terlalu besar.

Cara memilih perusahaan sekuritas terbaik

pasar saham

Perusahaan sekuritas memiliki fungsi sebagai pihak yang menjembatani antara nasabah dengan pihak otoritas bursa dalam hal ini dikenal dengan tiga lembaga yaitu BEI, KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) yang masing-masing mempunyai perannya tersendiri.

Nantinya perusahaan sekuritas tersebut akan menyampaikan pesanan (order) baik jual maupun beli saham dari nasabahnya untuk diteruskan ke sistem bursa yang bernama Jakarta Automated Trading System (JATS).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih perusahaan sekuritas terbaik, antara lain sebagai berikut.

1. Pastikan legalitas dan keuangan perusahaan sekuritas aman

Pertama, pastikan perusahaan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Cari tahu juga tentang latar belakang, pemegang saham, dan manajemen perusahaan dari kedua situs otoritas tersebut.

Selain itu, coba cari tahu terkait sepak terjang perusahaan di pasar modal, apakah pernah terkena kasus, misalnya penipuan.

2. Kemudahan membuka rekening efek sebagai nasabah

Saat ini, OJK dan BEI telah membolehkan tanda tangan elektronik dalam rangka know your customer (KYC) menggantikan tanda tangan langsung. 

Dengan peraturan tersebut memungkinkan calon investor untuk tidak mengisi formulir pembukaan rekening (FPR) dan Rekening Dana Investor (RDI) secara manual. 

Jika perusahaan sekuritas yang kamu tuju telah menerapkan layanan ini tentu akan sangat memudahkan proses investasi.

Cari tahu juga apakah perusahaan sekuritas tersebut sudah menerapkan layanan online trading atau tidak.

3. Perhatikan biaya transaksi (beli-jual)

Pendapatan perusahaan sekuritas berasal dari biaya transaksi (fee) yang dibebankan pada nasabah ketika melakukan transaksi saham baik beli maupun jual. Semakin banyak transaksi yang terjadi maka makin untung juga perusahaan tersebut.

Saat ini, fee beli-jual berkisar antara 0,15%-0,25% hingga 0,25%-0,35%.

Sebagai contoh, jika fee  beli 0,15% dan jual 0,25% maka jika terdapat transaksi Rp10 juta biaya yang dibebankan untuk fee beli adalah Rp15 ribu dan jual Rp25 ribu.

Perlu diketahui juga, biasanya perusahaan sekuritas asing memiliki fee  yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lokal. Jadi pastikan untuk bijak dalam memilih.

4. Setoran awal

Setiap perusahaan sekuritas memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam menentukan besaran setoran awal, ada yang mensyaratkan Rp10 juta ada juga Rp500 ribu sudah bisa buka rekening. Jadi pilihlah perusahaan sekuritas dengan besaran setoran awal yang cocok untuk kamu berinvestasi.

5. Pertimbangkan lokasi kantor cabang atau galeri investasi

Pertimbangkan pula lokasi kantor cabang perusahaan sekuritas. Pada kantor cabang atau galeri investasi, kamu bisa melihat lebih lengkap berbagai hal misalnya tata cara transaksi maupun penggunaan aplikasi perusahaan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan beberapa komputer sebagai trading room

6. Fasilitas transaksi sesuai dengan kebutuhan

Perhatikan aplikasi transaksi yang disediakan, biasanya fasilitas yang digunakan seperti aplikasi online, web, dan mobile. Setiap aplikasi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

7. Analis dan rekomendasinya

Perhatikan juga analisa dan rekomendasi perusahaan sekuritas. Beberapa perusahaan akan menyajikan rekomendasi setiap pagi atau akhir perdagangan kepada investor.

8. Rekening saham syariah

Saat ini sudah banyak tersedia perusahaan sekuritas yang menyajikan rekening khusus untuk transaksi saham kategori syariah. Gak tanggung-tanggung saham berlabel syariah yang sudah diperdagangkan sudah mencapai hampir 400 emiten.

9. Fasilitas pinjaman margin

Kalau kamu udah merasa andal dalam berinvestasi saham dan ingin mencari tantangan baru, kamu bisa memilih perusahaan sekuritas yang memberikan fasilitas margin. Fasilitas ini biasanya tersedia bagi nasabah dengan portofolio aset senilai Rp100 juta.

Jadi, seperti itulah cara beli saham dan reksadana buat mendulang banyak keuntungan Rp1 juta sepekan. Kira-kira apakah kamu tertarik buat mencoba?

Selamat mencoba!