Begini Cara Beli Saham BBRI Biar Untung

Saham BBRI

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencapai titik puncak pada 23 Januari 2018. Ketika itu harga per lembarnya berhasil menyentuh angka Rp 3.920 alias nyaris Rp 4 ribu.

Belakangan angkanya emang turun, betah di Rp 3.100 hingga Rp 3.200an. Meski gitu saham ini selalu laris di kalangan investor pemula maupun yang udah berpengalaman.

Kira-kira apa yang bikin saham ini jadi pilihan? Apakah karena nilai saham BBRI cukup stabil, lantas para investor jadi tertarik memilikinya? Atau karena saran dari analis?

Jika kamu penasaran dan tertarik buat membeli saham ini, ada baiknya memperhatikan beberapa hal di bawah ini dulu deh.

Bisa jadi, saham dari bank BUMN yang satu ini merupakan pilihan yang tepat buatmu, tapi bisa jadi juga gak. Yuk simak ulasannya.

Per Agustus hingga September 2018, saham BBRI diprediksi seperti ini

Per Agustus hingga September 2018, kondisi pasar global agak kurang bersahabat. Hal itu disebabkan karena perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

Bisa dibilang semua omongan dari Presiden Donald Trump dan Xi Jinping juga bisa mempengaruhi pasar modal secara umum. Jangankan pasar modal, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar aja bisa berubah karena dua orang ini.

Tapi yang jadi pertanyaan kenapa kok efeknya bisa sampai ke saham BBRI? Soalnya, BBRI ini adalah saham perbankan. Menurut analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, sektor perbankan cenderung sensitif terhadap isu-isu perdagangan internasional.

Kalau emang kenyataannya fluktuatif, tentu aja kamu bisa memanfaatkan saham blue chip yang satu ini buat aktivitas trading. Pantau aja nilai terendah dari saham BBRI. Ketika kamu udah tahu patokannya, beli saat turun dalam jumlah besar dan jual ketika udah di atas lima persen.

Asyik kan returns-nya?

Jangan main asal borong saham BBRI

Walaupun harga saham BBRI yang turun terbilang cukup menggiurkan, tapi jangan malah asal borong ya. Hal itu juga ada strateginya lho.

Reza Priyambada menambahkan, ketika terjadi penurunan harga saham per lembar, maka tugas kamu selanjutnya adalah memantau berapa besar penurunan itu. Ketika penurunan disertai dengan adanya penurunan volume beli juga, maka sebaiknya jangan beli deh. Itu bisa jadi sinyal bahwa saham itu gak diminati yang lain.

Tapi jika volume pembeliannya malah besar, ya udah borong aja gak apa-apa. Nanti ketika naik baru deh lepas semua atau sebagian.

Kapan saham BBRI melonjak signifikan?

View this post on Instagram

. Sebagai negara kepulauan yang besar dan tersebar luas, Indonesia memiliki banyak permasalahan perbankan, terutama di daerah-daerah terpencil dan perbatasan. . Dengan Teras BRI Kapal, Teras BRI Keliling, dan Agen BRIlink yang hadir di seluruh pelosok Indonesia,. BRI berhasil membantu menjaga kedaulatan Rupiah hingga ujung perbatasan, juga menjadi yang terdepan dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan Indonesia. BRI juga tercatat sebagai Bank pertama yang mengoperasikan Satelit sendiri yang diberi nama BRIsat. . 122 Tahun, Bank BRI hadir untuk menjangkau yang tak terjangkau juga melayani yang tak terlayani, tak pernah berhenti berinovasi, berevolusi menghadirkan solusi, dan tetap berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. . BANK BRI Melayani dengan setulus hati . #BANKBRI122 #BRIvolution

A post shared by BANK BRI (@bankbri_id) on

Pertanyaan ini belum bisa dipastikan bakal terjawab dalam waktu dekat ini. Karena peristiwa ekonomi global seperti yang disebutkan di atas.

Tapi, setiap Oktober 2018 bank bakal merilis laporan keuangan. Nah lewat laporan bulan Oktober itulah kinerja Bank BRI bakal kelihatan seperti apa. Gak menutup kemungkinan kalau rencana bank plat merah itu ke depannya juga bakal terkuak.

Tentunya di masa inilah bakal ada perubahan valuasi yang signifikan dari harga saham BBRI per lembar. Kalau tiba-tiba harganya melonjak, tentu untung banget kan jika kamu udah beli sahamnya dari sekarang, saat lagi naik turun?

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Gimana BRI Syariah?

Kalau saham BBRI ya seperti itu, tapi lantas gimana dengan versi syariahnya alias BRIS?

Walaupun judulnya sama-sama BRI, tapi BRI konvensional dan syariah itu dua hal yang berbeda. Kode emitennya aja udah beda. Kalau BRI sahamnya adalah jenis blue chip, kalau BRI Syariah bisa dibilang secondliner.

Reza mengatakan, saat seperti ini saham secondiliner terbilang cukup stabil daripada saham big cap atau blue chip. Selain itu, harga BRIS juga masih terbilang murah banget per lembarnya, gak sampai Rp 1.000 perak.

Pantesan waktu itu ustaz Yusuf Mansur sampai ngeborong saham itu. Apa kamu pengin jadi seperti ustaz Yusuf Mansur? Silahkan aja kalau emang prediksimu udah mantap.

Itulah serba-serbi saham BBRI yang harus kamu ketahui.

Tertarik beli saham bank plat merah untuk investasi? Atau pengin buat trading aja? Pertimbangkan matang-matang dulu, jangan ikut-ikutan.

Bila kamu adalah investor awam atau pemula, ada baiknya buat baca-baca banyak bahan soal investasi saham.

Investasi saham emang risikonya besar, tapi returns-nya juga cukup besar. Jika emang kamu belum berani melihat fluktuasi harganya yang ngeri-ngeri sedap ya udahlah main reksadana dulu juga gak apa-apa kok, nanti beberapa bulan ke depan baru deh nvestasi saham.

Selamat mencoba peruntungan lewat saham BBRI!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →