Gak Nyangka! Ternyata dari Sini Sumber Kekayaan Afgan Syahreza

Afgan Syahreza

Siapa sih yang gak kenal Afgan Syahreza? Meski banyak penyanyi baru, pelantun Terima Kasih Cinta ini tetap punya banyak penggemar setia.  

Sejak terjun ke dunia tarik suara pada 2008 lalu, Afgan berhasil menyabet hingga puluhan penghargaan. Mulai dari Most Favorite Male Artist versi MTV Indonesia Awards pada 2008 hingga penghargaan terbarunya sebagai Bintang Iklan Pria Terfavorit versi Bright Awards tahun lalu.

Meski kiprahnya di dunia musik udah gak diragukan lagi. Siapa sangka, kariernya sebagai penyanyi bermula dari ketidaksengajaan.

Bakatnya diketahui oleh Produser WannaB Music Production saat Afgan sedang bernyanyi bersama teman-temannya untuk koleksi pribadi. Semenjak masuk dapur rekaman, ia langsung menempati posisi tertinggi di tiap tangga lagu radio dan televisi.

Setelah sukses menjadi penyanyi, Afgan juga sempat bermain di beberapa film Indonesia. Salah satunya, film “Refrain” (2013). Ia juga didaulat menjadi brand ambassador beberapa brand, seperti Vivo, Good Day, dan Xlens.

Selain prestasinya di dunia hiburan, Afgan juga jago berbisnis lho. Penyanyi kelahiran 1989 ini punya sederet bisnis yang bikin ladang uangnya semakin bertambah.

Ini sumber kekayaan Afgan Syahreza yang bisa menginspirasi banyak anak muda. Yuk disimak!

Investasi Apartemen

Sejak beberapa tahun lalu, Afgan memang udah serius untuk berinvestasi properti. Ia pun memilih apartemen sebagai sumber penghasilan tambahannya.

Dalam menjalani investasi ini, ia membeli apartemen dan membuat furnitur sendiri untuk membuat apartemennya full furnished, kemudian disewakan.

Saat ini,  Afgan memiliki lebih dari lima apartemen yang terdiri dari empat kelas premium dan dua kelas menengah. Wuih, mantap banget!

Selain apartemen, ia juga punya rumah yang juga ia sewakan salah satunya. Tanpa bekerja pun, uang udah mengalir yah.

Bisnis karaoke De’Tones by Afgan Family Karaoke

Afgan telah memiliki dan mengelola bisnis karaoke bernama De’Tones by Afgan Family Karaoke, sejak April 2010.

Biar bisa bersaing dengan sejumlah bisnis karaoke sejenis, De’Tones mengusung konsep yang lain daripada yang lain. Dengan konsep Around The World, para pengunjung karaoke-nya akan menikmati suasana bagai keliling dunia di setiap ruang karaokenya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Afgan menggunakan sistem waralaba alias franchise. Dengan begitu, penyebaran De’Tones bisa lebih cepat dan dikenal luas masyarakat.

Untuk menjadi mitra De’Tones, calon partner atau investor  harus merogoh kocek hingga Rp 4 miliar. Dengan bujet tersebut, investor bisa membuka usaha karaoke seluas 700 meter persegi dengan kapasitas hingga 32 kamar.

Saat ini, De’Tones telah ada di berbagai kota-kota besar seperti, Tangerang, Palembang, Prabumulih, Medan, Pontianak, dan Jambi. Tiap outlet diperkirakan mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 400 juta per bulan.

Clothing Line Arez

https://www.instagram.com/p/Blkc6k-nZxj/?taken-by=afgansyah.reza

Berawal dari bisnis kecil-kecilan, clothing line milik Afgan berhasil menembus pasar Singapura dan Malaysia.

Bisnis fashion bergaya urban ini menggunakan akronim namanya, Arez sebagai brand produknya. Ternyata bisnis yang ia jalankan bersama beberapa temannya ini sudah berdiri sejak ia masih kuliah.

Setelah menuntaskan pendidikan di jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia. Afgan melanjutkan kuliah di Monash University Malaysia jurusan Bisnis Marketing. Jadi, gak heran kalau ilmu yang dimilikinya dari kampus tersebut akhirnya ia terapkan kini.

Selain bisnis di atas, Afgan juga memiliki bisnis restoran dan event organizer bersama keluarganya. Menurutnya, dunia bisnis adalah passion yang ia punya selain menyanyi.

Tanya Lifepal - Untuk Pertanyaan Keuanganmu
Apakah poin-poin omnibus law cipta kerja (ciptaker) yang perlu diketahui karyawan?Di wilayah kantor saya sering sekali dengar tentang ramai nya perbincangan omnibus law akhir-akhir ini. Penasaran aja, apa sih poin-poin penting untuk kita para karyawan?Dijawab : Rieke Caroline, SH, MKn.

Jadi, meski sibuk di dunia hiburan, Afgan tetap mengelola dan mengembangkan seluruh bisnis yang ia punya.

Bukan Afgan kalau cuma duduk santai menikmati hasil investasi dan penghasilannya sebagai penyayi. Penghasilannya justru Afgan gunakan sebagai modal sejumlah bisnisnya.

Menurutnya, anak muda gak cuma harus bisa menghasilkan uang tapi juga harus pintar mengelola uang tersebut sebagai persiapan dana di hari tua nantinya. Layak dicontoh nih!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →