Ahok Diprediksi Duduk Sebagai Direksi BUMN, Memangnya Sudah Penuhi Persyaratan Ini?

direksi bumn

direksi bumn

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diisukan bakal menjadi direksi BUMN. Rumor ini semakin menguat ketika Menteri BUMN, Erick Thohir memanggil mantan Gubernur DKI Jakarta itu ke kantornya pada hari Rabu (13/11). 

Soal perusahaan apa yang bakal dipimpinnya, belum tahu juga. Tapi kabarnya, ia bakal ditugaskan di salah satu perusahaan milik negara di bidang energi. Nama yang paling mencuat keluar adalah Pertamina. 

Meski belum secara pasti, kabar soal Ahok jadi bos BUMN ini menimbulkan banyak pro kontra. Ada yang pro karena menilai integritas Ahok yang tinggi, namun ada juga yang kontra karena statusnya yang pernah menjadi terpidana, sekaligus anggota partai politik. 

Namun yang pasti, untuk bisa berkontribusi secara penuh terhadap negara melalui BUMN, Ahok harus memenuhi beberapa persyaratan. Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/022015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN. 

Baca juga: Punya Laba hingga Ribuan Triliun, Ini Perusahaan Terkaya di Amerika Serikat

Persyaratan formal agar menjadi Direksi BUMN

direksi BUMN
Begini gaya Ahok saat menerima penghargaan dari YouTube, (Instagram/@basukibtp).

Persyaratan sengaja dibuat untuk menciptakan sistem pengelolaan perusahaan yang akuntabel, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebabnya, direksi BUMN diharuskan berasal dari orang-orang yang berintegritas dan profesional. 

Agar memastikan BUMN diisi orang yang tepat, ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi para kandidat, yaitu persyaratan formal, materiil, dan persyaratan lainnya. 

Persyaratan formal meliputi: 

  1. Orang perseorangan
  2. Mampu melaksanakan perbuatan hukum
  3. Tidak pernah dinyatakan pailit
  4. Tidak pernah menjadi anggota Direksi, atau anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu BUMN dan/atau Perusahaan dinyatakan pailit
  5. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN, dan/atau Perusahaan. 

Baca juga: Pakai Tas LV hingga Berlibur ke Luar Negeri! Begini Gaya Hidup Mewah Istri Ahok

Persyaratan Materiil 

direksi bumn
Usai bebas, Ahok memang banyak bikin kejutan nih, (Instagram/@basukibtp).

Selain persyaratan formal, para kandidat direksi BUMN juga harus mematuhi persyaratan materiil yang telah dituliskan, 

  1. Keahlian
  2. Integritas
  3. Kepemimpinan
  4. Pengalaman
  5. Jujur
  6. Perilaku yang baik
  7. Dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan. 

Baca juga: Calon Menteri Dipanggil ke Istana, Ahok Justru Pamer Foto Ini

Persyaratan lainnya

Direksi BUMN
Gaya Ahok saat menjajal MRT Jakarta, (Instagram/@basukibtp).

Kemudian untuk bisa menjadi direksi BUMN sepenuhnya, Ahok juga harus mematuhi persyaratan lainnya seperti, 

  1. Bukan pengurus partai politik dan/atau calon anggota legislatif dan/atau anggota legislatif. Calon anggota legislatif atau anggota legislatif terdiri dari calon/anggota DPR, DPD, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II. 
  2. Bukan calon kepala/wakil kepala daerah dan/atau kepala/wakil kepala daerah.
  3. Tidak menjabat sebagai direksi pada BUMN yang bersangkutan selama dua periode berturut-turut.
  4. Memiliki dedikasi dan menyediakan waktu sepenuhnya untuk melakukan tugasnya.
  5. Sehat jasmani dan rohani (tidak sedang menderita suatu penyakit yang dapat menghambat pelaksanaan tugas sebagai Direksi BUMN), yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. 

Apakah Ahok memenuhi sebagai bos BUMN? 

direksi bumn
Siapa yang rindu nih dengan gaya kepemimpinan Ahok? Kita tunggu aja ya, (Instagram/@basukibtp).

Banyak yang kontra terkait rumor penunjukkan Ahok sebagai bos BUMN. Masalahnya, karena statusnya sebagai mantan terpidana, dan juga sebagai anggota di partai politik. 

Namun, berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan lewat Peraturan Menteri BUMN di atas, Ahok dinilai telah memenuhi sebagai seorang kandidat. Pertama ia adalah orang yang berkompeten, dan pernah menjadi seorang pemimpin. Apabila ia ditempatkan di BUMN bidang energi, itu sangat sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang merupakan lulusan Teknik Geologi Universitas Trisakti. 

Kedua, Ahok memang pernah terseret kasus pidana dan dipenjara kurang lebih dua tahun. Tapi, kasus yang menimpanya itu tidak ada kaitannya dengan kerugian keuangan negara, BUMN, maupun perusahaan. 

Terakhir, di peraturan tersebut tertuliskan bahwa syarat untuk menjadi direksi BUMN tidak boleh berasal dari pengurus partai politik. Ahok yang baru bergabung dengan PDIP selepas bebas dari penjara itu hanya mengemban jabatan sebagai kader bukan pengurus. 

Jadi menurut kamu Ahok cocok gak untuk duduk di kursi direksi BUMN? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis