Ajukan Dana Pensiun Sejak Dini Biar Gak Gigit Jari di Hari Tua

Ajukan Dana Pensiun

Semua orang yang saat ini statusnya bekerja pasti akan pensiun. Malah kebanyakan pengin pensiun di usia sedini mungkin.

Namun tentunya bukan pensiun dengan tangan kosong kayak mancing di genangan air tengah jalan. Melainkan berhenti kerja dengan segenggam emas dan sejumput berlian alias berkecukupan.

ajukan dana pensiun
Dana pensiun jelas merupakan bekalmu di hari tua (berkecukupan / bullionindia)

Jika kamu termasuk di antaranya, mungkin sudah saatnya untuk memikirkan dana pensiun. Dengan memiliki modal dana pensiun, kehidupan hari tua lebih terjamin kesejahteraannya.

Soalnya dana pensiun yang dihimpun bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah gak lagi terima gaji bulanan. Sebaliknya, tanpa dana pensiun, siap-siap deh gigit jari di hari tua.

Mekanisme dana pensiun sama dengan tabungan. Makin dini mulainya, makin besar dana yang terkumpul kelak.

Karena itulah perlu merencanakan dana pensiun sejak dini. Masalahnya, gak sedikit yang memposisikan dana pensiun di urutan ke sekian dalam prioritas pengeluaran bulanan.

Iya gak apa-apa sih kalau perusahaan sudah punya program dana pensiun wajib yang memotong gaji tiap bulan buat iuran. Kalau gak?

Kenapa harus sejak dini

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, prinsip dana pensiun adalah besarannya mengikuti jumlah iuran. Namun lain ceritanya jika dana pensiun diolah ke instrumen investasi.

Makin besarnya iuran gak selalu berarti hasil yang didapat kelak juga jumbo. Malah sebaliknya, mungkin dana pensiun sedikit karena iuran yang dikumpulkan ludes dalam investasi.

ajukan dana pensiun
Masa pensiun juga bisa dikatakan sebagai fase di mana kamu menikmati hidup. Pasti gak nikmat dong kalau di masa pensiun kamu gak punya duit (masa pensiun / manulife)

Ini yang menjadi salah satu alasan kenapa harus sejak dini menyiapkan dana pensiun. Saat diolah ke investasi, kita bisa tahu tren hasil dari laporan keuangan yang dikirim rutin tiap bulan ke kita.

Saat merasa hasil yang didapat kurang oke, segera beralih ke penyedia dana pensiun lainnya. Urusan bakal lebih runyam jika usia sudah menjelang pensiun saat mengikutinya.

Bisa-bisa dana pensiun malah lebih sedikit dari total iuran bulanan yang telah disetorkan. Namun ini gak berlaku buat pekerja yang mengikuti dana pensiun wajib dari kantor.

Yang bisa dilakukan adalah menambah dana pensiun di tempat lain, misalmya bank atau perusahaan asuransi. Hal ini juga bisa dilakukan jika merasa dana pensiun dari kantor gak cukup.

Cukup dari kantor?

Beruntunglah kita yang sudah disediakan program dana pensiun dari kantor. Itu artinya kantor peduli pada masa depan kita selaku mantan pekerja saat sudah masuk hari tua.

Masalahnya, besaran manfaat dana pensiun dari kantor mungkin terlalu sedikit. Coba hitung perkiraan dana pensiun yang bisa cair saat kita sudah pensiun.

Kira-kira hingga berapa lama bisa menggantungkan hidup pada dana itu hingga dipanggil Yang Kuasa. Yang juga penting, gimana dana pensiun itu bisa bermanfaat buat keluarga atau ahli waris ketika si pekerja sudah tiada atau gak bisa lagi bekerja lantaran cedera.

Selain dana pensiun swasta dari kantor, ada pula program jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP) yang iurannya diambil dari gaji bulanan. Keduanya berbeda meski tampak mirip.

JHT diberikan secara langsung ketika pekerja pensiun. Sedangkan JP diberikan secara bulanan saat masa pensiun datang.

ajukan dana pensiun
Yakin cuma ngandelin BPJS sebagai dana pensiun? (BPJS Ketenagakerjaan / ayobandung)

Meski sudah ada kewajiban ikut program BPJS itu, potensi dana pensiun kurang tetaplah ada. Apalagi iurannya terhitung minim.

Besaran iuran JHT adalah 5,7 persen per bulan (2 persen pekerja dan 3,7 persen pemberi kerja) dan 3 persen sebulan (2 persen pemberi kerja dan 1 persen pekerja) untuk JP.

[Baca: Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Itu Investasi Bukan Tabungan]

Ikut dana pensiun di luar

Agar bisa lebih tenang menjelang usia senja, gak ada salahnya ikut dana pensiun partikelir di luar perusahaan atau kewajiban sosial. Ada sederet pilihan yang bisa dipertimbangkan baik di bank maupun perusahaan asuransi. Berikut ini caranya:

1. Harus cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan dana pensiun yang ditawarkan. Lihat bagaimana perhitungan hasil iuran dibagikan ketika sudah pensiun.

2. Lihat pula proteksi alias asuransi yang diberikan saat “terpaksa” pensiun, antara lain karena menderita cacat setelah mengalami kecelakaan kerja.

3. Lihat background pengelola dana pensiun. Untuk amannya, cari yang sudah punya nama. Meski begitu, lembaga yang baru bisa juga dipilih asal penawarannya memang oke.

Jenis dana pensiun yang umumnya dipilih dan disediakan pihak selain perusahaan tempat kerja adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Pengelolanya adalah bank atau lembaga asuransi.

[Baca: Menyiapkan Dana Pensiun Gak Cuma Urusan Cowo Loh, Kamu yang Perempuan Juga Wajib]

Saat memilih DPLK, kita bisa menempuh langkah berikut ini agar kelak gak gigit jari di hari tua lantaran dana pensiun tiada.

1. Pertimbangkan berapa kebutuhan dana pensiun saat kelak gak bekerja lagi. Iuran dan manfaat dapat disesuaikan dengan target yang dituju.

2. Kalau dana pensiun difokuskan ke DPLK, pilih instrumen investasi yang punya riwayat gigih menghadapi fluktuasi alias gak begitu terpengaruh. Bahaya jika dana ditaruh di instrumen rentan fluktuasi, karena bisa-bisa malah gak meraih target dana.

3. Seharusnya penerima dana pensiun bisa bebas memilih instrumen investasi. Pilih yang punya aturan dana pensiun seperti ini.

4. Pastikan terima laporan rutin tiap bulan yang memperlihatkan hasil pengolahan dana pensiun.

Buat yang sudah sadar akan pentingnya dana pensiun buat hari tua, bagus banget. Apalagi jika sudah menghitung berapa dana yang kelak akan didapat plus mau diapakan dana itu.

Ingat, setelah pensiun gak ada lagi gaji bulanan yang masuk ke rekening. Adanya dana pensiun jelas sangat membantu menyangga kehidupan finansial saat memasuki usia senja.

[Baca: 3 Bekal Memasuki Usia Pensiun yang Harus Dipersiapkan Sekarang]