Orang-Orang Ini Ternyata Mustahil Dapat Kredit Rumah, Kenapa Ya?

Walau banyak yang ngaku lebih cepat dalam proses mengurus kredit, faktanya nih penolakan masih sering terjadi. Begitu pun dengan mengajukan kredit rumah. Syaratnya lebih banyak dan prosesnya lebih lama dan memakan waktu.

Bisa dimaklumi emang kenapa kredit rumah menjalani proses yang sedemikian lamanya. Bukan cuma besarnya dana yang dikucurkan, melainkan risiko yang mesti ditanggung bank seandainya si debitur gagal bayar.

Makanya jangan heran kalau bank gak kunjung beri kabar dalam seminggu atau lebih. Sebab bank sangat selektif dalam mempertimbangkan kelayakan calon debitur. Kalau gak gitu, angka non-performing loan (NPL) bisa meningkat gara-gara banyak debitur yang nunggak bayar.

Bank disebut sebagai bank yang gak sehat karena tingginya angka NPL bank tersebut. Asal tahu aja nih. Menurut aturan yang berlaku, batas rasio aman NPL itu maksimal berada di angka 5 persen. Lewat dari itu, bank bisa-bisa kekurangan dana buat penyaluran kredit berikutnya.

Nah, pertanyaannya adalah siapa orang-orang yang sulit dapat kredit rumah alias udah pasti ditolak bank? Ini dia jawabannya.

1. Orang yang masih punya cicilan kredit

Orang yang masih punya cicilan kredit, (Ilustrasi/Shutterstock).

Lunasi dulu kredit yang ada, baru mengajukan kredit rumah. Sebab kalau kamu masih menanggung utang misalnya kredit mobil, pengajuanmu berpotensi ditolak bank lho.

Lagi pula bank menganggap sangat bersiko kalau menyalurkan kredit ke calon debitur yang diketahui masih punya tanggungan utang. Sebab ya itu tadi. Karena tiap bulannya mesti bayar dua kredit, bisa-bisa salah satunya ada yang gak terbayar atau ditunggak pembayarannya.

Seperti yang udah pernah diterangkan MoneySmart di ulasan-ulasan sebelumnya, alokasi pengeluaran buat cicilan kredit apa pun itu maksimalnya 30 persen dari penghasilan bulanan. Lebih dari itu, kamu mustahil berkesempatan dapat kucuran kredit dari bank.

2. Orang dengan penghasilan gak menentu

Orang dengan penghasilan gak menentu, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu pernah baca-baca bukan kalau salah satu syarat mengajukan kredit rumah adalah memberikan slip gaji dan rekening bank selama tiga bulan terakhir.

Syarat ini dipakai bank buat menganalisis kesanggupan calon debitur dalam melakukan pembayaran cicilan. Di sinilah analis bakal menggunakan rumus 30 persen penghasilan bulanan buat memastikan si calon debitur layak atau gak layak.

Lebih aman kalau penghasilan kamu terima tiap bulannya secara teratur. Itu tandanya tiap bulannya kamu dianggap bank punya cukup uang buat bayar kredit.

Sayangnya, anggapan ini gak berlaku buat freelancer atau pekerja freelance. Kenapa begitu? Sebab penghasilan yang mereka terima tiap bulan gak menentu tiap bulannya. Wajar aja melihat ini bank jadi ragu mau kucurkan kredit ke orang tersebut.

 

3. Orang yang gak punya NPWP

Orang yang gak punya NPWP, (Ilustrasi/Shutterstock).

Hari gini masih belum punya NPWP? Wah, lebih baik segera diurus deh. Soalnya punya NPWP itu banyak manfaatnya lho. Salah satunya ialah kamu memenuhi syarat buat ajukan kredit rumah.

Kamu yang udah baca-baca syarat mengajukan kredit rumah pasti udah tahu adanya syarat ini. NPWP wajib ada dalam syarat pengajuan kredit karena diharuskan dalam aturan yang dibikin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, memiliki NPWP menjadi ciri yang menandakan kalau si calon debitur itu adalah orang yang taat bayar pajak. Ketaatan si calon debitur dalam membayar pajak nantinya dibuktikan lewat penyerahan SPT pajak tahunan ke bank.

Inilah kenapa kepemilikan NPWP menjadi pertimbangan bank buat memutuskan si calon debitur layak dapat kredit atau gak.

4. Orang yang terdaftar di blacklist SLIK OJK

Orang yang terdaftar di blacklist SLIK OJK, (Ilustrasi/Shutterstock).

Jangan heran kalau pengajuan kredit rumah ditolak. Ternyata bank menyampaikan alasan ke kamu kalau namamu masuk daftar blacklist SLIK OJK.

Dulunya daftar tersebut dikenal sebagai blacklist BI Checking. Kini urusan kolektibilitas kredit ini menjadi urusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dan kamu bisa tahu namamu masuk daftar blacklist atau gak dengan mengeceknya di SLIK OJK sebagai ganti dari BI Checking.

Di SLIK OJK nantinya kamu bisa lihat seperti apa kolektibilitas kredit kamu. Kolektibilitas kamu dinilai bagus kalau mendapat kualitas 1.

Sementara kolektibilitas kamu meragukan kalau mendapat kualitas 2, kualitas 3, kualitas 4, ataupun kualitas 5. Kolektibilitas yang meragukan inilah berpotensi masuk daftar blacklist.

Supaya selalu dapat kualitas 1, kamu harus disiplin membayar cicilan kredit. Usahakan tepat waktu. Nah, kalau punya cicilan menunggak, bereskan deh segera agar kualitas kredit kamu gak turun.

Jadi, udah tahu kan sekarang orang-orang yang pengajuan kredit rumahnya bakal ditolak. Mudah-mudahan kamu gak termasuk ya dalam daftar di atas.

Soalnya pengajuan kredit sampai ditolak itu gak enak banget rasanya lho. Rencana punya rumah pun jadi sirna seketika karena gagal dapat kredit. Emangnya kamu mau ngalami hal itu? (Editor: Mahardian Prawira).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →