Tahun Depan, Akulaku Target Salurkan Pinjaman Rp 6 Triliun dan Bidik Bisnis Syariah

Akulaku Finance, perusahaan pembiayaan digital telah menyalurkan pinjaman hingga Oktober 2019 mencapai Rp 4 triliun. Pinjaman ini bakal disalurkan lebih dari 3 juta orang peminjam di Jawa, Sumatera, Bali, dan Lombok.

Efrinal Sinaga, Direktur Utama Akulaku Finance mengatakan, dalam memberikan fasilitas pinjaman pembiayaan, Akulaku terus berusaha menjaga Non Performing Loan (NPL) di level 1%.

Menurutnya, kinerja Akulaku Finance pada tahun 2019 ini cukup menggembirakan karena mampu tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan industri multifinance secara tahunan.

“Multifinance tumbuh 3,35%. Akulaku Finance luar biasa bisa tumbuh 116%,” ujar Efrinal di Jakarta.

Tak hanya sisi pertumbuhan bisnis, Akulaku Finance juga terus melakukan inovasi, kemitraan strategis hingga edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.

“Di 2020 kami akan tetap tumbuh. Bisnis, perencanaan, apapun persoalan dan kesulitan dan apapun yang dicapai, kami ingin break the limit. Kami ingin menembus semua kendala dan keterbatasan, seperti menyiapkan inovasi dan layanan di produk kami. Tahun depan kami akan mulai shifting pembiayaan produktif apapun itu modal usaha ataupun car loan. Yang lebih penting kami akan tetap mendukung networking hulu ke hilir yang ada di e-commerce,” jelasnya.

Pada tahun 2020, Akulaku akan masuk kepada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, pinjaman untuk UMKM ini baru akan diterapkan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Adapun, UMKM bisa mendapatkan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Besaran pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pedagang, hal ini guna menghindari penyalahgunaan.

“Intinya adalah kami akan masuk ke UMKM, syukur-syukur nanti kalau memungkinkan kami masuk ke petani dan nelayan begitu, tapi untuk sekarang fokusnya ke merchant yang berbasis online dulu,” ucapnya.

Menurutnya, selain membidik pembiayaan pada sektor produktif, Akulaku Finance juga akan memperluas jangkauan, sebab dengan kemajuan teknologi dan internet, bukan tidak mungkin perluasan jangakauan sulit dilakukan.

“Kemudian keterbatasan area, kami akan perluas coverage area. Sekarang kondisi sangat mendukung sudah hampir mengcover sebagian besar tanah air. Urusan edukasi dan literasi adalah bagian penting. Masyarakat kita harus mengerti dan melek keuangan apalagi sekarang era digital,” pungkasnya.

Baca juga: Senilai US$ 6,3 Triliun Surat Utang AS Dipegang Negara-Negara Ini, Nomor Satu China

Tahun 2021 Akulaku Bidik Bisnis Syariah

Akulaku
Akulaku targetkan menyalurkan pinjaman di angka Rp 6 triliun, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tak hanya fokus dalam penyaluran pinjaman, pada tahun 2021 Akulaku Finance juga akan memperluas produknya dengan menyediakan pembiayaan berbasis syariah.

Efrinal Sinaga mengatakan, saat ini transaksi syariah telah diminati oleh masyarakat, dan kedepan transaksi syariah diprediksi akan semakin meningkat, sebab skema syariah ini bukan hanya diminati oleh masyarakat, tetapi juga para pengusaha dan pedagang.

Menurutnya, saat ini perusahaan tengah menyiapkan infrastruktur penunjang bisnis syariah tersebut, bersamaan dengan pengurusan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

“Kami harap bisa meluncur di pertengahan atau semester pertama tahun 2021,” paparnya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)