Akuntansi Biaya dan Penerapannya di Internal Perusahaan

akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah proses pencatatan keuangan yang di dalamnya menggolongkan dan meringkas biaya produksi hingga penjualan produk atau jasa menggunakan suatu cara yang dilengkapi penjelasan.

Siklus pengerjaannya secara umum terdiri atas empat tahap, yaitu:

  • Penentuan harga bahan pokok produksi, yaitu penghitungan harga bahan baku yang dibeli ditambah biaya pembelian bahan untuk produksi.
  • Penghitungan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja langsung.
  • Penghitungan biaya lain bukan bahan baku atau tenaga kerja (overhead) selama produksi berlangsung.
  • Menghitung harga jual produk atau jasa.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang akuntansi biaya, simak ulasan Lifepal berikut ini. 

Pengertian akuntansi biaya 

Membahas tentang akuntansi biaya tidak bisa lepas dari pengertian akuntansi dan biaya itu sendiri. Di dalam KBBI, akuntansi memiliki arti seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

Sementara biaya, memiliki arti uang yang dikeluarkan untuk mengadakan sesuatu. 

Secara singkat, akuntansi biaya adalah suatu bentuk tindakan manajerial yang bertujuan untuk mencatat total biaya produksi perusahaan dengan menilai biaya variabel dari setiap langkah produksi serta biaya tetap.

Jenis-jenis akuntansi biaya 

Akuntansi biaya memiliki empat jenis, yaitu Standard Costing, Activity-Based Costing, Lean Accounting, dan Marginal Costing. Berikut ini penjelasan singkat tentang keempat jenis ini, 

1. Standard Costing 

Digunakan untuk mengetahui berapa biaya standar yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses produksinya. Biaya ini didasari pada penggunaan tenaga kerja dan material yang efisien untuk menghasilkan suatu barang atau jasa dalam kondisi operasi standar.

2. Activity-Based Costing

Digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing unit kerja berdasarkan kegiatan yang dilakukan. 

3. Lean Accounting 

Digunakan untuk meningkatkan praktik manajemen keuangan dalam suatu organisasi. 

4. Marginal Costing 

Digunakan untuk mengidentifikasi dampak dari berbagai tingkatan pengeluaran dan volume pada laba operasi. Sangat berguna bagi manajemen untuk mendapatkan wawasan tentang produk-produk baru yang berpotensi memberikan keuntungan.

Tujuan akuntansi biaya dan fungsi penerapannya

fungsi akuntansi biaya

Akuntansi biaya memiliki sejumlah fungsi bagi pembukuan perusahaan. Fungsi ini pun berbeda dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan perdagangan. Berikut ini tiga fungsi yang paling sering ditemui dalam akuntansi biaya.

  • Merinci biaya pokok produk dengan berbagai unsur.
  • Memberikan informasi yang bisa dijadikan data dasar untuk menyusun anggaran.
  • Memberikan informasi biaya kepada manajemen dalam pengendalian perusahaan.

Selain tiga fungsi di atas, terdapat dua fungsi utama dari akuntansi biaya. Berikut ini penjelasannya.

1. Penentu harga pokok

Menjadi penentu harga pokok merupakan fungsi akuntansi biaya yang umum dalam setiap perusahaan. Mengapa dalam menentukan harga pokok harus mempertimbangkan akuntansi biaya?

Dengan data dalam akuntansi biaya ini, kita memiliki harga jual produk atau jasa yang tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Dengan begitu, persaingan kita di pasar akan lebih baik ketimbang kita menetapkan harga terlalu tinggi karena ingin cepat laba.

Penentuan harga pokok ini diperoleh dengan cara mencatat, menggolongkan, memonitor, dan meringkas keseluruhan biaya terkait proses produksi. Nantinya dari data ini bisa dijadikan acuan manajemen dalam menentukan harga pokok produksi.

2. Perencanaan dan pengendalian biaya

Dalam merancang estimasi biaya, kita membutuhkan data histori dengan mempertimbangkan faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya. Untuk fungsi kedua ini, manajemen perusahaan perlu memonitor terjadinya penyimpangan alias selisih antara biaya real dan biaya perencanaan.

Jika ada, manajemen harus menganalisis penyebab terjadinya selisih serta mempertimbangkan tindakan koreksi jika perlu dilakukan. Tindakan ini sebagai bentuk pengendalian biaya agar tidak membengkak dan berpotensi merugikan perusahaan dan membebani konsumen dengan harga jual yang kelewat tinggi.

Pentingnya fungsi akuntansi biaya membuat pengetahuan ini perlu dikuasai manajemen. Nantinya, manajemen bisa menggunakan akuntansi biaya untuk merencanakan biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba.

Klasifikasi Beban dalam Akuntansi Biaya

Dalam akuntansi biaya juga ada yang disebut klasifikasi beban, yaitu proses pengelompokan biaya berdasarkan tujuan dari informasi biaya yang disajikan. Agar mudah dalam pencatatan biaya, penyusunan laporan keuangan, serta gambaran informasi akurat kepada manajemen, maka komponen biaya dikelompokan dalam beberapa akun berdasarkan klasifikasi berikut ini.

1. Berdasarkan fungsi pokok dari aktivitas perusahaan

Dalam akuntansi biaya yang diklasifikasikan berdasarkan kategori pertama ini perusahaan harus memiliki data dan menghitung tiga data utama, yaitu biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya administrasi umum. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

Biaya produksi (production cost)

Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang atau pabrik, dan lain sebagainya.

Biaya pemasaran (marketing expenses)

Biaya ini adalah yang harus dikeluarkan untuk memastikan semua produk terbeli oleh konsumen. Contohnya adalah biaya promosi dan iklan yang dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produk dan menarik perhatian konsumen.

Biaya administrasi dan umum (general administration expenses)

Biaya ini adalah biaya yang digunakan untuk koordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Misalnya pengeluaran gaji karyawan, overhead kantor, dan biaya terkait lainnya.

2. Berdasarkan kegiatan atau volume produksi

Untuk klasifikasi akuntansi biaya berdasarkan kategori kedua ini, perusahaan harus memiliki dan menghitung data yang menginformasikan biaya variabel dan biaya tetap. Berikut penjelasannya.

Biaya variabel (variable cost)

Komponen biaya yang berubah-ubah sesuai volume produksi yang dihasilkan. Makin besar volume penjualan, makin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Contohnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam pembuatan sepatu yang dijumlahkan untuk menghitung atau mengetahui biaya variabel.

Biaya tetap (fixed cost)

Biaya yang selalu konstan dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Biaya ini memiliki dua karakteristik, yaitu biaya tidak berubah (tidak dipengaruhi periode atau aktivitas tertentu) dan biaya per unit yang berbanding terbalik dengan perubahan volume.

Jika volume rendah, maka biaya tetap tinggi. Sebaliknya, jika volume tinggi maka biaya tetap per unit rendah. Contohnya gaji seorang karyawan Rp5 juta. Gaji ini disebut biaya tetap.

3. Berdasarkan objek yang dibiayai

Dalam klasifikasi akuntansi biaya berdasarkan objek yang dibiayai ini perusahaan memerlukan data atau hitungan yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Berikut ini penjelasannya.

Biaya langsung (direct cost)

Biaya yang dapat diidentifikasi langsung berhubungan dengan produksi barang objeknya. Contohnya, biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku.

Biaya tidak langsung (indirect cost)

Biaya ini tidak dapat diidentifikasi langsung dengan proses produksi secara keseluruhan. Contoh biaya yang masuk kategori ini adalah tagihan listrik, penyusutan mesin, upah mandor, dan biaya administrasi pabrik.

4. Berdasarkan pembebanan periode akuntansi

Dalam klasifikasi ini, perusahaan perlu menghitung dua poin, yaitu pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Adapun penjelasan untuk masing-masing pengeluaran ini adalah sebagai berikut.

Pengeluaran modal (capital expenditure)

Pengeluaran modal adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mencari tahu aktiva tetap, meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap, serta memperpanjang masa manfaat aktiva tetap. Contohnya mesin pabrik yang memiliki  penyusutan selama lima tahun.

Pengeluaran penghasilan (revenue expenditure)

Penjelasan untuk pengeluaran penghasilan adalah biaya-biaya yang hanya akan memberi manfaat dalam periode berjalan. Akibatnya biaya yang dikeluarkan tidak akan masuk sebagai aktiva tetap di neraca melainkan sebagai beban dalam laporan laba-rugi periode berjalan di mana biaya tersebut terbentuk.

Penerapan Akuntansi Biaya dalam Perusahaan

Jika ingin mengetahui bagaimana penerapan akuntansi biaya dalam perusahaan, kita harus mengetahui beberapa jenis perusahaan yang memang menggunakan sistem akuntansi ini. Beberapa perusahaan yang menggunakannya adalah perusahaan jasa, perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan tambang.

Kalau masih bingung, kita bisa simak penjelasan berikut ini. 

1. Akuntansi biaya perusahaan jasa

Perusahaan jasa memiliki karakteristik berbeda dengan perusahaan lainnya karena yang dijual adalah jasa. Aktivitas dalam perusahaan jasa biasanya hanya seputar proses persiapan penyedia jasa hingga penggunaan jasa dan klien membayar jasa tersebut.

Itu sebabnya siklus akuntansi biaya perusahaan jasa hanya menghitung persiapan pemberian jasa hingga ditutup dengan pemberian harga pokok jasa yang diberikan. Dalam laporan keuangannya hanya menampilkan data harga pokok jasa yang digunakan klien dan menjadi informasi untuk menentukan langkah atau keputusan bagi perusahaan ke depannya.

2. Akuntansi biaya perusahaan dagang

Perusahaan dagang hanya melakukan penjualan produk, tetapi tidak memproduksi barang. Itu sebabnya dalam akuntansi biaya perusahaan jenis ini terdiri atas empat unsur, yaitu:

  • Kas keluar, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
  • Barang masuk berupa barang yang dibeli oleh perusahaan untuk diperdagangkan.
  • Kas masuk adalah uang yang diperoleh dari penjualan barang dagangan oleh perusahaan.
  • Barang keluar adalah semua barang yang dijual oleh perusahaan.

Selain itu, ada penghitungan barang masuk dan keluar sehingga ada akun lain dalam laporan keuangan, seperti:

  • Harga pokok penjualan (HPP).
  • Akun penjualan.
  • Akun pembelian.
  • Akun persediaan.
  • Akun beban pemasaran.
  • Akun potongan pembelian.
  • Akun diskon.

3. Akuntansi biaya perusahaan manufaktur

Dalam perusahaan manufaktur, ada kegiatan yang sama seperti perusahaan dagang. Tetapi ada pula yang bersifat tambahan, yaitu aktivitas pembuatan produk melalui mengolah bahan baku. Akuntansi biaya perusahaan ini bertujuan menentukan harga pokok produksi dari setiap barang yang diproduksi.

Siklus akuntansi biaya perusahaan ini dimulai dari persiapan bahan baku, proses pembuatan produk, sampai menghasilkan barang jadi. Akun yang dihitung di dalamnya adalah harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi, dan HPP.

4. Akuntansi biaya perusahaan tambang

Aktivitas utama dalam perusahaan ini adalah eksplorasi, kegiatan pengembangan dan pembangunan, produksi, dan pengolahan. Berdasarkan aktivitasnya, siklus akuntansi biaya perusahaan tambang diatur secara khusus karena harus sesuai dengan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), yaitu:

  • PSAK 16 mengatur tahap kegiatan konstruksi.
  • PSAK 19 mengatur kegiatan pengembangan.
  • PSAK 64 mengatur tentang akuntansi pada tahap eksplorasi dan evaluasi pertambangan.
  • PSAK 33 revisi 2011 mengatur tentang kegiatan produksi yang melibatkan pengelupasan lapisan tanah termasuk juga pengelolaan lingkungan hidup.

Karena itu akuntansi biaya pada perusahaan pertambangan fokus pada pencatatan keuangan yang terjadi pada setiap aktivitas utamanya.

Akuntansi biaya merupakan bagian penting dalam penghitungan pembiayaan produksi yang berdampak langsung pada produksi dan penentuan masa depan strategis bisnis kita. Pentingnya akuntansi biaya ini membuat kita harus teliti dan tidak boleh salah dalam pencatatan setiap transaksinya.

Semoga berhasil, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →