Anak Keterima di Fakultas Kedokteran, Ajuin KTA Buat Biaya Kuliah Boleh Gak ya?

KTA buat biaya kuliah

Mendengar kabar sang buah hati diterima di fakultas kedokteran tentu jadi kabar yang menggembirakan. Tapi ketika dihadapkan dengan biaya kuliah di fakultas tersebut, rasanya nyali langsung ciut.

Bukan rahasia kalau kuliah kedokteran itu biayanya selangit. Ini bukannya melebih-lebihkan ya. Tapi kenyataannya memang kuliah kedokteran lebih memakan biaya jika dibandingkan dengan bidang ilmu lainnya. Wajar sih, karena ada biaya alat, praktikum, dan kebutuhan lain.

Sebagai contoh, total biaya kuliah di salah satu kampus kedokteran ternama di Jakarta Pusat mencapai Rp 760 juta hingga lulus lho! Fantastis, kan? Dari Rp 765 juta ini, rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Semester satu dan dua: Rp 250 juta untuk masing-masing semester, tapi bisa dicicil dua kali.

2. Semester tiga hingga tujuh: Rp 25 juta per semester.

3. Semester delapan dan seterusnya: Rp 35 juta per semester. Biasanya, rata-rata mahasiswa kedokteran lulus di semester 11.

KTA buat biaya kuliah
Jangan lantas impian mereka jadi dokter bisa kandas begitu saja (dokter/upcity)

Itu baru biaya kuliahnya lho, masih ada biaya perintilan yang bakal muncul. Misalnya, biaya beli jenazah untuk praktikum yang mencapai Rp 10 jutaan. Walau sistemnya bisa patungan dengan teman sekelompok, tetap saja satu mahasiswa harus merogoh kocek setidaknya Rp 1 juta. Belum lagi harus beli buku kuliah.

Orangtua juga harus mengeluarkan dana untuk biaya hidup sang anak. Apalagi kalau anakmu kuliah di luar kota atau lokasi kampusnya jauh dari rumah. Masih ada biaya sewa kamar kos, makan, dan lain-lain.

Nah, sekarang anggap saja anakmu diterima di fakultas kedokteran di universitas yang total biaya kuliahnya sama seperti yang disebutkan di atas, yaitu Rp 765 juta hingga lulus kuliah 11 semester. Namun khusus untuk biaya semester satu dan dua bisa dicicil dua kali.

Sementara itu, sumber pendapatan rumah tanggamu satu-satunya adalah dari gajimu sebesar Rp 35 juta per bulan. Selain anak, kamu masih harus menanggung hidup dua orang lagi, yaitu istrimu yang merupakan ibu rumah tangga dan anak kedua yang duduk di bangku SMP.

Uang tabungan untuk biaya kuliah si sulung saat ini baru terkumpul Rp 250 juta. Masih kurang dong pastinya karena perkiraan biaya kuliahnya mencapai Rp 765 juta. Untuk satu tahun pertama saja (semester satu dan dua) kamu harus sedia dana minimal Rp 500 juta. Lalu sisanya dapat dari mana dong?

Bila kamu dihadapkan dengan realita seperti ini, apa ya yang harus dilakukan? Jual rumah? Jual mobil? Bisa saja sih, tapi kalau rumah dijual lantas mau tinggal di mana? Mau jual mobil juga sah-sah aja, tapi apa yakin gak menghambat produktivitas kerjamu nanti?

Kalau memang sanggup dan gak punya tanggungan utang lain, kamu bisa melirik kredit tanpa agunan (KTA) sebagai solusi. Gak percaya? Coba disimak simulasi cicilannya dulu di bawah ini ya.

Simulasi Kredit Tanpa Agunan

Melihat contoh kasus di atas, kamu tidak perlu mencari pinjaman dana sampai Rp 765 juta ke bank. Sebab, pengeluaran terbesar ketika menyekolahkan anak di fakultas kedokteran adalah semester satu dan dua.

Untuk semester tiga dan seterusnya, tentu masih bisa dibayar dengan pendapatan yang kamu sisihkan tiap bulan dong. Artinya, kebutuhan dana yang mendesak adalah sebesar Rp 500 juta. Dan berhubung kamu sudah punya simpanan Rp 250 juta di bank, artinya dana yang kamu butuhkan adalah Rp 250 juta lagi.

Nah, sekarang kamu tinggal mencari produk KTA yang menyediakan plafon hingga sebesar itu. Katakanlah misalnya kamu memilih KTA dari Bank Standard Chartered. Produk KTA ini menawarkan plafon sampai Rp 300 juta. Jadi kebutuhan danamu tercukupi dong.

Dengan mengajukan KTA sebesar Rp 250 juta dan tenor 60 bulan (lima tahun), berarti bunga KTA Standard Chartered yang mesti kamu bayar adalah 11,76 persen per tahun. Berapa kira-kira cicilan per bulannya? Simak simulasinya berikut ini:

KTA buat biaya kuliah
Kalau melihat tabel simulasi di atas, cicilan KTA per bulan yang harus kamu setorkan adalah sebesar Rp 6.616.667 selama 60 bulan ke depan. Apakah ini aman untuk kondisi finansialmu?

Idealnya, yang namanya utang itu gak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan. Artinya, jika penghasilanmu Rp 35 juta, batas utang yang aman adalah sekitar Rp 11,5 juta. Dengan begitu, cicilan sebesar Rp 6.616.667 jelas masih aman banget buat keuanganmu.

Setelah KTA Cair, Atur dan Rencanakan Kembali Keuanganmu

Biaya kuliah anak untuk setahun sudah aman. Kamu juga masih bisa memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan belanja kebutuhan kuliah yang lainnya.

KTA buat biaya kuliah
Setelah KTA cair, atur lagi keuanganmu (atur keuangan/Huffington Post)

Namun, meski cicilan KTA ini tergolong ringan, ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan selama cicilan berjalan. Namanya juga nambah utang, pasti ada hal-hal yang perlu dievaluasi ulang terkait dengan arus kas rumah tangga. Berikut ini di antaranya:

1. Tetap sisihkan pendapatan tiap bulan untuk membayar uang semesteran anak

Jangan lupa, kamu masih punya kewajiban membayar uang semesteran untuk semester tiga dan seterusnya. Meskipun sudah punya utang KTA, jangan sampai lalai sisihkan pendapatan untuk kebutuhan ini ya.

Percuma dong biaya kuliah setahun aman kalau sisanya gak bisa bayar. Emang anak mau dikuliahin satu tahun doang?

2. Perketat anggaran bulanan

Dengan adanya cicilan KTA dan biaya kebutuhan kuliah anak yang lumayan besar, perketat anggaran bulananmu. Pangkas saja pengeluaran untuk keperluan-keperluan yang tidak begitu penting.

Misalnya biaya liburan atau rekreasi. Biasanya sebulan bisa liburan keluarga dua kali, sekarang kurangi frekuensinya menjadi sekali sebulan. Destinasinya juga bisa dipilih yang dekat-dekat saja, sehingga ongkosnya gak terlalu mahal.

3. Tidak menambah utang konsumtif

Ketika sedang berutang, batasilah pengeluaranmu untuk hal-hal konsumtif dan jangan menambah utang untuk membeli barang-barang yang kurang diperlukan. Ingat, kamu masih punya tanggungan anak satu lagi lho.

Tetaplah jaga kesehatan keuangan keluarga. Jaga pula ketersediaan dana darurat untuk keperluan yang mendesak.

4. Memastikan untuk selalu dapat penghasilan tiap bulan

Usahakan untuk tetap bertahan di perusahaan tempat kamu bekerja karena kamu masih punya cicilan KTA. Atau lebih baik lagi kalau kamu bisa mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar dari sekarang.

Intinya, mau pindah kerja atau tidak, jangan sampai kamu gak punya pendapatan tiap bulan. Nanti bayar cicilan KTA pakai apa kalau gak kerja? Daun?

Sejatinya, meminjam dana untuk kebutuhan pendidikan boleh saja asal dilakukan dengan perhitungan yang matang. Kalau menunggu duit terkumpul 100 persen, mau sampai kapan nabungnya? Biaya pendidikan juga terus naik setiap tahun, bukan?

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ketika Anak Harus Masuk Universitas Swasta dan Dana Pendidikan Kurang, Apa yang Harus Dilakukan?]

[Baca: Kisah Haru Orang Tua yang Sukses Kuliahkan Anak , Semoga Bisa Jadi Inspirasi Hidup Kamu]

[Baca: Ketika Pasangan Ingin Kuliah Lagi, Apa Saja yang Harus Dipikirkan?]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →