Bunga Anuitas: Kelebihan dan Kekurangan dari Penerapannya

anuitas

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman yang ditujukan memudahkan nasabah membayar angsuran tiap periode. 

Sistem yang diterapkan biasanya adalah bunga mengambang atau efektif (floating rate) dan bunga tetap (fixed/flat rate). Dari bunga efektif, dalam praktik kesehariannya ada modifikasi penerapan bunga yang disebut metode anuitas. Agar lebih jelas, kita simak penjelasan berikut ini.

Metode penghitungan bunga

Penerapan bunga anuitas berkaitan dengan sistem bunga tetap dan bunga mengambang. Hal ini dikarenakan bunga anuitas merupakan pengembangan atau modifikasi dari bunga tetap dan mengambang.

1. Bunga tetap 

Sesuai namanya, cara menghitung suku bunga dengan bunga tetap paling sederhana. Dalam mengambil pinjaman, seperti kredit tanpa agunan (KTA) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), suku bunga inilah yang selalu digunakan.

Salah satu alasannya karena kemudahan menghitungnya, termasuk bagi konsumen. Dengan menggunakan suku bunga tetap, kita dengan mudah mengetahui pembayaran atau cicilan bulanan, yaitu pokok beserta bunga.

Dari jumlah tersebut kita bisa menghitung besaran bunga yang ditetapkan. Contohnya adalah pembelian sepeda motor seharga Rp20 juta jika tunai dan bisa dicicil dengan Rp1,8 juta per bulan untuk tempo 12 bulan.

Maka, total harga motor dan bunga yang harus dibayarkan adalah:

1.800.000 x 12 = Rp21.600.000

Suku Bunga yang Dikenakan atas Pinjaman

21.600.000-20.000.000 = 1.600.000

(1.600.000 / 20.000.000) x 100% = 8%.

Salah satu ciri utama bunga tetap adalah nilai plafon pinjaman dan bunga akan dihitung sesuai masa tenor atau lama pinjaman.

2. Bunga efektif

Penerapan bunga efektif biasanya ditujukan untuk pinjaman jangka atau tenor panjang. Kenapa diterapkan? Karena dalam jangka panjang kondisi perekonomian belum bisa diprediksi. Selain itu terdapat risiko lain, seperti perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang bakal berdampak besar bagi perbankan.

Sistem penghitungan angsuran berdasarkan sisa pokok utang sehingga proporsi bunga dan utang pokok setiap periode selalu berubah walaupun besaran angsuran setiap bulan sama. Contoh dari penerapan bunga efektif dalam kehidupan sehari-hari terlihat pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau apartemen dan kredit investasi lainnya.

Penghitungan proporsi bunga dan utang pokok dalam tiap periode akan selalu berubah walaupun besaran angsuran setiap bulannya adalah sama. Suku bunga ini juga cenderung lebih rendah dibandingkan bunga tetap, terutama jika diaplikasikan pada jenis kredit jangka panjang yang  tidak dilunasi langsung. 

Bunga ini bisa lebih rendah karena penghitungannya efektif di mana bunga dihitung dari sisa pokok utang.

3. Bunga anuitas

Metode ini merupakan modifikasi dari suku bunga efektif yang ditujukan mempermudah nasabah dalam membayar jumlah angsuran tiap periode karena besaran atau nominalnya selalu sama.

Pada penghitungan bunga efektif angsuran pokok diperoleh dari pembagian antara jumlah pinjaman dan masa tenornya, maka pada bunga anuitas memungkinkan angsuran pokok dihitung dari total angsuran yang sudah ditetapkan dikurangi hasil penghitungan bunga anuitas.

Sederhananya, bunga anuitas membuat jumlah angsuran setiap bulan sama, hanya terdiri atas bunga dan pokok angsuran yang terus berubah secara periodik. Angsuran atau pokok utama per bulan akan semakin besar, tetapi bunga yang dibayarkan semakin kecil.

Kelebihan dan kekurangan bunga anuitas

Meski terkesan seperti bunga tetap, yaitu angsuran setiap bulan sama, bunga anuitas yang merupakan pengembangan dari bunga efektif memiliki kelebihan dan kekurangan yang bakal diketahui kedua belah pihak dalam pinjam-meminjam, terutama nasabah.

Kalau kita ingin meminjam dan ditawarkan penggunaan bunga anuitas, sebaiknya pertimbangkan dua sisi yaitu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasan mengenai dua sisi dari penerapan bunga anuitas tersebut.

Kelebihan penerapan bunga modifikasi ini adalah:

  • Angsuran bulanan yang dibayarkan tetap, sehingga tidak memengaruhi arus kas kita.
  • Bunga dihitung secara jelas yaitu dari sisa pokok yang belum dibayar.
  • Tidak merepotkan bagi peminjam yang harus terus menghitung sisa pokok pinjaman seperti dalam pinjaman dengan bunga efektif.

Kekurangan penerapan bunga modifikasi ini adalah:

  • Penghitungan rumit karena lebih sulit dihitung manual sehingga disarankan menggunakan software.
  • Meski jumlah cicilan sama setiap bulan, yang kita bayarkan atau dilunasi lebih dulu adalah bunga pinjaman. Sehingga, pokok pinjaman yang dibayarkan semakin besar hingga akhir masa pengembalian pinjaman.

Simulasi penghitungan bunga anuitas

rumus bunga anuitas

Untuk menghitung angsuran dengan bunga anuitas secara manual, kita bisa menerapkan rumus yang digunakan dalam menghitung bunga efektif. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Bunga = SP x i x (30/360)

Keterangan:

  • SP adalah saldo pokok pinjaman di bulan sebelumnya.
  • I adalah suku bunga per tahun.
  • 30 adalah jumlah hari dalam sebulan.
  • 360 adalah jumlah hari dalam setahun.

Namun, rumus ini dikembangkan lagi untuk mendapatkan nilai yang sesuai berdasarkan rumus anuitas menjadi:

P x i x [(1+i)xt) / (1+i)t-1)]

Keterangan:

  • P adalah pokok pinjaman.
  • i adalah suku bunga.
  • t adalah periode kredit.

Simulasi penghitungan bunga anuitas

Agar semakin jelas cara menerapkan hitungan menggunakan bunga anuitas, kita bisa melihat contoh berikut ini berdasarkan rumus di atas.

Seorang pebisnis UMKM memiliki utang modal usaha sebesar Rp12 juta. Utang ini memiliki periode pembayaran selama 12 bulan atau satu tahun dengan bunga 10 persen. Mari kita hitung jumlah bunga yang harus dibayar dan jumlah cicilan per bulan.

Berdasarkan rumus bunga anuitas, maka cicilan bulanan dihitung dengan cara berikut.

12.000.000 x 0,83% x (1,105 / 0,105) = Rp1.054.991,-

Perhatikan tabel berikut!

Bulan Sisa Utang Pembayaran Pokok Pembayaran Bunga Jumlah Angsuran Sisa Pokok
1 12.000.000 954.991 100.000 1.054.991 11.045.009
2 11.045.009 962.946 92.042 1.054.991 10.082.060
3 10.082.060 970.973 84.017 1.054.991 9.111.087
4 9.111.087 979.065 75.926 1.054.991 8.132.022
5 8.132.022 987.224 67.767 1.054.991 7.144.798
6 7.144.798 995.451 59.540 1.054.991 6.149.348
7 6.149.348 1.003.746 51.245 1.054.991 5.145.602
8 5.145.602 1.012.111 42.880 1.054.991 4.133.491
9 4.133.491 1.020.545 34.446 1.054.991 3.112.946
10 3.112.946 1.029.049 25.941 1.054.991 2.083.897
11 2.083.897 1.037.625 17.366 1.054.991 1.046.272
12 1.046.272 1.046.272 8.719 1.054.991 0
Total 12.000.000 659.888 12.659.888

Demikian cara menghitung bunga anuitas. Sebelum menghitung semua, pastikan sudah menghitung besaran bunga seperti di atas. Selain itu pastikan bahwa jumlah angsuran selalu sama, sehingga terlihat pokok angsuran semakin membesar, sedangkan bunga pinjaman semakin mengecil.

Dengan rumus di atas, kita yang sedang mengambil pinjaman tunai lebih bisa mengatur keuangan. Meski jumlah angsuran selalu sama, sebaiknya pertimbangkan pilihan suku bunga lain, misalnya bunga efektif agar lebih dulu mengurangi pokok pinjaman.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →