Apa Aja yang Perlu Diketahui Soal Memilih Tabungan Haji? Ini Dia Paparannya

memilih tabungan haji

Biaya haji mahal? Itu bukan rahasia lagi. Tapi itu bukan berarti kita mustahil naik haji.

Wong tukang cuci asal Aceh aja bisa naik haji, meski harus nabung 17 tahun lamanya. Tapi tetep, itu jadi bukti bahwa orang yang penghasilannya pas-pasan aja bisa naik haji.

Bersyukurlah mereka yang penghasilannya lebih besar. Sebab mereka lebih berpeluang menunaikan perintah agama itu.

Tapi, penghasilan gede bukan jaminan orang bisa melenggang ke Tanah Suci. Kalau penghasilan itu gak diatur, gak bakal kekumpul dana yang dibutuhkan buat naik haji. Saat ini biaya haji termurah Rp 34 jutaan, lho.

Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan rendah sanggup naik haji karena kedsiplinan mereka dalam mengelola keuangan. Duit yang didapat itu, walau minim, bisa disisihkan tiap bulan sampai biaya haji tercukupi.

Untungnya, ada dua produk keuangan yang bisa membantu kita menyiapkan ongkos naik haji. Yaitu tabungan haji dan asuransi haji.

Memilih tabungan haji dan asuransi haji yang pas memang gampang-gampang susah. Mana yang pas buat kita, ayo sama-sama kita ulik masing-masing produk itu:

Tabungan haji

Tabungan haji pastinya disediain bank syariah. Misalnya Bank Muamalat dan BRI Syariah.

Tabungan haji dibedain lagi jadi dua, yaitu ongkos naik haji (ONH) plus dan ONH reguler. ONH plus ngasih lebih banyak fasilitas, seperti antrean lebih singkat dan penginapan di Saudi lebih bagus. Tapi, jumlah setoran lebih banyak.

 

memilih tabungan haji

Pilih tabungan haji atau asuransi haji ya?  

Lewat tabungan haji, kita mesti rutin nabung tiap bulan sampai dana naik haji terkumpul. Dana ini gak boleh diutak-atik. Kalau diambil sebelum jatuh tempo, bisa kena penalti, kayak tabungan pendidikan.

[Baca: 4 Fakta Kenapa Orangtua Lebih Memilih Tabungan Pendidikan]

Keunggulan tabungan haji adalah:

  • Uang aman tersimpan di bank
  • Proses administrasi, seperti pendaftaran dan pengambilan nomor urut, dibantu bank
  • Bisa autodebet dari tabungan utama di bank yang sama
  • Sistem terhubung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kementerian Agama

[Baca: Tabungan Haji yang Paling Bagus, Memangnya Ada?]

Asuransi haji

Tabungan haji berbeda dengan asuransi haji dalam hal pengelolaan uang setoran. Kalau tabungan haji, dana kita disimpan di bank, seperti tabungan biasa.

memilih tabungan haji

Dengan asuransi haji, kita nggak perlu khawatir karena selama ibadah asuransi kita sudah terjamin

Sedangkan kalau asuransi haji, dana kita akan diolah sebagai investasi. Tapi pastinya investasi itu juga bersifat syariah.

Perusahaan asuransi bakal menghitung jumlah dana yang wajib disetor rutin setelah kita memberi tahu kapan rencana naik haji. Jumlah setoran orang yang berencana naik haji 10 tahun ke depan dan 20 tahun ke depan tentunya beda.

Keunggulan asuransi haji adalah:

  • Kita bisa mendapat asuransi jiwa dan kesehatan
  • Periode setoran sesuai dengan perhitungan perusahaan asuransi
  • Asuransi berlaku mulai dari periode setoran, di Saudi, sampai pulang ke Indonesia
  • Di perusahaan asuransi tertentu, bisa pilih setor per tiga bulan, per semester, atau per tahun

Mana yang pas

Tabungan haji dan asuransi haji sama-sama ada buat membantu masyarakat menunaikan ibadah haji. Mana yang paling pas, kita sendiri yang bisa nentuin.

Untuk milih mana yang pas, lihat dulu kondisi keuangan kita. Biasanya premi asuransi haji lebih gede ketimbang setoran tabungan haji sebab manfaatnya lebih banyak.

Kalau kita sanggupnya nyetor di tabungan haji, gak perlu maksain diri ikut asuransi haji. Di sisi lain, jika keuangan cocok dengan premi asuransi haji, silakan mendaftarkan diri.

memilih tabungan haji

Sudah banyak bank syariah yang menawarkan tabungan haji, tinggal pilih sesuai selera

Kapan lagi bisa memastikan naik haji dan dapet asuransi sekaligus? Yang pasti, dua produk keuangan itu lebih baik ketimbang nyimpen ongkos naik haji di lemari atau di bawah kasur.

[Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]

Selain itu, semakin cepet kita ikut program itu, makin cepet pula kita pergi ke Tanah Suci. Sebab, bisa saja kita dana kita udah terkumpul tapi belum bisa berangkat.

Sebab, ada sistem nomor urut. Kalau kita dapet nomor urut 1.000 sementara yang berangkat baru sampai nomor 800, berarti kita mesti nunggu 200 orang lagi.

Jadi, tunggu apa lagi? Sisihkan penghasilan mulai sekarang. Keburu disalip tukang ketoprak langganan, lho.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →