Apa Itu Tabungan Haji dan Gimana Cara Kerjanya?

Tabungan haji

Sebagai warga di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, bisa berangkat atau memberangkatkan “orang tercinta” pergi haji tentu jadi kewajiban dan kebanggaan tersendiri.

Meski begitu, semua orang tentunya tahu biaya berangkat haji tidaklah sedikit. Biaya haji terkecil saja di kisaran Rp 31 jutaan, sementara yang termahal di kisaran Rp 38 juta.

Selain biayanya yang besar, beribadah haji juga gak bisa main asal berangkat. Ada waktu tunggu yang cukup lama buat para calon jamaah haji reguler.

Kalau mau cepat, ya pilihannya cuma haji plus, tapi biayanya dua kali lipat haji reguler. Mau?

Menanggapi kondisi tersebut, muncul sebuah produk tabungan baru yang namanya tabungan haji. Tabungan haji emang kerap menjadi salah satu sarana yang bisa memudahkan seseorang pergi ke Tanah Suci.

Intinya, kamu yang berencana membuka rekening tabungan ini bisa dengan mudah mengumpulkan dana untuk keberangkatannya di kemudian hari.

Pengin tahu lebih lanjut apa itu tabungan haji, manfaatnya, sekaligus fitur-fiturnya? Yuk ikuti ulasan detail seputar produk tabungan ini:

1. Bukan monopoli bank syariah

Ibadah haji (Pixabay)

Meski tujuan tabungan syariah untuk membantu umat Islam menjalankan rukun Islam kelima, bukan berarti hanya bank syariah atau perbankan berkode iB saja lho yang mengeluarkan produk ini. Bank-bank konvensional juga memiliki produk tabungan haji serupa.

Fitur-fitur yang ada pada tabungan haji dari bank konvensional tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan syariah. Meski begitu, tujuannya memang tetap sama, yaitu membantu calon jamaah mengumpulkan dana untuk berangkat haji.

2. Menghubungkan calon jamaah ke SISKOHAT

 

Ibadah haji (Pixabay)

Dengan punya rekening tabungan haji, calon jamaah langsung terkoneksi dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama RI.

Sistem ini dibuat pemerintah Indonesia untuk mempermudah pengumpulan pendataan para jamaah.

SISKOHAT sejatinya punya fungsi melayani pendaftaran haji. Semua data-data dari calon jamaah bisa dimonitor dan dikendalikan dengan mudah, secara online dan real time dari kantor cabang bank-bank penerima setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hebat ya!

So, hanya dengan tabungan haji, kamu sudah langsung terhubung dengan SISKOHAT. Praktis banget, bukan?

3. Gak ada biaya administrasi dan bunga

 

Tanpa biaya administrasi dan bunga (Pixabay)

Tabungan ini merupakan tabungan bebas biaya administrasi maupun biaya provisi. Namun, gak ada juga bunga atau imbal hasil keuntungan yang bakal Anda peroleh per bulan lewat tabungan haji. Jadi, bisa dibilang tabungan haji bebas dari riba.

Untuk menutup rekening tabungan haji, kamu juga gak bakal tuh dikenakan biaya. Sementara itu, setoran awalnya cukup ringan, bahkan ada bank yang memperbolehkan nasabahnya menyetor hanya dengan Rp 50 ribu.

4. Konsep tabungan haji mirip tabungan berjangka

 

Tabungan berjangka (Pixabay)

Konsep tabungan haji memang gak jauh berbeda dengan tabungan berjangka atau berencana. Intinya, ditujukan untuk mengumpulkan dana untuk tujuan dan dalam jangka waktu tertentu.

Otomatis, uang yang ada di tabungan ini tidak dapat kamu ambil sesuka hati. Tabungan haji juga menyediakan fitur autodebet yang memudahkan nasabah melakukan transfer dana.

Bisa dibilang satu-satunya yang membedakan tabungan haji dengan tabungan berjangka adalah, ketiadaan bunga atau imbal hasil di tabungan haji.

5. Dilengkapi asuransi

Asuransi tabungan haji (Pixabay)

Karena konsepnya mirip tabungan berencana, tabungan ini juga mengadopsi salah satu keunggulan dari tabungan berjangka, yaitu asuransi.

Tabungan haji menyediakan fitur asuransi bagi pemilik rekeningnya. Jumlah besarnya uang pertanggungan asuransi itu akan bergantung pada kebijakan bank penyedia produk tersebut.

Yang pasti, asuransi itu adalah asuransi jiwa dan kecelakaan diri. So, dengan memiliki tabungan ini, keluarga jamaah yang meninggal dunia akan mendapat santunan berupa uang tunai dari bank terkait.

6. Cara membuat tabungan haji

 

Ibadah haji (Pixabay)

Gak sulit kok tentunya membuat tabungan haji. Datangi kantor cabang bank mana pun yang memiliki produk tabungan haji.

Namun, jangan lupa untuk menyiapkan ini:

– Fotokopi identitas (Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, SIM, dan Paspor)

– Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak

– Bawa uang untuk setoran awal

Itulah hal-hal yang harus kamu pahami tentang produk tabungan haji. Intinya, tabungan ini memang bisa membantu kamu mengumpulkan dana mendaftarkan diri sebagai haji reguler atau haji plus.

Sisa uang yang ada di tabungan haji pun bisa dimanfaatkan sebagai uang saku di Tanah Suci. Bahkan, beberapa produk tabungan haji juga akan memberikan kamu semacam kartu ATM untuk bertransaksi di sana lho. Jadi praktis kan!

Tertarik bikin tabungan haji biar bisa nabung ke Tanah Suci dengan mudah? Kenapa ragu, bikin aja dari sekarang.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →