Pengertian B2B, Karakteristik, Contoh Usaha, dan Strateginya

b2b adalah

Pengertian business to business atau B2B adalah transaksi bisnis antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. Misalnya kerja sama antara pedagang grosir dengan pedagang retail. Business to business mencangkup semua usaha yang menghasilkan barang atau jasa untuk ditawarkan ke perusahaan lainnya. 

Transaksi B2B terjadi karena adanya permintaan, di mana satu perusahaan mengajukan penawaran bahan baku untuk digunakan dalam sebuah proses produksi perusahaan lainnya. Kerjasama bisnis antar perusahaan ini biasanya banyak digunakan di industri otomotif, properti, pemeliharaan dan sebagainya. 

Yuk, kenali business to business lebih lengkap berikut ini. 

Apa itu B2B? 

Perusahaan B2B adalah pihak mensupport atau menyuplai kebutuhan operasional perusahaan lain agar bisnisnya tetap berjalan. 

Pengertian B2B menurut para ahli, Miletsky dan Smith (2009), adalah proses bisnis marketing dalam menjual produk dan jasa kepada perusahaan lain. Karena barang yang diperjualbelikan bukan barang konsumen atau barang jadi, transaksi bisnis B2B biasanya lebih besar dibanding B2C atau C2B.

Perbedaan B2B dengan B2C atau business to consumer adalah B2C menjalankan transaksi antara perusahaan langsung ke konsumen. Bisa dikatakan B2C merupakan perpanjangan dari business to business.

Jenis bisnis lainnya adalah consumer to business atau C2B di mana seorang pelaku bisnis menawarkan jasanya kepada perusahaan. Contohnya influencer yang memberikan review produk dari brand tertentu. 

Selain itu, sebuah perusahaan memasok bahan mentah untuk pabrik roti, kedua perusahaan ini bekerja sama dalam bentuk B2B. Pabrik roti mengolah bahan mentah tersebut hingga menghasilkan produk jadi siap jual. 

Nah, produk ini kemudian dijual langsung ke konsumen yang artinya transaksi B2C telah terjadi, antara perusahaan roti ke pelanggannya.

Perusahaan B2B jelas memiliki target audiens yang berbeda, karena langsung menyasar pada perusahaan yang membutuhkan suplai bahan baku untuk proses produksinya. Seperti contohnya industri otomotif atau pabrik mobil, yang dalam setiap produknya membutuhkan produk ban, baterai, dan komponen lain terkait produksi mobil tersebut. 

Pabrik mobil akan merakit semua komponen pendukung itu hingga akhirnya menjadi satu produk mobil utuh yang memiliki nilai jual. Artinya, saat kamu membeli mobil, maka secara tak langsung membeli komponen-komponen lain dalam mobil tersebut, seperti ban, kaca spion, jok mobil dan sebagainya. Dengan begitu, penjualan dengan transaksi B2B menjadi sangat penting dalam keberlangsungan rantai pasokan industri. 

Karakteristik B2B 

Adapun karakteristik B2B lainnya adalah:

  • Dalam konsep business to business, mitra dagang saling mengenal dan mengetahui informasi antara mereka. Biasanya antar pelaku bisnis sudah menjalin hubungan yang lama dan pertukaran informasi keduanya atas dasar kebutuhan. 
  • Pertukaran data dan informasi dalam transaksi B2B dilakukan secara berkala dengan format yang disepakati bersama. Sehingga akan tercipta layanan dan standar yang sama. 
  • Proses business to business memakan waktu lama, rumit dan mahal karena biasanya penawaran yang diajukan perusahaan B2B harus melewati beberapa proses persetujuan. 
  • Umumnya, pembeli pasokan akan menuntut dari sisi teknis saja, misalnya spesifikasi dan harga bahan baru. 
  • Dalam B2B memungkinkan negosiasi kontrak terjadi untuk mengantisipasi jumlah dan harga bahan baku yang akan dipasok. 
  • Terjalin hubungan jangka panjang antar mitra bisnis

Contoh usaha B2B 

Seiring perkembangan sistem perdagangan jenis usaha B2B sudah cukup dikenal di kalangan pebisnis. Bahkan, saat ini banyak peluang jenis usaha B2B yang bisa kamu manfaatkan terutama di era e-commerce seperti sekarang. 

Nah, berikut beberapa jenis usaha B2B yang diminati di kalangan pebisnis : 

Pemasok bahan mentah 

Kebutuhan akan pasokan bahan mentah saat ini cukup tinggi, terlebih di kalangan produksi barang siap jual. Biasanya pemasok bahan mentah menjadi pilihan utama karena menawarkan harga partai atau borongan. 

Otomatis harganya pun sangat murah. Industri dengan permintaan bahan baku tinggi antara lain industri fashion dan food and beverage. 

Product marketing services

Di era digital seperti saat ini, pelaku bisnis paling tidak harus memahami model digital marketing. Tapi faktanya, tidak semua perusahaan memiliki pakar dalam hal tersebut. Salah satu solusi untuk itu adalah menggunakan layanan pemasaran. 

Misalnya content marketing hingga social media marketing. Dengan menggunakan jasa pemasaran produk, secara tak langsung akan membentuk engagement sekaligus meningkatkan profit bisnis. 

Web development

Lagi, di zaman digital saat ini benar-benar menuntut semua lini paham akan penggunaan teknologi. Salah satu yang berpeluang untuk dijadikan bisnis business to business adalah pengembangan web agar bisnis bisa berjalan secara efektif. 

Sistemasi keuangan 

Saat ini Indonesia memiliki banyak perusahaan rintisan atau startup. Kondisi ini terlahir dari kemajuan teknologi saat ini. 

Nah, perusahaan rintisan bisa dibilang masih beradaptasi dengan iklim usaha di Indonesia. Karenanya membutuhkan jasa layanan optimasi keuangan bisnis yang cukup komplek. Apalagi dengan banyaknya standar dan aturan yang berlaku. 

Strategi mengembangkan usaha B2B 

Bila melihat dari sisi target audiensnya, usaha B2B sangat berbeda dalam membidik konsumennya. Oleh karena itu dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha B2B ini. Berikut tips memasarkan usaha B2B secara efektif dan efisien:

Membuat rencana target pasar secara spesifik 

B2B menyasar target konsumen yang berbeda dengan jenis bisnis lain seperti B2C atau C2B, karena lebih fokus pada pelaku bisnis saja. Meski dilihat dari kuantitasnya, target pasar B2B sangat kecil tapi sekaligus menjadi keuntungan tersendiri. Target pasar B2B lebih spesifik. 

Meski target pasar mudah dikenali, tapi tetap lakukan rencana target pasar dengan membuat daftar customer personas guna menentukan item-item target pasar dan hal spesifik lainnya. Bila sudah mendapat data yang spesifik, kamu jadi bisa menentukan promosi seperti apa yang akan dipakai untuk memasarkan bisnis. 

Memilih channel yang efektif 

Agar usaha B2B berjalan dengan efektif, hindari hanya menggunakan satu channel penjualan saja. Pelajari channel yang ada sesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang kamu miliki. 

Ada beberapa channel penjualan yang bisa dimanfaatkan seperti Google adwords untuk menyajikan konten yang bermanfaat untuk bisnis kamu misalnya dengan membuat video produk atau jasa yang ditawarkan. Pasang iklan dengan keyword yang tepat. 

Media sosial seperti Facebook, Twitter atau Linkedin bisa menjadi saluran penjualan yang efektif. Pilih media sosial yang cocok untuk bisnis kamu guna bergabung dengan banyak komunitas bisnis untuk memperluas jaringan. 

Berkolaborasi melalui event-event off air dengan pihak lain untuk menjangkau target yang prospektif. Dengan kolaborasi yang baik secara tak langsung memberi dampak positif bagi keberlangsungan bisnis kamu. 

Membangun dan menjaga komunikasi yang baik dengan mitra usaha 

Dalam bisnis B2B proses transaksi yang dilalui sangat panjang karena melibatkan banyak pihak untuk meloloskan pengajuan kerjasama. Meski begitu, nilai transaksi B2B sangat besar, sehingga apabila pelanggan tidak puas bisa mengakibatkan kerjasama berakhir. Reputasi yang dipertaruhkan dalam hal ini. 

Karenanya perlu untuk membangun dan menjaga komunikasi yang baik dengan klien atau mitra usaha. Membangun komunikasi yang intens menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk keberlangsungan bisnis yang kamu jalankan. 

Mengutamakan kepuasan klien atau pelanggan 

Pastikan strategi pemasaran yang kamu lakukan mencangkup semua kebutuhan klien. Mulai dari pengenalan produk hingga akhirnya menjadi pelanggan. Tak berhenti sampai di situ, sebagai pebisnis strategi marketing terus dilakukan hingga akhirnya pelanggan tersebut berubah menjadi pelanggan loyal terhadap produk atau jasa yang kamu jual. 

Sentuh secara personal pelanggan kamu dengan menjelaskan bagaimana cara menggunakan produk dengan melakukan email marketing. Strategi ini dilakukan untuk memastikan konsumen tersebut akan menjadi pelanggan setia bisnis kamu. 

Membangun networking untuk memperluas jaringan bisnis 

Menurut penelitian, ada 45 persen business to business yang memperluas network atau jaringannya melalui grup dan acara. Cara ini dianggap lebih populer dan efektif dalam melebarkan jaringan bisnis. 

Hubungan antara pembeli dan penjual pada bisnis ini pun sangat stabil bahkan bisa berlangsung selama bertahun-tahun dibandingkan model bisnis lainnya. 

Dengan membangun networking maka peluang untuk menjaring konsumen atau klien baru terbuka lebar. Pastikan juga komunikasi dengan calon klien tetap terjaga secara personal agar mudah untuk mengenalkan produk atau jasa yang kamu jual. 

Investasikan keuntungan pada instrumen yang tepat

Dapat diambil kesimpulan bahwa B2B adalah kerjasama yang dilakukan oleh dua perusahaan yang sepakat untuk bertransaksi bisnis. 

Untuk dapat mengembangkan bisnis business to business dibutuhkan strategi marketing tepat seperti menentukan target pasar, memilih channel yang efektif untuk mengenalkan produk atau jasa yang dijual, membangun dan menjaga komunikasi dengan pelanggan, memperluas networking, dan mengutamakan kepuasan pelanggan.

Dari hasil bisnis, maka akan memperoleh keuntungan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan bisnis. Keuntungan bersih dari perusahaan sebaiknya disimpan dan diinvestasikan untuk mendapatkan keuntungan berluipat ganda.

Tapi kamu sebagai pemilik perusahaan mungkin belum yakin mau berinvestasi pada instrumen yang mana. Temukan jawabannya melalui profil risiko investasi Lifepal berikut.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk kamu yang tengah menjalankan bisnis B2B. 

Pertanyaan seputar B2B