Apa Itu Bullish dan Bearish? Ini Perbedaan dan Cara Menyikapinya sebagai Investor

Bullish dan bearish menjadi kondisi pasar saham yang umum terjadi.

“Wah, pasar saham lagi bullish nih!” “Waduh, kenapa bearish sih?” Kedua istilah tersebut sangat akrab bagi mereka yang berinvestasi saham. Sebenarnya, apa itu bullish dan apa itu bearish?

Berinvestasi saham bakal terasa membingungkan kalau istilah-istilahnya aja belum dipahami. Memahami istilah-istilah investasi dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai investasi. 

Istilah bullish dan bearish dipergunakan buat menggambarkan kondisi pasar sebenarnya. Pergerakan harga saham yang suatu waktu naik dan suatu waktu turun dideskripsikan dengan sederhana dalam istilah bullish ataupun bearish.

Buat mengenal lebih jauh tentang istilah tersebut, cari tahu informasinya dalam ulasan berikut ini. Kamu bakal menemukan perbedaan dari dua istilah dalam investasi saham ini.

Apa itu bullish?

Bullish adalah kondisi pasar saham yang mengacu pada kenaikan harga saham secara keseluruhan.
Kondisi pasar saham yang mengacu pada kenaikan harga saham secara keseluruhan (Shutterstock).

Perubahan kondisi pasar saham memengaruhi portofolio investasimu yang bisa aja naik atau menyusut nilainya. Istilah tersebut merujuk pada kondisi yang berubah-ubah tersebut.

Bisa juga istilah itu menjadi gambaran dari sikap investor ataupun trader terhadap pasar saham alias sentimen pasar. Lalu, apa itu bullish? Bullish adalah kondisi pasar saham yang mengacu pada kenaikan harga saham secara keseluruhan. Istilah bullish juga dikenal sebagai bull market.

Istilah bullish juga dipakai sebagai hasil prediksi kenaikan harga saham atau kepercayaan investor atas kondisi pasar saham yang menunjukkan tren naik (uptrend). Pasar saham berada dalam kondisi bullish umumnya dipengaruhi kondisi ekonomi yang sedang baik. Bisa juga pasar yang bullish menandakan kalau pasar saham baru aja terlepas dari kemerosotan.

Penawaran dan permintaan (supply & demand) terhadap saham ikut berperan dalam menentukan kondisi pasar saham digolongkan bullish. Permintaan (demand) yang tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga saham alias bullish.

Apa itu bearish?

bearish adalah kondisi pasar saham yang mengacu pada turunnya harga saham secara keseluruhan (Shutterstock).
bearish adalah kondisi pasar saham yang mengacu pada turunnya harga saham secara keseluruhan (Shutterstock).

Kondisi sebaliknya dari pasar yang bullish adalah kondisi bearish. Dalam investasi ataupun trading, istilah bearish adalah kondisi pasar saham yang mengacu pada turunnya harga saham secara keseluruhan.

Kondisi pasar yang bearish ditandai dengan turunnya indeks harga saham secara keseluruhan. Istilah bearish juga dipakai investor yang memprediksi ataupun memercayai harga saham bakal bergerak turun.

Pasar saham yang bearish ditandai dengan kondisi pasar yang menunjukkan tren menurun (downtrend). Investor atau trader yang melihat tanda-tanda downtrend cenderung percaya hal-hal negatif bisa terjadi pada pasar.

Mereka pun yang percaya hal-hal negatif tersebut terus berlanjut bakal menjual saham-saham yang selama ini mereka pegang agar terhindar dari kerugian. 

Hal-hal yang sebenarnya cuma prediksi tersebut dapat menjadi kenyataan (bearish) akibat reaksi berlebihan para investor atau trader yang menjual saham-saham miliknya. Efeknya bahkan menimbulkan kepanikan investor yang lain hingga terjadi aksi ikut-ikutan jual saham.

Gimana menyikapi pasar saham yang bullish ataupun bearish?

Seorang pria kaget melihat pasar saham yang naik turun (Shutterstock).
Seorang pria kaget melihat pasar saham yang naik turun (Shutterstock).

Kondisi pasar saham faktanya emang fluktuatif, kadang-kadang indeks saham bergerak naik atau bergerak turun. Sikap reaktif setiap kali melihat kondisi yang bullish ataupun bearish setiap harinya gak mencerminkan sikap investor yang mengerti konsekuensi dari berinvestasi saham.

Sah-sah aja kamu melakukan aksi beli saham dengan rasa percaya diri yang tinggi dalam menyikapi kondisi pasar yang bullish. Atau menjual semua saham sampai jual rugi karena takut melihat kondisi pasar yang bearish.

Namun, sebagai trader, kamu juga perlu melakukan analisis teknikal sampai akhirnya mengeluarkan keputusan yang dianggap sebagai keputusan buat membeli atau menjual.

Cara bersikap terhadap kondisi pasar saham sendiri tergantung dari peran apa yang dipilih, apakah memilih sebagai investor atau trader? Dalam posisi investor, gejolak yang terjadi di pasar saham sebaiknya jangan ditanggapi secara berlebihan.

Tanggapan yang gak berlebihan ini diambil dengan catatan kamu yakin dengan keadaan perusahaan yang diketahui dari laporan keuangannya, seberapa baik manajemennya, seperti apa kondisi sektor usahanya, hingga kondisi perekonomian, baik dalam maupun luar negeri.

Singkatnya, lakukan analisis fundamental agar merasa pasti dengan saham yang dibeli. Sebagaimana yang dikatakan investor kenamaan Warren Buffett, “Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.”

Tags: ,

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis