Apa Itu Deposito, Jenis-jenis, serta Keuntungannya

Fitur Menarik Deposito Bank BRI

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang ditawarkan perbankan. Deposito ini memiliki tenor dan bunga yang telah ditentukan sejak awal. Begitupun nominal yang harus disetorkan, ada ketentuannya.

Nah karena bunganya sudah pasti, deposito jadi salah satu investasi dengan risiko minim. Kamu yang gak mau pusing berinvestasi saham, bisa coba kembangkan uangmu di deposito. Agar kian paham, berikut penjelasan lengkap mengenai deposito.

Ciri deposito

Pertimbangkan hal ini

Berikut ini penjelasan singkat mengenai ciri deposito yang berbeda dari produk tabungan atau investasi lainnya!

  1. Ada minimal setoran tergantung bank seperti Rp5-10 juta untuk buka di kantor cabang dan Rp1 juta untuk buka deposito secara online.
  2. Terdapat jangka waktu (tenor) simpanan yaitu 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan.
  3. Pencairan atau penarikan deposito tidak bisa sembarangan seperti tabungan atau saham yang bisa kapan saja.
  4. Terdapat bunga atau imbal hasil yang telah ditentukan sejak awal, sehingga kamu tahu berapa jumlah keuntungan dari deposito.
  5. Risiko rendah, sudah ada ketentuan bunga dan jaminan dari LPS.
  6. Deposito bisa dijadikan jaminan buat ambil pinjaman di bank.
  7. Deposito merupakan produk kena pajak. Dari bunga yang kamu terima, ada potongan pajak sekitar 20 persen.

Cara menghitung deposito

seorang wanita sedang berpikir positif

Berbeda dengan tabungan yang mana bunga dihitung setiap akhir bulan, bunga deposito ditentukan oleh jangka waktu yang dipilih. Berikut ini contoh suku bunga deposito salah satu bank di Indonesia.

Tenor (Jangka Waktu) Suku Bunga per Tahun
1 Bulan 4,80%
3 Bulan 6,00%
6 Bulan 6,30%
12 Bulan 6,60%

Berikut cara perhitungan bunga deposito dan keuntungan yang bakal kamu peroleh.

Rumus perhitungan deposito yang dipakai:

Keuntungan bunga deposito = (Saldo x Suku bunga x Tenor) / 365

Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito

Pendapatan bersih = Saldo + (Keuntungan bunga deposito – Pajak deposito)

Simulasi perhitungan deposito

Sebagai contoh, kamu membuka rekening deposito enam bulan dengan dana disetorkan Rp100 juta. Dengan catatan, suku bunga adalah 6,30 persen dan pajak 20 persen.

Keuntungan bunga deposito: (Rp100.000.000 x 6,30% x 180 hari) / 365 = Rp3.106.849

Pajak deposito: 20% x Rp3.106.849 = Rp621.370

Pendapatan bersih :Rp100.000.000 + (Rp3.106.849 – Rp621.370)

=Rp100.000.000 + Rp2.485.479

=Rp102.485.479

Dari contoh di atas, keuntungan bunga deposito bersih yang kamu dapat adalah Rp2.485.479 saat jatuh tempo enam bulan. Dengan demikian, dana bersih yang akan dikembalikan kepada kamu menjadi Rp102.485.479 atau lebih besar sekitar Rp2 jutaan dari setoran semula Rp100 juta.

Frekuensi pembayaran deposito

Hal yang harus ditahui

Bunga deposito yang akan kamu terima sebenarnya ketika jatuh tempo sesuai tenor yang sudah disepakati. Namun, pembayaran bunga ini bisa kamu pilih sesuai kebutuhan, misalnya adalah setiap bulan. Lalu bagaimana frekuensi lainnya? Berikut penjelasannya!

  • Pembayaran tahunan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir tahun
  • Pembayaran per semester, di mana bunga dibayarkan tiap 6 bulan
  • Pembayaran per kuartal, di mana bunga dibayarkan tiap 4 bulan
  • Pembayaran bulanan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir bulan
  • Pembayaran dwi mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap 2 minggu
  • Pembayaran mingguan, di mana bunga dibayarkan tiap akhir minggu
  • Pembayaran jatuh tempo, di mana bunga dibayarkan saat deposit jatuh tempo

Plus-minus deposito

Peta pikiran

Kamu yang masih bingung mau investasi di mana, coba pertimbangkan terlebih dahulu plus-minus deposito berikut ini. Dengan begitu, kamu bakal memahami apa yang kamu dapat atau tidak dapat dari deposito.

Nilai plus deposito adalah Nilai minus deposito adalah
Bunga lebih besar dari tabungan Keuntungan kecil dibandingkan investasi lain
Keamanan uang terjamin di bank Tergerus inflasi karena suku bunga tetap
Risiko kecil Terdapat pajak sekitar 20 persen
Akses bunga mudah (ditransfer ke rekening) Dikenakan biaya penalti jika belum jatuh tempo
Menguntungkan karena ada bunga atau bagi hasil yang didapatkan nasabah Nilai investasi tidak bertambah karena hanya dapat bunga.

Perbedaan tabungan dengan deposito

Masih bingung pilih simpan uang lebih di deposito atau tabungan? Nah berikut ini perbedaannya biar kamu tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing produk.

Indikator Tabungan Deposito
Bunga Biasanya hanya 1 persen Lebih besar mengacu suku bunga acuan BI (BI Rate)
Biaya administrasi Diambil dari bunga tabungan Tidak ada
Waktu penarikan Kapan saja Sesuai jatuh tempo/ada penalti jika belum jatuh tempo
Jenis produk Simpanan Investasi
Buku tabungan Buku tabungan dan ATM Bilyet deposito

Dari penjelasan di atas, kamu tinggal pilih mau simpan uang sebagai tabungan atau dimasukan ke deposito. Tentunya deposito adalah pilihan tepat jika kamu punya uang lebih dan belum memiliki rencana menggunakan uang tersebut.

Buat informasi seputar tabungan dan finansial lainnya bisa kamu temukan di Lifepal!